Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Atas Dasar Kemanusiaan, F-PDIP Bali Dukung Gubernur Koster Tolak Timnas Israel Berlaga di Piala Dunia U-20

BALIILU Tayang

:

pdip
Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, SH didampingi anggota Fraksi saat memberikan keterangan pers pada Minggu, 2 April 2023 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Renon, Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menyampaikan apresiasi dan dengan tegas menyatakan dukungan terhadap sikap Gubernur Bali Wayan Koster yang berani mengambil risiko kehilangan banyak popularitas karena kebijakannya yang mengambil keputusan menolak Timnas Israel untuk berlaga dalam Piala Dunia U-20 dengan alasan atas dasar kemanusiaan.

Dukungan itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, SH saat konferensi pers pada Minggu, 2 April 2023 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Renon, Denpasar. Turut hadir Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali.

Dewa Mahayadnya lanjut menegaskan, Fraksi PDIP menilai sikap dan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster untuk melindungi masyarakat Bali itu sudah dengan pertimbangan matang meski kurang populer. ‘‘Fraksi berpandangan bahwa kebijakan Gubernur Wayan Koster merupakan ejawantah prinsip menentang kejahatan kemanusiaan Israel terhadap warga Palestina. Untuk fakta ini publik di Indonesia bisa melihat melalui pemberitaan-pemberitaan,‘‘ ujar Mahayadnya.

Sebagai partai yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, kepada publik yang tidak sependapat dengan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster, Fraksi sangat mengapresiasi itu. Kritik itu menjadi vitamin bagi Partai, Fraksi, dan Kader termasuk Gubernur Wayan Koster untuk bekerja lebih baik lagi ke depan.

‘‘Kami sadar bahwa jumpa pers ini akan mudah tergelincir untuk diinterpretasi bahwa Fraksi PDI Perjuangan antikritik. Namun, walau kami tegaskan kritik itu adalah vitamin, bukan berarti dengan otomatis hak kami untuk menjelaskan ke publik menjadi hilang. Jumpa pers ini adalah upaya kami menjelaskan semua itu kepada publik,’’ jelasnya.

Mahayadnya juga menyatakan bahwa Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi pilihan sikap Gubernur Bali Wayan Koster yang berani mengambil risiko kehilangan banyak popularitas karena kebijakannya. Sikap ini sesungguhnya mengimitasi, mengidentifikasi  prinsip Soekarno yang rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk menyelamatkan keselamatan banyak pihak.

Baca Juga  Gubernur Koster Tuntaskan Konflik Pertanahan 93 Tahun di Banjar Mumbul Badung

‘‘Untuk itu kami Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali menyatakan dukungan atas keputusan yang telah diambil oleh Bapak Gubernur Bali Wayan Koster. Kita semua cinta bola, kita berkomitmen memajukan persepakbolaan di Bali, atas keputusan yang beliau ambil semata-mata karena alasan kemanusiaan dan menjaga stabilitas pariwisata dan ekonomi Bali yang baru saja pulih dari akibat pandemi Covid-19,‘‘ ujarnya.

Mahayadnya menjelaskan, dua hal yang menjadi pertimbangan awal Gubernur Wayan Koster mengambil keputusan menolak Timnas Israel untuk berlaga di dalam Piala Dunia U-20 yakni politik luar negeri Indonesia yang tercantum dalam Permen Luar Negeri Nomor 3 Tahun 2019 tentang Panduan Umum Hubungan Luar Negeri oleh Pemerintah Daerah. Pada poin nomor 150 dan 151 yang isinya tentang Hubungan Republik Indonesia dengan Israel.

‘‘Kami berterimakasih kepada masyarakat yang mendukung keputusan beliau dan juga mengapresiasi bagi mereka yang tidak mendukung keputusan beliau ini. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali berdiri tegak lurus dengan apa yang sudah menjadi garis partai dan keputusan Bapak Gubernur Bali,‘‘ tegasnya.

pdip bali
Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali foto bersama usai jumpa pers. (Foto: gs)

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP Bali I Ketut Suryadi mengamini keputusan Gubernur Bali ini melahirkan pro kontra, itu biasa. Seperti kalimat Bung Karno bahwa sikap hari ini konsekuensinya tidak harus dinikmati hari ini tetapi biarlah sejarah yang memberikan bukti nyata. Yang jelas kebijakan Pak Gubernur kita bela penuh tentu untuk masyarakat Bali secara luas.

Soal mengganggu elektoral, Suryadi menegaskan naik turun elektoral biasa. PDI Perjuangan dengan segenap petugas partai akan terus melakukan aksi kerakyatan untuk meningkatkan elektoral.

Lanjut Anggota Fraksi PDIP Bali I Made Supartha menegaskan kita (Fraksi PDI Perjuangan Bali) bukan sekedar pasang badan. Tetapi pasang badan ini sangat terkait dengan satu keputusan yang sangat prinsipil. Karena dalam aspek ideologi sudah jelas dalam Pembukaan UUD 45, alinea kesatu, Permenlu No. 3 Tahun 2019 sudah jelas melarang kalau sampai ini kita tidak pertimbangkan secara terukur maka ini dampaknya sangat bahaya.

Baca Juga  Gubernur Koster: Bale Kertha Adhyaksa Dukung Revitalisasi Kearifan Lokal Bali

‘‘Oleh arena itu saya melihat keputusan Bapak Gubernur luar biasa dan saya menganggap beliau ini pahlawan kalau dikaji secara objektif dan terukur pertimbangan-pertimbangan yang menolak kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20.  Kami melihat Pak Gubernur pahlawan dalam aspek mengamankan segala kepentingan baik ideologi, sejarah, kemanusiaan bahkan masalah keamanan secara terukur dan objektif,‘‘ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bunda PAUD Badung Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Shanti Kumara III Sempidi

Published

on

By

bunda paud badung
PENTAS SENI: Bunda PAUD Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri kegiatan Pentas Seni serta pelepasan dan kenaikan tingkat siswa TK Shanti Kumara III Sempidi di Wantilan Desa Adat Sempidi, Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Pentas Seni serta Pelepasan dan Kenaikan Tingkat siswa TK Shanti Kumara III Sempidi yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Sempidi, Sabtu (6/6).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat Desa Adat Sempidi.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas penampilan para siswa yang mampu menunjukkan berbagai kreativitas seni dengan penuh percaya diri. Menurutnya, perkembangan anak-anak yang awalnya masih membutuhkan pendampingan orang tua saat berada di sekolah hingga akhirnya mampu tampil di atas panggung merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.

“Keberadaan anak-anak disini tentu membuat orang tua, guru, dan seluruh hadirin merasa bangga. Hari ini mereka mampu menunjukkan kreativitasnya dengan baik. Dari yang sebelumnya masih harus ditunggui orang tuanya di sekolah, kini mereka tampil percaya diri di atas panggung. Ini merupakan perubahan luar biasa yang tidak terlepas dari keuletan, dedikasi, dan kesabaran para guru dalam mendidik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Badung menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Menurutnya, tujuan utama PAUD adalah membentuk kemampuan anak untuk bersosialisasi, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengenal lingkungan sekolah sejak dini.

“Jika anak-anak sudah mampu membaca dan berhitung, itu merupakan nilai tambah. Tadi saya melihat ada yang mampu membaca doa, matembang, bahkan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Ini merupakan capaian yang sangat baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan pada masa mendatang,” imbuh Rasniathi.

Baca Juga  Puji Kebaikan Hati Wayan Koster, Pasha Ungu: Terima Kasih atas Kemurahan Hati dan Penerimaannya Bapak Gubernur

Sementara itu, Kepala TK Shanti Kumara III Sempidi, Desak Putu Mariati, melaporkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi penting dalam pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu, pihak sekolah berkomitmen menerapkan pendekatan PAUD Holistik Integratif (HI) yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan esensial anak secara menyeluruh.

Menurutnya, program tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, pengasuhan, serta perlindungan anak yang telah diterapkan secara berkelanjutan selama setahun terakhir.

“Salah satu fokus utama PAUD Holistik Integratif di TK Shanti Kumara III adalah pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi gizi serta edukasi pola hidup sehat sejak usia dini. Kami berharap melalui sinergi yang kuat dengan program Bunda PAUD, anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, ceria, dan bebas dari stunting,” harapnya.

Melalui kegiatan pentas seni dan pelepasan siswa ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta rasa percaya diri, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini yang berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung dan TP. PKK Gelar Sosialisasi Gerakan Peduli Residu dan Anti Narkoba di SMPN 1 Mengwi

Published

on

By

badung peduli
SOSIALISASI: Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat sosialisasi Gerakan Badung Peduli Residu dan Anti Narkoba. Kegiatan yang menyasar generasi muda ini berlangsung di SMP Negeri 1 Mengwi, Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Badung menggelar sosialisasi Gerakan Badung Peduli Residu dan Anti Narkoba. Kegiatan yang menyasar generasi muda ini berlangsung di SMP Negeri 1 Mengwi, Sabtu (6/6).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua TP. PKK sekaligus Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Hadir pula Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Camat Mengwi, narasumber dari BNNK Badung, Kepala Sekolah SMPN 1 Mengwi, Ketua TP. PKK Kecamatan Mengwi dan Abiansemal, tim Gerakan Badung Peduli, serta perwakilan Bumbi (produsen popok dan pembalut ramah lingkungan).

Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi dari SMP Negeri 1 Mengwi dan SMP Negeri 1 Abiansemal. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan serta memperkuat ketahanan remaja dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi menekankan pentingnya pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sejak dini bagi para pelajar selaku generasi penerus bangsa.

“Anak-anakku sekalian, kalian adalah aset paling berharga bagi Kabupaten Badung dan masa depan Bali. Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk mendengarkan materi, tetapi untuk memahami dua hal penting yang sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup kita semua: bagaimana kita merawat bumi tempat kita berpijak, dan bagaimana kita merawat diri sendiri agar tetap sehat, kuat, dan jauh dari segala bahaya,” ujarnya.

Terkait isu lingkungan, Nyonya Rasniathi menjelaskan bahwa sampah residu tidak dapat didaur ulang maupun dikomposkan, sehingga penanganannya memerlukan kedisiplinan tinggi. Ia mengajak siswa aktif memilah sampah dari rumah dan sekolah, mengurangi produk sekali pakai, serta mendukung produk ramah lingkungan.

Baca Juga  Pasikian Yowana Desa Adat dan Seniman Berterima Kasih kepada Gubernur Koster telah Dukung ''Nyomya Ogoh-Ogoh'' di ''Wewidangan'' Banjar

“Kita ingin Badung tetap bersih, asri, dan bebas dari tumpukan sampah. Mulailah dari langkah kecil, buang sampah pada tempatnya, kenali jenis sampah, dan dukung produk lokal yang ramah lingkungan seperti Bumbi, yang turut hadir hari ini untuk mendukung gerakan ini dengan produk-produk yang lebih bertanggung jawab terhadap alam,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan dari Bumbi turut memberikan edukasi mengenai pengurangan limbah popok dan pembalut sekali pakai, yang selama ini menjadi kontributor besar sampah residu rumah tangga.

Selain kelestarian alam, fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sebagai Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi memberikan pesan yang tegas dan penuh kasih sayang kepada seluruh peserta yang hadir.

“Narkoba adalah musuh utama masa depan kalian. Zat ini tidak hanya merusak fisik dan akal sehat, tetapi juga menghancurkan cita-cita, keluarga, dan masa depan yang sudah kalian rencanakan. Jangan pernah sekalipun mencoba, tergoda, atau terbuai oleh tawaran yang tidak jelas asal-usulnya. Katakan ‘TIDAK’ pada narkoba, dan jadilah pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berguna bagi nusa serta bangsa,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tutup PKB Badung, Bupati Adi Arnawa Lepas 26 Duta Seni ke Provinsi

Published

on

By

pkb badung
TUTUP PKB BADUNG: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat hadir menutup PKB Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (7/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (7/6). Penutupan agenda tahunan ini dirangkaikan dengan pelepasan 26 duta seni yang akan mewakili Kabupaten Badung ke tingkat Provinsi Bali.

Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan seni budaya Bali sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pelestarian adat dan penguatan sektor penunjang lainnya.

“Budaya tidak hanya menjadi identitas masyarakat Bali, tetapi juga merupakan kekuatan yang selama ini menopang sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Budaya adalah kekuatan dan identitas utama Bali yang harus terus kita jaga, rawat, dan wariskan kepada generasi muda. Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa ajang seni harus menjadi ruang pembinaan dan regenerasi agar nilai tradisi tetap relevan dengan zaman. Pemkab Badung juga terus memprioritaskan pembangunan fasilitas publik, penanganan stunting, hingga peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan. Ditekankan juga pentingnya sinergi dan gotong royong semua pihak demi mewujudkan kemajuan Badung yang berkelanjutan.

“Selain sektor kebudayaan, Pemkab Badung saat ini terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih hingga pembangunan fasilitas publik. Infrastruktur yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan serta meningkatkan daya saing daerah. Kami ingin kemajuan Badung tidak hanya tercermin dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya serta kemampuan menjaga dan melestarikan budaya sebagai identitas daerah. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,” kata Adi Arnawa.

Baca Juga  Gubernur Koster Luncurkan Domain bali.id, Tonggak Baru Identitas Digital Bali

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana melaporkan, PKB Badung digelar sebagai upaya melestarikan seni budaya sekaligus mendukung pariwisata berkualitas berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kegiatan ini juga diisi berbagai lomba, mulai dari busana endek, pembuatan gebogan buah lokal, hingga anyaman janur.

Adapun 26 duta seni yang dilepas akan tampil pada kategori Utsawa (parade), Wimbakara (lomba), dan Reksadana (pagelaran) di tingkat provinsi, termasuk Gong Kebyar, Baleganjur, Gender Wayang, hingga Drama Gong. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Kepala OPD Kab. Badung, Ketua TP. PKK Kab. Badung, Ketua GOW Badung, Ketua DWP Badung dan seluruh peserta PKB. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca