Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BI Bali Siapkan Rp 3,3 Triliun untuk Penuhi Kebutuhan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026

BALIILU Tayang

:

SERAMBI 2026
SERAMBI 2026: Kick Off SERAMBI 2026 dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026, di Lapangan Bajra Sandhi, Renon. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, berkolaborasi dengan perbankan di Provinsi Bali, menyelenggarakan Program SERAMBI 2026 pada 19 Februari 2026 hingga 13 Maret 2026 sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan uang bagi masyarakat dalam rangka menghadapi hari raya Nyepi dan Idul Fitri.

Hal ini mengemuka pada kegiatan Kick Off SERAMBI yang dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026, yang dihadiri Wakil Gubernur Bali yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali, I Wayan Ekadina; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja; serta Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, dan unsur Forkopimda lainnya, di Lapangan Bajra Sandhi, Renon. Rangkaian Kick Off SERAMBI ini akan diikuti dengan layanan penukaran uang kepada masyarakat, dan program edukasi SERAMBI.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa SERAMBI 2026 ini memiliki peran strategis untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap kebutuhan penukaran uang pecahan kecil yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan nasional yang saling berdekatan yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.

“Terlebih Bali juga sebagai daerah wisata yang biasanya diikuti jumlah kunjungan yang meningkat disaat libur panjang hari raya, yang berarti pula ada tambahan kebutuhan uang pecahan kecil di Masyarakat,” kata Erwin.

Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) secara Nasional mengalami peningkatan 15,1% atau Rp 185,6 triliun, dengan kebutuhan UPB sebesar Rp 164,3 triliun (naik 14,9% dari 2025) dan UPK sebesar Rp 21,3 triliun (naik 16,5% dari 2025). Sedangkan di Bali, proyeksi kebutuhan uang Kartal di Bali selama HBKN pada bulan Februari dan Maret 2026 diperkirakan naik 6% dari Rp 3,1 triliun tahun 2025, menjadi Rp 3,3 triliun di 2026 dengan kebutuhan UPB (3,1 triliun) dan UPK (236 miliar).

Baca Juga  BI Bali dan TP2DD Buleleng Komit Akselerasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah

Untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat, BI dan Perbankan akan melayani penukaran di Provinsi Bali sebanyak 43 titik dengan 169 layanan di berbagai wilayah. Kuota penukaran telah kami sediakan lebih banyak dari tahun lalu yaitu sejumlah 22.286 Paket Penukaran. Untuk mendukung layanan yang lebih tertib, nyaman, dan terjadwal, masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang melalui aplikasi PINTAR pada situs pintar.bi.go.id.

Pada kegiatan Kick Off SERAMBI 2026 ini, Wakil Gubernur Bali yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali, I Wayan Ekadina, menyampaikan apresiasi atas upaya BI dan perbankan dalam memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat selama periode HBKN ini.

”Layanan penukaran uang selama HBKN menunjukkan kebersamaan masyarakat Bali ditengah keberagaman budaya dan tradisi di Bali. Tingginya kebutuhan penukaran uang juga menunjukkan ekonomi Bali terus tumbuh secara berkesinambungan,” tegas Ekadina.

Pada kesempatan ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali juga melakukan penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako secara simbolis kepada perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran bantuan sosial yang dilakukan secara non-tunai diharapkan dapat mempercepat efektivitas transmisi kebijakan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Dalam momentum Ramadan ini dan kebersamaan, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BPMD) Provinsi Bali turut menyalurkan 422 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok penerima sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan memberikan tambahan kebahagiaan bagi masyarakat dalam rangka menyambut hari raya Nyepi dan Idul Fitri.

Sebagai wujud penguatan peran generasi muda dalam mendukung edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, dilakukan penyematan selempang secara simbolis kepada perwakilan Yowana Bali serta para Edukator Dewata, yang terdiri atas Teruna Teruni Denpasar, Forum Anak Daerah Badung, Jegeg Bagus Jembrana, dan Generasi Berencana Jembrana. Generasi muda tersebut secara aktif bersinergi dengan Bank Indonesia dan perbankan dalam mendorong perluasan digitalisasi, penguatan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta edukasi perlindungan konsumen.

Baca Juga  BI Bali QRIS-kan Bangli, Trisno Nugroho: Transformasi Digitalisasi Sebuah Keharusan

Kick Off SERAMBI 2026 kali ini ditutup dengan flag off Mobil Kas Keliling dari 12 Bank di Bali. Selanjutnya, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penukaran uang melalui jasa tidak resmi, dan memanfaatkan layanan penukaran resmi yang disediakan Bank Indonesia dan perbankan. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mengoptimalkan penggunaan transaksi pembayaran digital, antara lain melalui mobile banking, uang elektronik, dan QRIS. Melalui penyelenggaraan SERAMBI 2026, Bank Indonesia berharap kebutuhan uang Rupiah masyarakat selama periode Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus Terkait Kelangkaan BBM di Bali

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Demo Cipayung Plus
PIMPIN PENGAMANAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Denpasar disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, kata Kapolresta, koordinasi dan komunikasi dengan koordinator lapangan serta peserta aksi terus dilakukan guna menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Melalui pengamanan yang optimal dan sinergi antara aparat keamanan dengan peserta aksi, diharapkan kegiatan unjuk rasa Cipayung Plus dapat berlangsung dengan aman, damai, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Survei Triwulan II 2024, Harga Properti Residensial di Bali Meningkat
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat untuk Penguatan Infrastruktur Pariwisata Bali

Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembiayaan yang Memperhatikan Kontribusi dan Karakteristik Daerah

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka ITMW 2026 di Sanur
BUKA ITMW 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

ITMW 2026 merupakan forum tahunan yang digagas MarkPlus Tourism (MCorp) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran. Mengusung tema Reimagining Tourism: In a Fragmented World!, kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di sejumlah lokasi di Bali. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITMW 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menilai Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata sehingga layak menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi meracik kopi, aksi konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, pembahasan digitalisasi dan penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta konferensi yang menghadirkan sejumlah pembicara nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Pandangan tersebut, menurut Koster, telah dipelajarinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, baik dari aspek teknokratis maupun filosofi ekonomi. Dengan mengacu pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, ia menjelaskan bahwa pada tingkatan kebutuhan tertentu, kegiatan berwisata menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

Baca Juga  BI Bali dan TP2DD Buleleng Komit Akselerasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah

“Karena itu, pariwisata adalah dunia yang paling nyata. Kalau kita mampu mendorong pertumbuhan sektor ini, maka akan berdampak pada sektor yang lain. Karena itu, harus dibangun dengan sangat detail,” katanya.

Gubernur Koster selanjutnya memaparkan perkembangan sektor pariwisata Bali yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 16,3 juta kunjungan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 319,9 triliun. Gubernur Koster juga menyebutkan besarnya peranan sektor pariwisata dalam menopang perekonomian daerah. “Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali juga sangat tinggi, yaitu 66 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, menurut Gubernur Koster, memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator makroekonomi Bali, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati demikian, perkembangan pariwisata yang pesat juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari alih fungsi lahan sawah, persoalan sampah dan kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga meningkatnya kasus penodaan tempat suci. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tersebut, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Gubernur Koster mendorong pemerintah pusat agar kebijakan pengalokasian dana transfer ke daerah tidak hanya menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing daerah terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Bali memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain karena harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga mendukung aktivitas jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.

Baca Juga  Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali, BI Gelar Pertemuan Strategis Lintas Stakeholders

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” urainya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Bali. Diperlukan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Seluruh komponen tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bali.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas antardaerah di Indonesia, melainkan telah berlangsung pada tingkat internasional. Bali harus mampu bersaing dengan destinasi wisata di negara-negara tetangga yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Karena itu, ia menilai Singapura, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” tambahnya.

Untuk mempercepat pembenahan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan yang lebih proporsional bagi Bali. Dari kontribusi devisa pariwisata yang disebutnya mencapai Rp 176 triliun, ia mengusulkan agar Bali dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan nilai setara sedikitnya 5 persen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan membantu Bali meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat konektivitas, serta menjaga daya saing pariwisata dalam jangka panjang.

Baca Juga  Survei Triwulan II 2024, Harga Properti Residensial di Bali Meningkat

Gubernur Koster optimistis bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa pariwisata. Setelah fondasi infrastruktur Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat diarahkan pada peningkatan konektivitas dan kolaborasi dengan berbagai destinasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan ITMW 2026 yang mendorong sinergi dan pengembangan pariwisata nasional secara berkelanjutan.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Warisan Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Bali dan Pemkot Denpasar Gelar Aksi Pemeliharaan Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan

Published

on

By

Aksi Pemeliharaan Bale Kulkul Puri Pemecutan
AKSI PEMELIHARAAN: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong-royong dalam menjaga warisan budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10).

Kegiatan yang berlokasi di Jalan Gunung Batur, Denpasar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, Ni Wayan Sri Witari, menyampaikan bahwa kegiatan yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali (BPK) ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan cagar budaya sebagai identitas dan sejarah Kota Denpasar.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeliharaan fisik, tetapi juga merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta keberlanjutan warisan budaya. Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya, Penglingsir Puri Pemecutan, jajaran Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, para kader Pelestari Budaya Kota Denpasar, serta Mahasiswa Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Melalui aksi dengan semangat gotong-royong ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, puri, komunitas pelestari budaya, dan generasi muda dalam menjaga keberadaan cagar budaya agar tetap lestari.

“Melestarikan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat ngayah, kita rawat warisan leluhur, kita jaga identitas budaya Bali,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Survei Juni 2024, Penjualan Eceran Bali Terus Tumbuh
Lanjutkan Membaca