Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Ngaben Bersama di Desa Tista dan Marga

BALIILU Tayang

:

Bupati Sanjaya
HADIRI UPACARA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri sekaligus menyampaikan dukungannya dalam serangkaian upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya di Desa Adat Tista dan Desa Adat Marga. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi, adat, agama, dan budaya sebagai salah satu bidang prioritas dalam pembangunan di Kabupaten Tabanan. Jumat (14/6), Bupati Sanjaya menyempatkan untuk menghadiri sekaligus menyampaikan dukungannya dalam serangkaian upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya di Desa Adat Tista dan Desa Adat Marga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya tidak hadir sendiri. Ia turut didampingi oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Turut hadir pula camat setempat, perangkat desa, dan tokoh-tokoh adat desa setempat. Kehadiran Bupati Sanjaya beserta rombongan dalam tiap kunjungannya mendapat sambutan hangat dari krama desa setempat.

Kunjungan pertama Sanjaya dilakukan di wantilan Desa Adat Tista, Kecamatan Kerambitan dalam rangka upacara Ngaben, Ngelungah, Ngelangkir lan Metatah Bersama. Dalam kesempatan tersebut Sanjaya menyambut baik rangkaian upacara yadnya yang akan mencapai puncaknya pada 16 Juni 2024 tersebut. Dengan dipuput oleh Ida Pedanda ring Pejaten, Upacara Pitra yadnya ini diikuti oleh 35 sawa, yang akan diaben, serta 19 sawa akan diupacarai Ngelungah dan Ngelangkir. Tidak hanya itu ada juga 17 orang peserta yang mengikuti upacara manusa yadnya, yakni metatah/mesangih.

Usai hadir di Desa Adat Tista, Bupati Sanjaya beserta rombongan melanjutkan agenda dengan menghadiri upacara Pitra Yadnya Ngaben dan Nyekah Bersama di Desa Adat Marga, Desa Marga, yang dilaksanakan di Wantilan Sabuh Mas. Upacara yang puncaknya juga dilaksanakan pada 16 Juni mendatang ini diikuti oleh 43 sawa untuk upacara Ngaben, 4 sawa untuk upacara Ngelungah dan upacara Mesangih yang diikuti oleh 28 orang peserta.

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan GOR Debes Tipe B Nasional Berkapasitas 2.500 Penonton

Dalam kesempatan ini, selaku murdaning jagat Tabanan, Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi dan dukungannya atas kerja sama dan kekompakan masyarakat dalam upayanya membangun yadnya. Dengan kolaborasi dan gotong-royong yang solid, baik dari persiapan upacara, sarana upakara, hingga pengumpulan dana dari Desa Adat setempat, Sanjaya menilai bahwa hal ini akan mampu meringankan beban masyarakat dalam membangun sebuah upacara yadnya.

“Dengan ini Pemerintah Kabupaten Tabanan juga ikut berperan serta membantu masyarakat meringankan beban, dikala membangun yadnya ikut hadir membantu memberikan kontribusi sekaligus Ngupasaksi, agar yadnya ini betul-betul Satwika, Utamaning Utama. Tiang harap kekompakan ini dapat terus terjaga, tekankan paduraksa, rasa saling asah, asih dan asuh, satu jalur bersinergi dalam pembangunan antara pemerintah dan masyarakat. Saya yakin, apapun yang semeton lakukan asalkan kompak bersatu, pasti akan berjalan dengan baik,” ujar Sanjaya.

Di kesempatan yang sama, Bendesa Adat Marga, Ida Bagus Nyoman Abdhi sampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungannya dalam pelaksanaan upacara tersebut. Besar harapannya agar Bupati beserta jajaran selalu mengawal serta membantu program pembangunan guna meringankan beban masyarakat.

