Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Astungkara Kasus Sembuh Bertambah lagi di Denpasar, Tercatat 43 Orang

BALIILU Tayang

:

de
I DEWA GEDE RAI, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar

Denpasar, baliilu.com – Kota Denpasar kembali mencatatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 yang signifikan. Dimana, per hari Selasa (14/7) sebanyak 43 pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan. Namun, penambahan kasus positif masih terjadi sebanyak 27 orang.

“Astungkara, angka kesembuhan pasien Covid-19 kembali meningkat, hari ini sebanyak 43 orang sembuh, kita harus terus optimis, namun kewaspadaan harus terus ditingkatkan, mengingat kasus positif masih terjadi, hari ini 27 orang dinyatakan positif di Kota Denpasar,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota Selasa (14/7-2020).

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien di Kota Denpasar beberapa hari belakangan ini terus meningkat. Tentunya hal ini bukan tanpa usaha, melainkan tak lepas kaitannya dengan usaha tim medis serta kedisiplinan pasien. Pun demikian, fokus GTPP untuk menemukan kasus terus dioptimalkan dengan tracing dan testing yang masif, mengingat kasus positif masih terus terjadi.

“Kita bersama memiliki tanggung jawab untuk memutus penyebaran, dan saat ini GTPP tetap fokus untuk menemukan kasus, melalui tracing, tes, dan isolasi, dan masyarakat diharapkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, dua ini kunci utama penanganan Covid-19,” ujar Dewa Rai.

Dewa Rai menjelaskan kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih menunjukkan peningkatan. Kedua klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.

Baca Juga  PAD Bali dari Pajak dan Bea Kendaraan Bermotor Mentok, Gubernur Koster Rancang Gali Sumber Potensi Lain

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.  Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara. Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan. 

“Keberadaan orang tanpa gejala wajib kita waspadai, hal inilah mengapa penting untuk menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, karena orang tanpa  gejala ini  tetap terlihat sehat, inilah yang wajib kita waspadai dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin,” jelasnya.

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 921 kasus positif. Rinciannya adalah 540 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, dan 369 orang masih dalam perawatan.

Kasus Positif: Kelurahan Peguyangan tiga orang laki-laki usia 29, 25 dan 75 tahun, Desa Dauh Puri Kaja seorang laki-laki usia 29 tahun dan seorang perempuan usia 52 tahun, Desa Pemecutan Kaja dua orang perempuan usia 53 dan 44 tahun, Kelurahan Tonja seorang laki-laki usia 29 tahun, Kelurahan Sumerta tiga orang laki-laki usia 35, 5, dan 59 tahun serta dua orang perempuan usia 31 dan 1 tahun, Kelurahan Penatih seorang laki-laki usia 23 tahun, Kelurahan Pedungan seorang perempuan usia 32 tahun, Desa Pemogan empat orang laki-laki usia 47, 38, 6, dan 50 tahun serta dua orang perempuan usia 44 dan 32 tahun, Kelurahan Serangan dua orang laki-laki usia 38 dan 42 tahun serta dua orang perempuan usia 62 dan 49 tahun, Desa Tegal Harum seorang laki-laki usia 35 tahun, Desa Peguyangan Kaja seorang laki-laki usia 24 tahun. (*/eka)

Baca Juga  Kadis Mardiana: Hadapi Tatanan Kehidupan Era Baru, Pelaku Koperasi dan UMKM Manfaatkan Platform Media Sosial

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ibu Putri Koster Tekankan Pendidikan dan Kesadaran Kolektif dalam Penanganan Sampah Bali

Published

on

By

Putri Koster
PEMBICARA: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan penanganan sampah yang berkelanjutan di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5).

Dalam paparannya, Ibu Putri Koster menekankan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan, tetapi juga menyangkut pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan sejak dari sumbernya.

“Sampah akan menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran bersama dan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masing-masing. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar terhadap kualitas lingkungan di Bali.

Ibu Putri Koster juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber di desa/kelurahan dan desa adat telah diatur melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah desa didorong menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, memanfaatkan lahan pemerintah kabupaten/kota untuk pengolahan sampah, serta aktif melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Ia memaparkan, pola pengelolaan sampah dilakukan dengan pemilahan menjadi dua jenis utama, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah organik basah dimasukkan ke tong komposter, sedangkan sampah organik kering dimasukkan ke teba modern. Adapun sampah anorganik 3R dibawa ke TPS3R, sementara sampah residu diangkut menuju TPST.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan sejak dari sumber akan jauh lebih efektif dibandingkan sampah yang tercampur. Sampah yang tidak terpilah akan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dalam proses pengolahannya.

Baca Juga  Pemprov Bali Manfaatkan Platform E-Marketplace dalam Pengadaan Barang dan Jasa

“Selama kita sadar bahwa lingkungan yang kotor akan berdampak negatif terhadap ekosistem alam, manusia, dan kebudayaan Bali, maka secara otomatis kita akan membiasakan diri melakukan pemilahan sampah sejak awal,” imbuhnya.

Selain menyoroti pentingnya pemilahan sampah, Ibu Putri Koster juga mengingatkan masyarakat terhadap bahaya penggunaan plastik sekali pakai. Ia menyebut pembatasan sampah plastik sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 perlu terus disosialisasikan karena plastik sangat sulit terurai dan dapat merusak lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan membakar sampah plastik juga berpotensi menimbulkan polusi racun dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber kedua, I Gede Sukanaya yang juga Kepala Sekolah SMKN 1 Kubutambahan, menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Ia menyebut anak-anak akan lebih mudah membangun kebiasaan disiplin apabila tumbuh di lingkungan yang juga menerapkan kedisiplinan.

Sementara itu, Prof. I Made Yudana selaku akademisi Undiksha menyampaikan dukungannya terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Bali. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tumbuhnya kesadaran masyarakat.

“Jangan sampai alam marah terlebih dahulu baru kita memulai. Jika kita bersatu dan kompak, maka penanganan sampah diyakini akan terwujud,” ujarnya.

Melalui kegiatan RISE Talks Singaraja ini, diharapkan lahir integrasi pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang mampu mencetak generasi muda Bali yang siap bersaing sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua PP PAUD Denpasar Buka Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar

Published

on

By

paud denpasar
GEBYAR KREATIVITAS TK: Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). Pembukaan kegiatan ditandai dengan mengaplikasikan pigmen warna alami daun ke tas ecoprint serta pemukulan kulkul.

Kegiatan yang mengusung tema “Ciptakan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Dengan Bersumber Dari Alam” ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Ni Made Ayu Agustini, Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Utara, Perwakilan PWA Bali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar.

Sebelum acara dimulai, Ny. Suwandewi Eddy Mulya tampak berbaur bersama anak-anak dengan mengikuti senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Dalam kesempatan itu, Ny. Suwandewi Eddy Mulya mengapresiasi inovasi TK Aisyiyah Kota Denpasar dalam menghadirkan pembelajaran kreatif yang tidak hanya melatih kemampuan motorik dan seni anak, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak dapat belajar mencintai lingkungan, mengenal potensi alam sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas,” ujarnya.

Ketua Panitia, Yuli Dina Rahmawati mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka mengasah dan mengembangkan kreativitas peserta didik PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan PAUD ‘Aisyiyah Badung bersama orang tua atau wali murid.

Ia menjelaskan, Gebyar Tahunan tersebut sebelumnya sempat vakum selama lima tahun akibat pandemi Covid-19 dan akhirnya dapat kembali terlaksana tahun ini.

“Kegiatan ini menjadi wadah ajang kreativitas, pengembangan talenta serta mempererat kedekatan anak didik dengan orang tua. Hari ini kita dapat melihat betapa kreatifnya wali murid yang tergabung dalam PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan Badung,” jelasnya.

Baca Juga  Percepat Pemberian Vaksin kepada Nakes, Pemkot Denpasar Gelar Vaksinasi Covid-19 secara Massal

Lebih lanjut disampaikan, tema yang diangkat memiliki makna untuk mengajak seluruh peserta hidup harmonis serta berpartisipasi menjaga keseimbangan alam agar generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat, asri dan lestari.

Gebyar Kreativitas tahunan ini diikuti seluruh siswa-siswi bersama orang tua atau wali murid dari PAUD ‘Aisyiyah 1, 2, 3, 4, 5, 6 serta PAUD ‘Aisyiyah Badung dengan jumlah peserta sekitar 442 orang.

Sementara itu, Ketua PAUD Dasmen Kota Denpasar, Hj. Siti Khotjah menambahkan bahwa tema ramah lingkungan sangat penting dikenalkan kepada anak usia dini karena anak-anak merupakan generasi masa depan yang perlu dibiasakan mencintai dan menjaga lingkungan sejak sekarang.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan nilai-nilai sederhana namun bermakna seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, memanfaatkan bahan-bahan alami serta mencintai lingkungan sekitar. Alam sudah memberikan manfaat kepada kita sehingga sudah sepatutnya dirawat dan dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak untuk memulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang yang dapat dipakai ulang serta menjaga kebersihan sekolah dan rumah.

“Dengan langkah kecil itu kalian sudah menjadi pahlawan lingkungan,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka BBGRM, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kebersamaan

Published

on

By

bbgrm
BBGRM: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong dan simbolis penanaman pohon yang dilaksanakan di Pantai Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan Gong dan simbolis penanaman pohon yang dilaksanakan di Pantai Sidakarya, Denpaaar Selatan, pada Sabtu (9/5).

Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan paket sembako kepada anak yatim piatu serta petugas kebersihan Desa Sidakarya oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Kadis DPMD Kota Denpasar I Wayan Budha, Camat Denpasar Selatan, IB Made Purwanasara, DPD serta LPM Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas sinergitas program pemberdayaan dan pembangunan melalui semangat gotong royong yang diusung dalam kegiatan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat yang digelar sinergi DPD dan LPM Kota Denpasar.

“Kami turut mengapresiasi atas semangat gotong royong dan sinergitas berbagai instansi ini sejalan dengan nilai Vasudhaiva Khutumbakam yakni semangat menyama braya. Selain mempererat kebersamaan antar sesama kegiatan ini juga meningkatkan hubungan dengan alam dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” pungkas Arya Wibawa.

Sementara Ketua Panitia Bulan Bhakti Gotong-royong, I Made Sutha Atmaja saat ditemui mengatakan pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ini mengambil tema ‘Melalui Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat Kita Optimalkan Peran LPM Dalam Membangun Kota Denpasar Berlandaskan Semangat Vasudhaiva Khutumbakam’.

Lebih lanjut dikatakannya adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan serangkaian acara ini yakni bersih pantai, penanaman pohon, penyerahan sembako kepada anak yatim piatu dan petugas kebersihan, lomba joged lansia se-Kecamatan Densel, lomba cerdas cermat tingkat SMP dan lomba karaoke se-Kecamatan Densel.

Baca Juga  KKP Gelar Gemarikan, Jaya Negara: Konsumsi Ikan Penting untuk Jaga Imun Tubuh

“Tentu kami berharap pelaksanaan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat dapat menjadi agenda rutin yang menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan, partisipasi aktif, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Denpasar,” ungkap Sutha Atmaja. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca