Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali Tetap Indah: Desa Serangan dan Kura Kura Bali Buktikan Sampah Plastik Bisa Jadi Berkah Ekonomi

BALIILU Tayang

:

pengelolaan sampah desa serangan
Tim produksi Angen Bali yang merupakan binaan PT Nukari Kriya Raya, pusat pengolahan sampah plastik hasil kolaborasi Desa Serangan dan BTID. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Desa Adat Serangan dan PT Bali Turtle Island Development (BTID) berinisiatif menghadirkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah plastik — sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Sampah plastik tidak harus selalu menjadi masalah. Di Desa Serangan, limbah yang selama ini dipandang sebelah mata, ternyata bisa menjelma menjadi barang bermanfaat bahkan bernilai ekonomi.

“Terciptalah Angen untuk mengelola sampah. Kami tidak anti-penggunaan plastik, kami hadir sebagai solusi untuk permasalahan ini,” ujar I Gede Agastia, tim produksi Angen Bali yang merupakan binaan PT Nukari Kriya Raya, pusat pengolahan sampah plastik hasil kolaborasi Desa Serangan dan BTID. BTID, yang merupakan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, telah melakukan kolaborasi dengan plastic workshop di Desa Serangan dalam pengolahan sampah plastik telah berlangsung sejak tahun 2014.

Inisiatif ini berfokus pada pengelolaan sampah plastik yang telah menahun menjadi salah satu tantangan besar di Bali. Setiap harinya, Angen Bali menerima sampah plastik rata-rata 8 kilogram. Alih-alih berakhir di TPA atau hanyut ke laut dan menjadi santapan biota laut, plastik-plastik tersebut dipilah, diolah, dan diubah menjadi beragam produk kreatif yang tidak hanya bernilai guna, tetapi juga bernilai jual. Dari peralatan rumah tangga, hiasan interior, hingga karya seni fungsional — setiap produk adalah bukti bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyrakat.

I Wayan Darmaja, tim community relations Nukari, menceritakan proses yang dilalui bersama dengan BTID dalam meningkatkan antusias masyarakat untuk memilah sampah plastik dari rumah. “Dulu sistemnya barter, kami disponsori beras oleh BTID. Beras itu ditukarkan dengan sampah plastik yang dibawa masyarakat. Sekarang, kami membelinya dari masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Bendesa Adat se-Denpasar Tawarkan Hummer Mill Atasi Sampah Organik di Denpasar

BTID melihat program ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular di kawasan pesisir. Lewat kolaborasi dengan pelaku lokal seperti Angen Bali, pengelolaan sampah menjadi lebih dari sekadar solusi lingkungan — tetapi juga menjadi sarana edukasi, pemberdayaan, dan penguatan identitas budaya Bali yang menjunjung harmoni antara manusia dan alam.

“Kerja sama ini bukan hanya soal mengelola sampah, tetapi mengubah cara pandang kita terhadap plastik. Di Kura Kura Bali, kami percaya kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Zakki Hakim, Kepala Komunikasi BTID.

“Bersama Angen Bali, kami ingin memperlihatkan bahwa dari Desa Serangan, ide-ide kreatif bisa lahir untuk menjaga Bali tetap indah dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong-royong dan kreativitas tanpa batas, Kura Kura Bali dan Desa Serangan berharap inisiatif ini dapat menginspirasi komunitas lain terutama para pemuda — untuk bersama-sama mengubah masalah menjadi sumber penghasilan, dan limbah menjadi karya.

I Gede Agastia, mengharapkan adanya tanggung jawab di masing-masing individu terkait sampah yang diproduksi. “Untuk seluruh masyarakat baik di Bali atau Indonesia, mohon untuk memilah sampahnya dengan baik di rumah maupun ketika berwisata. Jadi kita sama-sama menjaga lingkungan,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Peduli Lingkungan, Pegadaian Kanwil VII Denpasar Dukung Pelestarian Penyu di KPP Jagat Kerthi

Published

on

By

pegadaian denpasar
PELEPASLIARAN PENYU: PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar saat melaksanakan program Pegadaian Peduli melalui kegiatan bantuan pelestarian Penyu di KPP Jagat Kerthi, Jembrana pada Sabtu, 2 Mei 2026. (Foto: Hms Pegadaian)

Jembrana, baliilu.com – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan laut, PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar melaksanakan program Pegadaian Peduli melalui kegiatan bantuan pelestarian Penyu di KPP Jagat Kerthi, Jembrana pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pemimpin Wilayah VII PT Pegadaian, Edy Purwanto, yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan konservasi. Mulai dari peletakan telur penyu di area penetasan hingga pelepasan tukik ke laut lepas.

Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pegadaian terhadap kelestarian ekosistem laut, khususnya dalam mendukung upaya perlindungan satwa Penyu yang saat ini termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi. Penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga keberadaannya perlu dijaga secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar juga menyerahkan bantuan kepada KPP Jagat Kerthi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan konservasi yang telah berjalan. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian penyu, mulai dari proses penetasan telur hingga pelepasan tukik ke habitat aslinya.

Edy Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya di bidang lingkungan hidup.

“Pegadaian tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian laut dan memastikan bahwa ekosistem tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan sosial Pegadaian tidak hanya dilaksanakan di Bali, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Komitmen kami tidak berhenti di satu lokasi. Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Buruh pada 1 Mei 2026, PT Pegadaian juga telah menyalurkan bantuan di Masjid Uswatun Hasanah yang berlokasi di Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh tim Pegadaian Ambalawi dan Pegadaian Bima sebagai wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya di wilayah Bima dan Pulau Sumbawa,” jelas Edy Purwanto.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Dukung Penuh Kebijakan Tegas Gubernur Koster, Menteri LH: Siap Kawal Butir Dalam SE Nomor 9/2025

Ia menambahkan, semangat yang sama juga tercermin dalam kegiatan pelestarian Tukik yang dilaksanakan hari ini.

“Baik melalui kegiatan sosial kemasyarakatan maupun pelestarian lingkungan seperti pelepasan tukik ini, Pegadaian ingin terus hadir memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami berharap setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini, termasuk menjaga keberlangsungan hidup tukik, dapat memberikan dampak besar bagi keseimbangan alam dan kehidupan generasi mendatang,” tutupnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, di mana peserta turut merasakan pengalaman langsung dalam proses konservasi tukik. Momen pelepasan tukik ke laut menjadi simbol harapan akan keberlanjutan kehidupan laut serta pengingat akan pentingnya menjaga alam.

Melalui program Pegadaian Peduli, Pegadaian berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ngobrol Lebih Dekat, Kadisdikpora Badung Dengarkan Langsung Curhatan Guru di Safari Pendidikan

Published

on

By

safari pendidikan badung
MENYAPA: Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana saat menyapa para guru pada kegiatan Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Di balik tugas mengajar dan tanggung jawab membentuk generasi muda, banyak guru menyimpan cerita yang jarang terdengar. Mulai dari tantangan di sekolah, kebutuhan fasilitas pendidikan, hingga harapan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal.

Lewat Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026), para guru akhirnya memiliki ruang untuk menyampaikan semuanya secara langsung kepada Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana.

Kegiatan yang diselenggarakan Disdikpora Badung bersama PGRI Kecamatan Abiansemal dalam rangka Hardiknas 2026 ini menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah dan tenaga pendidik. Tidak hanya hadir untuk menyapa, Kadisdikpora Badung juga duduk bersama para guru mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Dalam sesi talkshow interaktif, para guru menyampaikan aspirasi mulai dari kondisi sarana prasarana sekolah, pola kerja di lingkungan pendidikan, hingga tantangan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar sekolah.

Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tenaga pendidik di lapangan.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal yang diselenggarakan oleh PGRI Kecamatan Abiansemal dan didukung oleh seluruh guru di Kabupaten Badung serta PGRI Badung. Dalam rangka memperingati Hardiknas, tadi pagi kegiatan diawali dengan bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Gerih dan dilanjutkan dengan talkshow. Di sesi ini saya ingin mendengar langsung keluh kesah para guru, apakah ada kendala di sekolah, persoalan sarana prasarana, ataupun masalah lainnya,” ujarnya.

Menurut Dwipayana, komunikasi langsung seperti ini penting agar pemerintah mengetahui kondisi nyata yang dihadapi para guru setiap hari. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama yang kuat di lingkungan sekolah agar proses pembelajaran berjalan lebih baik.

Baca Juga  Perdes dan Perarem Jadi Kunci, Tabanan Gerakkan Pengelolaan Sampah dari Sumber

“Guru-guru harus menjadi tim yang solid di sekolah. Kepala sekolah harus mampu memanage teman-temannya agar bisa menjadi tim yang kuat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang baik di sekolah. Selain itu, sekolah juga harus bisa menyatu dengan desa ataupun lingkungan di sekitarnya, karena sebagian besar sekolah berada di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Disdikpora Badung akan terus mendorong peningkatan kualitas guru agar mampu melahirkan generasi muda Badung yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

“Kedepannya kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru di Kabupaten Badung sehingga mampu mendidik anak-anak Badung menjadi generasi unggul yang siap bersaing, baik di Kabupaten Badung maupun Bali secara umum,” tambahnya.

Selain talkshow, kegiatan Safari Pendidikan juga diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Adat Gerih, penyerahan tanaman dari Ketua PGRI Abiansemal untuk Perbekel Desa Gerih dan Kepsek SMPN 5 Abiansemal, serta pemberian apresiasi kepada guru-guru yang mengikuti lomba di tingkat kecamatan, kabupaten hingga nasional.

Lewat kegiatan ini, Disdikpora Badung ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan ruang kelas. Mendengar guru, memahami keresahan mereka, lalu mencari solusi bersama juga menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang lebih kuat di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Rancang Penataan Besar Kuta

Trotoar 4 Meter hingga Transportasi Listrik

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
TINJAU LAPANGAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kuta secara menyeluruh. Penataan ini mencakup pembenahan tata ruang, pengentasan kemacetan, hingga restorasi kawasan pantai guna mengembalikan citra Kuta sebagai ikon pariwisata dunia.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Menurutnya, solusi tepat sasaran hanya bisa lahir dengan melihat realita di lapangan, bukan sekadar koordinasi di balik meja.

Pemkab Badung telah merancang transformasi besar ini untuk mulai dieksekusi pada tahun 2026. Fokus awalnya adalah menciptakan estetika kawasan yang rapi melalui pelebaran jalur pedestrian dan penataan kabel utilitas bawah tanah.

“Kita tidak bisa bekerja di atas meja saja, tetapi harus langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah-langkah solusi yang harus dilakukan. Kita akan buat estetika kawasan ini secantik mungkin. Pedestrian akan diperlebar kurang lebih sampai 4 meter, dilengkapi taman dan landscape hijau sehingga suasananya nyaman dan layak menjadi kawasan tujuan wisata,” jelasnya.

Selain estetika, Bupati Adi Arnawa menyoroti kemacetan kronis yang dipicu oleh sempitnya ruas jalan dan maraknya parkir liar. Sebagai solusi, ia telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyediakan kantong-kantong parkir terpusat. Langkah ini akan diikuti dengan penerapan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan utama Kuta. Sebagai kompensasi mobilitas, Pemkab Badung berencana memperkenalkan sistem transportasi publik berbasis listrik.

“Dengan kondisi jalan yang sempit seperti sekarang, ditambah parkir liar di sepanjang jalan, tentu akan memperparah kemacetan. Ini yang akan kita tata. Saya sudah perintahkan Bapak Sekda untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Setelah itu baru kita berlakukan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan ini. Nanti akan ada jalur khusus transportasi publik listrik, mungkin dibuat dengan penanda warna tertentu. Jadi masyarakat maupun wisatawan bisa menikmati kawasan Kuta dengan lebih nyaman,” imbuhnya.

Baca Juga  Gerakan Masif untuk Bali Bersih dari Sampah, Sekda Dewa Indra Ajak Kepala Perangkat Daerah Buat Teba Modern

Di sektor pesisir, penanganan abrasi menjadi prioritas utama. Saat ini, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai sedang membangun breakwater dari wilayah Tuban hingga Kuta. Melengkapi hal tersebut, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga ke wilayah Canggu.

Rencana besarnya adalah membangun jalur pedestrian pesisir raksasa dengan lebar 8 meter yang menghubungkan Tuban hingga Canggu. Jalur ini nantinya akan memisahkan area jogging track dan jalur khusus sepeda listrik. “Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, pantai akan lebih lebar dan nyaman. Setelah itu kita rancang pedestrian pesisir dari Tuban sampai Canggu dirancang memiliki lebar hingga sekitar 8 meter dan dibagi menjadi jalur jogging track serta jalur sepeda listrik. Nantinya wisatawan maupun masyarakat dapat menikmati kawasan pesisir dengan sistem transportasi modern berbasis digital,” katanya.

Bupati Adi Arnawa meminta masyarakat untuk bersabar karena proses penataan ini akan dilakukan secara bertahap. Ia memastikan koordinasi dengan desa adat dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat demi kesuksesan visi ini.

“Kita ingin mengembalikan Kuta seperti dulu, sebagai ikon pariwisata, turisme, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca