Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Rakerprov KONI Bali, Wagub Giri Prasta Dorong Pembangunan Sport Center untuk Cetak Atlet Berprestasi

BALIILU Tayang

:

Rakerprov
BUKA RAKERPROV: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (22/3). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih atlet Bali dalam ajang PON ke-21 tahun 2024. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus terus ditingkatkan menjelang PON ke-22 yang akan digelar di NTT dan NTB. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (22/3).

“Saya bangga pada para atlet yang membawa Provinsi Bali duduk pada urutan ke-7 saat PON 21 tahun lalu. Dan saya yakin, atlet Bali akan kembali mampu menjadi sinar saat PON ke-22 nanti, yang sesuai rencana akan dilaksanakan di NTT dan NTB sebagai tuan rumahnya,” tegasnya.

Giri Prasta menambahkan bahwa Bali mampu mempertahankan raihan 36 emas, 38 perak, dan 60 perunggu, bahkan berpotensi meraih lebih banyak medali pada ajang mendatang. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya strategi pelatihan dan persiapan yang matang, termasuk keselarasan antara cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov dan PON.

Salah satu fokus utama yang ia dorong adalah pembangunan sport center sebagai pusat pelatihan atlet. Menurutnya, keberadaan sport center tidak hanya bermanfaat bagi atlet profesional tetapi juga bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

“Dengan adanya sport center, semua pihak — bukan saja atlet, namun juga siswa dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas bahkan mahasiswa — akan senang dan bersemangat dalam berolahraga serta menggali potensi yang dimiliki. Contohnya, para siswa dan mahasiswa ini dapat menggunakan sport center saat mengikuti ekstrakurikuler,” paparnya.

Giri Prasta juga mendorong penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) hingga ke tingkat desa guna menemukan bibit unggul di bidang olahraga dan seni.

Baca Juga  Bersama Cucu, Presiden Jokowi Menikmati Pantai Nusa Dua Bali

“Perlu kita bina hingga ke tingkat desa, sehingga generasi muda yang memiliki potensi dapat berprestasi dan unjuk gigi membawa Bali hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Selain itu, jika kita membangun sport center di setiap tempat, termasuk desa, maka akan dapat digunakan oleh generasi muda saat malam hari setelah mereka melakukan aktivitas bekerja. Selain itu, mereka juga bisa menekuni bidang seni seperti tabuh (gamelan) dan tarian. Hal ini tentu secara tidak langsung akan mengurangi kegiatan pemuda yang senang berkumpul dan minum hingga mabuk,” tegasnya.

Menjelang Porprov Bali tahun depan, ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi ajang seleksi atlet yang potensial untuk bertanding di PON.

“Tahun depan kita sudah dihadapkan dengan Porprov internal di Bali, sehingga kami menyambungkan cabang olahraga di Porprov ini ke PON yang akan datang. Oleh sebab itu, bibit-bibit atlet yang bagus dan memiliki potensi dapat kita cari dan kembangkan dari tingkat desa dan kelurahan. Nah, untuk mencari atlet di tingkat desa ini bisa dikembangkan melalui Pekan Olahraga dan Seni tingkat Desa (Porsenides),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menegaskan pentingnya penghargaan bagi atlet berprestasi serta transparansi dalam pengelolaan anggaran dan administrasi olahraga.

“Jangan pernah berpikir untuk memajukan dan memperjuangkan satu prestasi cabang olahraga saja, namun dapat disesuaikan dengan kemampuan para atlet saat ini. Karena melalui prestasi, kita akan mampu mengangkat harkat dan martabat cabang olahraga yang kita miliki. Dan yang terpenting adalah jangan sampai para atlet itu mengeluh, karena atlet sudah melihat regulasi cabang olahraga yang ada. Sehingga wajib bagi kita untuk melakukan penghormatan terhadap para atlet yang berprestasi, dengan cara memberikan reward sepantasnya,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Badung Terima Kunjungan Walikota Pekalongan

Ketua Umum KONI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, menyampaikan bahwa Rakerprov kali ini akan membahas berbagai agenda penting, termasuk persiapan Porprov Bali yang akan digelar pada September mendatang. Ia menekankan pentingnya penguatan olahraga pendidikan, olahraga kemasyarakatan, dan olahraga prestasi, serta pengembangan sport tourism sesuai dengan visi dan misi pemerintah.

Dengan mengangkat tema “Semangat Juara Membangun Prestasi Bersama untuk Bali”, Rakerprov KONI Bali diharapkan dapat semakin mengangkat prestasi olahraga di Pulau Dewata.

Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan tersebut Wagub Giri Prasta menyerahkan penghargaan kepada enam rektor perguruan tinggi, yakni dari Universitas Udayana, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dyana Pura, Universitas Warmadewa, Universitas Undiksha Singaraja, dan Universitas Dwijendra. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi mereka dalam menyediakan fasilitas bagi atlet cricket untuk berlatih, yang berujung pada raihan medali emas di PON Aceh tahun lalu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Aksi Bersih-bersih Sampah di Pantai Kedonganan

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kemenag Buleleng Gelar Utsawa Jnananing Sad Dharma #3

Merajut Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Seni, Budaya dan Teknologi

Loading

Published

on

By

Wabup Supriatna Buka Utsawa Jnananing Sad Dharma #3
BUKA UTSAWA: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna berfoto bersama usai membuka puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Hindu, ajang puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 resmi digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10).

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang ekspresi dan pendalaman ajaran agama Hindu ini menyuguhkan berbagai mata lomba bernafaskan seni, budaya, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti Dharma Wacana, Dharma Gita, Cipta Lagu Religi, Puja Tri Sandhya, Geguritan, hingga lomba video pendek.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya agenda tahunan yang diinisiasi para penyuluh agama ini. Dalam sambutannya, pihaknya menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap langkah strategis dalam membimbing generasi penerus bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Utsawa Jnananing Sad Dharma yang ketiga ini oleh kelompok penyuluh bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ini adalah kegiatan yang sangat positif, khususnya di Kabupaten Buleleng, di mana kita memberikan kesempatan buat generasi kita untuk mendalami sisi budaya dan agama Hindu lewat berbagai lomba yang kaya filosofi serta seni budaya,” ujar Supriatna.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya demi memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda melalui sarana sastra, Dharma Gita, hingga Dharma Wacana.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, turut mengapresiasi langkah progresif para penyuluh agama Hindu di Buleleng yang mampu meleburkan diri dengan dinamika adat, seni, dan budaya lokal.

Menurutnya, Utsawa Jnananing Sad Dharma merupakan manifestasi nyata dalam membangun etika, budi pekerti, dan karakter melalui sastra agama, melalui sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan para penyuluh.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Aksi Bersih-bersih Sampah di Pantai Kedonganan

Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seremonial, tetapi konsisten menjadi cetakan lahirnya generasi muda Hindu Buleleng yang cerdas, berkarakter, moderat, dan berdaya saing global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung Libatkan 131 Pelaku Usaha, Transaksi Capai Rp 322 Juta dalam Hitungan Jam

Published

on

By

Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). Kegiatan yang melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang lokal tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Provinsi Bali dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM) di Bali.

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan kelanjutan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dirintis sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Program tersebut berawal dari Pasar Gotong-royong pada masa pandemi Covid-19 untuk membantu pemasaran produk UMKM lokal yang terdampak, kemudian berlanjut melalui kegiatan Penggak PKK.

Memasuki periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, program tersebut kembali dilanjutkan melalui Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan secara bergilir di kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ny. Putri Koster berharap Pasar Rakyat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dimungkinkan karena pedagang yang dilibatkan merupakan produsen atau pedagang langsung sehingga rantai distribusi dapat diperpendek.

Selain menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, Pasar Rakyat juga dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi dan penguatan sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Ny. Putri Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Badung dan berharap program serupa dapat dikembangkan hingga tingkat kecamatan untuk memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan kepada 100 warga kurang mampu di Kabupaten Badung. Setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras, dua krat telur, satu liter minyak kelapa (tandusan), serta dua paket belanja yang disediakan oleh TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota.

Baca Juga  Warga Pendem Jembrana Kompak, Komit Menangkan Koster-Giri 90 Persen

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan TP PKK Provinsi Bali dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang, terdiri atas 39 IKM, 64 UMKM kuliner dan olahan pangan, serta 28 pelaku usaha produk pertanian. Kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran stan Turyapada Tower dan Bali Chef Community.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Hingga pukul 09.30 WITA, nilai transaksi penjualan tercatat telah mencapai Rp 322 juta. Rasniathi optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WITA, bahkan berpotensi melampaui capaian transaksi Pasar Rakyat yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya.

Penyelenggaraan Pasar Rakyat juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain aksi gotong royong membersihkan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, lomba mewarnai dan kolase tingkat TK se-Kabupaten Badung, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, serta kegiatan jalan santai dan senam pada sore hari.

Melalui perpaduan kegiatan pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan aktivitas kemasyarakatan, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran TP PKK dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca