Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan ‘’Road Show’’ Hadiri Yadnya di Tiga Desa

BALIILU Tayang

:

bupati tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. disambut warga saat melakukan kunjungan ke tiga desa, Rabu (12/10/2022). (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen membangun bersama masyarakat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., konsisten turun langsung ke masyarakat. Seperti halnya kali ini, orang nomor satu di Tabanan mengajak jajaran terkait menghadiri ritual upacara yadnya yang dilaksanakan di tiga Desa Adat dan/atau Desa Pekraman yang terletak di Kecamatan Selemadeg Barat dan Kecamatan Tabanan, pada Rabu (12/10/2022).

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi oleh anggota DPR RI I Made Urip, beberapa anggota DPRD Tabanan, Asisten II, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, Perbekel dan Bendesa Adat setempat, secara bergantian melakukan kunjungan dari desa ke desa mulai dari sekitar pukul 11.00 Wita sampai sore hari sekitar pukul 17.00 Wita.

Secara berurutan, lokasi pertama yang dikunjungi adalah rangkaian upacara Ngaben, Nyambutin dan Metatah Bersama di Desa Adat Samsaman, Kecamatan Selemadeg Barat. Kemudian menghadiri rangkaian upacara Mepandes di Griya Gede Jumpung Banjar Pasekan Baleran, Desa Dajan Peken dan menghadiri rangkaian upacara Metatah dan Telu Bulanan bersama di Merajan Pasek Punduk Dawa, Banjar Buahan Utara, Desa Buahan, Kecamatan Tabanan.

bupati tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. foto bersama warga saat kunjungan di tiga desa yang melakukan upacara yadnya. (Foto: Ist)

Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya tiada pernah henti-hentinya mengapresiasi dan memberikan dukungan dalam pembangunan yang meringankan beban masyarakat. Dimana, membangun dari desa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu skala prioritas pembangunan yang tercantum dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Di samping itu, Bupati Sanjaya selalu mengucap syukur dan kebahagiannya ketika melihat masyarakat yang dikunjunginya selalu kompak bersatu dalam melaksanakan pembangunan dan begitupun saat ini. Pihaknya sangat meyakini, bahwa salah satu kunci sukses dalam mewujudkan pembangunan adalah persatuan dan kebersamaan yang dilandasi semangat gotong-royong yang tulus dan ikhlas.

Baca Juga  Pastikan infrastruktur Sesuai Kualitas, Bupati Sanjaya Tinjau Langsung Pembangunan di Kantor Bupati

“Titiang di Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), titiang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap semeton titiang, masyarakat titiang disini, di kala sudah membangun upacara/upakara yang bertujuan dalam rangka melestarikan Adat, Agama dan Budaya,” ucap Sanjaya.

Dimana hal ini juga telah tercantum dalam visi tersebut yang bertujuan untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam Bhuana Agung dan Bhuana Alit, baik krama/masyarakatnya, budayanya dan tatanannya. Apalagi, yadnya ini sudah merupakan tradisi di kehidupan masyarakat Bali dan saat ini bisa dilaksakan dengan biaya yang tidak besar dan mampu meringankan beban masyarakat melalui yadnya bersama dengan tidak menghilangkan arti dan makna dari yadnya tersebut.

Seperti halnya upacara Ngaben, Nyambutin dan Metatah Bersama di Desa Adat Samsaman, Kecamatan Selemadeg Barat, yang diikuti oleh 9 sawa dengan biaya 7 juta rupiah masing-masing sawa, 8 orang Nyambutin dan 9 orang Metatah. Begitupun upacara Metatah dan Telu Bulanan bersama di Merajan Pasek Punduk Dawa, Banjar Buahan Utara, diikuti oleh 14 orang Metatah dan 14 orang Metelu Bulanan yang tidak dikenakan biaya, mampu meringankan beban masyarakat. Untuk itu, Bupati Sanjaya meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kekompakan dan persatuan, selalu berbuat serta turut berpartisipasi bersama pemerintah dalam mewujudkan pembangunan.

Senada dengan Bupati Sanjaya, AA Ketut Indra Giri Arta selaku Ketua Panitia Yadnya Ngaben, Nyambutin dan Metatah Bersama di Desa Adat Samsaman, Kecamatan Selemadeg Barat, mengatakan, bahwa yadnya ini adalah program Desa Adat yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat.

Baca Juga  Rahina Saraswati, Bupati Tabanan Bersama Jajaran Gelar Persembahyangan di Padmasana Kantor Bupati

“Semoga dengan kedatangan Bupati beserta jajaran semua, mohon doa restu semoga yadnya kami di Desa Adat ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dukung Peresmian Bale Sabha Adhyaksa di 133 Desa Se-Tabanan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Rahina Saraswati, Bupati Tabanan Bersama Jajaran Gelar Persembahyangan di Padmasana Kantor Bupati

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna Ke-9 Bahas RPJMD Semesta Berencana 2025–2029

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca