Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 (24/8) di Bali, 1 Pasien Covid meninggal Dunia, Kasus Positif Bertambah 63 Orang

BALIILU Tayang

:

de

Denpasar, baliilu.com – Perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Senin (24/8) mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 63 orang melalui transmisi lokal, kasus sembuh sebanyak 54 orang, dan 1 pasien Covid-19 meninggal dunia.

Secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif menjadi 4.576 orang, sembuh 4.007 orang (87,57%), dan pasien meninggal dunia menjadi 53 orang (1,16%).

Berdasarkan data tersebut, maka tercatat 516 kasus aktif (11,28%), tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, maupun yang dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering.

Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan, perlu diketahui bahwa sebanyak  91,17% dari kasus WNI terkonfirmasi adalah melalui transmisi lokal.

Sehingga, kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju masyarakat Bali yang produktif dan bebas Covid-19. Untuk itu, marilah kita laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Besok 11.00 Wita (8/2), Pesawat China Jemput Warganya Balik ke Tiongkok
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Evakuasi Wayan Lanang Terjatuh ke Sumur di Nusa Penida

Published

on

By

Banjar Pundukaha
EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi seorang warga Banjar Pundukaha Kelod yang terjatuh ke dalam sumur di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (25/5/2026). (Foto: bi)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang warga Banjar Pundukaha Kelod yang terjatuh ke dalam sumur di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (25/5/2026). Diketahui identitas korban atas nama Wayan Lanang (36).

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 13.00 Wita dari Wahyu selaku Babinsa Desa Bunga Mekar. Dilaporkan bahwa korban sejak Minggu (24/5/2026) belum kembali ke rumah. Pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga dan warga setempat.

Pada Senin pagi sekitar pukul 06.45 Wita, bibinya menemukan barang milik korban di sekitar sumur yang berada di dekat lokasi. “Mencurigai karena ada sandal dan rokok di sekitar sumur,” terang Cakra Negara, selaku koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Berdasarkan temuan tersebut, warga menduga korban terjatuh ke dalam sumur. Warga kemudian melakukan pengurasan air sumur menggunakan pompa air dan menemukan korban berada di dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 4 meter, namun mengalami kesulitan dalam proses evakuasi sehingga meminta bantuan SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 13.20 Wita Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida yang terdiri dari 4 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Mereka tiba di lokasi kejadian pada pukul 14.00 Wita dan segera melaksanakan briefing serta proses evakuasi bersama unsur SAR gabungan lainnya. “Sekitar pukul 14.40 korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya kita serahkan ke pihak keluarga,” tutupnya.

Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar Koramil Nusa Penida, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar Polsek Nusa Penida, personel Polsek Nusa Penida, BPBD Kabupaten Klungkung, aparat desa, keluarga korban, serta masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (29/3) di Bali, PDP 141 Positif 10, Data Pribadi Pasien tak Boleh Diungkap

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ibu Putri Suastini Koster Ingin Lahir Generasi Pembaca Puisi yang Mampu “Menghidupkan” Karya Sastra

Published

on

By

putri koster
BACA PUISI: Putri Suastini Koster saat membacakan puisi Sumpah Kumbakarna pada Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni di Kabupaten Buleleng sukses memukau penonton di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Sabtu (23/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Penampilan Ibu Gubernur Bali, Putri Suastini Koster, saat membacakan puisi Sumpah Kumbakarna pada Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni di Kabupaten Buleleng sukses memukau penonton di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Sabtu (23/5). Dengan penghayatan kuat dan teknik vokalisasi yang matang, Ibu Putri Koster seolah menghadirkan langsung sosok Kumbakarna di atas panggung.

Latar belakangnya sebagai seniman di berbagai bidang seni budaya membuat pembacaan puisi tersebut terasa hidup, emosional, sekaligus sarat pesan nasionalisme. Menurut Ibu Putri Koster, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan media untuk menyampaikan jiwa, nilai perjuangan, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Puisi Sumpah Kumbakarna memiliki makna mendalam yang mengingatkan siapa saja untuk mencintai dan membela negaranya tanpa syarat. Meski Kumbakarna tidak menyukai tindakan Rahwana, ketika negaranya diserang, ia tetap berdiri sebagai kesatria untuk membela tanah airnya,” ujarnya.

Ia berharap nilai nasionalisme dalam karya sastra tetap hidup di tengah generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Dalam kesempatan itu, Ibu Putri Koster juga menyampaikan harapannya agar ke depan lahir lebih banyak generasi pembaca puisi yang tidak hanya mampu membaca teks, tetapi juga benar-benar mampu “menghidupkan” karya sastra di atas panggung.

Menurutnya, kemampuan membaca puisi harus dibangun dari dasar yang kuat, mulai dari penghayatan, penjiwaan, vokalisasi, hingga kemampuan memberi ruh pada setiap bait puisi yang dibacakan. Setelah kemampuan dasar itu matang, seni baca puisi dapat dikembangkan menjadi sebuah seni pertunjukan yang lebih besar melalui kolaborasi dengan berbagai unsur seni lainnya.

“Ibu berharap seni baca puisi dapat berkembang menjadi seni pertunjukan. Bisa dipadukan dengan gamelan, musik tradisional, maupun seni tari. Namun, yang paling utama tetap kemampuan membaca puisinya harus bagus dan mampu memberi ruh pada karya yang dibawakan,” katanya.

Baca Juga  Dari Sarasehan NCPI Bali di Toya Devasya: Virus Corona Bisa Disembuhkan, Badai Pasti Berlalu

Ibu Putri Koster menilai kegiatan seperti Parade Puisi dan Akustik menjadi ruang penting untuk mencari sekaligus membina bibit-bibit pembaca puisi muda di Bali. Selain mengasah kreativitas, para peserta juga memperoleh pengalaman berharga dalam membangun karakter, rasa percaya diri, dan keberanian tampil di depan publik.

“Selain membaca puisi, generasi muda juga bisa memperdalam karakternya. Pengalaman berkesenian seperti ini akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di kemudian hari,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya, Putri Koster turut menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gong pengiring yang mendukung jalannya pertunjukan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Ariadi Pribadi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi ruang kreativitas dan persatuan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan yang disiarkan melalui radio dan layanan streaming tersebut digagas sebagai wadah ekspresi sastra modern bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Soroti Dominasi Endek Troso di Bali, Dorong Perkuat Perlindungan HAKI Perajin

Published

on

By

endek troso
PEMBICARA UTAMA: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster saat menjadi pembicara utama dalam Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual yang diadakan DPD PDI Perjuangan Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Minggu (24/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menyampaikan bahwa kain endek yang beredar di Bali masih didominasi oleh endek asal Troso, bukan produksi para perajin lokal Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual yang diadakan DPD PDI Perjuangan Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Minggu (24/5).

Diketahui, Putri Koster sebelumnya pada tahun 2022 menerima penghargaan sebagai Tokoh yang Berperan Aktif dalam Memacu Pertumbuhan Kreativitas dan Inovasi Kekayaan Intelektual dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

“Kain tenun endek Bali yang ditenun di Bali hanya berkisar 17 persen, sementara 83 persen lainnya didatangkan dari luar Bali, khususnya daerah Troso,” katanya.

Sebagai sosok yang terus memperjuangkan kesejahteraan para perajin lokal Bali, dirinya merasa prihatin melihat eksistensi kain endek Bali yang tidak lagi menjadi tuan di rumahnya sendiri, padahal endek Bali telah memiliki hak kekayaan komunal.

Belum lagi tantangan lain yang dihadapi para perajin tenun Bali, seperti menjamurnya kain bordir yang secara terang-terangan mencaplok berbagai motif kain songket hasil karya para perajin songket lokal Bali.

Menurutnya, hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan sangat berdampak terhadap kesejahteraan para perajin lokal Bali dan perekonomian Bali.

“Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, saya mengambil fungsi kontrol dan melakukan pengawasan terhadap karya-karya kerajinan yang ada di Bali,” jelasnya.

Menurutnya, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sangat penting dimiliki oleh IKM dan UMKM sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap karya-karya yang mereka hasilkan agar tidak digunakan secara tidak sah oleh pihak lain.

Baca Juga  Pasien WNA Positif Covid-19 dan 4 Penyakit Bawaan Akhirnya Meninggal

“Para perajin akan merasa aman dan nyaman karena sudah ada perlindungan hukum. Jadi, mereka bisa tenang dalam berkarya dan berinovasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala BRIDA Provinsi Bali, Ketut Wica, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali telah memfasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) secara gratis bagi krama Bali sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga dan melindungi hasil kreativitas masyarakat Bali serta warisan leluhur agar dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Sampai dengan 20 Mei 2026, Provinsi Bali sudah mendaftarkan sebanyak 821 KI, dengan sertifikat KI yang telah terbit sebanyak 730 sertifikat, terdiri atas 44 kepemilikan komunal dan 686 kepemilikan personal,” jelas Ketut Wica.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Nalapraja, menyampaikan bahwa pelanggaran HAKI dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jenis pelanggaran tindak pidana kekayaan intelektual dapat berupa pembajakan, pemalsuan, maupun pelanggaran hak kekayaan intelektual lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca