Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SOSIAL

Beasiswa dari Pak Jokowi, Jawaban Doa-doa Ibu Siti

BALIILU Tayang

:

doa
Ibu Siti Mafira mengucap syukur atas beasiswa untuk putranya dari Presiden Joko Widodo. (Foto: Lukas)

PANTAI Malalayang, 20 Januari 2023. Saat itu Presiden Joko Widodo tengah berkunjung ke salah satu tempat wisata di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara untuk meresmikan penataannya. Dari tengah kerumunan massa, muncul seorang ibu yang berusaha melewati penjagaan Paspampres dan berteriak.

“Pak Jokowi, Pak Jokowi, saya torang mau bercerita, Pak Jokowi, torang mau bercerita. Kita mau kasih tahu keluhan hati, Bapak Jokowi. Pak Jokowi tolong lihat ke saya, saya mau bercerita,” ujar Ibu Siti menceritakan kembali kisah pertemuannya dengan sang Kepala Negara.

Mendengar teriakan itu, Presiden Jokowi melihat ke arah Ibu Siti dan langsung melambaikan tangannya. “Mari Bu, sini Bu, Ibu punya keluhan apa? Ke sini Bu.”

Jalan di hadapannya kemudian terbuka, seakan menjadi jawaban dari doa-doa Ibu Siti malam-malam sebelumnya agar berjumpa Kepala Negara. Begitu berjumpa, dipegangnya erat-erat tangan Presiden Jokowi, ditumpahkanlah keluhan hatinya.

Kepada Presiden Jokowi, ia kemudian bercerita mengenai dirinya yang tidak bisa membayar uang kuliah tunggal (UKT) anaknya, Devid Telussa. “Saat itu juga Pak Jokowi terima saya dengan baik, minta KTP saya. ‘Ibu ada KTP?’ ‘Ibu ada nomor HP?’ Ada Pak Jokowi,” lanjutnya bercerita.

doa
Ibu Siti Mafira didampingi suami dan putranya saat menerima beasiswa Presiden Joko Widodo dari staf presiden. (Foto: Lukas)

Selepas pertemuan tersebut, Ibu Siti ditelepon oleh staf kepresidenan dan meminta data-data anaknya untuk dibantu beasiswa dari Presiden Jokowi. Ibu Siti yang saat itu sedang berjualan di sekitar RSUP Prof. Kandou, Kota Manado, langsung menangis dan terduduk. Ucapan syukur tak henti-hentinya keluar dari mulut Ibu Siti Mafira saat mendengar kabar tersebut.

“Ya Allah terima kasih. Ya Allah telah kabulkan saya baca doa selama ini,” ujarnya sambil terisak.

Baca Juga  Citarasa Kopi KT Jempanang Diakui dengan Kategori Kopi Spesialty Grade

Devid Telussa, anak Ibu Siti lahir dari keluarga yang tidak berkecukupan. Saat ini, pria berusia 19 tahun tersebut duduk di semester II di Fakultas Hukum, Universitas Sam Ratulangi.

Penghasilan Ibu Siti dari berdagang puding dan suaminya, Pak Hamid, sebagai sopir serabutan tidak cukup untuk membayar UKT Devid. Bahkan, saat mendaftar untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Devid harus meminjam uang pendaftaran sebesar Rp 150 ribu kepada orang tua temannya.

“Waktu mau masuk itu banyak sekali kendala, soal administrasi waktu ikut SBMPTN uang juga hanya pinjam untuk pendaftaran. Bahkan sampai sekarang Devid hanya mencicil karena belum bisa mengembalikan,” tutur Devid saat ditemui di rumahnya di daerah Malalayang Satu.

Sebagai anak pertama laki-laki, awalnya ayah Devid, Pak Hamid Monoarfa, ingin agar anaknya segera bekerja selepas lulus dari jurusan jaringan dan komputer di SMK. Sebagai orang yang secara ekonomi berkekurangan, Pak Hamid menyadari betapa besarnya biaya untuk menguliahkan anaknya. Namun, melihat tekad anaknya yang sangat kuat untuk melanjutkan studi membuat keduanya berupaya sekuat tenaga agar Devid bisa berkuliah.

“Tapi orang tua juga berpikir, bagaimanapun coba usaha. Pertama kali itu berusaha untuk masuk dulu. Jadi kami berusaha untuk membayar yang pertama itu. Itu Rp 3 juta, itu tidak sepenuhnya dari kami. Sebagian kami pinjam dari teman-teman. Sampai sekarang belum lunas, tapi mereka bilang mereka ikhlas,” Pak Hamid bercerita.

Di mata kedua orang tuanya, Devid adalah anak yang rajin dan penurut. Jika Devid sedang belajar, ia sering lupa waktu. Tak jarang makanan yang disimpan untuk Devid juga menjadi basi karena Devid pulang larut malam untuk belajar. Tak heran jika Devid bisa meraih nilai memuaskan di semester pertamanya kuliah dengan indeks prestasi 3,6. Di sela-sela kuliahnya, Devid juga terkadang bekerja paruh waktu mencuci piring di sebuah restoran.

Baca Juga  Desa Dangin Puri Kangin Sidak Penduduk Pendatang dan Prokes

“Mereka mengerti dengan keadaan saya, tidak pernah menuntut. Kalau Devid mau pergi kuliah, atau waktu dia di SMK, dia jalan kaki, enggak ada uang jadi jalan kaki sampai sekolah,” kata Ibu Siti.

doa
Ibu Siti Mafira bersama putranya Devid Telussa.

Meski serba berkekurangan, Ibu Siti berkeyakinan jika ilmu adalah harta yang paling indah dan paling luar biasa untuk diwariskan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu, Ibu Siti selalu berusaha sekuat tenaga agar bisa menyekolahkan anak-anaknya demi masa depan.

“Harta yang paling indah, harta yang paling luar biasa adalah ilmu. Karena itu, saya akan berusaha apapun untuk anak dan masa depannya,” ujar Ibu Siti.

Kini, Ibu Siti dan Pak Hamid bisa bernapas lega karena Devid Telussa telah mendapatkan bantuan beasiswa dari Presiden Jokowi hingga Devid selesai kuliahnya. Devid pun sangat bersyukur dengan beasiswa tersebut dan bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan dan berkuliah dengan sebaik-baiknya.

“Devid juga banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Jokowi karena telah membantu Devid karena ini salah satu bantuan yang sangat berharga untuk Devid,” ungkap Devid. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SOSIAL

Pemprov Bali Melalui BPBD Bantu Warga Kurang Mampu di Desa Sibetan

Published

on

By

bantuan pemprov bali
SERAHKAN BANTUAN: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali I Made Rentin saat menyerahkan bantuan dana kepada warga Desa Sibetan yang bertempat tinggal di Br. Wates Kaja, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kamis (4/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Sebagai bentuk kepedulian pada warga kurang mampu di Bali, Pemerintah Provinsi Bali memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan melalui gerakan “Pemprov Bali Hadir”. Seperti yang dilakukan BPBD Bali yang mengunjungi warga Desa Sibetan yang bertempat tinggal di Br. Wates Kaja, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kamis (4/4).

Bantuan berupa uang tunai senilai Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali I Made Rentin kepada warga kurang mampu I Nyoman Daging, seorang buruh serabutan yang penghasilan sehari-harinya tidak menentu. Sebelumnya, ia bersama istri dan seorang anaknya tinggal bersama di rumah saudaranya. Yayasan Lentera Hati sebelumnya juga telah memberikan bantuan pembangunan berupa sebuah rumah namun sempat viral di media sosial bahwa keluarga Nyoman Daging juga membutuhkan bantuan berupa peralatan rumah tangga, seperti kasur, lemari, hingga peralatan dapur.

“Melalui pemberitaan viral itu, Bapak Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya yang melihat pun tergerak dan mengajak jajarannya untuk menyambangi langsung dan membantu Bapak Nyoman Daging dengan cara Ngrombo,” jelas I Made Rentin pagi tadi.

I Made Rentin pun berpesan agar uang yang diberikan ini dipergunakan sebaik-baiknya, sembari berharap bisa memenuhi kebutuhan mendesak lainnya di rumah baru I Nyoman Daging kelak. “Semoga Bapak Nyoman Daging sehat terus, agar bisa membangun kehidupan yang bahagia bersama keluarga kecilnya kelak,” imbuhnya.

Tak lupa, pada kesempatan pagi itu, ia pun mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus desa khususnya Camat Bebandem dan Perbekel Desa Sibetan atas partisipasi aktifnya selama ini. Ia berpesan bahwa Pemprov Bali terus ingin berkolaborasi untuk mengurangi kemiskinan di lapangan, sehingga peran aktif aparat desa dan kecamatan terus dibutuhkan.

Baca Juga  Wakapolri Berikan Beasiswa ke Mahasiswa, Bentuk Dukungan kepada Generasi Muda

Camat Bebandem I Gusti Ngurah Wiranata dan Perbekel Desa Sibetan I Made Beru Suryawan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Bali beserta jajaran atas kepedulian yang ditunjukkan kepada warganya. Mereka pun menyatakan komitmen akan terus berkoordinasi aktif baik dengan Pemkab Karangasem dan Pemprov Bali dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Bali.

Ucapan terima kasih juga dilontarkan I Nyoman Daging, karena bantuan ini sangat berguna baginya. Ia pun berharap, dengan bantuan pembangunan rumah serta peralatan rumah tangga, ia dan keluarga kecil bisa membuka lembaran baru yang lebih baik dalam kehidupan mereka. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SOSIAL

Inspektorat Bareng BRIDA Bantu Dua Anak Yatim Piatu di Desa Penaban

Published

on

By

pemprov bali hadir
PEMPROV BALI HADIR: Pemerintah Provinsi Bali saat melakukan gerakan “Pemprov Bali Hadir” kepada dua anak yatim piatu di Br. Adat Dukuh Bukit Ngandang, Desa Penaban, Kecamatan Karangasem, Kamis (4/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Sebagai bentuk kepedulian pada warga kurang mampu di Bali, Pemerintah Provinsi Bali memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan melalui gerakan “Pemprov Bali Hadir”. Salah satunya di Br. Adat Dukuh Bukit Ngandang, Desa Penaban, Kecamatan Karangasem, Kamis (4/4).

Bantuan kemanusiaan “Pemprov Bali Hadir” diserahkan langsung oleh Inspektur Daerah Provinsi Bali Wayan Sugiada, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali I Made Gunaja didampingi Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali Drh. Luh Ayu Aryani kepada 2 (dua) anak yatim piatu.

Bantuan sebesar masing-masing Rp. 15.000.000,- (Lima belas juta rupiah) ini diserahkan kepada Putu Widya Ardana dan Kadek Jaya Artana, yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi biaya pendidikan.

Kakak beradik yatim piatu ini, diasuh oleh I Ketut Karang (kakek) dan Ni Nengah Sundi (nenek) sejak ayahnya meninggal belasan tahun silam dan ibunya menikah lagi.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali Bali I Made Gunaja menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan motivasi dari pimpinan (Pj. Gubernur Bali) dengan program “Pemprov Bali Hadir”, untuk turut serta membantu dan peduli terhadap mereka yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan. Dengan bekerja sama dan Ngrombo, semua akan terasa ringan dan dapat disentuh dengan optimal.

Inspektur Daerah Provinsi Bali Wayan Sugiada, menambahkan bahwa bantuan Ngrombo ini adalah untuk membantu biaya pendidikan kedua anak yang yatim piatu ini. Hal ini dilakukan sebagai upaya memajukan pendidikan nasional, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya untuk memiliki bekal masa depan yang lebih baik, terlebih sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar.

Baca Juga  Hari Raya Kuningan, Bupati Sanjaya Hadiri ‘’Uleman’’ di Pura Karang Tuwang

Kepala Lingkungan Br. Adat Dukuh Bukit Ngandang, Desa Penaban, Karangasem I Gede Mutarsa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang hadir dan memberikan perhatian terhadap warganya, terlebih dua anak yang sejak kecil sudah yatim piatu ini sangat membutuhkan uluran tangan dari banyak pihak, selain juga mereka belum memiliki tempat tinggal yang layak. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SOSIAL

Wawali Arya Wibawa Serahkan 1.625 Bantuan Paket Sembako TJSL BRI Denpasar kepada Masyarakat

Published

on

By

arya
SERAHKAN SEMBAKO: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Regional CEO BRI Denpasar, Hery Noercahya saat menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kantor BRI Cabang Denpasar, pada Sabtu (30/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Regional CEO BRI Denpasar, Hery Noercahya,  menyerahkan secara simbolis bantuan 1.625 paket sembako  kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kantor BRI Cabang Denpasar, Sabtu (30/3) sore.

Kegiatan yang dikemas dalam program Berbagai Bahagia Bersama BRI Group Ramadhan 1445 Hijriah ini, menyasar masyarakat yang berada di wilayah sekitar Regional Office Denpasar.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, Perbekel Desa Dangin Puri Kelod, I Made Sada, dan undangan serta masyarakat penerima sembako.

Wawali Arya Wibawa yang membacakan sambutan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menyampaikan terimakasih kepada pihak PT. BRI Cabang Denpasar serta seluruh pihak yang berperan dalam kegiatan berbagi ini.

“Kami dari Pemerintah Kota Denpasar merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada program BRI Peduli Berbagi Bahagia Bersama BRI Group Ramadhan 1445 Hijriah,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya momen yang penuh makna dalam pembangunan kemanusiaan, yang dalam hal ini direalisasi dalam bentuk penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, diharapkan akan menjadi titik awal untuk lebih peduli dan saling membantu sesama.

“Tentu dengan dilandasi spirit Vasudhaiva Khutumbakam yakni kita semua bersaudara, maka momentum ini bisa kita jadikan sebagai titik awal bagi kita semua untuk lebih peduli dan saling membantu serta memperkuat ikatan solidaritas antar sesama,” imbuh Arya Wibawa.

Sementara itu, Regional CEO BRI Denpasar, Hery Noercahya dalam sambutannya mengatakan BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan Program Berbagi Bahagia Bersama BRI Group Ramadhan 1445 Hijriah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Desa Dangin Puri Kangin Sidak Penduduk Pendatang dan Prokes

Selebihnya dijelaskan, adapun agenda tahun ini meliputi pembagian paket sembako sebanyak 1.625, yang kepada masyarakat di sekitar Regional Office Denpasar.

“Tentu kami berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat membawa berkah dan manfaat bagi sesama, khususnya pada masyarakat yang berada di Kecamatan Denpasar Timur. Selain itu, kegiatan ini juga kami harapkan dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus peduli dan berbagi. Karena sekecil apapun kebaikan akan memberikan pahala dan mampu meringankan beban mereka yang membutuhkan,” ungkap Hery Noercahya.

Salah satu warga penerima bantuan sembako, Komaria mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemkot Denpasar dan pihak BRI Denpasar.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Denpasar dan BRI Denpasar, dengan bantuan ini pastinya kami dapat terbantu dalam pengeluaran sehari-hari,” ungkapnya.  (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca