Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bi Bali Bersama Pemprov Bali Dorong Inovasi Digital Wujudkan Bali Sebagai Pusat Teknologi & Industri Kreatif

BALIILU Tayang

:

Baligivation
BALIGIVATION: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan BPD Bali membuka kegiatan Peak Event Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) di Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali pada 14 Agustus 2024. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan BPD Bali membuka kegiatan Peak Event Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) di Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali pada 14 Agustus 2024. Pada tahun ini, kegiatan Baligivation dilaksanakan berkolaborasi dengan Pekan QRIS Nasional (PQN), Bali Digifest III 2024, Bali Development Festival, Bali Jani VI, dan Bulan Kebangsaan, yang sekaligus menjadi rangkaian acara hari jadi Ke-66 Provinsi Bali.

Kegiatan dihadiri oleh Pj. Gubernur Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, serta OPD dan instansi terkait lainnya. Masyarakat Bali sangat antusias menghadiri kegiatan ini, sehingga kapasitas Ardha Candra 8.000 orang berhasil dipenuhi dan sebagian besar melakukan experience digital melalui QRIS. Para pengunjung datang dari seluruh wilayah Bali maupun luar Bali. Pembukaan kegiatan Peak Event Baligivation tersebut sekaligus menjadi awal dari Pekan QRIS Nasional (PQN) 2024 yang dilaksanakan pada 12 – 18 Agustus 2024 dan sekaligus menjadi bagian dari Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia.

Pekan QRIS Nasional tahun ini mengangkat tema “Pakai QRIS untuk Indonesia Maju, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak!”. Kemudahan dan kenyamanan bertransaksi dengan tersedianya infrastruktur dan berbagai kanal pembayaran, termasuk QRIS, dapat meningkatkan daya tarik produk dan layanan lokal yang mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Bangga Berwisata Indonesia.

Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sedang berupaya untuk memperkuat identitas kebangsaan melalui transformasi dan inovasi digital untuk mewujudkan Bali menjadi pusat teknologi dan industri kreatif di Indonesia. Salah satu upaya dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dengan semangat ngrombo yang mencerminkan kebersamaan dan gotong-royong. Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan bahwa kegiatan PQN diharapkan dapat mempromosikan inovasi dan digitalisasi, memperluas ekosistem ekonomi digital dan inklusi keuangan.

Baca Juga  Terima Komite III DPD RI, Sekda Dewa Made Indra Sampaikan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali Terus Meningkat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa perkembangan transaksi QRIS di Bali menunjukkan tren yang meningkat, dimana jumlah pengguna QRIS di Bali mencapai 1.040.806 pengguna (tumbuh 27,6% yoy) dengan nilai nominal Rp 1,106 triliun (tumbuh 130% yoy). Sementara, jumlah merchant pengguna QRIS mencapai 857.671 merchant (96,2% diantaranya merupakan UMKM). Bank Indonesia juga terus memperluas implementasi QRIS melalui QRIS Cross Border, yang memungkinkan konsumen dan pedagang di negara mitra untuk melakukan dan menerima pembayaran barang dan jasa melalui QR Code.

Bali, sebagai salah satu destinasi utama bagi wisatawan mancanegara, menerima manfaat yang signifikan dari implementasi QRIS Cross Border, khususnya seiring dengan terjalinnya kerja sama implementasi QRIS Cross Border antara Indonesia dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Kick off Baligivation dilakukan pada 23 April 2024, dan dilanjutkan dengan roadshow ke seluruh kota/kabupaten dalam rentang waktu 6 Mei – 6 Juni 2024. Dalam Baligivation, terdapat beberapa perlombaan, diantaranya konten kreatif dan inovasi digital di sektor ketahanan pangan. Perlombaan ini menghasilkan beberapa inovasi digital seperti aplikasi pencari posisi ikan bagi nelayan, alat pengering daun kelor berbasis Internet of Things (IoT), dan alat pengering ikan menggunakan panel surya. Digitalisasi juga dilakukan di kawasan Sanur dan Nusa Lembongan, dengan mengimplementasikan kanal pembayaran non-tunai dan alat pengawasan pajak. Di samping itu, implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Provinsi Bali juga telah terlaksana di seluruh Provinsi Bali, baik tingkat kota/kabupaten, maupun provinsi.

Lebih lanjut, guna meningkatkan edukasi di masyarakat terkait QRIS, dilakukan edukasi pada Leadership Practice Generasi Baru Indonesia 2024, dan lomba konten kreatif kepada siswa/i SMA, serta masyarakat umum. Dari lomba tersebut, peserta secara langsung berkontribusi aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait (1) Digitalisasi berbasis local wisdom di desa wisata; (2) Mendorong transaksi UMKM berbasis QRIS; (3) Bayar pajak atau retribusi berbasis digital guna mendorong PAD; (4) Green economy berbasis digital; dan (5) Kiat-kiat mendorong pelindungan konsumen di era digital.

Baca Juga  Balinomics 2026: Pemprov Bali dan BI Susun Strategi Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

Masih dalam rangkaian PQN, telah dilaksanakan peresmian Pasar Pakai QRIS di Pasar Kuliner Gianyar pada 12 Agustus 2024 yang terdiri dari 2 kegiatan besar yaitu peresmian QRIS pada merchant sebagai alternatif pembayaran dan soft launching e-retribusi. Peresmian Pasar Pakai QRIS berkolaborasi dengan BPD Bali dan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Pasar Kuliner Gianyar baru berdiri selama 2 bulan dan saat ini telah 100% menggunakan QRIS. Kegiatan ini merupakan sinergi untuk bersama-sama mengembangkan digitalisasi (baik melalui ekosistem kawasan digital, maupun dalam meningkatkan transaksi digital pada transaksi pemerintah) di Provinsi Bali, terkhusus di Kabupaten Gianyar.

Tak kalah menarik, terdapat 2 casual talk yang dilaksanakan dengan tema ”Aku Bisa Membuatmu Jatuh Cinta kepada QRIS” dan ”Keluarga Digital Savvy: PeKA Bertransaksi, Aman Terlindungi”. Kegiatan seminar dikemas dengan menarik dan menghadirkan narasumber ahli dan influencer. Selain itu, selama PQN akan dilaksanakan digital experience, experience QRIS Rp 79, optimalisasi KKI Bali, performance artis nasional, pengumuman pemenang lomba Baligivation (video konten kreatif, maskot QRIS Bali di era digital dan digitalisasi ketahanan pangan) dan QRIS Jelajah Indonesia Bali, apresiasi area digital, showcase pemenang kompetisi, pameran UMKM, pojok kopi digital, dan showcase inovasi digitalisasi ketahanan pangan. Kegiatan PQN akan ditutup dengan pesta rakyat yang akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 2024 dalam rangka HUT RI ke-79. Berbagai kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan awareness, usage dan utility penggunaan QRIS sebagai bagian implementasi digitalisasi di Provinsi Bali.

Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperluas akseptasi digital. Kerja sama dari seluruh pihak diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penggunaan QRIS yang pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sarkofagus Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Desa Bengkel, Jadi Jejak Kehidupan Prasejarah

Published

on

By

Sarkofagus Peninggalan Megalitikum di Desa Bengkel
Sarkofagus yang ditemukan sekitar tahun 2006 di Banjar Salin, Desa Bengkel. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, menyimpan peninggalan bersejarah dari era prasejarah berupa sarkofagus atau peti kubur batu. Benda purbakala berbentuk menyerupai telur tersebut menjadi salah satu bukti adanya kehidupan masyarakat pada masa megalitikum di kawasan itu.

Sarkofagus tersebut ditemukan sekitar tahun 2006 di Banjar Salin, Desa Bengkel. Penemuan bermula saat aktivitas pengerukan dan perataan tanah dilakukan di lahan milik warga untuk rencana pembangunan perumahan serta pembuatan batu bata merah.

Jro Made Widiasa menuturkan, awalnya pekerja menemukan batu cadas berukuran besar ketika menggali dan meratakan gundukan tanah. Setelah dilakukan penggalian lebih lanjut, barulah terlihat bentuk benda yang diketahui sebagai sarkofagus.

“Awalnya ada gundukan tanah yang diratakan untuk perumahan. Ketika digali, pekerja menemukan batu cadas berukuran besar. Setelah terus digali, barulah terlihat wujud sarkofagus tersebut,” ujar Jro Made Widiasa selaku Tetua dan Tokoh Adat setempat, saat ditemui, Sabtu 7 November 2026.

Sarkofagus tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan bentuk bulat polos tanpa ukiran maupun motif hiasan. Karakteristiknya disebut menyerupai sarkofagus yang sebelumnya ditemukan di kawasan Gilimanuk.

Dalam tradisi megalitikum, sarkofagus merupakan wadah pemakaman yang umumnya dikaitkan dengan tokoh-tokoh penting dalam kelompok masyarakat, seperti pemimpin komunitas maupun orang yang dihormati.

Keberadaan peninggalan tersebut pun menjadi petunjuk penting untuk menelusuri kehidupan masyarakat prasejarah di Desa Bengkel. Temuan ini membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai keberadaan komunitas serta perkembangan kehidupan sosial masyarakat pada masa lampau.

“Temuan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan eksplorasi dan penelitian lebih lanjut. Hal ini membuktikan bahwa ada kehidupan dan komunitas masyarakat yang berkembang di Desa Bengkel sejak zaman prasejarah, perkiraannya berasal dari tradisi megalitikum,” tambahnya.

Baca Juga  Juli 2026, Keyakinan Konsumen Bali Menguat

Namun, proses pengungkapan sejarah peninggalan tersebut tidak sepenuhnya berjalan mudah. Saat pertama kali ditemukan, sejumlah pecahan tembikar yang berada di sekitar lokasi sempat terbuang sebelum sempat diteliti lebih lanjut.

Selain itu, berkembangnya cerita mistis di tengah masyarakat, termasuk adanya warga yang mengalami kerauhan atau kesurupan, turut memengaruhi proses penelitian mendalam terhadap temuan tersebut.

Penelitian kemudian mulai direalisasikan dengan melibatkan tim ahli dan kalangan akademisi untuk menggali informasi mengenai nilai sejarah serta konteks keberadaan sarkofagus tersebut.

Hingga kini, peninggalan purbakala itu masih disimpan dan dilestarikan di lokasi asalnya di Banjar Salin, Desa Bengkel. Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan sejarah desa yang perlu dijaga sekaligus diteliti lebih lanjut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan Rp 98 Juta kepada Tiga Korban Kebakaran di Jembrana

Pemprov Bali Juga Salurkan Bantuan Penguatan Ekonomi Rp 206 Juta kepada 27 Penerima

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan bantuan sosial senilai total Rp 98 juta kepada tiga warga terdampak bencana kebakaran di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan bantuan sosial senilai total Rp 98 juta kepada tiga warga terdampak bencana kebakaran di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, Wagub Giri Prasta didampingi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan; mantan Bupati Jembrana periode 2000–2010, I Gede Winasa; serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.

Bantuan sosial diserahkan secara simbolis kepada tiga penerima dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan kondisi kerusakan bangunan akibat kebakaran.

Ketiga penerima tersebut yakni I Ketut Sumerta, warga Banjar Ketiman, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, yang menerima bantuan Rp 23 juta untuk perbaikan rumah dengan kategori rusak sedang.

Selanjutnya, I Kadek Dwi Loka Wijaya, warga Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, menerima bantuan Rp 50 juta untuk perbaikan rumah dan balai sari yang mengalami kerusakan berat.

Sementara itu, Ahmad Kurniawan, warga Banjar Anyar, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, menerima bantuan Rp 25 juta untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan sedang.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya hadir membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat bencana.

“Ini adalah wujud implementasi program Bapak Gubernur Bali, salah satunya dalam penanganan bencana. Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami memberikan bantuan sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana,” ujar Wagub Giri Prasta.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung pemulihan tempat tinggal agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Baca Juga  Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga Berdialog dengan Lansia di Br. Merthayasa

“Bantuan ini sudah dipergunakan untuk membangun kembali rumah yang sebelumnya terkena bencana. Semoga rumah yang dibangun ini bisa dijadikan tempat beraktivitas yang aman dan nyaman,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wagub Giri Prasta juga menyerahkan bantuan tambahan senilai Rp 2 juta kepada salah satu korban kebakaran, I Ketut Sumerta.

Selain bantuan perbaikan rumah bagi korban kebakaran, Pemerintah Provinsi Bali juga menyalurkan bantuan sosial berupa penguatan ekonomi kepada 27 penerima manfaat di Kabupaten Jembrana dengan total nilai mencapai Rp 206 juta.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali, penyaluran kedua jenis bantuan tersebut mencapai Rp 304 juta, terdiri atas bantuan perbaikan rumah sebesar Rp 98 juta kepada tiga penerima dan bantuan penguatan ekonomi sebesar Rp 206 juta kepada 27 penerima.

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana atau musibah, baik dari aspek tempat tinggal maupun kondisi ekonomi.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali, penyerahan bantuan pada 5 November 2026 merupakan penyerahan bantuan yang kesepuluh di Kabupaten Jembrana sejak awal tahun 2026.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali telah melaksanakan sembilan kali penyerahan bantuan serupa dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 507,5 juta.

Dengan tambahan bantuan sebesar Rp304 juta yang diserahkan pada 5 November 2026, total bantuan sosial yang telah disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Jembrana hingga November 2026 mencapai Rp 811,5 juta.

Penyaluran bantuan secara berkelanjutan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Pemerintah Provinsi Bali dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana atau musibah serta mendukung percepatan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan kepada 27 Petani Terdampak Gagal Panen di Jembrana

Dorong Konservasi Sumber Air dan Perlindungan Harga Hasil Pertanian untuk Menjaga Kesejahteraan Petani

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan untuk Petani Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan bantuan sosial penguatan ekonomi kepada 27 petani terdampak kekeringan dan gagal panen di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan bantuan sosial penguatan ekonomi kepada 27 petani terdampak kekeringan dan gagal panen di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026). Bantuan diserahkan di Balai Subak Pangkung Buluh, didampingi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

Sebanyak 27 petani penerima bantuan berasal dari tiga subak, yakni Subak Peh, Subak Pangkung Buluh, dan Subak Tegal Jati. Mereka mengalami kerugian akibat keterbatasan pasokan air irigasi selama musim kemarau yang berdampak terhadap produktivitas pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan secara simbolis kepada empat perwakilan petani, yakni I Ketut Kaler sebesar Rp 20 juta, I Ketut Waca sebesar Rp 15,6 juta, I Ketua Malya sebesar Rp 8,9 juta, dan I Made Winata sebesar Rp 8,4 juta.

“Ini program dari Pemerintah Provinsi Bali. Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat petani yang terdampak gagal panen,” ujar Giri Prasta.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali memberikan perhatian terhadap kondisi petani yang mengalami kerugian akibat kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan usaha pertanian, memperkuat ekonomi keluarga, serta menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian.

Wagub Giri Prasta mengapresiasi kerja keras para petani yang terus berupaya mempertahankan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan ketersediaan air. Menurutnya, petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan.

Ia menyampaikan bahwa Gubernur Bali memberikan perhatian terhadap kondisi petani yang mengalami gagal panen agar mereka tidak harus menanggung kerugian tanpa adanya dukungan pemerintah.

“Pemerintah hadir untuk membantu meringankan kerugian yang dialami petani. Kita tidak ingin para petani yang sudah bekerja keras justru menghadapi kesulitan tanpa mendapatkan perhatian,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemprov Bali Minta Pertamina dan Hiswanamigas Jaga Stok LPG 3 Kg Jelang Hari Raya

Dalam dialog bersama Wagub Giri Prasta, sejumlah petani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari menurunnya debit air irigasi, kerusakan saluran pengairan, hingga harga jual hasil pertanian yang dinilai belum menguntungkan petani.

I Ketut Kaler mengeluhkan semakin berkurangnya debit air irigasi yang berdampak terhadap produktivitas dan pendapatan krama subak. Ia juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap stabilitas harga hasil pertanian.

Sementara itu, I Ketut Waca menyampaikan persoalan kebocoran saluran irigasi yang menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal. Ia juga mengusulkan perbaikan sumur bor serta penggantian pompa berbahan bakar solar menjadi pompa bertenaga listrik.

“Kami berharap sumur bor yang ada dapat diperbaiki dan menggunakan tenaga listrik. Selama ini penggunaan bahan bakar solar menjadi kendala karena sulit diperoleh,” ujar I Ketut Waca.

Menanggapi persoalan menurunnya debit air irigasi, Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya langkah konservasi sumber daya air secara berkelanjutan. Ia mengajak pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan krama subak bersinergi menjaga kawasan hulu bendungan melalui penghijauan dan penanaman pohon.

Secara khusus, Giri Prasta menyoroti pentingnya pelestarian kawasan hulu Bendungan Benel dan Bendungan Palasari sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.

“Di sini ada Bendungan Benel dan Bendungan Palasari. Kita harus mulai melakukan penanaman pohon yang mendukung kelestarian sumber air di kawasan hulu bendungan. Ini untuk kepentingan jangka panjang, bagi anak cucu dan generasi mendatang,” tegasnya.

Menurutnya, konservasi kawasan hulu menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan air irigasi sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan sumur bor.

Ia juga mengaitkan upaya pelestarian lingkungan tersebut dengan nilai kearifan lokal Bali melalui perayaan Tumpek Uduh yang mengajarkan penghormatan dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan sebagai sumber kehidupan.

Baca Juga  Terima Komite III DPD RI, Sekda Dewa Made Indra Sampaikan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali Terus Meningkat

Selain persoalan ketersediaan air, Wagub Giri Prasta turut menyoroti pentingnya perlindungan harga hasil pertanian agar para petani memperoleh pendapatan yang layak, terutama saat memasuki musim panen.

Ia menyampaikan bahwa persoalan harga hasil pertanian telah dikoordinasikan dengan tim pengendalian inflasi daerah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pasar dan melindungi kepentingan petani.

Menurutnya, upaya menjaga harga hasil pertanian merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan sebagaimana menjadi prioritas pemerintah pusat.

“Ini tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan, sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia. Kami akan berupaya menjaga agar harga hasil pertanian tidak jatuh saat musim panen,” tegas Giri Prasta.

Melalui penyerahan bantuan sosial penguatan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berharap para petani terdampak gagal panen dapat kembali menjalankan aktivitas pertanian sekaligus mempertahankan perekonomian keluarga.

Selain bantuan langsung, perhatian terhadap keberlanjutan sektor pertanian juga diarahkan pada upaya pelestarian sumber air, perbaikan sistem irigasi, serta stabilisasi harga hasil pertanian agar kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca