Wagub Cok Ace Jadi ‘’Keynote Speaker’’ Seminar Internasional di Warmadewa
Wagub Cok Ace: Ekonomi Kerthi Bali Wujudkan Perekonomian Pulau Bali yang Selaras dengan Alam, Junjung Tinggi Kearifan Lokal, Ramah Lingkungan, Berkualitas, serta Mampu Meningkatkan Nilai Tambah, Daya Saing, dan Keberlanjutan
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka Seminar Internasional “Economic Outlock Strategies in The Face of a Global Economic Regression” bertempat di Universitas Warmadewa-Denpasar, pada Jumat (18/11/2022). (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati kembali didaulat sebagai Keynote Speaker pada acara Seminar Internasional “Economic Outlock Strategies in The Face of a Global Economic Regression” bertempat di Universitas Warmadewa-Denpasar, pada Jumat (18/11/2022).
Dalam paparannya Wagub Cok Ace mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah memberikan dampak signifikan pada perekonomian global. Pandemi ini telah menjangkit 640 juta jiwa dan menelan lebih dari 6,6 juta jiwa di seluruh dunia. Dunia belum pernah menghadapi disrupsi sedahsyat ini sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global terhambat karena beragam kebijakan karantina dan pembatasan sosial untuk mengendalikan penyebaran virus. Namun, kita perlu bersyukur karena penyebaran kasus infeksi telah berangsur dapat dikendalikan. Hal ini seiring dengan keberhasilan program vaksinasi massal dan peningkatan kinerja sistem kesehatan publik.
Belum tuntas masalah pandemi Covid-19, kini dunia harus menghadapi tantangan lainnya yang tak kalah pelik. Perang antara Ukraina dan Rusia telah menimbulkan perlambatan ekonomi global akibat ketidakstabilan harga energi. Krisis energi di Eropa kemungkinan besar akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan jika perang ini tidak segera menemukan resolusi damai. Selain berdampak pada kehidupan masyarakat Eropa, krisis energi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Ketika daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dari pandemi, kini mereka harus berhadapan dengan meningkatnya harga barang-barang pokok akibat kelangkaan energi dan disrupsi perdagangan. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius kita bersama.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat sebagai Keynote Speaker pada acara Seminar Internasional bertempat di Universitas Warmadewa-Denpasar, pada Jumat (18/11/2022). (Foto: ist)
Sebagai tujuan wisata dunia, Bali mengalami dampak terburuk karena jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan hampir 100 persen. Penurunan sektor pariwisata sangat mempengaruhi perekonomian Bali, pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Bali menurun menjadi -9,31% (peringkat 34 dari 34 provinsi di Indonesia) dan pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Bali mulai membaik meski masih di angka -2,47% (masih peringkat 34).
Sejak Bulan Maret 2022, kondisi persebaran Covid-19 di Bali dan Indonesia sudah berangsur membaik, aturan perjalanan internasional pun menjadi semakin mudah. Penerbangan Internasional langsung menuju Bali mulai beroperasi. Hal tersebut berdampak pada kunjungan wisatawan yang semakin meningkat. Seiring dengan hal tersebut, perekonomian Bali juga turut meningkat. Pada triwulan III tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Bali meningkat sebesar 8,09%, sebuah prestasi yang membanggakan.
Meski demikian, Bali tidak boleh terlena dengan pencapaian ini. Tantangan potensi resesi global masih harus dicermati dan ditangani dengan seksama. Pemerintah Bali sadar sepenuhnya bahwa pulau ini tidak boleh hanya bergantung pada sektor pariwisata semata. Untuk itu, perekonomian Bali juga harus didukung dengan penguatan sektor ekonomi lainnya. Data Bank Indonesia mencatat bahwa 14 dari 17 sektor lapangan usaha di Bali mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun 2022. Adapun 3 sektor lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi (35.37%), penyediaan akmamin (25,69%), dan pengadaan listrik (22,46%).
Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan IV tahun 2022 diperkirakan tumbuh kuat, meski sedikit melandai dibandingkan triwulan sebelumnya. Adapun beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ini adalah Penyelenggaraan KTT G20, Peningkatan jumlah dan frekuensi penerbangan langsung internasional menuju Bali, Proyek pembangunan infrastruktur pemerintah dan digitalisasi ekonomi pada sektor pariwisata dan perdagangan.
Dengan mengedepankan enam sektor tersebut, ‘’Ekonomi Kerthi Bali” akan mewujudkan perekonomian pulau Bali yang selaras dengan alam, bertumpu pada sumber daya lokal, menjunjung tinggi kearifan lokal, ramah lingkungan, berorientasi pada kualitas, serta mampu meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan.
Tidaklah cukup untuk bangkit dan pulih seperti keadaan Bali seperti sedia kala. Mengupayakan pola perekonomian yang lebih tangguh adalah hal yang sangat penting. Selain industri pariwisata sebagai sektor unggulan Bali, sektor pertanian dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) harus dipilih sebagai sektor pendukung yang tak kalah penting. Bali juga memiliki potensi seni berkualitas tinggi karya para pelukis, pematung, dan maestro lainnya. Dengan kata lain, Bali dapat mengembangkan tidak hanya pariwisata, tetapi juga sektor pertanian, industri kreatif, dan UMKM.
Dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi Bali, terdapat beberapa rekomendasi yang perlu diupayakan oleh semua pihak. Rekomendasi tersebut yakni: Mendorong peningkatan daya saing penyelenggaraan MICE melalui insentif dan paket wisata yang menarik. Meningkatkan promosi untuk membuka jalur penerbangan langsung menuju Bali. Pengembangan Bali sebagai destinasi wisata baharí dan kerjasama pariwisata dengan skema Bali and Beyond. Peningkatan kapasitas ekspor komoditas unggulan Bali, seperti kerajinan tangan dan perikanan. Mendorong keberlanjutan program diversifikasi ekonomi, terutama di sektor pertanian dan Peningkatan program pengendalian inflasi untuk menjaga kestabilan daya beli masyarakat melalui program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif).
Seluruh langkah pemulihan ekonomi Bali ini harus melibatkan pemangku kepentingan lainnya, mulai dari swasta hingga kelompok masyarakat. Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen penuh untuk senantiasa memberikan dukungan berupa regulasi, stimulus, peningkatan kapasitas, dan perluasan potensi pasar bagi ekonomi Bali. Perekonomian Bali harus menjadi lebih tangguh dari sebelumnya agar tidak begitu tertinggal ketika resesi ekonomi terjadi.
“Kami sadar sepenuhnya bahwa kondisi ekonomi global saat ini saling terhubung satu sama lain. Sehingga, pelemahan ekonomi di satu negara akan berdampak pada negara lainnya. Oleh sebab itu, upaya untuk memulihkan dan meningkatkan ketangguhan ekonomi harus dilakukan oleh semua negara. Di sisi lain, upaya menstabilkan ekonomi secara domestik juga akan berdampak bagi negara lain. Saya berharap apa yang dilakukan Bali dapat berkontribusi pada ekonomi global yang lebih tangguh,” pungkas Wagub Cok Ace.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati foto bersama narasumber dan pimpinan Universitas Warmadewa pada acara Seminar Internasional bertempat di Universitas Warmadewa-Denpasar, pada Jumat (18/11/2022). (Foto: ist)
Sementara itu Rektor Universitas Warmadewa menyampaikan bahwa kegiatan seminar yang digagas oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwar ini sebagai rangkaian dari peringatan HUT-nya, juga sangat dirasa penting dalam menghadapi perkembangan ekonomi saat ini. Ekonomi global yang berjalan sangat dinamis merupakan suatu hal yang harus menjadi perhatian kita bersama, terlebih dampak yang ditimbulkan oleh perang antar Ukraina dan Rusia, yang akan berdampak pada krisis pangan dan isu resesi tidak bisa dielakan. Untuk itu, diharapkan Seminar Internasioanal yang menghadirkan beberapa narasumber yang expert dalam bidangnya, dapat mememberikan kita pencerahan dalam menghadapi ekonomi global.
Dalam acara seminar tersebut, juga diisi oleh beberapa narasumber baik dari Indonesia maupun luar negeri. Hadir pula dalam acara tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Unwar, Ketua KORPRI, dan undangan terkait lainnya. (gs/bi)
SERAHKAN BANTUAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., menyerahkan bantuan saat menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di Yayasan Bunga Bali yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No.111, Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (22/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polresta Denpasar menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di Yayasan Bunga Bali yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No.111, Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (22/6/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., didampingi para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek Denpasar Timur AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., serta Ketua Bhayangkari Cabang Kota Denpasar.
Bakti Kesehatan ini merupakan wujud nyata pengabdian dan kepedulian Polri kepada masyarakat melalui pemberian layanan kesehatan serta bantuan sosial yang bermanfaat secara langsung, khususnya bagi para lansia, penyandang disabilitas, dan penyandang tuna rungu yang berada di Yayasan Bunga Bali.
Kapolresta Denpasar langsung meninjau berbagai hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh para penghuni yayasan. Kerajinan tersebut merupakan karya para lansia, penyandang disabilitas, dan tuna rungu yang dipasarkan kepada para pengunjung maupun di pusat oleh-oleh wisata sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi dan kreativitas penghuni yayasan.
Selanjutnya, Kapolresta Denpasar meninjau pemeriksaan kesehatan kepada para penghuni yayasan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan para lansia dan penyandang disabilitas tetap terjaga serta memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas.
Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, Kapolresta Denpasar juga menyerahkan bantuan sosial berupa 30 paket sembako kepada para penghuni Yayasan Bunga Bali. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kapolresta Denpasar menyampaikan harapannya agar kegiatan bakti kesehatan dan bantuan sosial yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi seluruh penghuni yayasan.
“Semoga kegiatan bakti kesehatan dan penyaluran bantuan sosial berupa sembako yang kami laksanakan hari ini dapat memberikan manfaat bagi Bapak, Ibu, serta seluruh keluarga besar Yayasan Bunga Bali. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat menjadi bentuk kepedulian, kebersamaan, dan perhatian kami kepada saudara-saudara sekalian. Semoga seluruh warga yayasan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebahagiaan, serta semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Kapolresta.
Melalui kegiatan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polresta Denpasar kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komite IV DPD pada Senin (22/6/2026). (Foto: Hms Kemenkeu)
Jakarta, baliilu.com – Penguatan fiskal daerah menjadi salah satu instrumen yang penting untuk meningkatkan kualitas belanja dan mendorong pertumbuhan yang lebih merata. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komite IV DPD pada Senin (22/6/2026).
“Oleh karena itu, penguatan kebijakan fiskal ke daerah difokuskan pada upaya optimalisasi pendapatan, penguatan belanja yang berkualitas, dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif,” ungkap Menkeu dalam rapat yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2027 tersebut.
Optimalisasi pendapatan daerah dilakukan dengan penguatan kemandirian dan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), penguatan basis data serta pemetaan dan optimalisasi potensi PDRD berbasis kewilayahan dan sesuai karakteristik daerah. Selain itu juga melalui transformasi tata kelola PDRD dengan mengedepankan penguatan kelembagaan, peningkatan aparat perpajakan tersertifikasi, penguatan pengawasan, dan percepatan digitalisasi.
Sementara itu, peningkatan kualitas belanja dilakukan dengan penguatan fokus transfer ke daerah berbasis kinerja, refocusing belanja daerah untuk mendukung belanja yang berdampak besar, dan penguatan sinergi belanja Kementerian/Lembaga, transfer ke daerah, dan APBD. Kemudian pengembangan skema pembiataan kreatif dilakukan dengan sinergi pendanaan untuk mendorong alternatif pembiayaan, skema pembiayaan konsesional sebagai tools afirmasi, KB DBH sebagai instrumen pembayaran pinjaman daerah, dan mendorong pemanfaatan small scale PPP project dan kerja sama antardaerah.
Untuk memastikan penguatan fiskal daerah berjalan efektif dan berkelanjutan, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah juga terus memperkuat kerangka Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) melalui berbagai reformasi tata kelola keuangan. Upaya tersebut mencakup standardisasi proses bisnis transfer ke daerah, penguatan kapasitas fiskal daerah, peningkatan sinergi fiskal pusat dan daerah, hingga penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) regional.
Selain itu, pemerintah mendorong penguatan akuntabilitas melalui sistem monitoring dan evaluasi yang lebih terintegrasi. Pengembangan manajemen risiko fiskal daerah juga terus didorong agar stabilitas dan kesinambungan fiskal dapat terjaga dalam jangka panjang.
“Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan kapasitas fiskal daerah semakin kuat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah,” pungkas Menkeu. (gs/bi)
TERIMA DELEGASI: Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran dan sains.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kerja sama dengan Imperial College London akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan riset nasional.
“Jadi Imperial College, saat ini kita sudah membicarakan banyak hal terkait dengan rencana kita untuk membangun strategic partnership untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan kedokteran,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Dalam pertemuan tersebut, Brian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga membahas rencana pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains di Indonesia. Imperial College London akan berperan dalam mendukung pengembangan institusi tersebut melalui penguatan kurikulum, standar pengajaran, penelitian bersama, hingga keterlibatan profesor internasional.
“Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical dan science university, nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College. Jadi nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya,” jelas Mendiktisaintek.
Menurut Mendiktisaintek, kerja sama dengan Imperial College London menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat sumber daya manusia unggul melalui pendidikan dan riset.
“Hari ini Imperial College yang diterima oleh Bapak Presiden, ini adalah sebuah capaian yang sangat baik. Karena kita tahu, baru saja QS Ranking mengumumkan Imperial College ini adalah ranking kedua di dunia di bawah MIT,” katanya.
Brian menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak luas bagi perguruan tinggi di Indonesia, tidak hanya terbatas pada 10 universitas medis yang akan dibangun.
“Tetapi kami yakin juga dampaknya pasti juga akan dapat dirasakan oleh kampus-kampus yang lainnya di seluruh Indonesia. Sehingga kita berharap kunjungan ini, pertemuan tadi diterima langsung oleh Bapak Presiden, ini membuka pintu kerja sama strategis yang lebih luas di dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Mendiktisaintek.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menuturkan bahwa kerja sama ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian nasional mengingat reputasi Imperial College London di bidang medis dan sains.
“Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkat keempat di dunia. Sehingga kalau kerja sama ini nanti bisa direalisasikan, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia, untuk bisa menaikkan juga kualitas pengajaran, penelitian di Indonesia yang tentunya diharapkan juga ranking kita di dunia, kampus-kampus kita ini juga akan ikut naik,” ungkapnya.
Dengan reputasi Imperial College London yang menempati peringkat keempat dunia di bidang pendidikan medis, kemitraan ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian nasional, sekaligus mempercepat lahirnya generasi dokter, ilmuwan, dan peneliti Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. (gs/bi)