Monday, 20 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Berkunjung ke Buleleng, Belasan Wisatawan Belajar Tari Bali dan Membuat Canang Sari

BALIILU Tayang

:

wisatawan belajar tari bali
Wisatawan saat menjunjung banten. (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Buleleng dikenal sebagai Kabupaten mempunyai banyak tradisi kesenian dan budaya. Maka dari itu banyak wisatawan yang datang ke Bali khususnya Kabupaten Buleleng berkunjung menyaksikan pementasan dan belajar kesenian Bali.

Terlihat pada Jumat, (19/4) di Puri Kanginan Buleleng, sebanyak 14 orang wisatawan mancanegara berasal dari Belanda antusias belajar menari tari Bali yang diajari oleh pembina tari dari Sanggar Santi Budaya Singaraja.

Ditemui di Puri Kanginan, Pembina Tari, Ida Ayu Ketut Widia Utami mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk perkenalan dan mengetahui seni budaya yang ada di Bali khususnya Kabupaten Buleleng.

“Kebetulan mereka berasal dari Belanda, kami mengajak belajar tari Balinya disini. Dilihat puri ini dari segi bangunan masih ada nilai-nilai Belanda, dan mereka merasa senang melihat bagaimana situasi seni dan keadaan budaya yang ada di Kabupaten Buleleng,” ucapnya.

Widia utami juga menyampaikan bahwasannya wisatawan belajar tari diajarkan secara dasar. Hal ini dikarenakan wisatawan yang belajar tidak mempunyai basic untuk menari melainkan ingin tahu bagaimana melakukan menari Bali.

“Mereka sering mengeluh kesannya ternyata sulit belajar menari Bali. Mungkin karena penasaran itu membuat mereka antusias sekali belajar menari Bali,” terangnya.

Selain kesenian, ia juga mengajarkan tentang budaya dengan membuat canang sari. Kegiatan ini diajarkan cara pemasangan bunga dan filosofi canang sari tersebut.

Terakhir, ia berharap kedepannya wisatawan yang berkunjung ke Buleleng untuk belajar menari Bali lebih banyak lagi. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemkab Buleleng Gelar Razia Ketertiban Kota, 48 Pedagang Bermobil Terjaring
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Nikmatnya Tegukan Kopi di Heritage Coffee Farm & Roastery Munduk

Published

on

By

Heritage Coffee Farm munduk
Heritage Coffee Farm & Roastery yang berlokasi di Desa Munduk, Buleleng. (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Kopi Buleleng tidak hanya dimaknai sebagai sekadar komoditas, namun juga mampu menjadi pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi para turis melalui penyajian asal-usul dari bagaimana secangkir kopi itu bisa tercipta.

Hal itulah yang menjadi motivasi seorang Gede Pusaka Harsadina, owner Kopi Banyuatis, untuk mendirikan Heritage Coffee Farm & Roastery yang berlokasi di Desa Munduk. Destinasi tujuan wisata tersebut resmi dibuka pada hari ini, Rabu (15/5).

Melalui unit bisnis barunya tersebut, pengusaha yang akrab disapa Saka itu ingin menyajikan sejarah atau asal-usul bagaimana secangkir kopi itu dapat diciptakan untuk dinikmati. Jadi, kopi yang disajikan di Heritage Coffee Farm & Roastery merupakan kopi yang ditanam di kebun sendiri dan diolah sendiri, dan pengunjung dapat merasakan pengalaman tersebut melalui Eco Edu Tourism di sini.

“Jadi kopi yang kita tanam sendiri, kita hasilkan sendiri dan kita nikmati langsung dari hasil kebun sendiri,” imbuhnya.

Lokasi pun oleh Saka dipilih yang ideal bagi budidaya tanaman kopi. Desa Munduk sejak era sebelum kemerdekaan Republik Indonesia telah diarahkan menjadi sentra budidaya kopi oleh kolonial Belanda. Faktor temperatur dan ketinggian dataran Desa Munduk menjadi pertimbangan utama untuk budidaya kopi. Saka sendiri telah menyiapkan lahan seluas 70 are yang digunakan untuk budidayanya. Pembibitan dan penanaman telah dilakukan dan Saka mencanangkan kurang lebih 2 tahun ke depan, kebun kopi di sini sudah berbuah dan bisa dipanen.

Nama Heritage itu sendiri, menurut Saka, diambil dari kata warisan, memaknai asal-usul dari kopi di sini mulai dari tanah perkebunannya yang merupakan warisan dari leluhur, hingga teknik pengolahannya yang menggunakan metode tradisional warisan turun-temurun para petani kopi di Buleleng.

Baca Juga  Menuju Pemilu 2024, Sekda Suyasa Kembali Tekankan Netralitas ASN

“Kita memang proses pengolahan ini kita lakukan secara tradisional. Maksudnya tradisional itu zaman dulu ya. Jadi dijemur selama beberapa minggu, barulah kemudian dipilah dan diolah di-roastery,” jelas Saka.

Cita rasa kopi yang diolah secara tradisional pun, kata Saka, memiliki perbedaan signifikan di lidah penikmatnya dibanding dengan biji kopi yang diproses secara full wash atau semi-wash. Menurutnya, cita rasa kopi yang diolah secara tradisional memiliki cita rasa yang lebih asam.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menyambut baik kehadiran destinasi agrowisata dan eco edu tourism ini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan bahwa hadirnya Heritage Coffee Farm & Roastery menjadi stimulus baik untuk memajukan Kopi Buleleng. Aktivitas Eco Edu Tourism yang disajikan pun menjadi daya jual lebih bagi pariwisata Buleleng, khususnya di Desa Munduk.

Dukungan tersebut, rencananya oleh Dody akan diwujudkan melalui Festival Kopi Bali Utara, sebagai wadah bagi komunitas pecinta kopi, hotel, restoran, dan coffee shop di Kabupaten Buleleng untuk ajang unjuk gigi dan peningkatan popularitas dalam mengolah komoditas Kopi Buleleng.

“Nah, nanti ini akan kita lakukan di High Season, dengan tujuan untuk bisa mempopulerkan lagi bagaimana warisan kopi di Bali Utara ini bisa bersinergi dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, jadi tidak hanya menjadi konsumsi lokal saja,” ucap Dody. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Pariwisata Buleleng, Jeep Tour Desa Panji Jadi Terobosan Wisata Baru Hubungkan Edukasi dan Alam

Published

on

By

Jeep Tour desa panji
Village Safari Tour dari Jeep Tour di Desa Panji Buleleng. (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Desa Panji, Kecamatan Sukasada pada tahun ini membuat gebrakan baru pada destinasi wisata di Buleleng dan satu-satunya yang menggabungkan edukasi dan keindahan alam. Destinasi tersebut dinamakan “Jeep Tour” atau yang biasa di sebut “Village Safari Tour” yang digadang-gadang menjadi program yang bisa menarik wisatawan untuk menikmati wisata alam di desa.

Perbekel Desa Panji, Made Ariawan, menjelaskan terobosan terbaru dalam dunia pariwisata lokal. Dalam kegiatan Jeep Tour ini, pengunjung dapat merasakan sensasi unik dengan menggunakan jeep terbuka sambil menikmati pemandangan dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat, yang dominan dalam bidang pertanian. Desa Panji, yang sebelumnya dikenal sebagai desa berbasis pertanian, kini juga menawarkan pengalaman wisata yang memikat bagi para wisatawan yang mencari edukasi dan petualangan.

“Desa Panji bukan sekadar destinasi wisata biasa, tetapi merupakan investasi dari kelompok masyarakat lokal,” jelas perbekel yang akrab disapa Mangku Panji.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan masyarakat, kami menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui konsep Edu Eco Tourism,” imbuhnya.

Jeep Tour ini juga menawarkan kesempatan bagi para pengunjung untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan setempat. Dengan harga tiket yang terjangkau yaitu sebesar 75 ribu/pax, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman yang berharga yang dilengkapi dengan asuransi tetapi juga ikut kontribusi untuk program penghijauan Desa Panji.

“Kami berharap terobosan ini tidak hanya menjadi tren di Desa Panji, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Buleleng untuk mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal mereka,” tambahnya.

Melalui kontrak rate dengan berbagai pihak, Desa Panji juga memastikan bahwa pemasaran Jeep Tour ini dapat mencapai target pasar yang lebih luas, termasuk melalui kemitraan dengan travel agent dan universitas lokal. Selain itu, peran media sosial seperti Instagram melalui “Panji Eco Village Bali” dan bisa melalui reservasi WhatsApp di nomor 0878-6026-6999 juga menjadi sarana utama dalam mempromosikan potensi wisata Desa Panji kepada masyarakat luas.

Baca Juga  Menuju Pemilu 2024, Sekda Suyasa Kembali Tekankan Netralitas ASN

Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, Desa Panji menegaskan komitmennya untuk menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal serta pengunjung dari seluruh dunia. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Bakal Dikunjungi Delegasi WWF, Pemprov Bali Cek Kesiapan Desa Wisata Penglipuran

Published

on

By

desa penglipuran
PENGECEKAN: Jajaran Pemprov Bali pada Rabu (8/4), melakukan pengecekan ke Desa Pengelipuran yang akan menjadi tempat kunjungan para delegasi World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali, 18-25 Mei 2024. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bukan tanpa alasan, Desa Wisata Penglipuran memiliki keunikan dan hal menarik lainnya sehingga menjadi salah satu opsi yang ditawarkan untuk dikunjungi para delegasi World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali, 18-25 Mei 2024. Salah satunya Desa Wisata Penglipuran menyuguhkan bangunan tradisional yang dijaga kelestariannya dan menyandang status ‘‘Desa Terbersih di Dunia’’.

Untuk memastikan kesiapan Desa Wisata Penglipuran dalam menyambut para delegasi World Water Forum, Rabu (8/5), Pemerintah Provinsi Bali melakukan pengecekan langsung kesiapan desa ini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok. Bagus Pemayun mengatakan, pengecekan ke Desa Wisata Penglipuran ini karena menjadi salah satu opsional kunjungan delegasi WWF. “Selain pengecekan untuk memastikan kesiapan dalam menyambut para delegasi, kami juga melakukan pemantauan Pungutan Wisatawan Asing (PWA),” ungkapnya.

Menurutnya, desa wisata ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan yang lainnya, sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata favorit di Bali. “Desa wisata ini menyuguhkan bangunan tradisional yang terbuat dari bambu, baik itu dinding hingga atap rumah terbuat dari bambu. Ini yang dilestarikan oleh penduduk setempat hingga sekarang,” tuturnya.

Tjok. Bagus juga menegaskan bahwa Bali sangat siap menyambut kedatangan para delegasi tersebut. Baik itu dari sisi akomodasi dan juga logistiknya. “Pihak hotel itu sudah tahu, kalau delegasi dari negara tertentu sudah diketahui apa menu makanan yang bakal disuguhi,” katanya. Menurutnya, para delegasi yang bakal ke Bali mencapai 30 ribu. “Tanggal 18 Mei ini mereka bakal mulai datang,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarta mengungkapkan kebanggaannya apabila DTW Penglipuran yang dikelolanya dipilih menjadi salah satu venue kunjungan para delegasi WWF. Karena menurutnya dari sisi infrastruktur, sarana prasarana, dan fasilitas sudah sangat mendukung dan memadai untuk menerima kunjungan delegasi kenegaraan. “Kesiapan kami dalam rencana menerima kunjungan para delegasi WWF, dari sisi sarana penunjang sudah sangat siap sekali. Di samping itu pula, DTW kami sudah menyiapkan atau menambah atraksi wisata baru yakni hutan bambu yang bisa dinikmati oleh para delegasi,” ujarnya.

Baca Juga  Air Terjun Bengbengan, Surga Tersembunyi di Lemukih

Terlebih dengan predikat yang disandang DTW Penglipuran sebagai salah satu Desa Terbaik di dunia yang ditetapkan oleh United Nation Tourism, menurutnya merupakan salah satu nilai lebih yang bisa ditawarkan kepada para delegasi. Ia pun mengungkapkan tren tingkat kunjungan ke DTW dengan hawa sejuk ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Di tahun 2023 rata – rata per harinya kami dikunjungi oleh 3.000 orang wisatawan. Dan di tahun 2024 ini ada trend peningkatan jumlah kunjungan sekitar 3.500 orang setiap harinya, yang didominasi oleh kunjungan wisatawan Nusantara. Untuk kunjungan wisata asing pun mengalami tren peningkatan, yang awalnya sekitar 300 orang, saat ini mencapai 500 orang lebih,” jelasnya.

Saat pemantauan dilaksanakan, terpantau adanya peningkatan pemahaman dari wisman akan pengenaan PWA setiap melakukan kunjungan ke Bali sesuai Perda Nomor 6 tahun 2023  dan Pergub Bali Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pembayaran Pungutan Bagi Wisatawan Asing. Dari scanning yang dilakukan oleh para personil tim pemantauan kepada para wisman yang akan memasuki DTW Penglipuran, hanya sekitar 3 orang pengunjung yang belum melaksanakan pembayaran. Tim pun langsung menginformasikan untuk melakukan pembayaran melalui aplikasi Love Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca