Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Anggota DPD RI Mangku Pastika: Terkait Virus Corona, Bali Aman untuk Dikunjungi

BALIILU Tayang

:

de
MANGKU PASTIKA: Wisatawan China yang masih tinggal di Bali akan jadi ambassador jika diperlakukan baik

Kintamani, baliilu.com – Terkait dengan virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan Tiongkok, anggota DPD RI perwakilan Bali Made Mangku Pastika menyampaikan bahwa Bali aman untuk dikunjungi. Sampai sejauh ini belum terindikasi sedikit pun tentang masuknya virus corona di Bali.

‘’Terlebih lagi pemerintah dengan seluruh jajarannya dan para stake holder sudah sangat siap untuk mengantisipasi, mengakomodasi dan memberikan berbagai fasilitas dan pelayanan jika seandainya ada terindikasi terpapar virus corona. Rumah sakit sudah disiapkan, media senter sudah terbentuk, pertemuan-pertemuan sudah dilaksanakan,’’ papar Mangku Pastika saat acara sarasehan dengan tema: ‘’Dampak Negatif Virus Corona : Solusi Alternatif Menuju Pariwisata Bali Berkelanjutan’’ yang diprakarsai Dewan Perwakilan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali bersama Toya Devasya Natural Hot Spring, 7 Februari 2020 di Toya Devasya, Toya Bungkah Kintamani Bangli.

Mantan Gubernur Bali ini memastikan, Bali bisa melewati dampak virus corona ini karena sudah siap sejak dulu. Bali sudah berpengalaman, pernah terkena bom Bali satu dan dua, flu burung (SARS), isu-isu yang lain tentang wabah yang terjadi seperti masalah rabies, gunung meletus . Itu semua bisa ditanggulangi dengan baik. ‘’Jadi saya minta jangan pesimis. Penyakit yang paling berat pun bisa dan pasti ada obatnya. Cuma karena kaget-kaget aja kita sekarang. Apalagi oleh pemberitaan di media,’’ ujarnya.

Sejauh ini, kata Mantan Kapolda Bali ini, tidak ada keluhan dari siapa pun tentang pelayanan  baik dari pemerintah maupun stake holder yang ada di Bali. ‘’Karena itu, saya mengimbau jangan khawatir untuk datang ke Bali, saya imbau Kintamani aman dan Toya Devasya aman,’’ kata Mangku Pastika seraya melanjutkan dalam bahasa Inggris: So… I hope that everybody want to come to bali, I assertive that Bali is very safe for all of friend, brothers and sisters who to come to Bali. We are very safe we are ready and very ready to handle everything possibility that will be happen in Bali. Specialy concerning the corona virus in Bali. Our hospital our official our stakeholder the tourism society all together hand in hand. That we are preparing all possibilty to handle, or to over come this little dissaster. So well come to Bali.

Baca Juga  Pesta Miras, Delapan Warga Diamankan Satgas Covid-19 Desa Peguyangan Kangin

‘’Jadi saya harap semua orang yang ingin datang ke Bali, saya tegaskan Bali aman untuk semua teman, saudara maupun saudari yang ingin datang ke Bali. Kami sangat aman, kami sangat siap untuk menangani semua kemungkinan yang akan terjadi di Bali. Khususnya focus terhadap virus corona di Bali. Rumah sakit kami, pegawai-pegawai kami, semua stake holder, masyarakat pariwisata, bersama saling bantu-membantu, untuk mempersiapkan diri menangani segala kemungkinan, atau mengatasi bencana yang kecil ini. Jadi selamat datang di Bali,‘’ ujar Mangku Pastika yang ditranslit baliilu.com.

Terkait dengan pemberitaan hoax yang berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat, bahkan ada kemungkinan pihak-pihak lain yang ingin menghancurkan Bali, Indonesia dan mungkin China,  Mangku Pastika mengajak mari kita satukan pendapat-pendapat, satukan statemen-statemen melalui media center.

Namun, tanpa menyebutkan krisis center, media senter ini akan menjadi sumber satu-satunya info yang valid mengenai virus corona, perkembangannya, dan mengenai Bali.  ‘’Karena persoalan ini tidak hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut berbagai hal lain, pariwisata, perekonomian, ekspor impor dll. Jadi tidak hanya persoalan kesehatan sehingga perlu dibentuk satu media senter dimana semua orang bisa bertanya kesana untuk mendapatkan penjelasan yang benar,’’ katanya.

Media senter ini diharapkan secara berkala memberikan penjelasan, meng-update apa yang telah dilakukan baik oleh Tiongkok, Indonesia maupun Bali. Sehingga masyarakat tahu persis virus corona seperti apa, penularannya, persoalan lain seperti apa. Ada masalah cuaca, jarak, waktu. Semua membatasi peredaran virus corona itu. ‘’Supaya jangan nanti ada apa langsung ketakutan. Virus corona menyebar, jarak 3 meter bertemu sudah tidak kena. Di atas suhu 22 derajat nggak kena. Rajin cuci tangan dan muka nggak kena, terus tingkatkan imunitas tubuh juga nggak kena. Dia akan menyerang pada orang yang posisinya lemah atau capek. Kalau orang sehat walafiat tak bisa. Oleh karena itu tidak boleh ketakutan berlebihan,’’ ungkap Mangku Pastika seraya berjanji kalau virus corona ini reda dirinya akan berkunjung ke Tiongkok.

Baca Juga  Pedagang Bermobil di Jalan Suli Membandel, Pihak Desa Serahkan ke Satpol PP untuk Ditipiring

Langkah kedua dengan menggunakan momentum krisis virus corona ini dengan memanfaatkan waktu untuk introspeksi, memperbaiki yang kurang, membuat wisatawan China happy. Kesempatan memperbaiki khususnya untuk Bali. Kita harus tahu apa sih yang membuat mereka happy.

Dikatakan, Bali suku bangsa yang paling banyak menerima warisan budaya Tiongkok. Dan sampai hari ini, Kintamani paling dikenal. Kalau besok ada persembahyangan di Pura Balingkang itu momen bagus. Kekuatan kita adalah di doa. Semua percaya ada kekuatan mahabesar yang melindungi kita. Dan juga doakan Tiongkok semakin cepat bisa mengatasi wabah virus corona.

Mangku Pastika menjabarkan, potensi pariwisata Tiongkok sangat besar. Dari 1 milyar penduduknya,  300 juta adalah orang kaya. ‘’Jadi baru masuk 1 juta terlalu sedikit. Baru beberapa persen. Target saya 10 juta. Dan itu orang super rich paling banyak dari Tiongkok. Mari kita telusuri, kita sediakan apa yang mereka suka,’’ kata Mangku Pastika yang langsung menggalang dana buat beli masker yang akan dikirim ke China melalui Konjen China.

Oleh karena itu, bagi orang Tiongkok yang ada di Bali agar diperlakukan sebaik-baiknya. Mereka akan menjadi ambassador kita. Jika jumlahnya 5 ribu, maka sebanyak itu yang akan menjadi ambassador di Tiongkok. ‘’Dikasi diskon, servis segala macam, saya dengar visa diperpanjang. Mereka jika kembali ke negaranya akan menyebarluaskan bahwa mereka diperlakukan baik di sini (Bali-red),’’ kata Mangku Pastika seraya menutup pembicaraan dengan kalimat Bali adalah pewaris paling banyak kebudayaan Tiongkok. Oleh karena itu, melihat Tiongkok masa lalu ya ke Bali. (balu1)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Tindaklanjuti Perda Pungutan Wisatawan Asing, Dispar Bali Lakukan Pemantauan di DTW Uluwatu

Published

on

By

pungutan wisatawan bali
PEMANTAUAN: Menindaklanjuti Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023, petugas dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali melaksanakan pemantauan terhadap wisatawan di Daya Tarik Wisata Uluwatu, Badung pada Selasa (26/3) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Menindaklanjuti Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing untuk Pelindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pembayaran Pungutan Bagi Wisatawan Asing, Dinas Pariwisata Provinsi Bali melaksanakan pemantauan terhadap wisatawan di Daya Tarik Wisata Uluwatu, Badung pada Selasa (26/3) sore.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok. Bagus Pemayun yang memimpin langsung pemantauan ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring sekaligus sosialisasi terhadap program pungutan wisatawan asing yang sudah berlaku sejak 14 Februari 2024. Pemantauan seperti ini akan dilakukan secara rutin di Daerah Tujuan Wisata. Menurutnya, masih ada wisatawan mancanegara tidak mengetahui adanya kebijakan pungutan wisatawan asing tersebut.

“Secara regulasi pemantauan atau pengecekan voucher pungutan ini tidak hanya dilakukan di bandara saja, akan tetapi juga dilaksanakan di daerah tujuan wisata, akomodasi dan tempat-tempat lain yang dikunjungi wisatawan asing. Tidak semua wisatawan mancanegara mengetahui bahwa Bali telah menerapkan pungutan wisatawan asing ini. Kita telah melakukan sosialisasi ke Kedutaan Besar RI di luar negeri, Duta Besar Negara sahabat di Jakarta juga sudah dilakukan pemberitahuan, namun itu belum cukup. Sehingga kita akan terus lakukan sosialisasi,” ungkapnya seraya menambahkan jika respons wisatawan mancanegara terhadap kebijakan pungutan wisatawan asing ini sangat baik.

“Mereka menyambut baik kebijakan ini, akan tetapi harus transparan dan penggunaannya jelas. Kita sudah sampaikan bahwa nantinya akan digunakan untuk pelestarian lingkungan dan penguatan budaya Bali,” imbuhnya.

Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha juga menyambut baik kebijakan pungutan wisatawan asing tersebut. Ia mengatakan siap mendukung dan mensukseskan kebijakan yang dikatakannya sangat bagus itu.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Di Tengah Pandemi Bali tetap Lakukan Promosi Pariwisata melalui Digitalisasi

“Kami menyambut baik kebijakan ini dan siap membantu pemerintah terutama untuk membantu petugas pungutan dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. Kita harus memberikan pelayanan dan penjelasan yang bagus kepada wisatawan, jangan sampai mereka tidak nyaman,” terangnya sembari berharap agar dana yang terkumpul juga dapat digunakan untuk sektor pariwisata selain lingkungan dan budaya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Parta Adnyana menyampaikan akan terus mengawal kebijakan pungutan wisatawan asing ini agar tidak menimbulkan masalah baru di industri pariwisata kedepannya.

“Kita pasti akan terus kawal, jangan sampai menimbulkan masalah baru di industri pariwisata. Dana yang telah terkumpul saat ini mungkin bisa segera digunakan. Tentu saya berharap dana yang telah masuk bisa juga dikembalikan (digunakan-red) untuk sektor pariwisata,” jelas Gus Agung panggilan akrab tokoh pariwisata Sanur ini.

Hadir pula pada kesempatan ini, Manager Pengelola DTW Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu, Wayan Wijana, Satpol PP Provinsi Bali, Satpol PP Kabupaten Badung, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

BI Bali: Adaptasi dan Inovasi, Kunci Pendorong Wisman Potensial ke Bali

Published

on

By

fgd pariwisata Bi bali
FGD: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata pada Senin, 18 Maret 2024. (Foto: Hms BI Bali) 

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali pada Senin, 18 Maret 2024 menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata bertemakan ”Strategi Optimalisasi Kunjungan dari Kantong Wisman Potensial untuk Mendorong Daya Ungkit Pariwisata Bali”.

Penyelenggaraan FGD secara garis besar membahas upaya dalam mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisata mancanegara (wisman) dari kantong wisman potensial yakni Australia, Tiongkok, dan India, yang merupakan tiga negara dengan wisman yang mendominasi kunjungan ke Bali. FGD menghadirkan beberapa narasumber diantaranya: 1) Deputi Chief Mission KBRI Beijing, Parulian Silalahi, 2) Minister Counsellor KBRI New Delhi, Hanafi Athena, 3) Minister Counsellor KBRI Canberra, Gunarmand Nainggolan, 4) Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 1 Asia-Pasifik Kemenparekraf, Wisnu Sindhutrisno, 5) Vice President CSR BCA, Nona Faletta Aryuni, dan 6) Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja kepada awak media mengatakan, berdasarkan amatan dari Perwakilan RI di ketiga negara tersebut, Bali masih menjadi primadona bagi wisman Australia, Tiongkok, dan India. Kendati demikian terdapat pergeseran preferensi wisman pascapandemi yang patut perlu diantisipasi salah satunya dengan melakukan penyesuaian terhadap paket-paket wisata yang ditawarkan sehingga tetap sesuai dengan permintaan pasar, seperti preferensi wisman Tiongkok bergeser dari culture dan experience tourism menjadi event tourism.

FGD yang dihadiri oleh dinas pariwisata kabupaten/kota se-Bali dan asosiasi di bidang pariwisata juga membahas isu pariwisata Bali terkini yakni terkait dengan penerapan tourist levy dan infrastruktur untuk mendukung mobilitas.

Erwin Soeriadimadja lanjut mengungkapkan, berkaitan dengan kelancaran implementasi tourist levy penting untuk melakukan sosialisasi secara luas guna memastikan bahwa wisman paham terkait kebijakan baru ini dan evaluasi perlu dilakukan secara berkala termasuk penyiapan kebijakan untuk pemanfaatan dana yang terkumpul. ‘’Sementara itu, untuk meningkat kenyamanan mobilitas wisatawan dalam jangka panjang perlu diakselerasi pembangunan akses transportasi massal seperti Lintas Rel Terpadu (LRT),’’ ujarnya.

Baca Juga  Ogoh-Ogoh Nyepi Difestivalkan pada Hari Jadi Ke-62 Provinsi Bali

Erwin Soeriadimadja menyebutkan, arah pariwisata Bali ke depan diharapkan lebih fokus pada quality tourism. Quality tourism tidak melulu identik dengan kunjungan wisman high end, namun terkait upaya untuk meningkatkan length of stay wisatawan dan menciptakan branding Bali yang positif agar terjadi kunjungan yang berulang. Untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali, perlu didorong event/atraksi yang memiliki story telling dan konsep berkelanjutan. ‘’Selain itu dukungan kemudahan bertransaksi non-tunai lintas batas, tersedianya konektivitas langsung dari negara kantong wisman dan promosi yang efektif merupakan daya dorong untuk meningkatkan kunjungan,’’ ujar Erwin.

Erwin mengatakan bahwa pengembangan desa wisata juga dinilai menjadi salah satu langkah alternatif potensial daya tarik wisatawan untuk mewujudkan pariwisata berkualitas di Bali. Desa wisata memiliki keunggulan karena mengangkat nilai-nilai kebudayaan lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar termasuk pengembangan UMKM. Kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak (pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dll) juga sangat esensial dalam mendorong pariwisata berkualitas.

Ditegaskan bahwa beberapa poin penting untuk pengembangan pariwisata Bali ke depan yaitu: i) pengembangan pariwisata di Bali harus dilakukan dalam kerangka keberlanjutan dan inklusif; ii) diperlukan kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak (pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dll) untuk mendorong pariwisata Bali yang seimbang alam dan budayanya; dan iii) mendorong diversifikasi produk-produk pariwisata (seperti wellness & health tourism) termasuk event-event budaya yang unik, yang dapat meningkatkan length of stay wisman. Hal yang tidak kalah penting untuk meningkatkan citra pariwisata berkualitas adalah komitmen pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk memberikan jaminan bahwa daerah tujuan wisata di Bali aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan. (gs/bi)

Baca Juga  Pedagang Bermobil di Jalan Suli Membandel, Pihak Desa Serahkan ke Satpol PP untuk Ditipiring

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Mulai Minggu Depan Pemprov Bali Gelar Sidak Optimalisasi PWA

Published

on

By

pungutan wisatawan asing bali
DTW Tanah Lot Tabanan dipadati pemedek yang akan bersembahyang dan wisatawan. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali percepat pelaksanaan sidak pungutan wisatawan asing (PWA) Rp 150.000 yang rencananya dilakukan mulai Mei 2024 setelah berjalan 3 bulan. Akan tetapi, setelah dilaksanakan beberapa evaluasi akhirnya jadwal pelaksanaan sidak dimajukan mulai bulan Maret 2024.

Sidak akan dilaksanakan mulai minggu depan tepatnya tanggal 26 Maret 2024 yang bakal menyasar objek wisata yang ada di Bali. Diantaranya, Uluwatu, Tanah Lot, Ulun Danu Beratan dan juga Tampaksiring.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi monitoring dan evaluasi PWA di Ruang Etna Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa (19/3). Rapat yang digelar oleh Dinas Pariwisata Bali dan dihadiri GIPI, Asita, HPI, Satpol PP, Inspektorat, BPD, Bapenda, dan stakeholder lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok. Bagus Pemayun menjelaskan, sidak ini sifatnya pengecekan untuk memastikan wisatawan asing yang ke Bali ini telah membayar PWA atau belum.

“Jadi kami melakukan pemantauan, yakni monitoring dan evaluasi di objek wisata, sekaligus sosialisasi karena bagaimanapun juga, ini merupakan kebijakan baru yang diberlakukan di Bali,” katanya.

Dikatakan, dari jumlah kedatangan wisatawan asing ke Bali, baru 40 persen yang melakukan pembayaran PWA. “Sejak PWA diberlakukan, wisatawan asing yang membayar rata-rata 5.000 orang per hari,” sebutnya.

“Pemantauan bakal dimulai pada minggu terakhir tepatnya tanggal 26 Maret 2024 ini, yang melibatkan semua komponen pariwisata dan juga Pol PP Pariwisata,” tegasnya.

Pengecekan PWA ini bakal dilakukan pada pintu masuk atau pintu keluar objek wisata, sehingga tidak mengganggu aktivitas wisatawan menikmati keindahan daerah tujuan wisata.

“Pemantauan akan dilaksanakan minimal 2 kali seminggu, untuk jadwal lengkapnya akan menyusul,” imbuhnya. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Di Tengah Pandemi Bali tetap Lakukan Promosi Pariwisata melalui Digitalisasi

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca