Denpasar, baliilu.com
– Gubernur Bali Wayan Koster menjabarkan alokasi anggaran untuk
penanggulangan Covid-19 di Bali sudah berjalan maksimal. Hal tersebut bisa
dilihat dari penyerapan anggaran hingga tri wulan kedua ini yang telah mencapai
hampir 100%.
Hal itu ia sampaikan saat Sidang Paripurna Istimewa DPRD
Provinsi Bali pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-62 Provinsi Bali yang
dirangkaikan dengan Pembacaan Jawaban Gubernur Bali terhadap Pandangan Umum
Fraksi atas Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor
11 Tahun 2019 dan Belanja Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran
2020, Raperda Provinsi Bali tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil Provinsi Bali tahun 2020-2040, serta Raperda Provinsi Bali
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang
Retribusi Jasa Umum, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar,
Jumat (14/8-2020).
Ditambahkannya, penyerapan anggaran telah mencapai di atas
90%, bahkan ada yang telah 100%. “Alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp 310
miliar lebih sudah terealisasi sebesar Rp 287 miliar lebih atau 92,57 persen.
Sementara jaring pengaman sosial sebesar Rp 197 miliar lebih sudah terealisasi
sebanyak Rp 178 miliar lebih atau sebesar 90,22 persen,” jelas mantan anggota
DPR RI tiga periode tersebut.
GUBERNUR KOSTER, bersama Ketua DPRD Bali dan Wagub Bali meninggalkan ruang sidang istimewa DPRD Bali.
Dalam sidang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama itu, Gubernur Koster pula menjelaskan terkait anggaran penanganan dampak ekonomi yang dialokasikan sebesar Rp 102 miilar lebih, dan telah terealisasi 100%. Hal itu menjadi bukti keseriusan Pemprov Bali dalam penanggulangan dampak pandemi. Di samping dukungan berbagai pihak dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan saat situasi sulit akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini juga mengaku dalam situasi
pandemi ini, pemerintah telah berupaya menghitung ulang semua potensi dan
proyeksi kenaikan dan penurunan pendapatan sesuai dengan kajian data
perekonomian dan realisasi tahun berjalan. “Kajian ini juga menjadi dasar
pertimbangan dalam Perubahan Kedua atas Perda 2 Tahun 2011,” ujarnya dalam
sidang yang juga turut dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana
Sukawati (Cok Ace), Sekda Prov Bali Dewa Made Indra, serta segenap kepala OPD
di lingkungan Pemprov Bali.
Ia juga mengungkapkan selama masa pandemi ini, Pemerintah
Pusat dan Pemprov Bali telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada
masyarakat yang terdampak, baik berupa jaring pengaman sosial maupun penanganan
dampak ekonomi. “Pemberian bantuan stimulus kepada koperasi dan UMKM telah
dilaksanakan melalui pendataan dan verifikasi objektif yang melibatkan
pemerintah kabupaten/kota, sehingga jauh dari intervensi kepentingan politis,”
tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung tentang keberadaan
wifi gratis di desa adat yang merupakan program Pemerintah Provinsi Bali,
sedangkan untuk operasional dan pemeliharaannya dilaksanakan oleh pemerintah
kabupaten/kota dengan menggunakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Sementara
untuk jaringan bermasalah akan dikoordinasikan dengan pemerintah
kabupaten/kota.
Terkait kelangsungan belajar-mengajar masa pandemi, Pemprov
Bali masih menggunakan model pembelajaran dalam jaringan/online dan jalur
jaringan/offline. Untuk sistem pembelajaran daring, tenaga pendidik mendampingi
siswa dengan bantuan media digital dan elektronik melalui pesan WhatsApps dan
SMS. Sementara untuk sistem pembelajaran offline, terutama bagi daerah yang
sulit mendapatkan media internet, tenaga pendidik mendatangi siswa di tempat
yang telah disepakati, sebelum diberikan tugas-tugas untuk diselesaikan.
“Kurikulum pendidikan di masa pandemi ini sudah
disederhanakan sesuai dengan situasi dan kondisi, selanjutnya kita tetap
mengiktui metode pembelajaran sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan,” sebutnya.
Sedangkan menyangkut Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah
Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Bali Tahun 2020-2040, Gubernur Koster
menjelaskan mengenai pengaturan zonasi spesifik terhadap Kawasan Selatan Pulau
Nusa Penida telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT)
dan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). “Sementara untuk proses penyidikan atas
pelanggaran dan atau kejahatan yang dilakukan setiap orang dalam hubungannya
dengan RZWP3K tetap mengacu pada KUHP dan Ketentuan SOP PPNS,” jelasnya. Ia
juga sepakat untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut,
sehingga diperlukan pembahasan lebih lanjut.
Selanjutnya mengenai Raperda Perubahan Kedua atas Perda
Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, Gubernur Koster mengatakan hal
itu dimaksudkan untuk mengakomodasi perubahan nomenklatur semata. Ia
menambahkan jika perubahan ini tidak terlalu substansial namun harus dilakukan
untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan.
Sebelumnya dalam pidato HUT ke-62 Provinsi Bali, Gubernur
Koster mengajak semua komponen masyarakat Bali untuk menjadikan hari jadi ini
sebagai momentum penting dan strategis dalam memaknai perjalanan Provinsi Bali
dalam tiga dimensi waktu. Yaitu masa lalu (atita),
masa kini (wartamana) dan masa yang
akan datang (anagata).
Secara historis dan sosiologis, ia mengatakan jika krama
Bali adalah manusia yang unggul, berkualitas dan berintegritas dengan
nilai-nilai kebudayaan tinggi. Hal itu terbukti dari berbagai karya seni
unggulan dan kebudayaan tinggi yang tercipta di pulau nan indah ini. Sementara
di sisi integritas, Gubernur Koster mengaku keunggulan masyarakat Bali
tercermin dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari yang bersumber dari
nilai-nilai kearifan lokal.
Saat ini kebudayaan Bali merupakan sumber daya utama,
penting dan strategis, hal tersebut bisa dilihat dari perjalanan kebudayaan
Bali dari jaman dulu hingga sekarang. Karakteristik alam Bali juga mendukung
serta menyatu menjadi suatu sistem kehidupan masyarakat berdasarkan nilai-nilai
dan adat-istiadat, agama, tradisi seni dan budaya, sehingga menjadikan pulau
kecil ini menjadi unik.
Ia mengatakan pembangunan Bali secara umum telah berlangsung
dengan sejumlah kemajuan yang memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan
krama Bali. Oleh karena itu, diperlukan orientasi dan arah kebijakan untuk
menata pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif, demi menuju Bali
Era Baru dengan visi Nangun Sat Kerthi
Loka Bali. (gs)
SERAHKAN SERTIFIKAT: Tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto) menyerahkan sertifikat kepada tokoh sahabat anak di Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Buleleng mengikuti Workshop Mandiri – Buleleng Excellent Teacher 2026 yang diselenggarakan oleh ASTA Global, Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Generasi Alpha.
Acara yang dipandu oleh Puteri Indonesia 2026, Firsta Yufi Amarta Putri, ini menghadirkan tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto), serta Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, sebagai narasumber utama.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah kesenjangan antara metode mengajar guru dengan cara belajar murid yang merupakan digital native.
“Jika kita masih mengajar dengan cara 10 tahun yang lalu, maka kita kehilangan murid kita. Saya menitipkan pesan kepada para guru agar menjadi pendidik yang melek digital namun tetap berakar pada budaya lokal Buleleng,” pesan Surya Bharata.
Dirinya menyarankan teknologi seperti Canva, Quizizz, atau AI untuk membuat pembelajaran menarik, namun perlu ditanamkan pula nilai-nilai karakter dan cinta tanah air.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan bebas dari perundungan. Menurutnya, kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin yang mengayomi agar murid dapat tumbuh secara optimal baik secara akademik maupun mental.
Senada dengan hal tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyoroti pentingnya penanaman karakter dan literasi digital sejak dini pada Generasi Alpha yang sangat kritis dan cerdas.
“Anak-anak Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis dan emosional yang tinggi. Tugas kita, para pendidik dan orang tua, bukan sekadar melarang, tetapi membimbing mereka menggunakan teknologi dengan bijak. Kita harus memastikan mereka mengakses konten yang positif dan mampu mengelola emosi mereka dengan baik,” ujar Ny. Wardhany.
Ny. Wardhany juga mengingatkan para guru agar memberikan contoh nyata dalam penggunaan gawai. Ia berpesan agar tenaga pendidik dapat lebih fokus memberikan perhatian dan bimbingan langsung kepada siswa saat jam pelajaran berlangsung, daripada sibuk dengan gawai pribadi.
Kegiatan Buleleng Excellent Teacher 2026 ini diharapkan oleh Ny. Wardhany dapat menjadi momentum perubahan bagi para guru di Buleleng untuk lebih inovatif, adaptif terhadap teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya dalam membentuk karakter generasi masa depan. (gs/bi)
HADIRI PUNCAK HKG PKK Ke-54: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7).
Peringatan tersebut dihadiri, Pelindung TP PKK Nyonya Selvi Gibran Rakabuming didampingi oleh jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, Ketua Umum TP. PKK Pusat Nyonya Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi se-Indonesia, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Indonesia dan undangan lainnya.
Dalam peringatan HKG PKK tahun ini, salah satu kader/pengurus TP PKK Badung menorehkan prestasi tingkat nasional dan berhasil meraih penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Beliau adalah Ni Wayan Kencanawati. Penghargaan Adhi Bhakti Utama diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada kader dan pengurus yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa, konsistensi dalam melaksanakan program, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga dan lingkungan sekitar. Nyonya Rasniathi menambahkan, penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan dan motivasi baru untuk bekerja lebih giat lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kehadiran TP PKK Badung bukan sekedar mengikuti seremonial, melainkan membawa misi penting sekaligus kebanggaan tersendiri.
“TP PKK Badung tidak hanya hadir di kegiatan ini, tetapi juga mengantar pengurus TP PKK Kabupaten Badung Ni Wayan Kencanawati yang menerima penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Ini adalah suatu kebanggaan besar bagi kita semua di Kabupaten Badung, sebagai bukti nyata bahwa kerja keras, pengabdian tulus, dan semangat ngayah yang kami jalankan di tengah masyarakat telah mendapat pengakuan tingkat nasional,” ujarnya.
Pencapaian ini akan dijadikan cambuk semangat. Dengan terus memperkuat seluruh jajaran, memaksimalkan setiap poin dalam 10 Program Pokok PKK, dan selaras mendukung arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung serta program Asta Cita.
“Kami ingin menjadikan keluarga sebagai benteng utama pembangunan, agar Badung semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan turut serta mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Hari Kesatuan Gerak PKK yang diperingati setiap tanggal 4 Maret merupakan momentum bersejarah dan menjadi titik tolak gerakan bersama bagi segenap jajaran Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat Pusat hingga Daerah. Pada momen ini, seluruh unsur PKK bersatu padu untuk melaksanakan 10 Program Pokok PKK secara konsisten, sekaligus mendukung berbagai program dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, demi terwujudnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” yang mengandung makna mendalam, yaitu Gerakan PKK menegaskan komitmen utamanya untuk terus memperkuat, menyempurnakan, dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai landasan utama serta jantung dari seluruh upaya pemberdayaan keluarga di Indonesia. Melalui penguatan yang terarah dan berkelanjutan ini, PKK berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sepenuhnya pelaksanaan Asta Cita. Kontribusi ini diwujudkan melalui pembangunan yang berbasis pada keluarga yang bersifat berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan sehingga menjadi pondasi kokoh menuju tercapainya visi besar Indonesia Emas 2045. (gs/bi)
HADIRI PERAYAAN HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri puncak perayaan HUT Ke-54 Sekaa Teruna Dwi Tunggal Banjar Puseh, Lingkungan Puseh Pengalasan, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/7). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Sekaa Teruna (ST) Dwi Tunggal Banjar Puseh, Lingkungan Puseh Pengalasan, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (11/7).
Puncak perayaan yang berlangsung di Balai Banjar Puseh tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama 54 tahun. Acara turut dihadiri perwakilan anggota DPR RI, Perwakilan DPD RI, DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, perwakilan Camat Mengwi, Lurah Sading, Bendesa Adat Sading, Bhabinkamtibmas, Babinsa Sading, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Pemkab Badung terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta yang diterima Ketua ST Dwi Tunggal I Made Adi Pradnya Dinata. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan serah terima kepengurusan, pelantikan anggota baru, serta penyerahan bendera Sekaa Teruna Dwi Tunggal sebagai simbol estafet kepemimpinan dan regenerasi organisasi.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi kekompakan dan semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh seluruh anggota ST Dwi Tunggal sehingga puncak perayaan HUT ke-54 dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, Sekaa Teruna memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melestarikan seni, adat, budaya, dan tradisi warisan leluhur.
“Sekaa Teruna Dwi Tunggal merupakan generasi muda yang hebat dan tangguh. Organisasi ini menjadi tempat membangun karakter, memperkuat solidaritas, sekaligus menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai-nilai adat dan budaya. Karena itu, saya mengajak seluruh Sekaa Teruna untuk terus menjaga persatuan, kekompakan, dan kebersamaan dalam berorganisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ST Dwi Tunggal yang baru I Made Adi Pradnya Dinata menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin ST Dwi Tunggal tersebut.
“Kepercayaan ini merupakan amanah dan kehormatan bagi saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan ini. Saya akan berupaya semaksimal mungkin menjalankan program-program ST. Dwi Tunggal dengan penuh semangat, dedikasi, dan tanggung jawab selama lima tahun ke depan. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang selama ini senantiasa mendukung berbagai kegiatan Sekaa Teruna. Sebagai generasi penerus, kami siap mendukung dan mensukseskan program-program Pemerintah Kabupaten Badung,” ungkapnya. (gs/bi)