Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SOSIAL

Beri Perhatian Masyarakat Terdampak Inflasi, Ny. Putri Koster Serahkan Bansos di Buleleng

BALIILU Tayang

:

ny putri koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan sosial dalam rangka penanganan dampak inflasi kepada Kader PKK Desa dan Kelurahan di Buleleng, Kamis (Wraspati Pon-Landep) 3 November 2022. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dibarengi kenaikan bahan makanan menyebabkan terjadinya inflasi di tengah masyarakat. Hal ini mendapat perhatian dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Setelah menyerahkan bantuan sosial (bansos) di sejumlah daerah bagian Bali Timur, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina melanjutkan penyerahan bantuan sosial menuju dua (2) tempat di Buleleng pada Kamis (Wraspati Pon-Landep), 3 November 2022.

Penyerahan bantuan sosial pertama dipusatkan di Gedung Mr. Gusti Ketut Pudja (Gedung Imaco) berupa beras 25 Kg per orang, telur 2 krat dan 4 liter minyak goreng diserahkan kepada 448 Kader PKK dari 29 Desa/ Kelurahan yang ada di Kecamatan Buleleng. Sedangkan penyerahan bantuan sosial kedua dipusatkan di wantilan Serbaguna Desa Pancasari kepada 231 Kader PKK yang berasal dari 15 Desa/ Kelurahan di Kecamatan Sukasada.

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster yang kita tahu memiliki rasa peduli terhadap masyarakat dan keberlangsungan perekonomian rakyat terus mengingatkan agar semua pihak turut berperan membangun keluarga yang sejahtera dan berkualitas. “Keluarga yang berkualitas dapat kita lihat dari bagaimana anak-anak itu tumbuh dan berkembang. Untuk itu tanggung jawab dalam rumah tangga wajibnyalah menjadi tanggung jawab bapak sebagai kepala rumah tangga dan ibu sebagai garda terdepan yang menggerakkan pertumbuhan karakter anggota keluarganya. Dengan mengawal tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama pertumbuhannya, maka seorang ibu dalam keluarga sudah berperan dalam pengentasan angka stunting (kondisi gagal tumbuh kembang) yang merupakan program nasional,” ujar Ny. Putri Koster. 

Baca Juga  Pemprov Bali Buka Ruang Luas untuk Digital, Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Bali Jangan Jadi Penonton Saja
ny koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama warga masyarakat penerima bantuan sosial dalam rangka penanganan dampak inflasi kepada Kader PKK Desa dan Kelurahan di Buleleng, Kamis (Wraspati Pon-Landep) 3 November 2022. (Foto: ist)

Tak pernah lelah, pendamping orang nomor 1 di Bali yang akrab disapa Bunda Putri Koster ini selalu mengingatkan bahwa bangsa yang kuat akan dibangun oleh generasi yang sehat, kuat, cerdas dan berkualitas sekaligus memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, orang lain, lingkungan dan negaranya,” tegas Ny. Putri Koster.

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster mengingatkan Kader PKK sebagai penggerak keluarga dalam masyarakat untuk terus menularkan pengetahuan tentang pentingnya mengawal tumbuh kembang anak-anak kita agar menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas dan berkualitas sehingga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter memiliki etika, sopan santun, pendidikan sebagai  penunjang masa depan, mampu menjaga kebersihan lahir-batin dan juga lingkungan. Selain itu pengatur tata kelola halaman rumah yang asri, teratur, indah dan nyaman perlu diketoktularkan oleh 1 kader PKK kepada para kader PKK lainnya.

“Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan dan kondisi perekonomian yang mempengaruhi kebutuhan hidup masyarakat di hari kedepannya, sehingga penting bagi setiap rumah tangga melakukan tata kelola “AKU HATINYA PKK” (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) agar tersedia bahan pokok pangan seperti cabai, tomat, terong, sereh, jahe, sayur dan bunga. Bahan bumbu dapur dan sayur ini akan sangat meringankan pengeluaran sehari-hari kita, apalagi saat hujan turun dan malas keluar rumah, maka ketersediaan bahan pangan di halaman rumah akan sangat membantu,” imbuh Ny. Putri Koster.

Lebih lanjut Ny. Putri Koster mengingatkan agar setiap orang mulai menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dengan cara mengelola sampah dari sumbernya. “Mari kita minimalkan penggunaan plastik dan aktif memilah jenis sampah rumah tangga sebelum diangkut oleh petugas desa. Budayakan membuang sampah pada tempatnya dan bukan sungai, karena air sebagai sumber kehidupan harus tetap terjaga kebersihannya apalagi di musim penghujan, sampah yang menumpuk memenuhi aliran sungai akan meluap dan menyebabkan banjir. Menjaga kebersihan lingkungan sudah menjadi tugas kita semua, dan bila perlu kita tanamkan sedari anak-anak kota masih usia belia. Apalagi Bali memiliki Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, sehingga akan mampu mewujudkan ‘desaku bersih tanpa mengotori desa lain’,” tegas Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Didaulat Sebagai Narasumber, Ny. Putri Koster Dorong Para Ibu Mengajarkan Anak Nilai-nilai Moderasi

Nampak hadir dalam penyerahan bantuan sosial dampak inflasi di Buleleng adalah Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana dan Penjabat Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Paramita Lihadnyana dan jajaran. Pada kesempatan ini, Penjabat Bupati Buleleng mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung program Gubernur Bali yang bertujuan untuk mengajegkan budaya Bali dan mensejahterakan masyakarat Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana. Yakni: “Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945”.

Dijelaskannya lagi, selama menjabat sebagai Pj. Bupati Buleleng pihaknya sudah membuka layanan BPJS milik warga yang sebelumnya sempat diblokir. Dan ke depan layanan publik akan disiapkan dengan mode ”Mall Layanan Publik Masyarakat Buleleng” dan pengembangan UMKM di Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

SOSIAL

Implementasi Konsep Tanam Tuwuh, Generasi Penerus Bali Berbagi Kasih di Sidatapa

Published

on

By

tanam tuwuh
TANAM TUWUH: Generasi penerus (GP) Bali yang terdiri atas komunitas tanam tuwuh, Saya Giri Prasta dan komunitas Mahadewa bersinergi dan berkolaborasi ikut berkontribusi menanam benih kebaikan melalui program Koster Giri (KG) Movement, berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Desa Sidatapa Buleleng. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Selain mengusung konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam pilgub 2024, paslon Gubernur / Wakil Gubernur Bali no urut 2 Koster-Giri juga mengusung Konsep Tanam Tuwuh, yang merujuk pada ide menanam “benih-benih peradaban” untuk mendorong kesadaran kolektif dan kolaborasi dalam masyarakat.

Dikenalkan oleh Giri Prasta, konsep ini menekankan pentingnya kontribusi personal, komunal dan pemerintah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Dengan semakin banyak “benih” yang ditanam, semakin banyak pula kehidupan yang terwujud. Ini mencakup berbagai aspek pembangunan meliputi sosial ekonomi dan budaya di Bali.

Contoh nyata dari konsep Tanam Tuwuh yang telah diterapkan Giri Prasta di Bali meliputi Program Badung Angelus Buana adalah inisiatif Badung memberikan bantuan keuangan untuk kabupaten / kota di Bali, mencerminkan kolaborasi dalam pembangunan masyarakat. Badung juga memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan upacara keagamaan, mendukung pelestarian budaya dan tradisi Bali. Serta penguatan Sistem Subak sebagai organisasi pertanian tradisional, yang mengedepankan gotong-royong dan pelestarian lingkungan, hal ini sejalan dengan prinsip Tanam Tuwuh.

Dampak jangka panjang dari penerapan konsep Tanam Tuwuh di Bali mencakup peningkatan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini mendorong masyarakat untuk mandiri dalam mengelola sumber daya, meningkatkan keterlibatan mereka dalam kegiatan pertanian dan konservasi. Pengembangan ekonomi berkelanjutan, melalui kolaborasi antardaerah dan dukungan finansial, Tanam Tuwuh berpotensi menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan yang lebih adil.

Hal-hal inilah yang menginspirasi generasi penerus (GP) Bali yang terdiri atas komunitas tanam tuwuh, Saya Giri Prasta dan komunitas Mahadewa bersinergi dan berkolaborasi ikut berkontribusi menanam benih kebaikan melalui program Koster Giri (KG) Movement, berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Desa Sidatapa Buleleng.

Baca Juga  Didaulat Sebagai Narasumber, Ny. Putri Koster Dorong Para Ibu Mengajarkan Anak Nilai-nilai Moderasi

Sebagai generasi penerus Bali mereka memberikan apresiasi tinggi atas upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur fisik selama ini. Namun di sisi lain mereka juga berkomitmen untuk menanam kembali ide dan gagasan dalam menumbuhkan rasa solidaritas & peduli terhadap sesama, sebagai benih peradaban Bali yang adaftif atas perkembangan zaman tanpa pernah kehilangan akar jati diri sebagai krama Bali. Yang terikat dalam konsep “menyama braya” sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia Bali.

“Sinergi GP Bali bukan hanya kata, tapi komitmen untuk mendukung semua sektor yang ada di Bali bisa tumbuh dan berkembang dengan harmoni. Sebagai generasi penerus yang cerdas kita harus selektif memilih pemimpin Bali ke depan, Bali memerlukan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh potensi yang ada di Bali. Dan kami melihat itu ada pada pasangan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta,” ujar koordinator KG Movement di sela kegiatan. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SOSIAL

Pemkot Denpasar Sampaikan Duka Cita Atas Berpulangnya Korban Musibah Pohon Tumbang di Depan Pasar Badung

Published

on

By

korban pohon tumbang pasar badung
MELAYAT: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran Pemkot Denpasar saat melayat di Rumah Duka Anak Agung Ayu Lakshmi Devi, Jalan Gunung Semeru No. 5, Pemedilan, Pemecutan, Denpasar Barat pada Kamis (5/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Anak Agung Ayu Lakshmi Devi, korban musibah pohon tumbang di depan Pasar Badung, Kota Denpasar. Dimana, siswi berusia 9 tahun ini menghembuskan napas terakhir di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar pada Minggu (1/9) pukul 08.00 Wita setelah menjalani perawatan intensif sejak kejadian tertimpa pohon tumbang tepat sepekan yang lalu, Minggu (25/8) sore.

Ungkapan duka cita disampaikan langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran Pemkot Denpasar saat melayat di Rumah Duka, Jalan Gunung Semeru No. 5, Pemedilan, Pemecutan, Denpasar Barat pada Kamis (5/9).

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah dan berpulangnya Anak Agung Ayu Lakshmi Devi.

“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Denpasar turut prihatin atas musibah ini (tertimpa pohon tumbang) dan ijinkan kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum mendapatkan tempat yang utama di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dumogi Amor Ing Acintya,” ujar Walikota Jaya Negara.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pemkot Denpasar turut berbelasungkawa atas berpulangnya Anak Agung Ayu Lakshmi Devi, korban tertimpa pohon tumbang di depan Pasar Badung dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar.

“Yang pertama kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ayu Lakshmi Devi, dan yang kedua semoga santunan dan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga,” ujarnya.

Kepala Lingkungan Banjar Pemedilan, Pemecutan Denpasar, Sutadijaya, mengatakan bahwa Anak Agung Ayu Lakshmi Devi yang akrab disapa Gek Devi yang masih berstatus pelajar SD ini adalah sosok yang baik, polos, penurut, dan ceria di lingkungannya.

Baca Juga  Aksi Sosial Berbakti dan Berbagi di Kota Denpasar, Ny. Putri Koster Ajak Kader PKK Selalu Peduli dengan Apa yang Terjadi di Sekitar Kita

“Devi sosoknya itu baik, polos, penurut, sering sama ibunya. Korban juga aktif di banjar, di lingkungan sini, intinya keluarganya tidak neko-neko, taat aturan,” ujarnya.

Untuk diketahui, terkait musibah ini, Pemkot Denpasar turut memberikan santunan yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam musibah ini. Santunan diberikan melalui berbagai instansi yakni Santunan Duka Cita dari BPBD Kota Denpasar sebesar Rp. 15 juta, Santunan dari Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar sebesar Rp. 35 juta, dan Santunan Asuransi dari DLHK Kota Denpasar sebesar Rp. 15 juta. Selain itu, pengawalan asuransi perawatan dan pengobatan saat perawatan telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan tanggungan Pemkot Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SOSIAL

‘Pemprov Bali Hadir’ Beri Bantuan Warga Kurang Mampu di Desa Bondalem

‘‘Ngrombo’’ Bersama Komunitas Satu Hati dan Stakeholder Lainnya

Loading

Published

on

By

indra
SERAHKAN BANTUAN: ‘Pemprov Bali Hadir’ yang dipimpin Sekda Bali Dewa Made Indra menyerahkan bantuan di 3 (tiga) lokasi penerima bantuan pada Minggu (23/6) di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui program ‘Pemprov Bali Hadir’ kembali memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Provinsi Bali. Bekerjasama dengan Komunitas Satu Hati, ‘Pemprov Bali Hadir’ menyerahkan bantuan di 3 (tiga) lokasi penerima bantuan pada Minggu (23/6) di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Penerima Bantuan Pertama atas nama Ayu Windrayani beralamat di Banjar Jro Kuta, Desa Bondalem telah lumpuh sejak lahir karena penyakit polio yang mengakibatkan tidak dapat beraktifitas normal seperti perempuan biasanya. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari ia sangat bergantung pada bantuan orang tua dan keluarga lainnya. Namun belakangan orang tua Ayu Windrayani yang merupakan nelayan pun tidak dapat membantu banyak dalam ekonomi keluarga karena sudah sering sakit-sakitan mengingat usia tua.

Pemerintah Provinsi Bali ngrombo bersama Komunitas Satu Hati memberikan bantuan berupa kursi roda, kasur, sembako dan uang tunai kepada Ayu Windrayani dan keluarga. Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra mewakili Pj. Gubernur Bali berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu beban keluarga. “Harus dilatih pakai kursi roda biar terbiasa,” ungkap Dewa Made Indra saat menyerahkan bantuan kepada keluarga.

Selanjutnya di Banjar Suksuk, Desa Bondalem Pemerintah Provinsi Bali bersama Komunitas Satu Hati menyerahkan bantuan kepada Bapak Nyoman Kari yang telah 15 tahun lumpuh karena terjatuh dari pohon lontar (ental) ketika hendak mencari tuak. Bantuan yang diberikan berupa bantuan uang tunai, kasur, sembako serta bantuan rehab dapur dan kamar mandi. Bapak Nyoman Kari beserta keluarga tinggal di rumah sangat sederhana dengan dapur terbuka yang kurang layak. Dapur kayu bakar tersebut tidak memiliki dinding yang menyebabkan air akan masuk ketika hujan terjadi. Begitu juga dengan kamar mandi yang terlihat setengah terbuka karena pintu yang rusak.

Baca Juga  Manggala Utama PAKIS Bali Getol Sosialisasikan Kepedulian Terhadap Lingkungan, Adat, Tradisi dan Budaya

Di lokasi terakhir di Banjar Lemo Sari, Desa Bondalem bantuan biaya sekolah diberikan kepada Novi (7 tahun). Selain itu diserahkan juga bantuan pakaian sekolah lengkap, tas, sembako, uang tunai dan bantuan rehab kamar mandi. Orang tua Novi merupakan penyakap (petani penggarap tanpa lahan) dan pengrajin tuak yang tinggal di lahan orang lain. Penghasilan kedua orang tua-nya nyaris tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Begitupun dengan kedua kakak laki-laki Novi, satu telah tamat SMA dan satu lagi harus putus sekolah setelah tamat SMP.

Sementara itu Sekda Dewa Made Indra berharap Novi memiliki masa depan yang lebih baik dan tidak putus sekolah. Ia meminta agar Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali beserta dengan Disdikpora Provinsi Bali dapat membujuk pihak keluarga agar Novi dapat menjadi anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Udyana Wiguna, Buleleng. “Nanti sekolahnya dijamin, makannya dijamin, kebutuhan hariannya juga dijamin. Kalau Galungan atau Sabtu, Minggu bisa dijemput,” kata birokrat asal Pemaron, Buleleng. Ia menyampaikan dengan menjadi anak asuh di PSAA binaan Pemprov Bali tersebut, pendidikan Novi dapat terjamin lebih baik.

Sebelumnya di Balai Desa Bondalem, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga memberikan pelayanan kesehatan gratis serta bantuan kaca mata baca gratis kepada masyarakat. Selain itu diserahkan juga bantuan paket sembako dan uang tunai kepada lansia, anak yatim piatu, balita terindikasi stunting dan penyandang disabilitas yang merupakan bantuan dari Instansi Pemerintah Provinsi Bali, Bank BPD Bali dan Yayasan Metta Mama Maggha. Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan ngrombo bersama berbagai pihak sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Provinsi Bali yang didukung oleh berbagai pihak termasuk Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Biro Pem Kesra Setda Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Didaulat Sebagai Narasumber, Ny. Putri Koster Dorong Para Ibu Mengajarkan Anak Nilai-nilai Moderasi

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca