Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Bareskrim Polri Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian Kredit BPD Jateng

BALIILU Tayang

:

polri
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/10/2022). (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Bareskrim Polri melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit proyek Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah cabang Jakarta tahun 2017-2019.

Penahanan terhadap Dirut PT Samco Indonesia, Boni Marsapatubiono dan Dirut PT Mega Daya Survey Indonesia, Welly Bordus Bambang merupakan pengembangan dari terpidana Bina Mardjani, pimpinan Bank Jateng cabang Jakarta yang telah divonis Pengadilan selama 7 tahun.

“Terhadap yang bersangkutan telah dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Cabang Bareskrim Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/10/2022).

Dedi menjelaskan, perkara yang menjerat tersangka Boni Marsapatubiono berawal saat tahun 2017 mengajukan fasilitas kredit proyek pada Bank Jateng cabang Jakarta sebesar Rp 74,5 miliar untuk lima proyek. Pengajuan tersebut pun disetujui.

“Adapun yang menjadi jaminan pengajuan kredit proyek tersebut adalah Surat Perintah Kerja (SPK), Cash Collateral (uang jaminan/deposit) dan jaminan asuransi yang dinilai dari prosentase cash collateral,” ujarnya.

Dedi menuturkan, dalam proses pemberian kredit tersebut telah terjadi perbuatan melawan hukum, yakni persyaratan yang tidak terpenuhi dan adanya komitmen fee sebesar 1 persen dari nilai pencairan kredit.

“Terhadap kelima proyek tersebut per tanggal 31 Mei 2020 telah dinyatakan pada posisi Kolektibilitas 5 (macet), sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 71.279.545.538,00. Adapun jumlah asset recovery dalam perkara tersebut sebesar Rp 2.681.583.434,00,” katanya.

Sementara untuk tersangka Welly Bordus Bambang pada tahun 2018-2019 telah mengajukan 7 fasilitas kredit ke Bank Jateng cabang Jakarta sebesar Rp 57 miliar.

Adapun yang menjadi jaminan pengajuan kredit proyek tersebut adalah Surat Perintah Kerja (SPK), Cash Collateral (uang jaminan/deposit) dan jaminan asuransi yang dinilai dari prosentase cash collateral.

Baca Juga  Bareskrim Polri Ungkap Kasus ‘’Business Email Compromise’’ dengan Kerugian 5 Juta USD

Dalam proses pemberian kredit tersebut telah terjadi perbuatan melawan hukum yakni persyaratan tidak terpenuhi dan adanya komimen fee sebesar 1 persen dari nilai pencairan kredit serta jaminan/SPK Fiktif).

“Terhadap seluruh proyek tersebut per tanggal 31 Mei 2020 telah dinyatakan pada posisi kolektibilitas 5 (macet), sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 62.216.924.108,00. Jumlah asset recovery dalam perkara tersebut sebesar Rp. 5.764.266.105,00,” katanya.

Saat ini, kata Dedi, penyidik masih mendalami perkara TPPU atas perkara aquo. Kedua tersangka pun dijerat Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Tukang Poles Cat Mobil Maling Motor, Ditangkap Resmob Polsek Denbar

Published

on

By

curi
Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra A, S.IK., M.H saat konferensi pers. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Berawal dari anak korban Ni Wayan EE yang kehilangan sepeda motor jenis Vespa Piaggio saat diparkir di areal parkir salah satu pujasera yang berlokasi di Jl. Sudirman Denpasar, Kamis (17/11/2022) pagi.

Atas kejadian tersebut korban kemudian melaporkan musibah yang dialaminya ke Polsek Denpasar Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berbekal dari laporan polisi yang dibuat oleh korban kemudian team Resmob Polsek Denpasar Barat (Denbar) yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Kevin Mario Immanuel, S.Tr.K, bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan kemudian berhasil diamankan seorang laki-laki yang bernama Anang WQ beserta satu unit sepeda motor jenis Vespa Piaggio, warna kuning, tahun 2017, DK 3042 AAK, dimana menurut pengakuannya menerima gadai dari tersangka BWP yang beralamat di Dusun Kletek Sidoarjo Jawa Timur.

Tidak menunggu waktu lama team Resmob berangkat menuju Sidoarjo dan berhasil mengamankan tersangka BWP yang bekerja sebagai tukang poles cat mobil, yang juga seorang residivis untuk selanjutnya digiring ke Polsek Denpasar Barat.

Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa 1 (satu) unit  sepeda motor  Vespa Piagio warna kuning, DK 3042 AAK, Noka : RP8m66700HV005294, Nomor mesin : M66BM5011172,  tahun 2017, 1 (satu) lembar STNK  Sepeda motor Vespa Viagio, warna kuning,  DK 3042 AAK, atas nama  Ni Nyoman  Sri Purnami, SE., 1 (satu ) buah kunci, uang tunai Rp. 200,000 dan 1 buah HP  merek iPhone warna putih.

Saat diwawancarai setelah menggelar pres release terhadap kasus ini pada Rabu (30/11), Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra A, S.IK., M.H menyampaikan, “Ini merupakan komitmen kami untuk menindaklanjuti perintah Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.IK., M.Si untuk tidak segan-segan memberikan tindakan tegas terukur kepada setiap pelaku kejahatan jalanan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Denpasar’’.

Baca Juga  Bareskrim Polri Ungkap Kasus ‘’Business Email Compromise’’ dengan Kerugian 5 Juta USD

Hal ini juga bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman bagi wisatawan baik lokal maupun domestik yang berlibur di Bali, bahwa Bali layak menjadi destinasi liburan yang aman dan bebas dari gangguan kriminalitas oleh pelaku-pelaku kejahatan,” imbuhnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polda Bali Gelar Rekonstruksi Adegan Pembunuhan GM Lestari

Published

on

By

adegan
Adegan RN saat akan membuang mayat GM Lestari. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Ditreskrimum Polda Bali bersama Kejaksaan Tinggi Bali, pada Kamis, 1 Desember 2022 menggelar rekonstruksi adegan kasus pembunuhan terhadap Gusti Mirah Lestari yang dilakukan oleh dua tersangka yakni Nova atau NSP (40) dan Rahman atau RN (28) di area Mapolda Bali.

‘’Ada sebanyak 30 adegan yang dilakukan dalam pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan ini dimana korban (Gusti Mirah Lestari) meninggal di Jembrana,’’ ucap Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si. kepada media usai rekonstruksi. Turut hadir Tim Reskrim Ditreskrimum Polda Bali dan I Bagus Putra Gede Agung dari Kejaksaan Tinggi Bali.

polda
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., bersama Tim Reskrim Ditreskrimum Polda Bali dan I Bagus Putra Gede Agung dari Kejaksaan Tinggi Bali saat konferensi pers, Kamis (1/12) di Mapolda Bali. (Foto: gs)

Pada 30 adegan rekonstruksi tersebut, Tim Reskrim mengungkapkan pembunuhan terlihat di adegan 25 sampai 29 hingga para pelaku membuang mayatnya di selokan. Upaya yang dilakukan oleh para pelaku untuk menghilangkan nyawa korban juga tampak berada di dalam mobil semua. Dikatakan, setelah rekonstruksi pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksaan. Hari ini juga ketika rekonstruksi adegan dilakukan, pihaknya mendatangkan pihak kejaksaan untuk melihat apakah pasal yang diterapkan sudah sesuai apa belum. Termasuk juga menghadirkan penasehat hukum dari tersangka karena ini merupakan salah satu hak dari tersangka didampingi oleh penasehat hukum.

Sementara IBP Gede Agung menyatakan pasal yang akan disangkakan nanti kita akan gali di persidangan. Untuk sementara pasal yang disangkakan memang sudah sesuai dengan penyidik. Pasalnya itu ada Pasal 338, 339, 340, dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati, dan perkembangannya kita lihat di persidangan nanti.

Berita sebelumnya terungkap pembunuh Gusti Mirah Lestari yang jasadnya ditemukan di got di Jalan Raya Denpasar – Gilimanuk di Desa Melaya, Jembrana, pelakunya ditangkap di Bandar Lampung pada Sabtu, 27 Agustus 2022.

Baca Juga  Bareskrim Polri Ungkap Kasus ‘’Business Email Compromise’’ dengan Kerugian 5 Juta USD

Dari pengakuan pelaku Nova yang beralamat Kelurahan Pasir Gombong, Cikarang Utara, Bekasi Jabar dan Rahman alamat Kelurahan Munjuk Sampurna Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, diketahui motif pembunuhan ini adalah faktor ekonomi karena kedua pelaku ingin menguasai harta Gusti Mirah berupa mobil Honda Brio.

Pelaku Nova yang baru sebulan menjadi kekasih (berpacaran) korban Gusti Mirah Lestari awalnya mengajak Gusti Mirah untuk berjalan-jalan dan makan-makan di daerah Jimbaran. Setelah makan-makan, pelaku mengakui bahwa Gusti Mirah dieksekusi di dalam mobil dalam keadaan mobil masih melaju di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Diedarkan Jelang TB 2023, Polresta Denpasar Amankan 2.000 Butir Ekstasi dan 1 Kg Sabu

Published

on

By

kapolresta
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Pamungkas didampingi Kasat Narkoba AKP Mirza Gunawan, S.I.K. saat konferensi pers Senin (28/22). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar berhasil menyelamatkan 5.000 jiwa generasi muda dari narkoba dengan diamankannya 2.000 (dua ribu) butir ekstasi dengan berat bersih 744 gram dan 1 kilogram Sabu-sabu.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas., S.H., S.IK., M.Si. pelaku berinisial Andi P (40) asal Banyuwangi Jawa Timur diamankan petugas di Loby Hotel The Sun and Spa Jalan Lebak Bene Legian Kuta Badung pada Jumat (25/11/22) pukul 19.00 Wita.

“Saat pelaku dilakukan penggeledahan petugas menemukan 1 buah tas ransel yang berisi 2.000 butir ekstasi dan 1 plastik klip berisi Sabu-sabu,” ucap Kapolresta Denpasar didampingi  Kasat Narkoba AKP Mirza Gunawan, S.I.K. kepada media Senin (28/22).

Lebih lanjut dijelaskan terhadap tersangka dilakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah tempat tinggal pelaku Jalan Raya Sempidi Gang Ilalang Kecamatan Mengwi Badung  dan di sana petugas menemukan di bawah wastafel dapur satu buah brankas berisi timbangan elektrik, sendok plastik, isolasi dan plastik klip kosong.

“Terhadap tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 2 UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun paling lama 20 tahun penjara,” jelas Kombes Bambang Yugo.

Menurut keterangan tersangka barang terlarang tersebut didapatkan dari seseorang bernama Hery, tersangka diminta mengedarkan barang tersebut dengan upah dijanjikan sebesar Rp 100.000 per sekali tempel dan rencananya barang akan diedarkan menjelang perayaan tahun baru 2023. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bareskrim Polri Ungkap Kasus ‘’Business Email Compromise’’ dengan Kerugian 5 Juta USD
Lanjutkan Membaca