Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

BI Bali Gelar Bali Jagadhita Culture Week III 4-6 November 2022

Angkat Tema “Sinergi dan Bangkit Bersama UMKM Go Digital dan Go Global”

Loading

BALIILU Tayang

:

trisno
Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho (tengah) didampingi Diah Utari dan Ali Charisma saat menginformasikan Bali Jagadhita Culture Week (BJCW) III 2022 yang akan digelar 4-6 November mendatang. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Bali Jagadhita Culture Week (BJCW) III tahun 2022 dengan mengambil tema “Sinergi dan Bangkit Bersama UMKM Go Digital dan Go Global” akan digelar pada tanggal 4-6 November 2022 di gedung indoor Discovery Shopping Mall Kuta, Badung.

BJCW yang digagas Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali ini akan melibatkan UMKM Binaan BI Bali, menghadirkan penyanyi nasional dan lokal Bali yakni Indra Lesmana feat Andien, Leonk Sinatra serta Jun Bintang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho didampingi Diah Utara serta Ali Charisma saat jumpa media, Kamis (27/10/2022).

Trisno Nugroho memaparkan, klasifikasi UMKM binaan BI yang akan diikutkan dalam BJCW III kali ini, yakni yang pertama terkait pengendalian inflasi seperti tanaman pangan, holtikultura dan peternakan; kedua perbaikan CAD atau ekspor meliputi kopi, kakao, produk kain dan kerajinan, pendukung desa wisata dan pendukung destinasi wisata Bali baru; dan yang ketiga local economic development yang meliputi perikanan serta makanan dan minuman olahan.

BJCW III digelar, kata Trisno, tujuannya adalah pertama, memotivasi UMKM di Indonesia, khususnya di Bali agar dapat memanfaatkan potensi ekspor, transformasi digital serta berkontribusi optimal pada pertumbuhan ekonomi. Kedua, mendorong perluasan akses pasar melalui kegiatan promosi perdagangan dalam bentuk pameran. Ketiga, mendorong perluasan akses pembiayaan bagi UMKM melalui kegiatan business matching pembiayaan. Keempat, meningkatkan pemahaman UMKM terutama terkait kebijakan dan dukungan pemerintah dalam upaya mendorong pengembangan UMKM potensi ekspor. Dan kelima, meningkatkan pemahaman mengenai kreativitas dan inovasi bagi UMKM termasuk dalam pagelaran fashion show serta kolaborasi UMKM dengan desainer.

Trisno Nugroho membeberkan berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian BJCW III di antaranya talkshow, pameran, workshop, sosialisasi CBP dan QRIS, berbagai macam lomba, operasi pasar, hingga hiburan.

Baca Juga  Legong Menari Dalam Rupiah: Apresiasi Bank Indonesia kepada Seni Budaya Bali di Tengah Transformasi Digital

Talkshow dengan topik, ‘’Bagaimana produk UMKM lokal bisa menembus pasar dalam dan luar negeri’’ khususnya pasar Amerika dan Jepang dengan narasumber agregator ekspor. Talkshow diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh UMKM. Selanjutnya workshop dengan topik Cupping Coffee dengan narasumber dari Puslitkoka. Sertifikasi cupping score UMKM Kopi Binaan serta workshop cara melakukan cupping coffee.

Kegiatan lainnya yakni Business Matching Pembiayaan digelar bekerja sama dengan perbankan untuk UMKM yang hadir. Juga sosialisasi CBP (Cinta Bangga dan Paham) Rupiah serta digitalisasi pembayaran melalui QRIS kepada pengunjung dan UMKM yang hadir.

Kegiatan lainnya berupa pameran yang akan diikuti 34 UMKM Bali Binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali, 5 UMKM Binaan Bank Indonesia NTB dan NTT, 6 Perbankan Bali (BPD Bali, BJB, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA), 11 Tenant makanan binaan Gojek dan Perbankan, dan 3 perumda untuk operasi pasar.

BJCW III 2022 juga dimeriahkan berbagai lomba seperti Lomba Mewarnai Tingkat TK serta SD (Kelas 1 dan 2), Lomba Idola Remaja yakni lomba menyanyi untuk untuk SD (Kelas 5 & 6) & SMP, Lomba Digital Art yakni lomba desain digital dengan tema terkait G20, Lomba Mural yakni lomba kelompok (3 orang) dengan tema UMKM Go Global dan Go Digital, dan Lomba Merangkai Bunga yakni lomba merangkai bunga dengan bahan dasar bunga kasna (edelweiss Bali).

Terkait gelar operasi pasar, Trisno Nugroho mengatakan merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Provinsi Bali. Kegiatan tersebut akan
diikuti oleh Perumda Kabupaten/Kota yakni Perumda Dharma Santhika (Perumda Tabanan), Perumda Pasar Argha Nayottama (Perumda Buleleng), dan Perumda Swatantra (Perumda Buleleng).

Sebagai daya tarik, BJCW III akan diisi dengan hiburan yang menampilkan penyanyi nasional dan lokal. Pada hari pertama 4 November akan diisi oleh Leonk Sinatra, pada hari kedua 5 November 2022 diisi oleh Jun Bintang, dan pada hari ketiga, 6 November diisi oleh Indra Lesmana feat Andien. “Kami pastikan penyelenggaraan Bali Jagadhita Culture Week III 2022 lebih baik dari kegiatan sebelumnya,” pungkas Trisno Nugroho. (gs/bi)

Baca Juga  Suryaloka dan Seminar ‘’Ecotourism’’: Pendekatan Pariwisata 'Kualitas di Atas Kuantitas'

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  TPID Badung Dorong Semangat Gotong-royong dan Perumda untuk Menjaga Inflasi

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Jelang Akhir Tahun, Inflasi Bali November 2025 Terkendali dalam Rentang Sasaran

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Libatkan Pelaku Industri Kreatif, Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Gelaran BJCW Bank Indonesia

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca