Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya: Grand Final Jegeg Bagus Tabanan Momen Lahirkan Duta Pariwisata yang Kreatif dan Inovatif

BALIILU Tayang

:

Bupati Sanjaya
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M., saat membuka Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022, di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (31/7) malam. (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Salah satu ajang bergengsi yang digelar generasi muda di Kabupaten Tabanan, yakni Jegeg Bagus Tabanan diyakini mampu mencetak generasi yang nantinya bisa membawa nama baik Kabupaten Tabanan tidak hanya di dalam daerah bahkan sampai ke luar daerah. Hal tersebut diungkapkan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M., saat membuka Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022, di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (31/7) malam.

Menurut Bupati Sanjaya, generasi muda yang terpilih dalam ajang Grand Final Jegeg Bagus Tabanan, yang nantinya bertugas menjadi duta pariwisata Kabupaten Tabanan, selain bertugas mempromosikan pariwisata dan budaya Kabupaten Tabanan, diharapkan juga mampu menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Tabanan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M., Wakil Bupati Tabanan beserta Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Tjokorda Anglurah Tabanan dan Penglingsir Puri Kediri, Sekda Kabupaten Tabanan beserta Ketua DWP Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda, Para Asisten Sekda, Para Kepala OPD terkait, Camat Tabanan, serta ketua WHDI Tabanan selaku dewan juri. 

Berdiri sejak Februari 2006, Pesemetonan Jegeg dan Bagus Tabanan, di bawah naungan dinas pariwisata telah menjadi pelopor dalam mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di Tabanan secara khusus serta di Provinsi Bali secara umum. Setiap tahun, regenerasi duta-duta baru akan dipilih bedasarkan bakat, kompetensi dan kemampuan dalam mengemban tugas-tugas penting tersebut selama 1 tahun berikutnya. 

Mengambil tema, Bangkit Bersama Mewujudkan Harmoni Semesta Sebagai Penanda Spirit Taksu Bali Melalui Seorang Duta, pemilihan Jegeg dan Bagus Tabanan ini telah melalui beberapa tahapan. Dimulai sejak pendaftaran di Bulan Januari 2022, hingga melalui 2 tahapan seleksi berikutnya, masa pra-karantina yang berlangsung secara berkesinambungan, hingga penetapan malam penganugerahan dan fashion show yang telah digelar pada 22 Juli lalu. 10 pasang peserta finalis, terdiri dari 10 peserta Jegeg dan 10 Peserta Bagus akan dipilih 1 pasang untuk berkiprah mewakili Tabanan di tingkat Provinsi Bali yang akan direncanakan pada Bulan Oktober mendatang. 

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rakor Penguatan Implementasi MPP dan Peresmian MPP TW 4 Tahun 2024

Dengan tujuan yang sangat mulia ini, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi tinggi kepada para generasi muda terpilih, sebagai ikon dan promotor pariwisata Tabanan untuk kemudian mampu mengemban tugas-tugas dan tantangan perkembangan jaman ke depan tidak hanya mensosialisasikan pariwisata namun juga di bidang agama, adat dan seni budaya. Termasuk memahami makna sebenarnya dari Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), sehingga mampu melakukan aksi pembangunan dalam mewujudkan visi dan misi tersebut bersama-sama. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten, saya memberikan apresiasi kepada adik-adik Jegeg Bagus di Tabanan, sampai hari ini telah menuju grand final, sudah barang tentu menjalankan salah satu visi dan misi kita, adik-adik yang telah memiliki suatu keamanan, keunggulan, prestasi, dan madani. Inilah yang menyebabkan kita berbangga selaku pemerintah bahwa adik-adik membuktikan sudah memiliki kemampuan yang luar biasa,” ujar Bupati Sanjaya.  

Lebih lanjut, pihaknya juga berharap, duta terpilih dapat membantu membangkitkan semua sendi kehidupan yang sempat terganggu karena Covid-19, baik dari sektor pertanian, ekonomi, maupun kesehatan.

 “Harapan saya, jadikan hal ini sebagai tolak ukur kita menjalankan pembangunan di Kabupaten Tabanan,” sambungnya. Sanjaya juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya, kepada para orang tua yang telah dengan tekun mendidik dan mendorong putra-putrinya untuk tampil sebagai Jegeg dan Bagus Tabanan.

 “Adik-adik yang menjadi Juara jadikan ini sebagai sebuah tantangan ke depan dan yang tidak mendapat juara, tidak menjadi masalah, yang penting intinya banggalah sebagai masyarakat Tabanan, banggalah sebagai pesemetonan Jegeg Bagus Tabanan,” ungkap orang nomor satu di Tabanan tersebut.

Pemilihan Grand Final Jegeg dan Bagus Tabanan 2022 resmi dibuka oleh Bupati Tabanan dan ditandai dengan Bupati menghunus keris bersamaan dengan membunyikan kulkul oleh para jajaran Pemerintah.

Baca Juga  Ketua TP PKK Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya Kembali Gelar Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi

Sementara itu, I Putu Tomas Sujiwa, selaku ketua panitia, menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Bupati Tabanan dan seluruh pihak terkait yang selalu men-support penuh kegiatan generasi muda Tabanan hingga malam grand final ini, sebagai usaha menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter dan berbudaya dalam mewujudkan visi dan misi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.  “Kami berharap semoga para finalis nantinya akan dapat menjalankan tugas dan kewajiban tentunya selalu ikut serta dalam menumbuhkan pariwisata di Tabanan,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Desa Adat Sesetan Gelar “Karya Atma Wedana“ dan “Mapandes Kinambulan“

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara Ikut “Ngayah Nyangging“

Loading

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ngayah Nyangging di Karya Sesetan
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah nyangging saat menghadiri “Karya Atma Wedana” dan “Mapandes Kinambulan” di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Desa Adat Sesetan kembali menggelar Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan secara massal. Pelaksanaan karya tersebut berlangsung di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9), dan diikuti ratusan krama, baik dari Desa Adat Sesetan maupun dari luar wilayah.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut hadir sekaligus ngayah nyangging dalam pelaksanaan upacara mapandes atau matatah massal tersebut.

Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati areal bale peyadnyan untuk mengikuti rangkaian prosesi upacara matatah kinambulan. Mapandes massal kali ini diikuti sebanyak 138 peserta dengan melibatkan 21 orang sangging yang bertugas melaksanakan prosesi pengasahan gigi.

Selain Walikota Denpasar, pelaksanaan karya tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan Kadek Hermanto dan tokoh masyarakat serta krama Desa Adat Sesetan.

Di sela-sela kegiatan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa ritual potong gigi atau mapandes merupakan salah satu rangkaian upacara Manusa Yadnya yang penting dilaksanakan bagi umat Hindu.

Mapandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan enam sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah Sad Ripu atau enam musuh dalam diri manusia,” ujar Jaya Negara.

Ia menjelaskan, Sad Ripu terdiri atas kama, yakni sifat penuh nafsu indria; lobha, sifat loba dan serakah; krodha, sifat kejam dan pemarah; mada, sifat mabuk atau kemabukan; matsarya, sifat dengki dan iri hati; serta moha, sifat kebingungan atau kesulitan dalam menentukan sesuatu.

Baca Juga  Bupati Tabanan Bangga dan Dukung "Karya Atiwa-tiwa" Desa Adat Marga

Menurutnya, pelaksanaan upacara mapandes tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam membentuk kehidupan manusia agar mampu mengendalikan diri dan menjalani kehidupan secara lebih baik.

Lebih jauh, Walikota Jaya Negara juga menyampaikan, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp 300 juta.

Sementara itu, Bendesa Adat Sesetan, I Made Sudarma, menyampaikan bahwa Desa Adat Sesetan telah memiliki program matatah atau mapandes massal yang dilaksanakan secara berkala.

“Program ini sudah ada sejak lama dan dirancang setiap dua tahun sekali sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan untuk membantu sesama umat di Desa Adat Sesetan,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan matatah massal tersebut bertujuan membantu dan meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pembiayaan pelaksanaan yadnya. Dengan dilaksanakan secara bersama-sama, masyarakat dapat menekan pengeluaran dalam melaksanakan kewajiban keagamaan.

Menariknya, pelaksanaan Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Adat Sesetan. Masyarakat dari luar Desa Adat Sesetan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti rangkaian karya tersebut.

Untuk pelaksanaan mapandes, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu per peserta, sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya Rp 750 ribu.

Sedangkan untuk pelaksanaan Atma Wedana atau memukur, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp 1 juta. Sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp 3,5 juta.

“Ini merupakan bentuk upaya kami untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Kami memberikan kesempatan tidak hanya kepada warga Sesetan, tetapi juga masyarakat dari luar Desa Adat Sesetan yang ingin mengikuti karya ini,” jelas I Made Sudarma.

Baca Juga  Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Prosesi ‘‘Mendem Panca Datu‘‘ Rangkaian Karya Agung Panca Wali Krama

Selain matatah massal, kata Made Sudarma, rangkaian Karya Atma Wedana kali ini juga diikuti sebanyak 142 sawa. Lebih lanjut, pihaknya mengemukakan, pelaksanaan mapandes massal ke depan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program Desa Adat Sesetan.

Mapandes massal kali ini diikuti 138 orang peserta dari warga Desa Adat Sesetan dengan melibatkan 21 orang sangging. Upacara ini nantinya akan terus kami adakan secara rutin ke depannya,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Walikota Denpasar Jaya Negara, atas kehadiran dan dukungan berupa stimulan dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Semoga upacara ini bisa terus kami laksanakan untuk masyarakat ke depannya,” tandasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Agung“ 10 Tahunan di Kintamani, Bupati Adi Arnawa Ajak Jaga Danau Batur Sebagai Jantung Air Bali

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Tawur Agung di Danau Batur
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri “Karya Tawur Agung Manca Wali Krama“ di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Upacara keagamaan Danu Kertih serangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama digelar megah di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). Karya di salah satu Pura Tri Kahyangan Jagat yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali ini dilaksanakan sebagai momentum penting untuk mendoakan kerahayuan, keselamatan, serta menjaga keharmonisan alam dan spiritual Bali.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Turut serta Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, yang bersama-sama mengikuti prosesi sakral mendak tirta amertha dan mulang pekelem di tengah Danau Batur.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan apresiasi mendalam kepada krama Desa Adat Songan atas pelaksanaan karya agung ini. Ia menegaskan bahwa ritual tersebut bukan hanya milik warga setempat, melainkan demi keharmonisan seluruh jagat Bali.

“Puncak Karya Agung akan jatuh pada Saniscara Umanis Bala, 26 September 2026, bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat. Astungkara melalui pelaksanaan karya ini, Pulau Bali senantiasa gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Senada dengan Wagub Bali, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turut memuji semangat gotong-royong warga dalam menjaga kelestarian tradisi spiritual dan alam Danau Batur. Baginya, karya agung ini menjadi pengingat penting akan keseimbangan ekosistem (Bhuana Agung) dan spiritualitas (Bhuana Alit).

“Upacara Danu Kertih ini bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan wujud nyata penghormatan kita terhadap alam, khususnya Danau Batur sebagai jantung sumber air di Pulau Bali. Harapan kita bersama, melalui kesucian yadnya Manca Wali Krama ini, Bali senantiasa dianugerahi kedamaian, kerahayuan, serta kelimpahan sumber daya alam yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Buka DAJAFEST 2023, Bupati Sanjaya Dorong Kreasi Inovatif Agar Terus Dikembangkan

Jalannya karya keagamaan ini di-puput oleh Yajamana Karya, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun bersama Ida Istri Nata Nawa Wangsa dari Griya Kedhatuan Kawista, Banjar Munduk Ngandang, Desa Belatungan, Pupuan, Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga dan Gubernur Bali Wayan Koster sembahyang Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau
PERSEMBAHYANGAN BERSAMA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci Tumpek Uye melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Uye, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci yang menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup, khususnya satwa, melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Provinsi Bali beserta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Rahina Tumpek Uye atau yang dikenal dengan Tumpek Kandang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye. Hari suci ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan satwa sebagai bagian dari kehidupan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas manfaat dan keberadaan seluruh makhluk hidup. Nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan satwa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan serta pelepasan burung, yakni burung crucuk, titiran, dan kukur, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian ekosistem dan satwa. Kemudian persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Beji dan di utama mandala Pura Luhur Batukau sebagai wujud syukur dan penghayatan terhadap makna Rahina Tumpek Uye.

Sanjaya menyampaikan bahwa peringatan Rahina Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai melalui pelaksanaan upacara, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata untuk menjaga alam serta seluruh makhluk hidup. Menurutnya, keharmonisan antara manusia dan alam merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengapresiasi kebersamaan Gubernur Koster dan jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperingati Rahina Tumpek Uye. Pihaknya berharap semangat untuk menjaga alam dan satwa dapat terus ditumbuhkan serta diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga nilai-nilai keharmonisan dan keseimbangan yang terkandung dalam Rahina Tumpek Uye dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Market Sounding KPBU Revitalisasi Pasar Induk Gadarata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca