Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Antisipasi Kelangkaan Minyak Goreng Curah, Forkopimda Denpasar Gelar Pengecekan ke Distributor dan Pasar

BALIILU Tayang

:

Antisipasi Kelangkaan
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan ke distributor dan pasar rakyat, Sabtu (28/5). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Mengantisipasi kelangkaan minyak goreng curah sekaligus pengecekan harga pasar dan sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 11/2022, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan ke distributor dan pasar rakyat, Sabtu (28/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Dandim 1611 Badung, Kolonel Dody Triyo Hadi, Kasi Intel Kajari Denpasar, Putu Eka Suyantha, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, Made Saryawan, Dinas Perindag Kota Denpasar, serta pihak terkait lainnya.

Dari pemantauan tersebut pasokan minyak goreng curah masih tersedia, tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di Denpasar, stok masih ada. Terkait minyak curah, Permendag No 11/2022 tentang Penetapan HET Minyak Goreng Curah, harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengungkapkan kegiatan ini murni untuk pengecekan minyak goreng curah dari distributor, pedagang hingga ke masyarakat langsung. Hal ini guna mengantisipasi penimbunan minyak goreng sehingga tidak merugikan masyarakat.

“Kami terus pantau ke lapangan, agar tidak ada penyalahgunaan sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga sewajarnya,” ujarnya.

Sementara Kapolres Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, tim akan terus diturunkan untuk mengecek, mengantisipasi jangan sampai ada penimbunan. Dari pengecekan di Pasar Poh Gading maupun dari distributor, tidak terjadi kelangkaan minyak goreng curah di Denpasar, karena stok masih ada. Namun sesuai Permendag No 11/2022 harus disosialisasikan ke masyarakat. Dari pantauan  harga eceran tertinggi (HET) minyak curah di distributor harganya Rp 14.400 per liter dan Rp 15.500- 16.000  per kilogram harga eceran di pasar.  Sedangkan untuk minyak kemasan harganya dikembalikan ke masing-masing produsen.

Baca Juga  PPKM Level 3 di Denpasar, Desa Dauh Puri Kaja Kembali Lakukan Pemantauan Prokes

”Kami  turun dengan Forkopimda untuk memastikan harga eceran tertinggi minyak curah, benar-benar dapat direalisasikan di lapangan, ” tegas AKBP Bambang Pamungkas.

Dia tegaskan tidak ada kelangkaan. Namun demikian disparitas harga (minyak curah dengan kemasan) itu yang jadi masukan ke pemerintah pusat, bagaimana nanti memformulasikan aturan itu, sehingga pendistribusian minyak ini bisa sama-sama dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal senada ditegaskan Dandim 1611 Badung, Kolonel Dody Triyo Hadi, Stok minyak goreng di Denpasar  masih mencukupi. Untuk itu, masyarakat diminta  tidak panik. “Jangan sampai memborong belanja secara berlebihan, belanja sesuai kebutuhan sehingga stok di distributor atau toko-toko tetap tersedia, apalagi dekat dengan hari raya, ” tegasnya. 

Selain ini Dody Triyo Hadi mengingatkan agar jangan ada pihak pihak yang melakukan penimbunan.  “Kalau sampai ada yang bermain akan saya tindak,” tegasnya.

Sementara salah seorang penjual sembako dan minyak goreng di Pasar Poh Gading, Mas Paito mengatakan, stok minyak goreng masih banyak dibanding beberapa bulan lalu. Pihaknya menjual dengan harga 15.500 per kilogram yang dibeli dari sub distributor seharga 15.000 per kilogram. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Badung Terima Bantuan TJSP CSR Dua Unit Mesin Pencacah Sampah Organik

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Bantuan dari The Apurva Kempinski Bali

Loading

Published

on

By

Bupati Badung Adi Arnawa menerima bantuan mesin pencacah sampah organik dari The Apurva Kempinski Bali
TERIMA BANTUAN: Bupati Wayan Adi Arnawa menerima bantuan TJSP/CSR berupa dua unit mesin pencacah sampah organik dari The Apurva Kempinski Bali di Lobby Dinas PMPTSP, Puspem Badung, Rabu (22/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menerima bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) berupa dua unit mesin pencacah sampah organik dari The Apurva Kempinski Bali. Langkah ini merupakan wujud nyata sinergi sektor swasta dan pemerintah dalam mewujudkan wilayah Badung yang bersih dan berkelanjutan.

Bantuan dengan Nomor: 001/VII/CSRPT.GAL/2026 diserahkan langsung oleh Deputy GM Finance The Apurva Kempinski, Lisen Jendral Eko Pribadi, kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Lobby Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Puspem Badung, Rabu (22/7). Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur, serta Kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Badung.

Mesin pencacah ini berfungsi mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos bermanfaat. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume buangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengubah limbah menjadi produk bernilai guna demi menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Badung Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kontribusi dari pihak akomodasi wisata tersebut. Menurutnya, peran serta dunia usaha sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mengatasi tantangan penanganan sampah yang kini menjadi prioritas pembangunan daerah.

“Terima kasih kepada The Apurva Kempinski atas dukungan nyata ini. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendorong pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, mengubah limbah menjadi berkah, serta menjaga keindahan dan kenyamanan Badung yang kita banggakan. Semoga sinergi positif ini terus berlanjut dan menginspirasi pelaku usaha lain untuk turut berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujar Bupati.

Sementara itu, Deputy GM Finance The Apurva Kempinski, Lisen Jendral Eko Pribadi, menyatakan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel dan Tabur Bunga Peringati Serangan Umum Kota Denpasar Ke-79

Selanjutnya, pendistribusian dan operasional mesin pencacah sampah tersebut sepenuhnya akan dikelola oleh Pemkab Badung secara optimal di wilayah yang membutuhkan untuk mendukung program Badung Bersih dan Bebas Sampah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Bali Batasi Akses OSS untuk Sejumlah KBLI PMA Demi Lindungi UMKM Lokal

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster dalam foto dokumentasi resmi
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Untuk melindungi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Bali, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan pembatasan akses OSS untuk sejumlah KBLI PMA kategori risiko rendah dan menengah rendah.

Pembatasan akses OSS untuk sejumlah KBLI PMA ini berdasarkan hasil evaluasi perizinan berusaha yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali bersama perangkat daerah teknis terkait, terhadap kegiatan usaha Penanam Modal Asing (PMA) pada KBLI kategori risiko rendah dan menengah rendah dalam sistem Online Single Submission (OSS).

Gubernur Bali menyampaikan bahwa tim evaluasi perizinan Pemerintah Provinsi Bali menemukan adanya indikasi penyalahgunaan sistem perizinan berusaha berbasis risiko (OSS) oleh Penanam Modal Asing (PMA) untuk memasuki sektor usaha yang berkaitan erat dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sejumlah investor asing memanfaatkan KBLI kategori risiko rendah yang hanya mensyaratkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai celah untuk menjalankan kegiatan usaha tanpa kewajiban investasi modal yang signifikan,” ujar Gubernur Koster melalui siaran persnya, Rabu (22/7/2026).

Gubernur lanjut memaparkan bahwa KBLI kategori risiko rendah dan menengah rendah dimanfaatkan melalui celah regulasi dalam sistem OSS, karena proses pendaftaran pada kategori tersebut dapat diterbitkan secara otomatis dan tidak membutuhkan sertifikat standar maupun izin. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah PMA sebagai pintu masuk untuk mendirikan usaha, termasuk dengan menggunakan virtual office.

“Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan memberikan tekanan signifikan terhadap keberlangsungan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, pada sektor-sektor yang semestinya mendorong kemitraan dengan koperasi dan UMKM,” ucapnya.

Baca Juga  PPKM Level 3 di Denpasar, Desa Dauh Puri Kaja Kembali Lakukan Pemantauan Prokes

Setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Republik Indonesia, lanjut Gubernur Koster, Pemerintah Provinsi Bali melakukan penutupan akses sistem OSS terhadap sejumlah KBLI kategori risiko rendah dan menengah rendah yang mencakup sektor akomodasi, penyewaan, perdagangan ritel, jasa konsultansi, dan sektor lainnya yang sangat dekat dengan ruang usaha UMKM, yaitu:

55110 — Hotel Bintang (ruang lingkup luas bangunan < 6.000 m²)

68111 — Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa

55120 — Hotel Melati (ruang lingkup luas bangunan < 6.000 m²)

70209 — Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya

77100 — Penyewaan Mobil, Bus, Truk, dan Sejenisnya

47711 — Perdagangan Eceran Pakaian

47511 — Perdagangan Eceran Tekstil

77311 — Penyewaan Motor Tanpa Hak Opsi

47249 — Perdagangan Eceran Makanan Lainnya

47991 — Perdagangan Eceran Keliling Komoditi Makanan dari Hasil Pertanian

55900 — Penyediaan Akomodasi Lainnya

56303 — Rumah Minum/Kafe

56305 — Rumah/Kedai Obat Tradisional

14120 — Penjahitan dan Pembuatan Pakaian Sesuai Pesanan

93111 — Fasilitas Stadion

93116 — Fasilitas Pusat Kebugaran/Fitness Center

93191 — Promotor Kegiatan Olahraga

70204 — Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri

Selain KBLI sebagaimana dimaksud tersebut, Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas PMA yang menjalankan kegiatan usaha melalui virtual office sebagai bagian dari penguatan pengawasan perizinan berusaha.

Penutupan akses OSS tersebut berlaku di seluruh wilayah Provinsi Bali mulai minggu ketiga bulan Mei 2026. Dengan penutupan ini, PMA tidak lagi dapat mengajukan perizinan berusaha baru melalui sistem OSS untuk KBLI dimaksud sampai terdapat kebijakan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan tetap memiliki kewajiban menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sampai KBLI terkait dinonaktifkan atau dihapus dari sistem perizinan.

Baca Juga  Bunda PAUD Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Bacakan Cerita ‘’Podang dan Podeng’’ ke Anak-anak PAUD

Gubernur bersama Wali Kota/Bupati akan bertindak tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran perizinan.

Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang berkualitas, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah. Investasi yang masuk diharapkan selaras dengan visi pembangunan Bali, menghormati kearifan lokal, serta mendukung penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bedah Buku Rocky Gerung, Gubernur Koster Dorong Generasi Muda Rawat Semangat Marhaenisme di Era Digital

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Bedah Buku Rocky Gerung di Auditorium Unmas Denpasar
BEDAH BUKU: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk merawat semangat Marhaenisme sebagai landasan berpikir kritis, berkeadilan, dan berpihak kepada rakyat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut menghadirkan Rocky Gerung selaku akademisi sekaligus penulis buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ dan Dr. Airlangga Pribadi Kusman sebagai akademisi dan penulis buku sebagai narasumber. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat relevansi nilai-nilai Marhaenisme dalam menjawab tantangan yang dihadapi Generasi Z di era digital.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengatakan, bedah buku tersebut bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pencarian makna untuk menjawab pertanyaan besar mengenai relevansi nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa bagi Generasi Z yang tumbuh di era algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan.

“Ini adalah forum pencarian makna. Sebuah upaya kolektif untuk menemukan benang merah antara masa lalu yang kaya dengan pengalaman perjuangan dan masa depan yang penuh dengan berbagai kemungkinan baru,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur, Marhaenisme lahir dari kegelisahan Bung Karno terhadap ketimpangan sosial dan menjadi ideologi kerakyatan yang tumbuh dari realitas masyarakat Indonesia. Kini, melalui buku karya Rocky Gerung tersebut, semangat Marhaenisme diajak untuk dimaknai kembali agar tetap relevan bagi generasi yang menghadapi tantangan zaman yang berbeda.

Gubernur Koster juga menepis anggapan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang apatis dan individualistis. Menurutnya, justru di tengah tantangan pandemi, krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga derasnya arus informasi, banyak anak muda tetap menunjukkan kepedulian terhadap isu keadilan, kesetaraan, dan masa depan bangsa.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Melaspas dan Mecaru” PAUD, TK, dan SMP Kesuma Sari Banjar Pegok

“Kehadiran mahasiswa dalam forum bedah buku seperti ini merupakan bukti bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk berpikir, membaca, berdiskusi, dan mencari jawaban atas berbagai persoalan kebangsaan,” katanya.

Ia menegaskan, forum akademik seperti bedah buku harus menjadi ruang latihan demokrasi yang sehat, di mana setiap gagasan diuji melalui argumentasi, bukan kemarahan, dan perbedaan pendapat dipandang sebagai kesempatan untuk saling belajar.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai, budaya, moralitas, dan harmoni. Prinsip tersebut menjadi landasan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala.

Menurutnya, semangat bedah buku tersebut memiliki keterkaitan erat dengan implementasi nilai-nilai Sad Kerthi. Melalui budaya membaca dan berpikir kritis, mahasiswa turut membangun Atma Kerthi melalui penyucian pikiran dan jiwa. Melalui kepedulian terhadap sesama, nilai Jana Kerthi diwujudkan sebagai penghormatan terhadap kemanusiaan. Sementara komitmen membangun dunia yang lebih baik bagi seluruh makhluk hidup merupakan implementasi Jagat Kerthi, yakni menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

Gubernur Koster menekankan bahwa Bali membutuhkan generasi muda bukan sebagai penonton pembangunan, melainkan sebagai subjek yang aktif merancang, membangun, dan merawat masa depan Bali. Namun, keterlibatan tersebut harus tetap berpijak pada kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata.

“Kearifan lokal Bali bukan berarti menolak modernitas. Justru Bali harus mampu menyerap hal-hal baik dari luar tanpa kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai seperti Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Menyama Braya harus tetap menjadi fondasi dalam membangun masa depan Bali,” tegasnya.

Baca Juga  Denpasar Raih Penghargaan Smart Sanitation Award

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster turut memberikan sentuhan budaya dengan membacakan puisi berjudul “Agustus” karya Yudhistira Massardi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan semakin memperkaya suasana intelektual serta kebudayaan dalam rangkaian kegiatan bedah buku.

Gubernur Koster juga menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang tidak dapat ditawar di tengah derasnya arus informasi. Kedua, membangun budaya diskusi yang sehat dengan menghormati perbedaan pendapat. Ketiga, mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata sehingga nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi pedoman dalam berkarya maupun memimpin di masa depan.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Rocky Gerung atas kontribusi pemikirannya melalui buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“, yang dinilai mampu menghidupkan kembali diskursus kebangsaan di kalangan generasi muda. Apresiasi juga diberikan kepada Universitas Mahasaraswati Denpasar yang terus menghadirkan ruang akademik sebagai tempat lahirnya pemikiran kritis, dialog yang sehat, serta pembentukan karakter mahasiswa.

Gubernur berharap bedah buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya literasi, memperkuat tradisi intelektual, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bali yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca