Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Anggota DPD RI Mangku Pastika: Terkait Virus Corona, Bali Aman untuk Dikunjungi

BALIILU Tayang

:

de
MANGKU PASTIKA: Wisatawan China yang masih tinggal di Bali akan jadi ambassador jika diperlakukan baik

Kintamani, baliilu.com – Terkait dengan virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan Tiongkok, anggota DPD RI perwakilan Bali Made Mangku Pastika menyampaikan bahwa Bali aman untuk dikunjungi. Sampai sejauh ini belum terindikasi sedikit pun tentang masuknya virus corona di Bali.

‘’Terlebih lagi pemerintah dengan seluruh jajarannya dan para stake holder sudah sangat siap untuk mengantisipasi, mengakomodasi dan memberikan berbagai fasilitas dan pelayanan jika seandainya ada terindikasi terpapar virus corona. Rumah sakit sudah disiapkan, media senter sudah terbentuk, pertemuan-pertemuan sudah dilaksanakan,’’ papar Mangku Pastika saat acara sarasehan dengan tema: ‘’Dampak Negatif Virus Corona : Solusi Alternatif Menuju Pariwisata Bali Berkelanjutan’’ yang diprakarsai Dewan Perwakilan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali bersama Toya Devasya Natural Hot Spring, 7 Februari 2020 di Toya Devasya, Toya Bungkah Kintamani Bangli.

Mantan Gubernur Bali ini memastikan, Bali bisa melewati dampak virus corona ini karena sudah siap sejak dulu. Bali sudah berpengalaman, pernah terkena bom Bali satu dan dua, flu burung (SARS), isu-isu yang lain tentang wabah yang terjadi seperti masalah rabies, gunung meletus . Itu semua bisa ditanggulangi dengan baik. ‘’Jadi saya minta jangan pesimis. Penyakit yang paling berat pun bisa dan pasti ada obatnya. Cuma karena kaget-kaget aja kita sekarang. Apalagi oleh pemberitaan di media,’’ ujarnya.

Sejauh ini, kata Mantan Kapolda Bali ini, tidak ada keluhan dari siapa pun tentang pelayanan  baik dari pemerintah maupun stake holder yang ada di Bali. ‘’Karena itu, saya mengimbau jangan khawatir untuk datang ke Bali, saya imbau Kintamani aman dan Toya Devasya aman,’’ kata Mangku Pastika seraya melanjutkan dalam bahasa Inggris: So… I hope that everybody want to come to bali, I assertive that Bali is very safe for all of friend, brothers and sisters who to come to Bali. We are very safe we are ready and very ready to handle everything possibility that will be happen in Bali. Specialy concerning the corona virus in Bali. Our hospital our official our stakeholder the tourism society all together hand in hand. That we are preparing all possibilty to handle, or to over come this little dissaster. So well come to Bali.

Baca Juga  LKPD Bali 2019 Kembali Raih Opini WTP, Gubernur Koster: Apresiasi BPK Selesaikan Pemeriksaan di Tengah Pandemi Covid-19

‘’Jadi saya harap semua orang yang ingin datang ke Bali, saya tegaskan Bali aman untuk semua teman, saudara maupun saudari yang ingin datang ke Bali. Kami sangat aman, kami sangat siap untuk menangani semua kemungkinan yang akan terjadi di Bali. Khususnya focus terhadap virus corona di Bali. Rumah sakit kami, pegawai-pegawai kami, semua stake holder, masyarakat pariwisata, bersama saling bantu-membantu, untuk mempersiapkan diri menangani segala kemungkinan, atau mengatasi bencana yang kecil ini. Jadi selamat datang di Bali,‘’ ujar Mangku Pastika yang ditranslit baliilu.com.

Terkait dengan pemberitaan hoax yang berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat, bahkan ada kemungkinan pihak-pihak lain yang ingin menghancurkan Bali, Indonesia dan mungkin China,  Mangku Pastika mengajak mari kita satukan pendapat-pendapat, satukan statemen-statemen melalui media center.

Namun, tanpa menyebutkan krisis center, media senter ini akan menjadi sumber satu-satunya info yang valid mengenai virus corona, perkembangannya, dan mengenai Bali.  ‘’Karena persoalan ini tidak hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut berbagai hal lain, pariwisata, perekonomian, ekspor impor dll. Jadi tidak hanya persoalan kesehatan sehingga perlu dibentuk satu media senter dimana semua orang bisa bertanya kesana untuk mendapatkan penjelasan yang benar,’’ katanya.

Media senter ini diharapkan secara berkala memberikan penjelasan, meng-update apa yang telah dilakukan baik oleh Tiongkok, Indonesia maupun Bali. Sehingga masyarakat tahu persis virus corona seperti apa, penularannya, persoalan lain seperti apa. Ada masalah cuaca, jarak, waktu. Semua membatasi peredaran virus corona itu. ‘’Supaya jangan nanti ada apa langsung ketakutan. Virus corona menyebar, jarak 3 meter bertemu sudah tidak kena. Di atas suhu 22 derajat nggak kena. Rajin cuci tangan dan muka nggak kena, terus tingkatkan imunitas tubuh juga nggak kena. Dia akan menyerang pada orang yang posisinya lemah atau capek. Kalau orang sehat walafiat tak bisa. Oleh karena itu tidak boleh ketakutan berlebihan,’’ ungkap Mangku Pastika seraya berjanji kalau virus corona ini reda dirinya akan berkunjung ke Tiongkok.

Baca Juga  Populerkan Produk Lokal Bali, Pilih Motto yang Tepat!

Langkah kedua dengan menggunakan momentum krisis virus corona ini dengan memanfaatkan waktu untuk introspeksi, memperbaiki yang kurang, membuat wisatawan China happy. Kesempatan memperbaiki khususnya untuk Bali. Kita harus tahu apa sih yang membuat mereka happy.

Dikatakan, Bali suku bangsa yang paling banyak menerima warisan budaya Tiongkok. Dan sampai hari ini, Kintamani paling dikenal. Kalau besok ada persembahyangan di Pura Balingkang itu momen bagus. Kekuatan kita adalah di doa. Semua percaya ada kekuatan mahabesar yang melindungi kita. Dan juga doakan Tiongkok semakin cepat bisa mengatasi wabah virus corona.

Mangku Pastika menjabarkan, potensi pariwisata Tiongkok sangat besar. Dari 1 milyar penduduknya,  300 juta adalah orang kaya. ‘’Jadi baru masuk 1 juta terlalu sedikit. Baru beberapa persen. Target saya 10 juta. Dan itu orang super rich paling banyak dari Tiongkok. Mari kita telusuri, kita sediakan apa yang mereka suka,’’ kata Mangku Pastika yang langsung menggalang dana buat beli masker yang akan dikirim ke China melalui Konjen China.

Oleh karena itu, bagi orang Tiongkok yang ada di Bali agar diperlakukan sebaik-baiknya. Mereka akan menjadi ambassador kita. Jika jumlahnya 5 ribu, maka sebanyak itu yang akan menjadi ambassador di Tiongkok. ‘’Dikasi diskon, servis segala macam, saya dengar visa diperpanjang. Mereka jika kembali ke negaranya akan menyebarluaskan bahwa mereka diperlakukan baik di sini (Bali-red),’’ kata Mangku Pastika seraya menutup pembicaraan dengan kalimat Bali adalah pewaris paling banyak kebudayaan Tiongkok. Oleh karena itu, melihat Tiongkok masa lalu ya ke Bali. (balu1)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kepulangan PMI Cenderung Meningkat, Dewa Indra Tinjau Gedung Diklat BPK dan Pelabuhan Padangbai
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Demi Bali, Koster Minta Pelaku Usaha Pariwisata Kontribusi dan Terlibat Aktif Sukseskan PWA

Janjikan Imbal Jasa, Koster Buka Peluang Pelaku Usaha Pariwisata Jadi Mitra Manfaat dan Endpoint PWA

Loading

Published

on

By

koster
PENGARAHAN PWA: Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali terkait pengarahan mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com  – Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). Hal tersebut terkait dengan pengarahan Gubernur Bali mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) untuk pelaku usaha pariwisata yang ikut berpartisipasi menjadi mitra manfaat dan endpoint PWA.

Koster menjelaskan bahwa capaian Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dilakukan saat ini belum maksimal dimana per tahun 2024 jumlah PWA yang terkumpul hanya mencapai Rp. 318 miliar atau 32% dari total pembayaran yang seharusnya dibayar wisman. Sedangkan di tahun 2025 capaian PWA hingga pertengahan Agustus 2015 sudah Rp. 229 miliar atau 34% dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali.

“Belum maksimal. Masih sangat jauh dari harapan kita,” ungkap Koster.

Namun ia menjelaskan, memang dalam penerapannya terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya adalah Perda Bali No. 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk melindungi kebudayaan dan lingkungan Alam Bali belum mengatur tentang imbal jasa bagi pelaku usaha yang terlibat sebagai mitra manfaat dan endpoint PWA.

“Saat itu intensif dan imbal jasa tidak kita atur dalam Perda karena itulah kita melakukan perubahan Perda menjadi Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2025 dan astungkara disetujui oleh Kemendagri termasuk juga dengan Pergubnya,” kata Koster dihadapan para GM/pimpinan hotel dan stakeholder pariwisata lainnya.

Koster menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh usaha pariwisata di Bali untuk ikut berpartisipasi dengan melakukan Kerjasama menjadi mitra manfaat dan endpoint dalam rangka optimalisasi pungutan wisatawan asing (PWA).

“Mitra manfaat dan endpoint dapat diberikan imbal jasa setingi-tingginya 3% dari perolehan pembayaran dan akan dibayarkan tiap triwulan,” kata Koster.

Baca Juga  Dua Mahasiswa FH Unud Lolos IISMA Sarjana 2023

Ia berharap para pelaku usaha pariwisaha dapat turut berkontribusi dan terlibat aktif dalam mensukseskan program Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA) dengan turut mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint.

Sementara itu, penggunaan PWA nantinya akan difokuskan untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan Budaya Bali serta penanganan sampah di Bali.

Gubernur Koster juga menjelaskan, para pelaku usaha pariwisata harus berperan aktif dan bekerja sama dengan mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint agar penyelenggaraan Pungutan Bagi Wisatawan Asing berjalan dengan lancar dan sukses.

“Hasil pungutan dari Wisatawan Asing sungguh-sungguh memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan kepariwisataan Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Hasilnya akan digunakan antara lain untuk melindungi lingkungan Alam, Kebudayaan, dan Aura Spiritual Bali; menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan asing selama berada di Bali; meningkatkan pembangunan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan. Selain itu juga untuk penanganan sampah; dan meningkatkan layanan informasi kepariwisataan. Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan informasi penerimaan serta penggunaan dari hasil Pungutan Bagi Wisatawan Asing secara transparan dan akuntabel,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Jembrana Kembali Bangun Objek Wisata Green Cliff

Published

on

By

green cliff jembrana
NGERUAK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menghadiri upacara ngeruak pembangunan objek wisata Green Cliff dilanjutkan peletakkan batu pertama, Senin (14/7). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Objek wisata Green Cliff, yang berlokasi di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, dibangun pada tahun 2017 lalu oleh masyarakat setempat sempat menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Jembrana.

Green Cliff menawarkan pesona alam yang indah dengan pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana yang menenangkan.

Kendati sempat menjadi destinasi wisata favorit, adanya Pandemi Covid-19 memaksa sektor pariwisata mengalami masa sulit. Hal itu juga dialami oleh objek wisata Green Cliff. Sempat tidur cukup lama, sejumlah fasilitas pun sudah mulai rusak sehingga cukup membahayakan bagi para pengunjung.

Dengan potensi besar yang dimilikinya, Green Cliff melalui bantuan dari Aviantion Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Green Cliff akan segera dibangkitkan kembali.

Hal tersebut ditandai dengan upacara ngeruak yang diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Ulun Desa dan dilanjutkan dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, beserta anggota DPRD Jembrana, Senin (14/7).

Upacara ngeruak juga dihadiri oleh jajaran AFT Ngurah Rai, Balai Perhutanan Sosial Bali Nusra, KHP Bali Barat, Balai DAS Unda Anyar, KTH Wana Sari Asri serta masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Kembang mengatakan segala pekerjaan harus dimulai dengan berdoa, agar apa yang akan dikerjakan bisa berjalan dengan baik. Termasuk dengan pembangunan daya tarik wisata Green Cliff ini.

“Tadi kita berdoa bersama, agar seluruh perjalanan terutama pembangunan Green Cliff ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Apresiasi Kinerja ASN Selesaikan Tugas Tepat Waktu

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan dengan adanya daya tarik wisata Green Cliff bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat di Banjar Bangli, desa Yehembang Kangin.

“Semoga atas doa kita bersama dan restu Tuhan Yang Maha Esa, seluruh upaya keras yang kita lakukan bersama ditambah dengan niat yang kuat, semua kegiatan hari dan ke depan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Aviantion Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa mengatakan pembangunan kembali Green Cliff diharapkan bisa kembali menjadi salah satu ikon destinasi wisata populer di Jembrana sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat disekitarnya.

“Hari ini kita ngeruak bukan hanya sebuah lokasi melainkan simbol harapan bersama bahwa sebuah kawasan bisa tumbuh menjadi ikon wisata alam yang lestari jika dikelola dengan kolaboratif dan penuh kesadaran,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengatakan pemanfaatan alam khususnya hutan bila dikelola dengan baik juga akan bisa memberikan banyak manfaat. Selain menjaga keseimbangan alam, juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar serimoni, ini adalah langkah awal menanam nilai, bukan hanya pohon. Kita sedang memulai babak baru dari perjalanan panjang pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Yang tidak hanya berbicara tentang konservasi, tapi juga kesejahteraan sosial dan budaya lokal,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca