Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali Jagadhita 2024 Hasilkan Rp 527 Juta Transaksi UMKM

Juga Hasilkan 13 ‘’Project Ready to Offer’’, dan Kesepakatan Promosi Desa Wisata Melalui ‘’Travel Agent’’

Loading

BALIILU Tayang

:

transaksi bali jagadhita
Berbagai aktivitas saat berlangsungnya Bali Jagadhita V Tahun 2024 pada 10-14 Juni 2024. (Foto Kolase: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bali Jagadhita V Tahun 2024, yang merupakan ajang promosi terintegrasi yang mencakup perdagangan, pariwisata dan investasi, telah resmi ditutup dan sukses mencapai tujuannya dalam mendorong pemberdayaan UMKM, investasi berkelanjutan, dan pariwisata berkualitas sejalan dengan tema “Guna Gina Wisata Bali Hita”.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 10-14 Juni 2024 ini, mencatat total transaksi penjualan UMKM lebih dari 527 juta rupiah. Selain itu, 33 investor menunjukkan ketertarikan serius dengan melakukan one on one meeting untuk membahas 13 proyek yang ditawarkan, serta terbentuknya komitmen antara tiga desa wisata dan Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA) untuk mengangkat potensi pariwisata desa dan memperkenalkan keunikan budaya Bali kepada wisatawan domestik dan internasional.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali G.A. Diah Utari melalui siaran pers, Selasa (18/6/2024) menyampaikan bahwa kehadiran pejabat pusat dan daerah pada pembukaan Bali Jagadhita, seperti Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P. Joewono, dan Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya merupakan bukti kuatnya sinergi antarpemangku kepentingan. Selain itu, turut hadir Duta Besar Polandia Beata Stoczyńska dan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Marthini, menegaskan tingginya perhatian internasional terhadap potensi Bali dan Nusa Tenggara.

Sejalan dengan itu, penyelenggaraan Investment Talk bertema Promoting Investment for Sustainable Economic Growth juga menyoroti keunggulan Bali dalam menarik investasi, termasuk kualitas SDM yang kompetitif dan infrastruktur yang memadai. ‘’Pada event promosi investasi dilakukan pertemuan (one on one meeting) antara calon investor dengan pemilik proyek berkualitas dan lahan potensial di Bali dan Nusa Tenggara yang telah lolos kurasi dan siap ditawarkan kepada investor (ready to offer),’’ ujar Diah Utari.

Baca Juga  Survei Triwulan V 2024, Harga Properti Residensial di Bali Meningkat

Diah Utari mengungkapkan, investor menunjukkan minat besar pada proyek di bidang kesehatan, energi, kawasan industri, dan transportasi. Investor juga berkesempatan mengunjungi (site visit) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, yang dipuji sebagai terobosan dalam pengembangan pusat layanan kesehatan dan pariwisata terpadu berstandar internasional pertama di Indonesia.

Dikatakan, KEK Kesehatan Sanur diprediksi bisa menarik dua juta penduduk Indonesia yang biasa berobat ke luar negeri, dan dapat menghemat devisa negara sekitar 9 triliun rupiah. Sementara itu, promosi perdagangan yang dibuka pada 11 Juni 2024 di Living World Mall Denpasar melibatkan 54 UMKM binaan dari Bali, 5 dari Nusa Tenggara Barat, dan 5 dari Nusa Tenggara Timur yang berasal dari berbagai sektor yaitu makanan dan minuman, kriya, fhasion, dan kopi.

Disamping itu, pada kesempatan ini juga dilakukan kegiatan pasar murah bahan pangan penyumbang inflasi bekerjasama dengan Paiketan Perumda Pangan Bali. Selama pameran berlangsung, UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 527 juta rupiah yang terdiri dari 166 juta rupiah transaksi offline dan 361 juta rupiah transaksi online. ‘‘Selama event ini, Bank Indonesia juga menggandeng instansi dan lembaga terkait untuk membuka layanan publik,‘‘ ujar Diah Utari.

Beberapa layanan publik yang disediakan antara lain pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) oleh Pemerintah Provinsi Bali; layanan administrasi hukum umum, kekayaan intelektual, dan imigrasi oleh Kemenkum HAM; layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh OJK; pameran promosi penerbangan oleh Garuda Indonesia; pameran produk perbankan; serta edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah dan QRIS oleh Bank Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan, Diah Utari menyebut dilakukan pula business matching perbankan, talk show dan workshop; serta fashion show UMKM binaan dan mitra yang melibatkan desainer lokal dan nasional. Talk show mengangkat topik Potensi Produk UMKM dalam Menembus Pasar Ritel Modern dan Ritel Oleh-Oleh. Disamping itu, juga dilaksanakan workshop fashion dengan tema How to Prepare Runway Collection oleh desainer nasional.

Baca Juga  Bali Jagadhita: Integrasi Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi untuk Akselerasi Penguatan Ekonomi Kerthi Bali

Untuk promosi pariwisata, Bank Indonesia berkolaborasi dengan ASITA Bali dalam penyelenggaraan Bali Beyond Travel Fair (BBTF) ke-10 yang berlangsung 12-14 Juni 2024 sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi Bali pasca-pandemi Covid-19. Dalam kegiatan yang mengangkat tema Exploring & Experiencing Sense of Indonesia’a Beauty, Bank Indonesia mempromosikan enam desa wisata binaan yaitu Taro, Penglipuran, Pemuteran, Sudaji, Tampaksiring, dan Duda. Promosi ini diharapkan dapat meningkatkan exposure desa wisata ke pelaku industri pariwisata internasional yang hadir dalam BBTF ke-10, yakni 370 buyer dari 45 negara dan 282 seller dari 8 negara.

Diah Utari menegaskan, desa wisata binaan Bank Indonesia yang terlibat pada kegiatan tersebut telah melakukan business matching dengan 40 travel agent, baik lokal maupun internasional. Fasilitasi promosi desa wisata ini merupakan salah satu bentuk upaya Bank Indonesia dalam mendukung penerapan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

‘’Selain itu, Bank Indonesia juga memfasilitasi kerja sama tiga desa wisata dengan ASITA Bali melalui penandatanganan nota kesepahaman promosi desa wisata yang diharapkan dapat menambah eksposur desa wisata melalui travel agent,’’ ujar Diah Utari.

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Bali Jagadhita V Tahun 2024, diselenggarakan juga berbagai perlombaan antara lain Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) Provinsi Bali yang dihadiri oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Nasional, Ny. Sri Suswati Tito Karnavian dan Ketua Tim Penggerak PKK Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya. Kegiatan LMSI ini merupakan wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, serta Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dalam menciptakan kreasi menu berbahan ikan lokal, meningkatkan akselerasi konsumsi ikan, mengedukasi masyarakat tentang manfaat ikan bagi kesehatan serta mensosialisasikan gerakan gemar makan ikan dalam rangka pencegahan stunting.

Baca Juga  Bali Jagadhita 2025, BI Ajak Investor Global Berinvestasi di Bali

Sebagai penutup rangkaian Bali Jagadhita V Tahun 2024, diselenggarakan pagelaran fashion show produk UMKM binaan oleh desainer lokal maupun nasional. Lebih lanjut, Diah Utari mengatakan bahwa penyelenggaraan Bali Jagadhita di tahun depan diharapkan semakin banyak proyek dan aset potensial yang ditawarkan, UMKM dan desa wisata yang turut berpartisipasi dalam mendukung kebangkitan desa untuk pariwisata berkualitas. Penyelenggaraan Bali Jagadhita yang meliputi promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara yang semakin berkelanjutan dan inklusif, serta dapat meningkatkan daya saing daerah untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan bahagia, sesuai dengan makna Bali Jagadhita. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pengurus Sekar Bali Periode 2025-2029 Dikukuhkan, Diawali “Mejaya-jaya”

Published

on

By

sekar bali
MEJAYA-JAYA: Pengurus Forum Semeton Karangasem (Sekar) melaksanakan ritual Mejaya-jaya di Pura Jagatnatha Karangasem sekaligus pengukuhan Forum Sekar Bali Periode 2025–2029, Jumat (5/6). (Foto: bi)

Karangasem, baliilu.com – Pengurus Forum Semeton Karangasem (Sekar) melaksanakan ritual Mejaya-jaya di Pura Jagatnatha Karangasem sekaligus pengukuhan Forum Sekar Bali Periode 2025–2029.

Ketua Umum Pengurus Forum Sekar Dr. I Made Suniastha Amerta di Amlapura, Jumat (5/6) menjelaskan prosesi Mejaya-jaya yang dilaksanakan di Pura Jagatnatha Karangasem mengandung makna yang sangat mendalam. Dalam keyakinan Hindu Bali, setiap amanah bukan hanya dipertanggungjawabkan secara sekala, tetapi juga secara niskala.

Karena itu, kata dia, sebelum melangkah menjalankan tugas organisasi terlebih dahulu memohon tuntunan dan restu agar setiap pikiran, perkataan, dan tindakan yang kita lakukan senantiasa berada pada jalan dharma.

Suniastha Amerta menjelaskan Forum Sekar Bali lahir dari semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Bali. Sejak berdiri pada tahun 2005, organisasi ini dibentuk sebagai media untuk mempererat tali pasemetonan warga Karangasem di manapun berada dan mempertemukan berbagai gagasan, pengalaman, dan pengabdian dari para anggotanya.

Jejak pengabdian para dewan pembina, dewan penasehat, dewan pakar dan pengurus terdahulu merupakan fondasi yang sangat berharga bagi perjalanan organisasi Forum Sekar Bali hingga hari ini.

Memasuki periode 2025–2029, kita menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi, serta berbagai isu keberlanjutan menuntut organisasi untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Oleh karena itu, Forum Sekar Bali hadir sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga warisan nilai-nilai luhur budaya Bali, tetapi juga mampu menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, inovasi, adaptasi, dan pemberdayaan bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk membangun organisasi yang semakin inklusif, profesional, dan berdampak. Organisasi yang mampu mempererat persaudaraan antaranggota, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta berkontribusi dalam pengembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan pelestarian lingkungan berlandaskan filosofi Tri Hita Karana,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Koster Sambut Baik Pembayaran QRIS di TMD

Lebih lanjut dikatakan, pemilihan Karangasem sebagai lokasi Mejaya-jaya ini bukanlah tanpa alasan. Karangasem merupakan tanah leluhur kita, yang kaya akan nilai sejarah, spiritualitas, dan kebudayaan. Dari wilayah inilah kita belajar bahwa kemajuan hanya akan bermakna apabila tetap berpijak pada akar tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal. Rangkaian kegiatan yang kita laksanakan hari ini mencerminkan nilai-nilai tersebut.

“Setelah prosesi Mejaya-jaya, kita melaksanakan megibung di Puri Gede Karangasem. Tradisi megibung mengajarkan kesederhanaan, kebersamaan, kesetaraan, dan solidaritas. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Semua duduk bersama sebagai keluarga besar yang dipersatukan oleh semangat persaudaraan.

“Selanjutnya, kita akan melaksanakan kunjungan budaya (site tour) ke Puri Agung Karangasem sebagai bagian dari upaya mengetahui, memahami dan menghargai warisan sejarah yang telah membentuk identitas masyarakat Karangasem dan Bali hingga saat ini,” ucapnya.

Dikatakan, Forum Sekar bukan sekadar nama, melainkan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam membangun kebersamaan dan pengabdian. Sekar yang terdiri atas lima huruf dimaknai sebagai, yakni:

Solidaritas, yaitu semangat persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan tujuan bersama.

Empati, yaitu kemampuan untuk memahami, merasakan, dan peduli terhadap kebutuhan serta kondisi sesama.

Komitmen, yaitu tekad yang kuat untuk menjalankan tugas, tanggung jawab, dan pengabdian secara konsisten dan berintegritas.

Adaptasi, yaitu kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, perkembangan teknologi, dan dinamika lingkungan.

Responsif, yaitu kepekaan dan kecepatan dalam merespons berbagai persoalan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat.

Nilai-nilai SEKAR memiliki kekuatan yang konstruktif dan inovatif karena memadukan aspek kebersamaan (Solidaritas), kemanusiaan (Empati), integritas (Komitmen), kemampuan menghadapi perubahan (Adaptasi), dan kepekaan bertindak (Responsif).

Dengan solidaritas yang mempersatukan, empati yang menggerakkan, komitmen yang menguatkan, adaptasi yang memajukan, dan responsivitas yang melayani, Forum Sekar Bali hadir untuk berkarya, mengabdi, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Balinomics Ungkap Tiga Strategi Utama Hadapi Tantangan Ekonomi Bali

Sebagaimana bunga Sekar yang mekar dan menyebarkan keharuman ke segala arah, semoga Forum Sekar Bali terus bertumbuh menjadi wadah yang memperkuat persaudaraan, melahirkan pemikiran-pemikiran konstruktif, dan memberikan manfaat yang luas bagi warga Karangasem dan Bali. Karena Sekar: mekar dalam solidaritas, tumbuh dengan empati, teguh dalam komitmen, luwes beradaptasi, dan selalu responsif terhadap kebutuhan zaman.

“Saya percaya bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur atau program kerjanya, melainkan pada kualitas kebersamaan orang-orang yang ada di dalamnya.

Ketika mampu menjaga rasa saling percaya, saling menghormati, dan saling mendukung, maka tidak ada tantangan dan tentangan yang terlalu besar untuk kita hadapi bersama.

“Mari kita jadikan kepengurusan periode ini sebagai momentum untuk memperkuat pasemetonan, memperluas manfaat (outcome) organisasi khususnya bagi masyarakat Karangasem, dan meninggalkan warisan (legacy) pengabdian yang dapat dirasakan oleh generasi berikutnya,” katanya.

Pengukuan Pengurus Forum Sekar periode 2025-2029 dilakukan Dewan Pembina yang sekaligus Manggala Puri Karangasem Anak Agung Bagus Partha Wijaya diselenggarakan di Puri Karangasem.

“Kami harapkan keberadaan Forum Sekar Bali akan mampu mengimplementasikan program-program yang disusun. Termasuk juga menjalin solidaritas membangun Karangasem lebih maju dengan berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Asisten Dua mewakili Bupati Karangasem, Kesbangpol Karangasem, Bappeda Karangasem dan Bandesa Madya MDA Kabupaten Karangasem. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Program Nasional, Pastikan Tata Kelola yang Bersih dan Bebas Korupsi

Published

on

By

pengawasan program nasional
KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberi keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah tegaskan komitmen memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis nasional guna memastikan seluruh kebijakan dapat berjalan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

“Semangatnya kita, kita betul-betul mau berusaha sekeras-kerasnya memerangi budaya korupsi ini,” tegas Menteri Pras.

Lebih lanjut Menteri Pras menuturkan bahwa penguatan pengawasan ini berlaku untuk seluruh program pemerintah yang dijalankan oleh kementerian dan lembaga. Oleh karenanya, pemerintah melalui sejumlah badan pengawasan akan terus mendorong fungsi pengawasan untuk menjalankan tugas secara optimal.

“Sesungguhnya kan seluruh program pasti harus dilakukan pengawasan ya, seperti BPKP ini kan adalah audit internal keuangan pemerintah, seluruh kementerian dan lembaga ya secara rutin ada pengawasan terhadap seluruh proses di kementerian dan lembaga masing-masing,” jelasnya.

Selain pengawasan institusional, Menteri Pras mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Menurutnya, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden secara rutin menerima laporan perkembangan program dari seluruh kementerian dan lembaga guna memastikan target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

“Jadi beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, memang rutin seluruh program, seluruh kementerian dilakukan monitoring, dilakukan evaluasi,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bali Jagadhita: Integrasi Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi untuk Akselerasi Penguatan Ekonomi Kerthi Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kasus OTT Kementerian Imigrasi Coreng Indonesia di Mata Dunia, Harusnya Diisi SDM Berintegritas  

Published

on

By

korupsi imipas
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto; dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menilai kasus korupsi di jajaran Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) telah merusak wajah Indonesia di dunia internasional. Ia pun meminta agar lembaga yang mengurus keimigrasian diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas di bidang tersebut.

Menurut Andreas, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat kembali mengingatkan publik bahwa praktik korupsi di sektor pelayanan publik masih menjadi tantangan serius.

“Kasus ini telah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia karena berkaitan langsung dengan tata kelola investasi, kepercayaan internasional, dan kredibilitas birokrasi negara,” kata Andreas Hugo Pareira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Seperti diketahui, KPK melakukan OTT di kantor Imigrasi Jakarta Barat beberapa hari lalu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin tinggal di Indonesia, dalam hal ini adalah Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) maupun Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Kasus ini turut menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim di mana KPK telah menahan 8 orang. KPK menjerat Silmy dkk dengan pasal pemerasan dan gratifikasi.

Terkait kasus tersebut, Andreas menyatakan dugaan suap dalam pengurusan izin tinggal WNA ini bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum biasa.

“Tentunya kami di DPR sama seperti publik yang berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tuntas,” ujar Legislator dari Dapil NTT itu.

Di luar aspek penegakan hukum pada kasus ini, Andreas pun menilai terdapat pertanyaan yang lebih besar.

Baca Juga  Gubernur Koster Sambut Baik Pembayaran QRIS di TMD

“Bagaimana praktik semacam ini bisa terjadi di sektor yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan lalu lintas orang asing di Indonesia?” ungkap Andreas.

“Maka kita harus memastikan agar kasus ini tidak berhenti sebagai peristiwa hukum semata, melainkan menjadi momentum evaluasi sistemik terhadap tata kelola keimigrasian nasional,” imbuhnya.

Andreas mengingatkan, pelayanan keimigrasian merupakan salah satu sektor strategis yang berhubungan langsung dengan investor, tenaga kerja asing, wisatawan, hingga ekspatriat yang tinggal di Indonesia.

“Jika pengurusan izin tinggal dapat diperjualbelikan melalui praktik suap, maka muncul risiko besar berupa masuknya individu yang tidak memenuhi persyaratan atau bahkan berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban,” ucap Andreas.

Di sisi lain, Andreas berpandangan keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya diukur dari banyaknya operasi tangkap tangan, tetapi dari kemampuan negara mencegah praktik serupa terjadi kembali.

“Imigrasi sebagai pintu gerbang masuk dan keluar orang asing harus diisi oleh SDM yang mempunyai kapasitas dan kompetensi di bidang keimigrasian baik di level pimpinan maupun pelaksana,” ucapnya.

“Serta yang lebih penting lagi adalah individu yang berintegritas dan dedikasi tinggi dalam hal pelayanan publik baik dalam maupun luar negeri,” lanjut Andreas.

Andreas berharap, Pemerintah mengambil banyak pelajaran dari kasus suap di Imipas ini. Khususnya dalam hal pemilihan pejabat dan pelaksana di jajaran Imipas.

“Karena sebagai pintu gerbang, imigrasi juga adalah ‘wajah’ Indonesia, baik ke publik domestik mapun di dunia internasional,” tegas Andreas.

Pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan keimigrasian tersebut menambahkan, praktik korupsi dalam layanan imigrasi menciptakan ketidakadilan. Andreas menyebut, kondisi seperti itu berpotensi merusak kepercayaan yang selama ini terus diupayakan Negara.

“Warga negara asing yang mengikuti prosedur resmi akan dirugikan karena harus bersaing dengan pihak yang memperoleh kemudahan melalui jalur ilegal,” terangnya.

Baca Juga  Festival Harmoni Imlek: Perayaan Keberagaman di Era Pembayaran Digital

Andreas juga menyinggung Indonesia yang tengah berupaya menarik investasi global, meningkatkan sektor pariwisata, dan memperkuat posisi sebagai pusat manufaktur dan ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Namun, upaya tersebut dapat terhambat jika praktik korupsi dalam perizinan masih ditemukan di lapangan,” sebut Andreas.

“Kasus ini harus menjadi alarm penting bahwa reformasi birokrasi di sektor keimigrasian belum sepenuhnya selesai,” sambungnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisi XIII DPR menilai kasus tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan internal belum cukup efektif dalam mendeteksi dugaan penyimpangan sebelum aparat penegak hukum turun tangan.

“Kami akan meminta penjelasan mengenai sistem audit, pengawasan elektronik, dan mekanisme pelaporan pelanggaran yang selama ini berjalan,” sebut Andreas.

“Apakah ada tanda-tanda penyimpangan yang sebenarnya sudah terdeteksi tetapi tidak ditindaklanjuti? Karena salah satu akar masalah korupsi pelayanan publik adalah interaksi langsung yang berlebihan antara pemohon dan petugas,” tambahnya.

Menurut Andreas, semakin banyak proses yang dilakukan secara digital dan terdokumentasi otomatis, maka semakin kecil ruang negosiasi ilegal. Untuk itu, ia mendorong percepatan digitalisasi layanan KITAS, KITAP, hingga pengawasan terhadap agen atau pihak ketiga yang mengurus dokumen keimigrasian.

“Banyak kasus perizinan melibatkan broker atau pihak ketiga yang menjadi penghubung antara pemohon dan pejabat. Harus ada penataan terhadap praktik jasa pengurusan izin agar tidak menjadi celah munculnya suap,” papar Andreas.

Andreas menekankan pentingnya pembenahan kelembagaan imigrasi. Ia mendorong agar Kementerian Imipas segera menyusun peta risiko korupsi pada seluruh layanan strategis.

“Setiap titik layanan yang memiliki potensi transaksi ilegal harus diperkuat dengan sistem pengawasan berbasis teknologi dan akuntabilitas yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Andreas menyebut perlu ada evaluasi berkala terhadap pejabat yang menduduki posisi strategis, terutama pada unit pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan WNA.

Baca Juga  Bali Jagadhita 2025, BI Ajak Investor Global Berinvestasi di Bali

“Rotasi jabatan, audit integritas, serta penguatan budaya antikorupsi harus menjadi bagian dari reformasi berkelanjutan. Pendekatan ini penting agar kasus serupa tidak terus berulang setiap beberapa tahun dengan pola yang hampir sama,” urai Andreas.

Di tengah berbagai tantangan global, Andreas menyebut Indonesia membutuhkan birokrasi yang profesional, bersih, dan dapat dipercaya.

“Karena itu, OTT KPK di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat harus dilihat sebagai kesempatan untuk memperbaiki sistem, bukan hanya sekadar menghukum oknum,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca