Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali Jagadhita 2024 Hasilkan Rp 527 Juta Transaksi UMKM

Juga Hasilkan 13 ‘’Project Ready to Offer’’, dan Kesepakatan Promosi Desa Wisata Melalui ‘’Travel Agent’’

Loading

BALIILU Tayang

:

transaksi bali jagadhita
Berbagai aktivitas saat berlangsungnya Bali Jagadhita V Tahun 2024 pada 10-14 Juni 2024. (Foto Kolase: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bali Jagadhita V Tahun 2024, yang merupakan ajang promosi terintegrasi yang mencakup perdagangan, pariwisata dan investasi, telah resmi ditutup dan sukses mencapai tujuannya dalam mendorong pemberdayaan UMKM, investasi berkelanjutan, dan pariwisata berkualitas sejalan dengan tema “Guna Gina Wisata Bali Hita”.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 10-14 Juni 2024 ini, mencatat total transaksi penjualan UMKM lebih dari 527 juta rupiah. Selain itu, 33 investor menunjukkan ketertarikan serius dengan melakukan one on one meeting untuk membahas 13 proyek yang ditawarkan, serta terbentuknya komitmen antara tiga desa wisata dan Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA) untuk mengangkat potensi pariwisata desa dan memperkenalkan keunikan budaya Bali kepada wisatawan domestik dan internasional.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali G.A. Diah Utari melalui siaran pers, Selasa (18/6/2024) menyampaikan bahwa kehadiran pejabat pusat dan daerah pada pembukaan Bali Jagadhita, seperti Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P. Joewono, dan Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya merupakan bukti kuatnya sinergi antarpemangku kepentingan. Selain itu, turut hadir Duta Besar Polandia Beata Stoczyńska dan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Marthini, menegaskan tingginya perhatian internasional terhadap potensi Bali dan Nusa Tenggara.

Sejalan dengan itu, penyelenggaraan Investment Talk bertema Promoting Investment for Sustainable Economic Growth juga menyoroti keunggulan Bali dalam menarik investasi, termasuk kualitas SDM yang kompetitif dan infrastruktur yang memadai. ‘’Pada event promosi investasi dilakukan pertemuan (one on one meeting) antara calon investor dengan pemilik proyek berkualitas dan lahan potensial di Bali dan Nusa Tenggara yang telah lolos kurasi dan siap ditawarkan kepada investor (ready to offer),’’ ujar Diah Utari.

Baca Juga  BI Bali Optimis Penjualan Ritel di Awal 2025

Diah Utari mengungkapkan, investor menunjukkan minat besar pada proyek di bidang kesehatan, energi, kawasan industri, dan transportasi. Investor juga berkesempatan mengunjungi (site visit) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, yang dipuji sebagai terobosan dalam pengembangan pusat layanan kesehatan dan pariwisata terpadu berstandar internasional pertama di Indonesia.

Dikatakan, KEK Kesehatan Sanur diprediksi bisa menarik dua juta penduduk Indonesia yang biasa berobat ke luar negeri, dan dapat menghemat devisa negara sekitar 9 triliun rupiah. Sementara itu, promosi perdagangan yang dibuka pada 11 Juni 2024 di Living World Mall Denpasar melibatkan 54 UMKM binaan dari Bali, 5 dari Nusa Tenggara Barat, dan 5 dari Nusa Tenggara Timur yang berasal dari berbagai sektor yaitu makanan dan minuman, kriya, fhasion, dan kopi.

Disamping itu, pada kesempatan ini juga dilakukan kegiatan pasar murah bahan pangan penyumbang inflasi bekerjasama dengan Paiketan Perumda Pangan Bali. Selama pameran berlangsung, UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 527 juta rupiah yang terdiri dari 166 juta rupiah transaksi offline dan 361 juta rupiah transaksi online. ‘‘Selama event ini, Bank Indonesia juga menggandeng instansi dan lembaga terkait untuk membuka layanan publik,‘‘ ujar Diah Utari.

Beberapa layanan publik yang disediakan antara lain pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) oleh Pemerintah Provinsi Bali; layanan administrasi hukum umum, kekayaan intelektual, dan imigrasi oleh Kemenkum HAM; layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh OJK; pameran promosi penerbangan oleh Garuda Indonesia; pameran produk perbankan; serta edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah dan QRIS oleh Bank Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan, Diah Utari menyebut dilakukan pula business matching perbankan, talk show dan workshop; serta fashion show UMKM binaan dan mitra yang melibatkan desainer lokal dan nasional. Talk show mengangkat topik Potensi Produk UMKM dalam Menembus Pasar Ritel Modern dan Ritel Oleh-Oleh. Disamping itu, juga dilaksanakan workshop fashion dengan tema How to Prepare Runway Collection oleh desainer nasional.

Baca Juga  Sisihkan 8 Kabupaten, Lomba Masak Serba Ikan TP PKK Duta Denpasar Sabet Juara I

Untuk promosi pariwisata, Bank Indonesia berkolaborasi dengan ASITA Bali dalam penyelenggaraan Bali Beyond Travel Fair (BBTF) ke-10 yang berlangsung 12-14 Juni 2024 sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi Bali pasca-pandemi Covid-19. Dalam kegiatan yang mengangkat tema Exploring & Experiencing Sense of Indonesia’a Beauty, Bank Indonesia mempromosikan enam desa wisata binaan yaitu Taro, Penglipuran, Pemuteran, Sudaji, Tampaksiring, dan Duda. Promosi ini diharapkan dapat meningkatkan exposure desa wisata ke pelaku industri pariwisata internasional yang hadir dalam BBTF ke-10, yakni 370 buyer dari 45 negara dan 282 seller dari 8 negara.

Diah Utari menegaskan, desa wisata binaan Bank Indonesia yang terlibat pada kegiatan tersebut telah melakukan business matching dengan 40 travel agent, baik lokal maupun internasional. Fasilitasi promosi desa wisata ini merupakan salah satu bentuk upaya Bank Indonesia dalam mendukung penerapan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

‘’Selain itu, Bank Indonesia juga memfasilitasi kerja sama tiga desa wisata dengan ASITA Bali melalui penandatanganan nota kesepahaman promosi desa wisata yang diharapkan dapat menambah eksposur desa wisata melalui travel agent,’’ ujar Diah Utari.

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Bali Jagadhita V Tahun 2024, diselenggarakan juga berbagai perlombaan antara lain Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) Provinsi Bali yang dihadiri oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Nasional, Ny. Sri Suswati Tito Karnavian dan Ketua Tim Penggerak PKK Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya. Kegiatan LMSI ini merupakan wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, serta Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dalam menciptakan kreasi menu berbahan ikan lokal, meningkatkan akselerasi konsumsi ikan, mengedukasi masyarakat tentang manfaat ikan bagi kesehatan serta mensosialisasikan gerakan gemar makan ikan dalam rangka pencegahan stunting.

Baca Juga  Kpw BI Bali Erwin Soeriadimadja: Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Bali Berkelanjutan dengan Perkuat ‘‘Quality Tourism‘‘, Pertanian dan Digitalisasi

Sebagai penutup rangkaian Bali Jagadhita V Tahun 2024, diselenggarakan pagelaran fashion show produk UMKM binaan oleh desainer lokal maupun nasional. Lebih lanjut, Diah Utari mengatakan bahwa penyelenggaraan Bali Jagadhita di tahun depan diharapkan semakin banyak proyek dan aset potensial yang ditawarkan, UMKM dan desa wisata yang turut berpartisipasi dalam mendukung kebangkitan desa untuk pariwisata berkualitas. Penyelenggaraan Bali Jagadhita yang meliputi promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara yang semakin berkelanjutan dan inklusif, serta dapat meningkatkan daya saing daerah untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan bahagia, sesuai dengan makna Bali Jagadhita. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Balinomics Ungkap Tiga Strategi Utama Hadapi Tantangan Ekonomi Bali

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Kpw BI Bali Erwin Soeriadimadja: Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Bali Berkelanjutan dengan Perkuat ‘‘Quality Tourism‘‘, Pertanian dan Digitalisasi

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Panen Raya di Bulan Mei Picu Bali Alami Deflasi

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Bali Raih Kinerja Unggul Penyaluran KUR

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca