Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali Bebas Sampah Bukan Utopia Jika Pemerintah dan Masyarakat Bersinergi

BALIILU Tayang

:

sampah di bali
KEYNOTE SPEAKER: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat menjadi keynote speaker dalam diskusi publik bertajuk "Bali Bebas Masalah Sampah: Realitas atau Utopis?" yang diselenggarakan Pengda JMSI Provinsi Bali di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Selasa (25/2/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa upaya menjadikan Bali bebas sampah dapat terwujud jika pemerintah dan masyarakat memiliki visi yang sama dalam menangani persoalan sampah. Hal ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam diskusi publik bertajuk “Bali Bebas Masalah Sampah: Realitas atau Utopis?” yang diselenggarakan Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Selasa (25/2/2025).

Dalam paparannya, Ny. Putri Koster menekankan pentingnya tindakan nyata untuk menangani sampah agar tidak sekadar menjadi wacana. “Kita ingin Bali bebas sampah, apa ini realistis atau utopis? Tergantung kita, kolaborasi masyarakat dan pemerintah untuk menemukan satu pola dan ketika kita wujudkan hal tersebut maka akan realistis. Jika hanya di angan-angan tanpa action maka utopis jawabannya,” ujarnya.

Menurutnya, para pemangku kepentingan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga LSM perlu duduk bersama untuk menyamakan persepsi dalam menangani sampah. “Dalam diskusi ini mestinya harus dalam satu frekuensi, dalam satu kesadaran dapat mewujudkan masalah sampah yang kecil tampaknya namun besar dampaknya bagi Bali,” katanya.

Ia juga menyoroti pola penanganan sampah yang selama ini hanya mengandalkan pemindahan sampah dari rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, kebiasaan ini tidak lagi relevan karena justru menimbulkan ketergantungan terhadap truk pengangkut sampah dan memperburuk kondisi di TPA.

“Ini menurut saya tidak baik karena ini bom waktu jika dibuang ke satu lokasi TPA Suwung. Asalnya sampah itu dari masyarakat yang ada di desa, rumah tangga, sekolah, pasar, tempat suci dan lainnya. Ruang lingkupnya di desa dan sudah seharusnya diselesaikan di desa,” tegasnya.

Baca Juga  Ny Putri Koster Ajak Pelindo Sinergi Wujudkan Bali Bersih Sampah

Ia mengajak masyarakat untuk mulai menangani sampah organik di rumah masing-masing. “Sampah dapur, lalu daun kering, sisa canang yang sudah tidak digunakan bisa dilakukan pengolahan sendiri di rumahmu. Baru jika ada residu plastik kita olah lebih lanjut ke TPA atau TPS3R,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Bali, kata Ny. Putri Koster, telah mengambil langkah nyata dalam menangani sampah melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018, yang bertujuan mengurangi dampak negatif sampah plastik dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaannya. “Sampah adalah hal yang urgen harus diatasi dengan baik. Malu dengan leluhur kita. Masa kita sekarang yang terdidik, lulusan dari perguruan tinggi tidak bisa menemukan solusi. Titiang tidak mau ada Desa Suwung berikutnya. Kita selesaikan masalah sampah di rumah, di desa kita sendiri. Bahkan titiang buat jargon ‘Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain’,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menerapkan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. “Mari satukan frekuensi pikiran (untuk melaksanakan, red) Pergub 97 Tahun 2018 dan peraturan turunannya. Semangat dan guyub, jangan cari kambing hitam, karena semuanya bisa punya peran. Kepala Desa yang bisa menangani sampah kita berikan apresiasi agar jadi contoh bagi desa lain. Bersih Bhuana Alit, bersih Bhuana Agung,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina JMSI, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menyoroti posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia yang tidak bisa lepas dari permasalahan sampah. “Best destination island, island of love, island of paradise dan nama lainnya, namun tak bisa dipungkiri sampah masih jadi masalah urgen untuk diatasi,” ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 itu menekankan bahwa permasalahan sampah bukan hanya terkait kebersihan, tetapi juga berdampak pada sosial dan ekonomi. “Lingkungan kotor juga menimbulkan masalah kesehatan. Saat pandemi Covid kita sangat konsen pada kesehatan namun sayang sekarang agak terlupakan,” katanya.

Baca Juga  Tangkal Penipuan Online terhadap Perempuan, Bank Indonesia Gandeng TP PKK dan Dekranasda Bali

Ia menyebutkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali sebagian besar berasal dari sektor pariwisata, yang secara langsung maupun tidak langsung terpengaruh oleh kebersihan lingkungan. “Menariknya kita promosikan wisata Bali namun di sisi lain volume sampah semakin meningkat dari hari ke hari. Solusi terus kita rumuskan, sampah kita upayakan untuk diatasi namun belum maksimal. Astungkara ada Pungutan Wisatawan Asing sehingga pemerintah provinsi untuk di masa depan bisa lebih bergerak dengan baik,” tuturnya.

Sebagai langkah konkret, ia menekankan pentingnya sosialisasi dan implementasi regulasi terkait pengurangan sampah plastik sekali pakai. “Pengalaman ngayah saya sebagai wakil gubernur, ada rumusan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Lalu juga telah dikeluarkan edaran pembatasan kemasan plastik sekali pakai. Bagus sekali dan banyak pujian dari kalangan pariwisata bahwa pemerintah daerah berinisiatif mengatasi masalah sampah ini,” jelasnya.

Menurutnya, solusi utama dalam mengatasi sampah adalah implementasi aturan yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari. “Bagaimana mengatasi sampah dari hulu, semua aturan sudah ada tinggal bagaimana kita mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Diskusi publik ini digelar sebagai rangkaian peringatan HUT ke-5 JMSI yang jatuh pada 8 Februari serta Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali I Made Rentin, Wakil Dekan I Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana I Gede Hendrawan, serta Ketua Yayasan Bumi Kita I Wayan Askara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polri Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kolaborasi dengan Basarnas dan Unsur Gabungan

Published

on

By

Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat konferensi pers, Selasa (8/9) di Jakarta. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri bersama Basarnas dan unsur terkait memaksimalkan upaya pencarian sejumlah jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri berkomitmen mendukung penuh proses pencarian dengan mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki, sekaligus memperkuat kolaborasi bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait di lapangan.

“Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus memaksimalkan pencarian terhadap rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan. Kolaborasi dan sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam upaya pencarian ini, dengan tetap memperhatikan kondisi serta keselamatan personel di lapangan,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Upaya pencarian dilakukan setelah speedboat yang membawa awak media bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir dengan rombongan diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polri melalui Ditpolair Polda Banten berkolaborasi dengan Basarnas dan unsur gabungan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir keberadaan speedboat. Tim juga mengerahkan kapal Basarnas, RIB 02 Banten, serta berbagai peralatan pencarian dan pertolongan.

Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Banten AKBP Lis Handayana menjelaskan, pencarian melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, Ditpolair Polda Banten, Mabes Polri, serta pihak terkait lainnya.

“Dengan kapal Basarnas bersama unsur gabungan dari Direktorat Polair Polda Banten dan Mabes melaksanakan kegiatan pencarian sampai dengan pukul 22.31 WIB. Untuk sementara waktu pencarian diberhentikan dan besok hari akan kami lanjutkan kembali,” ujar Lis.

Baca Juga  Pasar Rakyat PKK Bali Sediakan Stan Gratis bagi 138 UMKM, Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

Lis menegaskan, situasi selama proses pencarian berlangsung aman dan terkendali. Tim gabungan akan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Rabu (9/9/2026).

“Untuk sementara situasi aman terkendali. Semoga korban cepat ketemu,” katanya.

Berdasarkan informasi awal Basarnas, terdapat delapan orang di dalam speedboat tersebut. Beberapa di antaranya diketahui merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, dan Daus dari Anadolu, sementara identitas lainnya masih dalam proses pendataan.

Johnny menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur terkait untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal hingga seluruh awak yang hilang kontak dapat ditemukan.

“Polri akan terus berkolaborasi dan memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian ini. Kami berharap seluruh awak media dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DPR Prihatin atas Hilangnya Lima Jurnalis di Selat Sunda, Dukung Basarnas Lakukan Pencarian

Published

on

By

DPR RI Pantau Pencarian Lima Jurnalis
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat ditemui di Abdul Muis, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR RI terus memantau upaya instansi terkait dalam mencari keberadaan sejumlah jurnalis yang hingga kini belum diketahui. DPR juga mendorong agar upaya pencarian dilakukan secara maksimal sehingga segera diperoleh kejelasan.

“Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui,” kata Dasco saat ditemui di Abdul Muis, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dasco memastikan, DPR terus memberikan perhatian terhadap proses yang dilakukan instansi terkait untuk mengetahui keberadaan para jurnalis tersebut. Pemantauan dilakukan agar berbagai upaya yang ditempuh dapat berjalan secara optimal.

Dasco menyampaikan, kejelasan mengenai keberadaan para jurnalis tersebut perlu segera diketahui. Karena itu, ia berharap seluruh langkah yang diperlukan dapat terus dilakukan hingga memberikan titik terang.

Di sisi lain, Dasco menyatakan keprihatinannya terhadap para jurnalis yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Ia berharap proses pencarian dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan informasi yang memberikan kepastian.

“Kami menyatakan prihatin terhadap teman-teman jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Dasco juga mengajak semua pihak untuk mendoakan agar upaya pencarian yang dilakukan instansi terkait dapat membuahkan hasil terbaik. Ia berharap proses tersebut dapat berjalan lancar dan segera memberikan kejelasan.

“Kita doakan semoga upaya yang terbaik juga bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” tutur Dasco.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa juga menekankan bahwa aspek keselamatan perlu menjadi perhatian utama bagi jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi dan potensi risiko di lokasi peliputan penting untuk memastikan tugas jurnalistik dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Baca Juga  TPA Suwung Segera Direvitalisasi, Pj. Gubernur Bali Dorong Pemilahan Sampah Sebelum Masuk ke TPA

Ia juga mengingatkan agar jurnalis yang bertugas di wilayah bencana mempersiapkan berbagai kebutuhan keselamatan sebelum melakukan peliputan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi di wilayah bencana dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan risiko bagi siapa pun yang berada di lokasi.

“Apalagi daerah-daerah yang terkena bencananya itu menimbulkan risiko, bagi tidak hanya masyarakat, tapi juga bagi para peliput,” ujar Saan.

Karena itu, Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga mendorong Basarnas dan pihak terkait lainnya untuk terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis tersebut. Ia menegaskan upaya pencarian perlu dilakukan secara sungguh-sungguh dan maksimal guna memastikan keberadaan mereka.

“DPR akan mendorong kepada seluruh pihak, terutama pihak-pihak terkait dalam hal ini Basarnas maupun yang lain, untuk secara sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk mencari keberadaan kelima jurnalis tersebut. Karena penting, kita untuk tahu tentang kepastian keberadaan mereka itu, kan gitu,” ungkap Saan.

Saan menilai kepastian keberadaan kelima jurnalis tersebut tidak hanya penting bagi mereka yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Karena itu, DPR akan terus mendorong seluruh pihak terkait agar mengoptimalkan proses pencarian hingga keberadaan mereka dapat segera diketahui.

“Kita ingin bahwa mereka segera untuk bisa ditemukan keberadaannya ada di mana, karena ini menyangkut bukan hanya yang bersangkutan, tapi juga keluarga dan juga kita semua. Jadi sekali lagi, DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka,” tuturnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Tim SAR gabungan menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan keberadaan kelima jurnalis tersebut. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Terima Audiensi Komunitas "Malu Dong"

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Profesionalisme Prajurit, Pangdam IX/Udayana Tutup Pendidikan Tamtama

Published

on

By

IX/Udayana Tutup Pendidikan Tamtama
TUTUP PENDIDIKAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto tutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu (9/9/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Setelah melewati rangkaian pendidikan dan tempaan yang menguji mental, fisik, pengetahuan serta keterampilan keprajuritan, para Tamtama Siswa Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi menyelesaikan pendidikan. Mereka kini dihadapkan pada perjalanan baru sebagai prajurit TNI Angkatan Darat yang siap mengemban tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Hal tersebut ditandai dengan Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu (9/9/2026).

Dalam amanatnya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh Tamtama Siswa yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi awal dari perjalanan panjang dalam melaksanakan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.

“Keberhasilan ini tidak diperoleh dengan mudah. Selama mengikuti pendidikan, para siswa telah menghadapi berbagai tantangan dan tempaan, baik dalam pembentukan sikap dan mental, peningkatan kemampuan jasmani, penguasaan pengetahuan militer maupun kemampuan dasar keprajuritan,” ujar Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam menegaskan, seluruh proses pendidikan tersebut pada hakikatnya merupakan bagian penting dalam membentuk sekaligus mengubah karakter dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD yang memiliki disiplin, loyalitas, jiwa korsa, keberanian, tanggung jawab dan profesionalisme.

Menurutnya, kelulusan pendidikan bukanlah akhir dari proses pembentukan seorang prajurit, melainkan awal dari tuntutan pengabdian yang sesungguhnya. Mulai saat ini, pangkat dan seragam yang dikenakan para prajurit muda bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Tangkal Penipuan Online terhadap Perempuan, Bank Indonesia Gandeng TP PKK dan Dekranasda Bali

“Selalu pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan dalam setiap sikap, tindakan dan pengabdian. Pertahankan dan tingkatkan disiplin, terus asah profesionalisme serta kemampuan keprajuritan, junjung tinggi loyalitas dan kehormatan prajurit, serta jadilah prajurit yang senantiasa dekat dengan rakyat,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Lebih lanjut, Pangdam berpesan kepada para prajurit muda untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, satuan dan kehormatan keluarga. Namun, yang paling utama adalah menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

“Jadilah prajurit yang tangguh dalam menghadapi tantangan, teguh dalam memegang prinsip, profesional dalam melaksanakan tugas dan selalu hadir untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” pesan Pangdam.

Selama kurang lebih dua bulan mengikuti pendidikan, para siswa mendapatkan penilaian melalui Tri Pola Dasar Pendidikan yang meliputi berbagai aspek pembentukan keprajuritan. Berdasarkan hasil penilaian lembaga pendidikan, predikat terbaik pada Tri Pola Dasar Pendidikan, Sikap dan perilaku serta pengetahuan dan keterampilan diraih oleh Prajurit Dua Imanuel Hawu Rohi Lay sedangkan predikat terbaik pada Aspek Jasmani diraih oleh Prajurit Dua Komang Suryanata.

Momentum penutupan pendidikan semakin semarak dengan atraksi beladiri militer, keterampilan Sparko dan halang rintang yang diperagakan para prajurit muda. Atraksi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara penutupan, tetapi juga menggambarkan hasil tempaan pendidikan sekaligus kesiapan dasar para prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di satuan masing-masing.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa berakhirnya pendidikan bukan berarti berakhirnya proses pembentukan prajurit, melainkan menjadi awal dari pelaksanaan tugas dan pengabdian di satuan masing-masing.

“Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk prajurit yang disiplin, profesional dan berkarakter. Kami berharap para prajurit muda mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh, serta senantiasa menjaga kehormatan TNI AD dan hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Baca Juga  Ny Putri Koster Ajak Pelindo Sinergi Wujudkan Bali Bersih Sampah

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, para Dan/Kabalak satuan jajaran Kodam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Buleleng dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana, serta para orang tua prajurit yang turut menyaksikan momentum bersejarah bagi putra-putra mereka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca