Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sertifikat IG, Upaya Gubernur Koster Tingkatkan Posisi Tawar Garam di Pasar hingga Pelestarian Warisan Budaya

BALIILU Tayang

:

de
Dosen Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, I Ketut Sudiarta. (Foto: Ist)

Klungkung, baliilu.com – Kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster mengenai Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali tentu tidak hanya inovatif dan strategis ditinjau dari aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pembukaan dan perluasan peluang pemasarannya.

Menurut Dosen Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, I Ketut Sudiarta bahwa kebijakan ini sebagai upaya holistik untuk melestarikan warisan budaya leluhur pesisir Bali berupa teknologi dan pengetahuan tradisional dalam memproduksi garam. Praktek memproduksi garam sebagai produk garam tradisional lokal Bali yang spesifik, dikenal, hingga saat ini telah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu.

“Menurut Putra-Agung (2001) dalam bukunya berjudul ‘Peralihan Sistem Birokrasi dari Tradisional ke Kolonial’, sejak berabad-abad yang lalu, memproduksi garam merupakan mata pencaharian utama sebagian masyarakat pesisir Bali. Dikemukakan juga bahwa garam merupakan salah satu komoditas penting dalam perdagangan antara Bali, Lombok, dan Batavia dalam abad ke-17,” jelas Sudiarta.

Jadi apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dengan mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menggiatkan fasilitasi perolehan perlindungan Indikasi Geografis atas produk garam tradisional lokal Bali di seluruh sentra petasikan, merupakan upaya yang sangat baik guna mempertahankan keunikan, kualitas, dan reputasi produk garam tradisional lokal Bali, serta meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pasar, termasuk pasar ekspor.

“Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan,” tambahnya sembari menegaskan saat ini produk garam Amed dan Kusamba telah memperoleh perlindungan IG dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Mengingat masing-masing petasikan di Bali memiliki karakteristik atau faktor alam yang berbeda dan spesifik sesuai dengan lingkungan setempat serta diproses dengan teknologi dan pengetahuan tradisional yang juga spesifik maka selayaknya seluruh petasikan tradisional di Bali perlu difasilitasi percepatan perolehan perlindungan IG.

Baca Juga  Koster Minta Kabupaten/Kota Contohi Pemkab Gianyar Jalankan Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Produk garam yang telah memperoleh perlindungan IG, Ketut Sudiarta berarti komunitas setempat sudah memegang hak eksklusif atas IG yang diberikan oleh negara dan akan dilindungi selama terjaganya reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar diberikannya pelindungan atas IG tersebut masih ada.

Ia juga menilai, perlindungan IG atas produk garam tradisional lokal Bali mempunyai banyak manfaat, antara lain: (1) Melindungi produk serta komunitas dan anggotanya terhadap kecurangan, penyalahgunaan, dan pemalsuan tanda IG; (2) Meningkatkan posisi tawar produk serta kemampuan memasuki pasar baru baik di daerah, antar daerah, dan luar negeri; (3) Menjamin kualitas produk sebagai produk asli sehingga memberikan kepercayaan pada konsumen; (4) Meningkatkan nilai tambah, lapangan kerja, kualitas produk, produksi, dan peluang diversifikasi produk;  (5) Membina produsen lokal dan memperkuat organisasi sesama pemegang hak dalam rangka menciptakan, menyediakan, dan memperkuat citra nama dan reputasi produk; (6) Meningkatkan peluang promosi untuk memperoleh reputasi yang lebih baik; (7) Menjaga kelestarian lingkungan untuk menjamin keberadaan ciri dan kualitas produk; dan (8)  Menjaga kelestarian warisan budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat pesisir Bali.

“Yang juga penting adalah Pemerintah Daerah perlu secara aktif memfasilitasi pendaftaran perlindungan secara internasional atas produk garam tradisional lokal Bali di negara-negara tujuan utama ekspor untuk memperkuat infiltrasi pasar di luar negeri, seperti di Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Sebab produk garam tradisional lokal Bali yang sudah memiliki nama dan reputasi internasional perlu juga memperoleh perlindungan IG secara internasional,” sebutnya.

Karena dalam era perdagangan bebas, produk/barang yang memiliki ciri-ciri sangat khas berbasis sumber daya alam lokal dan diproduksi atau diolah berdasarkan pengetahuan lokal sebagai produk yang bersifat eksklusif mendapat perhatian dan perlakuan khusus melalui perlindungan internasional IG. Perlindungan internasional IG produk garam tradisional lokal Bali bermanfaat dan dapat digunakan sebagai strategi pemasaran produk pada perdagangan dalam dan luar negeri sehingga memberikan nilai tambah produk dan meningkatkan kesejahteraan pembuatnya. Produk garam tradisional lokal Bali juga semakin meningkat reputasinya dalam perdagangan internasional. Lainnya adalah adanya persamaan perlakuan akibat promosi produk dari luar negeri dan sebagai alat untuk menghindari persaingan curang.

Baca Juga  Festival Layangan Bali IV Digelar Juli, Koster Apresiasi Konsistensi Seniman, Mr Botax: Antusias Peserta Tinggi

“Akhirnya, adanya berbagai produk unggulan beberapa daerah di Bali, salah satunya adalah garam tradisional lokal Bali, semestinya memiliki peranan penting dalam kemajuan daerah tersebut, terkhusus bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, kebijakan Gubernur Bali tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali ini berupaya mengajak kita semua untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan keberadaan produk unggulan yang memiliki nilai, keunikan atau kekhasan spesifik lokasi dengan cara memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta turut mempromosikannya,” katanya.

Dengan demikian, sumber daya alam lokal Bali dapat dimanfaatkan secara optimal sembari turut menjaga kelestarian warisan budaya dan lingkungan alam. Untuk menjaga dan melindungi keberadaan produk unggulan daerah yang memiliki keunikan cita rasa dan keunikan bentuk khas tentu diperlukan upaya yang maksimal apalagi produk unggulan daerah tersebut memiliki potensi pasar yang besar di daerah, antardaerah, dan luar negeri. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

TP PKK Denpasar Tampil Maksimal di Seluruh Lomba HKG PKK Ke-54 Provinsi Bali

Published

on

By

tp pkk denpasar
HKG PKK KE-54: Sekretaris I TP PKK Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mendampingi Ketua TP. PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dalam kesempatan perlombaan rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar, Rabu (1/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar turut ambil bagian dalam seluruh cabang lomba pada rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar, Rabu (1/7). Pembukaan perlombaan dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, dan dihadiri Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Sekretaris II TP. PKK Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari yang mendampingi kontingen Kota Denpasar.

Adapun cabang lomba yang diikuti meliputi Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Lomba Memasak Menu Pangan Lokal Nonberas dan Olahan Ikan, serta Lomba Paduan Suara. Seluruh perlombaan diikuti perwakilan TP PKK dari sembilan kabupaten/kota se-Bali sebagai bagian dari rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan bahwa pelaksanaan lomba tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter, kreativitas, dan semangat kebersamaan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif. “Puncak peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali akan digelar pada 24 Juli 2026 di Ardha Candra dengan melibatkan sekitar 15.000 kader PKK dari seluruh Bali, sebelum mengikuti puncak peringatan tingkat nasional di Makassar,” jelas Ny. Putri Koster.

Lebih lanjut Ny. Putri Koster mengatakan, Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi media untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus melestarikan seni budaya Bali sesuai filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sementara Lomba Paduan Suara diharapkan mampu menumbuhkan keharmonisan, kekompakan, disiplin, dan karakter generasi muda yang berkepribadian dalam kebudayaan. Adapun Lomba Memasak menjadi wadah mengasah kreativitas sekaligus mengedukasi pentingnya penyajian pangan lokal bergizi sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga dan percepatan terwujudnya Bali Zero Stunting.

Baca Juga  Koster Minta Kabupaten/Kota Contohi Pemkab Gianyar Jalankan Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. “Generasi muda diharapkan terus menjaga kesehatan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter,” ujar Ny. Putri Koster.

Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh peserta yang mewakili Kota Denpasar. Pada ajang tersebut, Kota Denpasar diwakili oleh SMAN 4 Denpasar pada Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, SMKN 4 Denpasar pada Lomba Memasak Menu Pangan Lokal Nonberas dan Olahan Ikan, serta tim perwakilan Kota Denpasar pada Lomba Paduan Suara.

Menurut Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, keikutsertaan dalam HKG PKK bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, sekaligus meningkatkan kapasitas kader dan generasi muda dalam mendukung berbagai program pemberdayaan keluarga.

“Melalui ajang ini kami berharap para peserta dapat terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta saling bertukar pengalaman dengan peserta dari kabupaten/kota lain. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas sehingga nilai-nilai yang diperoleh dari setiap perlombaan dapat diterapkan dalam mendukung program pemberdayaan keluarga, pelestarian budaya, ketahanan pangan, serta peningkatan kesehatan masyarakat di Kota Denpasar,” ujar Ayu Kristi Arya Wibawa.

Ayu Kristi berharap, semangat yang dibangun melalui HKG PKK ke-54 ini semakin memperkuat peran TP PKK Kota Denpasar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing melalui kolaborasi serta semangat gotong-royong. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rayakan Kreativitas Generasi Muda Lewat “Feel the Growth”, D’Youth Fest 6.0 Siap Digelar 11-12 Juli

Jadi Festival Ramah Lingkungan, Dimeriahkan Hiburan Artis Lokal dan Nasional

Loading

Published

on

By

D'Youth Fest
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri konferensi pers D'Youth Fest 6.0 pada Rabu (1/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 Tahun 2026. Mengusung tema Feel the Growth, rangkaian festival yang telah berlangsung sejak Juni ini akan mencapai malam puncaknya pada 11–12 Juli 2026 dengan beragam kolaborasi lintas komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, hingga hiburan dari musisi lokal dan nasional.

Festival ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus memperkuat identitas kreatif Kota Denpasar sebagai kota yang inklusif dan inovatif.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat memberikan keterangan pada Rabu (1/7) mengatakan bahwa D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang strategis bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, namun juga menjadi ruang bertemunya kreativitas, inovasi, budaya, dan semangat kolaborasi yang menjadi kekuatan utama pembangunan Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, tema besar Regrow yang diusung dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali potensi yang sesungguhnya telah dimiliki masyarakat melalui pendekatan nguripang rasa. Konsep tersebut menekankan pentingnya membangun kembali rasa memiliki, kepedulian, serta keterhubungan masyarakat terhadap ruang, karya, budaya, dan ekosistem kreatif yang dimiliki. Dari proses tersebut diharapkan lahir pertumbuhan yang organik, berakar kuat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, subtema Feel The Growth menjadi representasi dari fase ketika pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mampu dirasakan bersama oleh seluruh pelaku ekonomi kreatif, komunitas, maupun masyarakat.

Melalui D’Youth Fest, semangat pertumbuhan diwujudkan dalam berbagai bentuk kolaborasi, keberanian berekspresi, serta terciptanya ruang yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif baru. Dengan demikian, pertumbuhan tidak lagi menjadi sesuatu yang dipaksakan, melainkan hadir secara alami sebagai pengalaman kolektif yang memberi dampak nyata.

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Semua ASN Bali Bersatu dan Progresif Jalankan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali“

“D’Youth Fest merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus tumbuh dan berkembang. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang mampu mendorong lahirnya kreativitas, memperkuat kolaborasi antarkomunitas, sekaligus memberikan ruang bagi ekonomi kreatif agar semakin berkembang. Anak-anak muda Denpasar memiliki potensi luar biasa yang harus terus difasilitasi sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan kota di masa depan,” ujar Arya Wibawa.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryatiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra, menjelaskan bahwa malam puncak D’Youth Fest 6.0 akan menghadirkan berbagai atraksi unggulan yang memadukan seni tradisi, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik.

“Melalui D’Youth Fest kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas anak muda Denpasar memiliki ruang yang sangat luas. Festival ini bukan hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang tumbuh bagi komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Denpasar. Tahun ini masyarakat akan disuguhkan berbagai penampilan yang lebih beragam dan kolaboratif,” ujar Luh Putu Riyastiti.

Selain pertunjukan seni dan budaya, malam puncak D’Youth Fest juga akan dimeriahkan penampilan sederet musisi lokal dan nasional, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Festival ini juga menghadirkan sedikitnya 20 UMKM kuliner dan 5 food truck yang memberikan ruang promosi sekaligus memperkuat geliat ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan festival.

Secara keseluruhan, D’Youth Fest 6.0 menghadirkan rangkaian kegiatan kreatif yang berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026, meliputi Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak D’Youth Fest.

Baca Juga  Festival Layangan Bali IV Digelar Juli, Koster Apresiasi Konsistensi Seniman, Mr Botax: Antusias Peserta Tinggi

Berbagai kegiatan tersebut melibatkan puluhan komunitas kreatif seperti HIPMI, HDII, Djamur, Inkdonesia Movement, ESI Denpasar, IAI, Cre, Agro, GBCI, Tekiber, Sanur Creative, Perseden, HIMSI, Eling Ring Pertiwi, Petani Muda Keren, Lowrider, dan Bali Screen Printing Community.

Melalui D’Youth Fest 6.0, Pemerintah Kota Denpasar berharap lahir semakin banyak ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, serta semangat kewirausahaan generasi muda.

“Festival ini sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda untuk menjadi pelaku utama pembangunan, menghadirkan karya yang berdampak, dan menumbuhkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan menuju Denpasar yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa mengatakan, selain menghadirkan ruang kreativitas, D’Youth Fest 6.0 tahun ini juga memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inovasi pengelolaan sampah terintegrasi dilaksanakan selama pelaksanaan festival sebagai bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan bagi generasi muda.

“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab. Bkraf Denpasar mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, sehingga kami ingin mengajak generasi muda belajar bahwa event besar pun bisa tetap tertib, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Ari. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

ABK Hilang Sejak Kemarin, Tim SAR Upayakan Pencarian

Published

on

By

abk hilang
LAKUKAN PENCARIAN: Tim SAR saat melakukan pencarian seorang ABK yang hilang di Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Selasa (30/6/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Seorang ABK Kapal Turmalin 384310 terjatuh ke laut di Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Selasa (30/6/2026) pukul 00.30 Wita. Dari informasi yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, diketahui identitas korban atas nama Rafles Tafa Kusuma (17), beralamat Jalan Murai, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Kronologisnya, sesaat sebelum kejadian pada hari Senin, sekitar pukul 21.00 Wita korban terlihat turun dari kapal Turmalin 384310 menuju Pantai Pasir Putih Banyu Wedang dengan menggunakan speed boat warna orange dalam keadaan pengaruh minuman alkohol. Malam harinya, korban hendak balik kembali menuju kapal, namun sampai hari Selasa siang korban belum berada di kapal. Speed boat-nya ditemukan terdampar di pesisir pantai oleh warga. Telah diupayakan untuk pencarian namun korban belum ditemukan, kemudian kejadian itu dilaporkan ke pihak terkait.

“Informasinya kami terima hari ini pada pukul 06.40 Wita dan segera diberangkatkan 7 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Pencarian sorti 1 dilaksanakan kurang lebih pukul 07.50 Wita dengan menggunakan 1 unit rubber boat. Hingga 3 jam pencarian hasilnya masih nihil.

Penyisiran di perairan kembali dilakukan pada pukul 13.20 Wita menggunakan 1 unit rubber boat (6 personel) dan 1 unit sekoci kapal (4 personel). Mereka sempat melakukan pencarian di bawah laut dengan cara snorkling dan diving. Dengan jarak pandang kurang lebih 2 meter, 2 orang menyelam sedalam 10 meter. Sementara itu SRU darat berjalan menyusuri sepanjang bibir pantai. Hingga saat ini hasilnya masih nihil.

Unsur SAR yang terlibat upaya pencarian korban diantaranya dari Pos Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL, Polairud, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerogak, BPBD Buleleng, Satpol PP Grogak, Babinsa Pejarakan Babinkamtibmas Grogak dan pihak rekan/keluarga korban. (gs/bi)

Baca Juga  Inflasi Harus Direspons Cepat, Koster Tekankan Sinergi Semua Pihak Jaga Stabilitas Harga, Ketahanan Pangan dan Daya Beli

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca