SARASEHAN: Peserta sarasehan dengan tema: ‘’Dampak Negatif Virus Corona : Solusi Alternatif Menuju Pariwisata Bali Berkelanjutan’’ yang digelar, 7 Februari 2020 di Toya Devasya, Toya Bungkah Kintamani Bangli.
Kintamani, baliilu.com
– Bali tak pernah surut diguncang musibah. Bali pernah terperanjat oleh
dentuman bom Bali 1 dan 2 yang meluluhlantakkan pariwisata Bali, isu flu burung
(SARS), masalah rabies hingga Gunung Agung meletus. Musibah itu pun berlalu seiring
semangat saling bantu membantu di antara masyarakat Bali. Begitu pula virus
corona dalam tiga pekan ini yang terus menjadi perhatian dunia yang berdampak
signifikan terhadap pariwisata dan perekonomian Bali.
Namun kesigapan langkah pemerintah daerah melalui Gubernur Bali dan Wagub serta jajarannya yang dengan cepat merespons penyebaran virus corona agar tidak terjadi di Bali menumbuhkan semangat dari seluruh komponen pariwisata. Di antaranya Dewan Perwakilan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali bersama Toya Devasya Natural Hot Spring yang memprakarsai sarasehan dengan tema: ‘’Dampak Negatif Virus Corona : Solusi Alternatif Menuju Pariwisata Bali Berkelanjutan’’ yang digelar, 7 Februari 2020 di Toya Devasya, Toya Bungkah Kintamani Bangli.
Hadir sebagai nara sumber ibu Konjen China Ms Sun Hi Lua,
anggota DPD RI perwakilan Bali Made Mangku Pastika, Kepala Disparda Putu Astawa,
perwakilan dari perbankan serta dihadiri stake holder kepariwisataan,
pertanian, perbankan, kepolisian, TNI dll.
KETUA NCPI BALI: Agus Maha Usadha
Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha mengawali sarasehan memberi semangat dengan kutipan syair Crisye ‘’Badai pasti berlalu’’. Menginspirasi bahwa musibah yang kini mendera Bali segera akan berakhir jika kita bergandeng tangan saling bantu membantu. Salah satunya dengan menggelar sarasehan yang diharapkan memberikan solusi alternatif menuju pariwisata Bali berkelanjutan.
Konjen China mendapat sesi pertama. Diwakili Ms. Sun Li Hua, istri Konjen sebelum memaparkan perkembangan virus corona
di Tiongkok menyempatkan diri duet bersama Mangku Pastika menyanyikan lagu
Mandarin, sebuah apresiasi terhadap lagu
yang membumi di hati masyarakat dunia, wujud sikap empati pada dunia khususnya
Tiongkok.
IBU KONJEN CHINA: Ms. Sun Li Hua
Ibu Konjen China kemudian memaparkan langkah kongkret yang dilakukan Tiongkok untuk menanggulangi virus corona. Pertama mengantisipasi penularan virus corona terjadi antar-manusia. Sejak 22 Januari, Pemerintah Tiongkok sudah menutup wilayah Wuhan, dan meminta warganya tidak bepergian ke luar tempat. Biasanya saat Imlek orang bepergian sampai melebihi persentasi, namun kali ini menurun 85 persen. Tidak ada warga Tiongkok yang bepergian ke tempat lain.
Demikian pula memperlama masa masuk anak-anak SMA dan universitas,
untuk mendapatkan hasil penyebaran tidak jauh lagi. Termasuk tidak memberikan
izin bepergian ke luar negeri untuk mengurangi penyebaran virus corona di negara
lain. ‘’Keadaan ini benar-benar memberikan imbas dan tekanan yang sangat besar
bagi pariwisata, bukan hanya untuk Indonesia, Bali tapi juga Benoa Eropa, Asean,
Amerika,’’ ujarnya.
Sementara itu, langkah berikutnya untuk menyembuhkan pasien
yang terpapar virus corona, Tiongkok banyak mendatangkan para ahli. Tenaga medis
yang melakukan penanggulangan ada 60 grup terdiri dari 7 ribu dokter dan
suster.
Pemerintah juga membangun dua rumah sakit di Wuhan. Dalam
waktu 10 hari mendirikan dua rumah sakit yang menampung 2600 pasien dengan fasilitas dan tempat tidurnya. ‘’Di rumah
sakit ini juga menggunakan teknologi paling terbaru, dengan pengobatan terbaru
demi langkah tercepat mengobati pasien virus corona. Tiongkok juga siap membangun 20 rumah
sakit lagi yang menampung 10.000 pasien,’’ tegasnya.
IBU KONJEN: Sempat menikmati Toya Devasya
Langkah berikutnya dalam rangka menanggulangi penyebaran virus corona, pemerintah bekerja sama dengan memberikan informasi secara tranparan dan langsung kepada negara di dunia untuk menyikapi masalah ini dengan terus up-date informasi.
Ditegaskan bahwa
Tiongkok melakukan pencegahan ini sudah melebihi standar atau syarat yang
diberikan oleh WHO. Semua fasilitas dan pergerakan penanggulangannya juga sudah
melebihi syarat atau standar yang diberikan WHO.
Ibu Konjen juga menginformasikan data terakhir menunjukkan penyebaran virus corona di Wuhan sudah semakin menurun. Sebaliknya yang disembuhkan semakin banyak. Berita per tanggal 6 Februari pasien terjangkit yang sudah disembuhkan sebanyak 387 orang. Dan yang terbaru sudah 1540 yang bisa disembuhkan, dengan persentase semakin hari semakin meningkat.
Atas dukungan dan kerjasamanya, ibu Konjen mengucapkan
terimakasih atas langkah Pemerintah Provinsi Bali. Dalam mencegah penyebaran
virus corona, pemerintah Bali telah menyediakan
tiga rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan 3 rumah sakit swasta.
BUDAYA BALI: Begitu dekat dengan budaya Tiongkok
Musibah ini tidak dapat dihindari, mungkin yang bisa dilakukan dengan menggunakan kesempatan ini untuk introspeksi diri, bagaimana membenahi dan memperbaiki perjalanan-perjalanan wisata, meningkatkan lagi fasilitas pariwisata di Bali. Kesibukan di saat high-season, saat ini bisa dimanfaatkan dekat dengan keluarga, menjaga kesehatan, guide Mandarin lebih mengasah lagi tentang Bali, kebudayaan, sejarah serta meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin. ‘’Nantinya badai ini akan berlalu dan sudah siap dengan fasilitas yang baru,’’ katanya.
Sun Li Hua menyudahi paparannya dengan keyakinan virus corona
ini pasti akan berakhir, semua akan kembali seperti semula. ‘’Di Tiongkok musim
semi akan datang, saya berharap musim yang baru ini akan sama bersemi kembali
di Bali. Berakit rakit ke hulu berenang renang ketepian. Bersakit sakit dahulu
bersenang senang kemudian,’’ akhir dari pembicaraannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa
memaparkan jumlah turis Tiongkok ke Bali tahun 2019 sebanyak 1,185 juta, atau 18
persen dari jumlah turis mancanegara ke Bali sebanyak 6,3 juta. Tiongkok
menduduki nomor 2 setelah Australia. Atau jika dirupiahkan yang masuk dari sektor
pariwisata, dari 6,3 juta wisatawan ke Bali dalam setahun menyumbang 124
triliun, atau dari Tiongkok sekitar 25 triliun.
KADISPARDA PUTU ASTAWA: Kami merasa empati dan turut prihatin
’’Musibah virus corona yang terjadi di Tiongkok saat ini sangat mempengaruhi perekonomian dunia dan juga Bali. Karena itu, ini harus serius dibenahi dan kami merasa empati dan turut prihatin atas kejadian ini,’’ kata Putu Astawa seraya menyatakan telah mengupayakan berbagai langkah di antaranya mengumpulkan kadis kesehatan, direktur rumah sakit, untuk menggalang tidak ada informasi yang simpang siur. Begitu juga menggelar rapat koordinasi otoritas bandara, menyamakan persepsi dalam mengambil langkah-langkah yang sama termasuk secara massif mengedarkan surat edaran melalui media social.
Dalam waktu dekat juga akan mengumpulkan 34 konjen yang ada
di Bali untuk menyampaikan bahwa Pemerintah Bali sangat konsen menjaga agar
Bali tidak sampai terinfeksi virus corona. Memastikan bahwa Bali aman,
sekaligus meminta tamunya agar dialihkan ke Bali.
Pemerintah daerah juga segera melayangkan surat kepada
Presiden, untuk memohon mengalihkan rapat-rapat atau pertemuan ke Bali. Begitu juga tiket pesawat ke Bali agar
diturunkan. Untuk mengisi kekosongan, Garuda misalnya bisa pergi ke India untuk membawa penumpang
ke Bali. Demikian juga, mengusulkan kepada travel agent untuk membuat paket
murah. Dalam waktu dekat Bali juga menggelar festival kopi internasional.
Sementara itu, anggota DPD RI perwakilan Bali Made Mangku
Pastika juga optimis badai yang dalam istilahnya hanya angin semilir segera
akan berlalu. Terlebih lagi pemerintah dengan seluruh jajarannya dan para stake
holder sudah sangat siap untuk mengantisipasi, mengakomodasi dan memberikan
berbagai fasilitas dan pelayanan jika seandainya ada terindikasi terpapar virus
corona.
MANGKU PASTIKA: Dari 1 Milyar ada 300 juta orang kaya di China
Mantan Gubernur Bali ini memastikan, Bali bisa melewati dampak virus corona ini karena sudah siap sejak dulu. Bali sudah berpengalaman, pernah terkena bom Bali satu dan dua, flu burung (SARS), isu-isu yang lain tentang wabah yang terjadi seperti masalah rabies, gunung meletus . Itu semua bisa ditanggulangi dengan baik. ‘’Jadi saya minta jangan pesimis. Penyakit yang paling berat pun bisa dan pasti ada obatnya. Cuma karena kaget-kaget aja kita sekarang. Apalagi oleh pemberitaan di media,’’ ujarnya.
Terkait dengan pemberitaan hoax yang berdampak buruk
terhadap kehidupan masyarakat, bahkan ada kemungkinan pihak-pihak lain yang
ingin menghancurkan Bali, Indonesia dan mungkin China, Mangku Pastika mengajak mari kita satukan
pendapat-pendapat, satukan statemen-statemen melalui media center. ‘’Karena persoalan ini tidak hanya persoalan
kesehatan, tetapi menyangkut berbagai hal lain, pariwisata, perekonomian,
ekspor impor dll. Jadi perlu dibentuk satu media senter dimana semua orang bisa
bertanya kesana untuk mendapatkan penjelasan yang benar,’’ katanya seraya
menandaskan media senter ini diharapkan secara berkala memberikan penjelasan,
meng-update apa yang telah dilakukan
baik oleh Tiongkok, Indonesia maupun Bali.
TOYA DAVASYA: Tampilkan kearifan lokal
Mangku Pastika juga meminta menggunakan momentum virus corona ini untuk introspeksi, memperbaiki yang kurang, membuat wisatawan China happy. Ia meminta wisatawan Tiongkok yang ada di Bali agar diperlakukan sebaik-baiknya. Mereka akan menjadi ambassador kita. Jika jumlahnya 5 ribu, maka sebanyak itu yang akan menjadi ambassador di Tiongkok.
Mangku Pastika menjabarkan, potensi pariwisata Tiongkok
sangat besar. Dari 1 milyar penduduknya,
300 juta adalah orang kaya. ‘’Jadi baru masuk 1 juta terlalu sedikit.
Baru beberapa persen. Target saya 10 juta. Dan itu orang super rich paling banyak dari Tiongkok. Mari
kita telusuri, kita sediakan apa yang mereka suka,’’ kata Mangku Pastika yang
langsung menggalang dana buat beli masker yang akan dikirim ke China melalui
Konjen China. (balu1)
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.
Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.
Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).
“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.
Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.
Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.
“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.
Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.
“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.
Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.
“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.
Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.
Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB
Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.
“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.
Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.
Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.
Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.
“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)
Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai.
Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.
“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.
Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities.
Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)