Masih di Kecamatan Marga, Bupati Sanjaya selanjutnya menyempatkan hadir melayat di rumah duka keluarga almarhum I Gusti Made Darmayasa (62 tahun). Kehadirannya menunjukkan kepedulian dan empati pemerintah daerah terhadap almarhum yang sebelumnya merupakan Perbekel Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga. Sanjaya berharap kehadirannya dapat memberikan dukungan moral dan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Karya Atma Wedana MGPSSR, Wawali Arya Wibawa Hadiri Prosesi ‘’Mepandes’’

Published

on

By

pasek
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri upacara Mepandes serangkaian karya Atma Wedana dan Mepandes bersama yang digelar MGPSSR, di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (22/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud komitmen dalam melestarikan adat istiadat dan budaya Bali, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa hadiri upacara Mepandes serangkaian karya Atma Wedana dan Mepandes bersama yang digelar oleh Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (22/7).

Di sela-sela upacara tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi kepada pihak Pasraman yang telah menyelenggarakan upacara Atma Wedana dan Mepandes ini. Di mana, upacara ini merupakan penyucian roh leluhur yang telah tiada agar dapat menyatu dengan Tuhan.

Lebih lanjut dikatakannya, selain penyucian roh leluhur, secara tidak langsung pelaksanaan ini juga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan serta mampu mengurangi biaya dan tenaga dalam pelaksanaan upacara tersebut yang digelar secara massal. Hal ini sejalan dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan upacara ini, dan berharap dapat secara berkelanjutan dilaksanakan sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam pelaksanaan yadnya atau korban suci di kalangan masyarakat,” pungkas Arya Wibawa.

Sementara itu Ketua Panitia, Jro Mangku Wayan Arnata menyampaikan, pelaksanaan upacara ini memang rutin dilaksanakan di Pasraman Widya Graha Kepasekan. Adapun peserta yang mengikuti acara kali ini sebanyak 44 peserta Atma Wedana, dan 109 orang mengikuti upacara Mepandes bersama.

“Puncak pelaksanaan upacara ini jatuh pada tangga 24 Juli 2024 yang diisi dengan upacara Mapurwa Daksina, Mapralina, dan Nganyut ke segara. Penyelenggaraan upacara ini, merupakan wujud implementasi jiwa gotong-royong dan kebersamaan sebagai budaya yang sejak lama tertanam dalam masyarakat di Bali yang dikenal sebagai spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Wayan Arnata. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan GOR Debes Tipe B Nasional Berkapasitas 2.500 Penonton

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Hadiri Puncak ‘’Karya Panca Wali Krama’’ Pura Mandara Giri Semeru Agung

Published

on

By

Lumajang, Jatim, baliilu.com – Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya didampingi Sekda Dewa Made Indra dan Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali menghadiri puncak Karya Panca Wali Krama Pura Mandara Giri Semeru Agung. Puncak Karya Panca Wali Krama pada pura yang berlokasi di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu bertepatan dengan Purnama Kasa, Sabtu (Saniscara Pon Shinta), 20 Juli 2024.

Saat Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama rombongan tiba di pura, sedang berlangsung prosesi upacara dan sesolahan Topeng Sidakarya yang dibawakan Wakil Gubernur Bali Periode 2018-2023, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Kehadiran rombongan Pj. Gubernur Mahendra Jaya beserta Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma disambut keluarga besar Puri Agung Ubud, Panglingsir Puri Ageng Mengwi dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Sebelum melaksanakan persembahyangan, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyerahkan Buku Bhagawad Gita kepada Ketua PHDI Lumajang, Teguh Widodo, S.Sos.

Persembahyangan dilaksanakan dua kali yaitu sebelum dan sesudah prosesi nedunang Ida Bhatara. Dalam prosesi nedunang Ida Bhatara, Pj. Gubernur Mahendra Jaya ngaturang ayah dan berkesempatan mundut Ida Bhatara Lingsir tedun dari Padma Naba menuju Peselang. Persembahyangan yang diakhiri dengan nunas tirta dan bija ditutup dengan penyerahan punia oleh Pj. Gubernur Mahendra Jaya kepada Ketua PHDI Lumajang Teguh Widodo.

Selain diikuti Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama rombongan dari Bali, persembahyangan juga melibatkan ribuan Umat Hindu dari kawasan Lumajang dan sekitarnya.

Ditemui di sela-sela upacara, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati selaku Manggala Karya menerangkan, prosesi upacara berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Selama upacara berlangsung, dipentaskan beberapa Tari Wali dari Bali dan Tengger. Ditambahkan olehnya, Ida Bhatara akan nyejer selama 15 hari dan akan diakhiri dengan upacara nyineb pada 4 Agustus 2024. Selama Ida Bhatara nyejer, setiap hari akan dilaksanakan bakti penganyar oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan beberapa kabupaten di wilayah Jawa Timur secara bergantian.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Tandatangani PKS dan Launching Kemitraan "Closed Loop"

Lebih jauh pria yang akrab disapa Cok Ace ini menerangkan, ini adalah Karya Panca Wali Krama yang ketiga sejak berdirinya Pura Mandara Giri Semeru Agung pada 1992. Karya Panca Wali Krama Pura Mandara Giri Semeru Agung diawali dengan rangkaian upacara seperti Mupuk Pedagingan pada 6 Juli 2024, Melasti di 15 Juli 2024, dan Tawur Panca Wali Krama pada 18 Juli 2024. Upacara yang melibatkan umat Hindu Bali dan Jawa Timur ini menggunakan sarana 13 ekor kerbau. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

‘’Piodalan Nyatur Lebah’’ di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji Puspem Badung

Published

on

By

nyatur lebah
KARYA PIODALAN: Sekda I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan serangkaian ‘’karya piodalan Nyatur Lebah’’ di Pura Lingga Bhuwana dan pujawali di Pura Taman Beji DPRD Kabupaten Badung, Sabtu (20/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan persembahyangan serangkaian karya piodalan Nyatur Lebah di Pura Lingga Bhuwana dan pujawali di Pura Taman Beji DPRD Kabupaten Badung yang bertepatan dengan Purnama Kasa, Saniscara Pon Wuku Sinta, (20/7).

Pada acara ini juga, Sekda Badung Adi Arnawa me-launching Tari Baris Giri Bandana yang dipentaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha beserta pejabat dan staf Dinas Kebudayaan Badung.

Selain Tari Giri Bandana juga ditampilkan Tari Rejang Dewa, Tari Legong Kuntul, Tari Rejang Giri Putri, dan Topeng Sidakarya. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata beserta Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Suwartini Parwata, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Nyonya Kristiani Suiasa, Kepala OPD lingkup Kabupaten Badung serta ASN dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Sekda Badung Adi Arnawa mengajak seluruh pegawai di jajaran Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengucapkan syukur atas rahmat Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung, dan mengapresiasi Tari Giri Baris Bandana sebagai upaya untuk melestarikan adat dan budaya Bali, serta menambah pesona dari pariwisata yang ada di Bali

“Upacara di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji ini, selain sebagai bentuk syukur kita, tetapi juga sebagai sarana bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan semoga jagat Bali khususnya jagat Kabupaten Badung mendapat kerahayuan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha menyampaikan bahwa Tari Baris Giri Bandana merupakan Tari Baris Ritual yang menyimbolkan spirit dari “Asta Mandala Giri” atau Delapan Kekuatan Gunung yang menjaga spirit Bali dan Bali Madya sebagai poros penyatuannya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Resmikan Balai Banjar Dawas Tibubeneng

Pangider, pengringkes Dasa Aksara menjadi dasar pijakan dari terwujudnya gerak, iringan, vokal dari tari ini sebagai wujud persembahan kepada para Dewa untuk mewujudkan suatu keseimbangan energi dan kesejahteraan jagat. Kuttara Kanda Dewa Purana Bangsul dan Sari Manik Hairawang adalah dasar sastra yang dijadikan referensi dalam terciptanya tari ini,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca