Tuesday, 5 March 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster Hadiri Pemelaspasan Genah Melasti Desa Adat Pedungan, Menjadi Bagian Kawasan Terintegrasi Pelabuhan Benoa

BALIILU Tayang

:

de
TANDA TANGAN PRASASTI: Gubernur Koster tandatangani prasasti genah melasti Desa Adat Pedungan. (Foto:Ist)

Denpasar, baliilu.com -Setelah melalui banyak tahapan, pembangunan genah melasti Desa Adat Pedungan di area Pelabuhan Benoa memasuki tahap akhir. Dimana pada Minggu 23/2-2020 digelar karya Pemelaspas Bumi Sudha lan Mecaru yang dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster. Pada upacara tersebut dirangkai dengan mendem pedagingan lan lingga tangan (tanda tangan) prasasti genah melasti Desa Adat Pedungan.

Gubernur Koster usai menandatangani prasasti menyatakan tempat ini adalah tempat bersejarah, yang telah diperjuangkan bersama-sama. Pembangunan genah melasti ini juga sebagai wujud pengimplementasian visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali, kesejahteraan krama Bali sekala dan niskala. Untuk itu setiap pembangunan di Bali harus selaras dengan alam, manusia dan budaya. 

‘’Kalau unsur niskala-nya sudah terpenuhi, akan memberikan berkah kepada pembangunan sekala-nya serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ ujar Gubernur Koster.

Lebih lanjut dikatakan, genah melasti ini merupakan satu bagian dari Pelabuhan Benoa yang dikembangkan dalam suatu desain. Untuk mewujudkan rencana ini, Pemprov berkoordinasi dengan dirut dan jajaran direksi Pelindo III agar dibangun secara terintegrasi dan utuh, menjadi kawasan yang berkelas dunia. ‘’Sesuai yang kita harapkan bersama dimiliki oleh Bali, dimana keberadaannya bisa mendukung jalannya kepariwisataan sekaligus juga mendukung pembangunan infrastruktur nasional,’’ kata Gubernur.

Desain ini telah menjalani banyak tahapan penyusunan termasuk mendengarkan pula masukan dari masyarakat Desa Adat Pedungan dan terealisasi lewat pembangunan tempat upacara dan genah melasti ini.

‘’Pembangunan ini hasil koordinasi saya dengan bapak Dirut Pelindo III dan bapak Menteri BUMN. Saya berupaya betul meyakinkan beliau dan astungkara (genah melasti, red) bisa dibangun di  atas lahan 1 hektar,’’ terang Gubernur yang menargetkan akhir Februari sudah selesai, sebelum hari Nyepi.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Hiski Bali Bergeliat Kawal Pengembangan Sastra Modern

‘’Saya harap  ke depan bisa ditata lagi, fasilitas dan pendukungnya agar bisa harmonis dengan rencana hutan kota dan sarana lainnya. Betul-betul bisa jadi kawasan yang baik. Saya terjun langsung mematangkan konsep dan desain pengembangan kawasan Benoa ini, melibatkan pula sulinggih, arsitek-arsitek Bali, pakar pertanian hingga menjadi pelabuhan yang mengandung nilai filosofi kearifan lokal Bali serta mengedepankan arsitektur Bali,’’ harap Gubernur.

Pelabuhan Benoa, lanjut Gubernur  ke depan akan jadi pelabuhan terindah di dunia. Sudah dipresentasikan di hadapan komisi 6 DPR RI dan semuanya memberikan apresiasi. Disaksikan pula bapak Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Menteri Pariwisata. Hanya satu di Indonesia pelabuhan indah seperti ini.

‘’Ini kita butuhkan untuk mendukung kepariwisataan di Bali, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur darat-laut-udara secara terintegrasi. Untuk itu rencana pembangunan dari pusat, harus sinkron dengan visi dan misi kita di Bali agar harmonis dan sejalan, dengan alam dan masyarakatnya. Dan astungkara bisa dijalankan dengan baik,’’ ungkapnya.

Rencananya, kawasan ini akan didukung pula oleh kawasan stand untuk perajin dan UMKM rakyat serta dilengkapi dengan hutan kota yang ditargetkan selesai 2023.

‘’Mari kita sama-sama jalan, pemerintah pusat jalan dan pemerintah daerah jalan, maka akan makin besar manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. Mari bersama dukung pengembangan Pelabuhan Benoa agar bisa selesai tepat waktu. Ini kepentingan kita bersama, semata-mata agar pembangunan pemerintah pusat bisa memberi manfaat luas. Kawasan ini juga saya harapkan bisa ‘hidup’ dengan kegiatan kesenian dan kegiatan masyarakat lainnya, bila perlu setiap hari,’’ imbuh Gubernur Koster.

Sementara itu, Dirut Pelindo III, Doso Agung menyatakan: ‘’Kalau semua gubernur bisa seperti bapak Gubernur Bali, saya kira semua masalah di masyarakat akan cepat selesai. Kami konsisten dalam mendukung pembangunan yang menjaga kelestarian adat dan budaya.’’

Baca Juga  Sekda Bali Dewa Indra: Apresiasi Peran Serta BPK di Program Bali Resik Sampah

Dikatakan, Pelabuhan Benoa yang akan dikembangkan, tidak hanya sesuai dengan kemajuan Jaman dan teknologi, tetapi juga ramah lingkungan dan berciri khas budaya Bali. Hal tersebut sesuai dengan visi bapak gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan kita sekali lagi komitmen untuk tegak lurus dengan visi tersebut.

Fasilitas yang ada, Doso Agung mengharapkan agar dipelihara dengan baik sehingga bisa meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan pembangunan ini juga diharapkan secara niskala diberikan jalan yang lurus dan lancar untuk mimpi kita bersama untuk mewujudkan Pelabuhan Benoa, Bali Maritime Hub dan program pemerintah pusat lain di Bali.

Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, jajaran Pelindo III, Bendesa Desa Adat Pedungan, tokoh masyarakat dan krama Desa Adat Pedungan. (*/balu1)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Kantor Pusat UNESCO Paris Gelar Kegiatan Mengusung Penguatan Ekosistem Film di Indonesia 

Published

on

By

UNESCO Convention di paris
Kegiatan talkshow di acara Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention, Paris, Prancis. (Foto: kemdikbud.go.id)

Paris, Prancis, baliilu.com – Indonesia mengadakan serangkaian acara sampingan di Kantor Pusat UNESCO Paris, Prancis, untuk memperkenalkan dan memperluas pengaruh budaya Indonesia di dunia. Kegiatan yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan ini, bertujuan untuk memperkuat ekosistem film dan mendukung kebebasan artistik di Indonesia.

Dalam sela-sela sesi ke-17 Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention, berbagai acara seperti gelaran wicara, pemutaran film pendek, dan pameran poster yang dilaksanakan dengan tema besar Empowering Artistic Freedom in Indonesia.

Acara tersebut menampilkan panelis terkemuka seperti Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk UNESCO, Ismunandar; Perwakilan dari Koalisi Seni Indonesia, Hafez Gumay; dan sutradara ternama Riri Riza. Mereka membahas pentingnya dukungan pemerintah terhadap kebebasan artistik serta peran Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan nomor 5 tahun 2017 dalam memajukan film sebagai praktik budaya.

Selain itu, pameran poster dan pemutaran film pendek, seperti “Ride to Nowhere” dan “Membicarakan Kejujuran Diana”, serta cocktail recognition yang menampilkan hidangan khas Indonesia dan minuman herbal tradisional, jamu, juga menyemarakkan kegiatan ini, dan menarik perhatian pelajar Indonesia dan Prancis serta diaspora Indonesia yang hadir.

Dubes RI untuk Prancis, serta Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyampaikan pentingnya kebebasan artistik dalam mendorong dialog dan membentuk tatanan masyarakat. “Melalui side event ini diharapkan dapat menampilkan secara singkat perjalanan ruang eksplorasi dan persimpangan dinamis antara kreativitas, keragaman, dan kebebasan ekspresi budaya dalam konteks Indonesia,” jelas Dubes Oemar saat membuka talkshow dan pemutaran film pendek, pada Selasa (27/2) yang dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

Baca Juga  Karena Covid-19 Sensus Penduduk Online Bali Terhenti Sementara, Dilanjutkan September 2020

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, termasuk delegasi dari sidang ke-17 Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention dan delegasi negara anggota UNESCO di Paris. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budayanya kepada dunia internasional dan memperkuat kerja sama dalam bidang budaya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

‘‘Karya Ngenteg Linggih‘‘ di Gedung Mako Polres Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

polres bandara ngurah rai
KARYA NGENTEG LINGGIH: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih dan Piodalan di Gedung Mako Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Markas Komando (Mako) Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, melangsungkan serangkaian upacara Ngenteg Linggih, Pecaruan Rsi Gana, Pedudusan Alit, Melaspas, dan Piodalan Purnama Kesanga. Upacara adat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, menandai komitmen spiritual dalam menjaga harmoni dan keseimbangan di kawasan strategis ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Bandara IGN Rai Kompol I Ketut Darta, perwakilan dari Angkasa Pura, Otoritas Bandara, Bea Cukai, Imigrasi, dan Lanud, serta seluruh jajaran anggota Polres Bandara IGN Rai.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, menekankan pentingnya pembangunan Gedung Mako Polres Kawasan I Gusti Ngurah Rai yang telah dianggarkan dari dana belanja hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 20,3 miliar lebih pada perubahan tahun anggaran 2023. Pembangunan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kepolisian bandara dan jajarannya agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Dengan adanya Gedung Mako Polres Kawasan Bandara yang baru diharapkan mampu meningkatkan kinerja kepolisian yang presisi terkhusus kepolisian di kawasan bandara,” ungkap Wabup Suiasa pada Sabtu (24/2).

Wabup Suiasa juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas representatif ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman, terutama di Kabupaten Badung yang merupakan kawasan pariwisata utama.

“Tentunya harapan ke depan dengan adanya fasilitas yang representatif ini dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang maksimal. Ini merupakan tanggung jawab kita semua memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terkhususnya di Badung. Sebab Kabupaten Badung merupakan kawasan pariwisata, maka rasa aman merupakan hukum wajib yang harus dilaksanakan,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Tahun Depan Bali bakal Miliki Jalan Tol Kedua, Gubernur Koster bersama Menteri PUPR Tinjau Lokasi

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Suiasa Hadiri Upacara ‘’Melaspas’’ di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan

Published

on

By

wabup suiasa
MELASPAS: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2).

Turut hadir dalam kesempatan ini Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana serta unsur Tripika Kecamatan Kuta Utara, Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya, Kelian Dinas se-Desa Tibubeneng, Bendesa Adat se-Desa Tibubeneng serta masyarakat setempat.

Upacara Melaspas, di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Arsa Manuaba Griya Gede Mayun Babakan. Upacara ini terlaksana setelah rampungnya pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan yang dibantu dana hibah induk tahun 2023 sebesar Rp. 6,7 miliar.

Dalam sembrama wacananya Wabup Ketut Suiasa menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Padoman serta bisa ikut ngastiti bakti dalam upacara Melaspas, Mendem Pedagingan serta Ngelinggihang di Pura Desa dan Pura Puseh Padonan ini. Wabup mengatakan bahwa kehadiran Pemerintah di tengah-tengah masyarakat tidak lain untuk meringankan beban masyarakat seperti membantu pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh.

“Ini sudah menjadi komitmen saya selaku Wakil Bupati bersama Bapak Bupati Badung untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat krama Badung sendiri seperti saat ini, saat masyarakat Desa Adat Padonan melaksanakan upacara melaspas lan ngelinggihang. Semoga Ida Bhatara sesuhunan mapaica wara nugraha ring jagad sami, serta diberi kerahayuan dan kelancaran dalam melaksanakan upacara ini dan juga masyarakat semua agar segilik, seguluk, selulung sebayantaka nyujur jagad gemah ripah loh jinawi,” ucap Wabup Suiasa.

Baca Juga  Sekda Bali Dewa Indra: Apresiasi Peran Serta BPK di Program Bali Resik Sampah

Sementara itu Bendesa Adat Padonan I Gede Mitarja, menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Badung bersama undangan lainnya sudah bersedia hadir nodia karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Ngelinggihang ring Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan. Dalam kesempatan yang baik ini, mewakili masyarakat Desa Adat Padonan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nayaka Praja Kabupaten Badung bersama jajaran berkat bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, masyarakat Desa Adat Padonan bisa membangun Pura Desa lan Pura Puseh yang bagus seperti ini.

“Kami mewakili masyarakat tidak henti-henti mengucapkan banyak terimakasih dan juga kami sampaikan kehadapan Bapak Wakil Bupati bersama undangan lainnya,” ujarnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca