Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster Hadiri Pemelaspasan Genah Melasti Desa Adat Pedungan, Menjadi Bagian Kawasan Terintegrasi Pelabuhan Benoa

BALIILU Tayang

:

de
TANDA TANGAN PRASASTI: Gubernur Koster tandatangani prasasti genah melasti Desa Adat Pedungan. (Foto:Ist)

Denpasar, baliilu.com -Setelah melalui banyak tahapan, pembangunan genah melasti Desa Adat Pedungan di area Pelabuhan Benoa memasuki tahap akhir. Dimana pada Minggu 23/2-2020 digelar karya Pemelaspas Bumi Sudha lan Mecaru yang dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster. Pada upacara tersebut dirangkai dengan mendem pedagingan lan lingga tangan (tanda tangan) prasasti genah melasti Desa Adat Pedungan.

Gubernur Koster usai menandatangani prasasti menyatakan tempat ini adalah tempat bersejarah, yang telah diperjuangkan bersama-sama. Pembangunan genah melasti ini juga sebagai wujud pengimplementasian visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali, kesejahteraan krama Bali sekala dan niskala. Untuk itu setiap pembangunan di Bali harus selaras dengan alam, manusia dan budaya. 

‘’Kalau unsur niskala-nya sudah terpenuhi, akan memberikan berkah kepada pembangunan sekala-nya serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ ujar Gubernur Koster.

Lebih lanjut dikatakan, genah melasti ini merupakan satu bagian dari Pelabuhan Benoa yang dikembangkan dalam suatu desain. Untuk mewujudkan rencana ini, Pemprov berkoordinasi dengan dirut dan jajaran direksi Pelindo III agar dibangun secara terintegrasi dan utuh, menjadi kawasan yang berkelas dunia. ‘’Sesuai yang kita harapkan bersama dimiliki oleh Bali, dimana keberadaannya bisa mendukung jalannya kepariwisataan sekaligus juga mendukung pembangunan infrastruktur nasional,’’ kata Gubernur.

Desain ini telah menjalani banyak tahapan penyusunan termasuk mendengarkan pula masukan dari masyarakat Desa Adat Pedungan dan terealisasi lewat pembangunan tempat upacara dan genah melasti ini.

‘’Pembangunan ini hasil koordinasi saya dengan bapak Dirut Pelindo III dan bapak Menteri BUMN. Saya berupaya betul meyakinkan beliau dan astungkara (genah melasti, red) bisa dibangun di  atas lahan 1 hektar,’’ terang Gubernur yang menargetkan akhir Februari sudah selesai, sebelum hari Nyepi.

Baca Juga  Anggaran Penanggulangan Covid-19 di Bali, Dana Cadangan Tersedia Rp 85 Milyar

‘’Saya harap  ke depan bisa ditata lagi, fasilitas dan pendukungnya agar bisa harmonis dengan rencana hutan kota dan sarana lainnya. Betul-betul bisa jadi kawasan yang baik. Saya terjun langsung mematangkan konsep dan desain pengembangan kawasan Benoa ini, melibatkan pula sulinggih, arsitek-arsitek Bali, pakar pertanian hingga menjadi pelabuhan yang mengandung nilai filosofi kearifan lokal Bali serta mengedepankan arsitektur Bali,’’ harap Gubernur.

Pelabuhan Benoa, lanjut Gubernur  ke depan akan jadi pelabuhan terindah di dunia. Sudah dipresentasikan di hadapan komisi 6 DPR RI dan semuanya memberikan apresiasi. Disaksikan pula bapak Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Menteri Pariwisata. Hanya satu di Indonesia pelabuhan indah seperti ini.

‘’Ini kita butuhkan untuk mendukung kepariwisataan di Bali, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur darat-laut-udara secara terintegrasi. Untuk itu rencana pembangunan dari pusat, harus sinkron dengan visi dan misi kita di Bali agar harmonis dan sejalan, dengan alam dan masyarakatnya. Dan astungkara bisa dijalankan dengan baik,’’ ungkapnya.

Rencananya, kawasan ini akan didukung pula oleh kawasan stand untuk perajin dan UMKM rakyat serta dilengkapi dengan hutan kota yang ditargetkan selesai 2023.

‘’Mari kita sama-sama jalan, pemerintah pusat jalan dan pemerintah daerah jalan, maka akan makin besar manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. Mari bersama dukung pengembangan Pelabuhan Benoa agar bisa selesai tepat waktu. Ini kepentingan kita bersama, semata-mata agar pembangunan pemerintah pusat bisa memberi manfaat luas. Kawasan ini juga saya harapkan bisa ‘hidup’ dengan kegiatan kesenian dan kegiatan masyarakat lainnya, bila perlu setiap hari,’’ imbuh Gubernur Koster.

Sementara itu, Dirut Pelindo III, Doso Agung menyatakan: ‘’Kalau semua gubernur bisa seperti bapak Gubernur Bali, saya kira semua masalah di masyarakat akan cepat selesai. Kami konsisten dalam mendukung pembangunan yang menjaga kelestarian adat dan budaya.’’

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Gencar Lakukan Sosialisasi Pergub dan Perwali Protokol Kesehatan

Dikatakan, Pelabuhan Benoa yang akan dikembangkan, tidak hanya sesuai dengan kemajuan Jaman dan teknologi, tetapi juga ramah lingkungan dan berciri khas budaya Bali. Hal tersebut sesuai dengan visi bapak gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan kita sekali lagi komitmen untuk tegak lurus dengan visi tersebut.

Fasilitas yang ada, Doso Agung mengharapkan agar dipelihara dengan baik sehingga bisa meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan pembangunan ini juga diharapkan secara niskala diberikan jalan yang lurus dan lancar untuk mimpi kita bersama untuk mewujudkan Pelabuhan Benoa, Bali Maritime Hub dan program pemerintah pusat lain di Bali.

Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, jajaran Pelindo III, Bendesa Desa Adat Pedungan, tokoh masyarakat dan krama Desa Adat Pedungan. (*/balu1)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Tahun Ini Karya di Pura Samuantiga Urung Dilaksanakan, Hanya Mapekeling dan Guru Piduka

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian Karya di Pura Dalem Penataran Sari Banjar Pekandelan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ngayah Nyangging di Pura Penataran Sari
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, saat ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, melaksanakan ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9).

Kegiatan ngayah tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian Walikota Denpasar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat di tengah masyarakat. Kehadiran Walikota juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan krama adat serta masyarakat Kota Denpasar.

Serangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara metatah yang diikuti 45 orang dan menek kelih diikuti 5 orang. Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa rangkaian karya dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong seluruh krama. Pelaksanaan metatah dan menek kelih yang dirangkaikan dalam karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Bali.

Walikota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya keagamaan dan adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Ia juga mengapresiasi semangat krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar yang secara bersama-sama menyukseskan rangkaian karya, termasuk pelaksanaan metatah massal dan menek kelih.

“Kebersamaan dan gotong-royong seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga adat dan budaya Bali. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama,” tambahnya.

Pelaksanaan karya berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dengan melibatkan krama serta masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan upacara. (eka/bi)

Baca Juga  Wabup Suiasa Ajak Tokoh Agama Menabur dan Menebarkan Benih Cinta Kasih

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung “Ngupasaksi Karya Utama” di Pura Dalem Kahyangan Tuban

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tanda Tangani Prasasti Karya Pura Tuban
TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menandatangani prasasti karya saat menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). Upacara ini merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, Tawur Balik Sumpah Utama yang puncak karyanya dipimpin Yadnyamana Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda pada 26 September 2026.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa naik ke Padmasana setinggi 12 meter untuk ngunggahang kwangen, menandatangani prasasti pura. Bupati mendoakan agar karya berjalan sida sidaning don labda karya dan sida paripurna demi kerahayuan jagat Badung dan Bali, serta berharap krama Tuban tetap menjaga persatuan dengan semangat sagilik saguluk, salunglung sabayantaka.

“Kebersamaan ini penting untuk menjaga Desa Adat Tuban yang menjadi gerbang pertama pariwisata Bali melalui jalur udara. Melarapan subakti, kita memohon kelancaran dalam menata Badung menjadi lebih nyaman dan berdoa agar PAD meningkat sehingga semakin banyak program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Pemkab Badung menegaskan komitmen melakukan penataan akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengurangi kemacetan.

Sementara itu, Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra, mengungkapkan bahwa pemugaran Pura Dalem Kahyangan didanai melalui hibah Pemkab Badung TA 2025 sebesar Rp 15,9 miliar pada APBD induk. Namun, karena dana tersebut hanya untuk fisik bangunan pura, kas desa adat harus mengeluarkan biaya mandiri hingga hampir Rp 9 miliar, sehingga total pembangunan diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Prosesi upacara sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 yang diawali dengan Pemarisuda Bumi, Pecaruan, hingga Melaspas Tetaring. Rangkaian akan memuncak pada Purnamaning Kapat, Sabtu Umanis Bala, 26 September 2026, dilanjutkan penganyaran selama empat hari, dan prosesi sineb pada 30 Oktober 2026 yang ditutup ritual Nyegara Gunung.

Mendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hibah besar dari Pemkab Badung, meski ia berharap dukungan ke depan terus ditingkatkan karena kebutuhan belum sepenuhnya tercukupi. Ia juga berharap pemerintah daerah serta PT. Angkasa Pura Indonesia memberikan perhatian lebih pada Desa Adat Tuban sebagai beranda depan dan belakang Bali.

Baca Juga  Wabup Suiasa Ajak Tokoh Agama Menabur dan Menebarkan Benih Cinta Kasih

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung Dapil Kuta seperti I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada. Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, Majelis Desa Adat, Lurah Tuban, unsur TNI-Polri, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, BBMKG Wilayah III, serta jajaran Jasa Marga Bali Tol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca