Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Curahkan Perhatian ke Masyarakat, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Kembali Road Show Gelar Aksi Sosial di Selemadeg

BALIILU Tayang

:

rai wahyuni
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M. menyerahan bantuan saat gelar aksi sosial “Menyapa dan Berbagi” di Kecamatan Selemadeg Barat dan Selemadeg, Tabanan, Selasa (20/6/2023). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Curahkan perhatian ke masyarakat, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M. menjalankan komitmennya untuk kembali “Menyapa dan Berbagi” kepada masyarakat, melalui aksi sosialnya di Kecamatan Selemadeg Barat dan Selemadeg, Tabanan, Selasa (20/6/2023). 

Dalam Aksi Sosial yang dilakukan secara roadshow tersebut, nampak hadir Kadis PMD, Pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg dan Selemadeg Barat, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, serta para penerima manfaat bantuan yang terdiri dari para lansia, ibu hamil, balita gizi kurang dan kader PKK. 

Kegiatan yang sejatinya telah dilakukan semenjak masa pandemi Covid-19 tersebut, ditekadkan oleh Bunda Rai untuk terus berlanjut, agar dapat memberikan manfaat bagi para penerima bantuan di masing-masing kecamatan di Tabanan secara merata. Oleh sebab itu, aksi sosial ini menjadi fokus utama Ketua TP PKK untuk menyapa, memberikan bantuan sekaligus bersosialisasi terkait program-program yang dijalankan, secara langsung. 

 “Ini mungkin yang kesekian kalinya saya hadir di Selemadeg, artinya sudah tidak asing lagi di tempat ini, untuk kedepannya saya akan terus lanjutkan agar saya selaku Ketua TP PKK Kabupaten bisa membantu masyarakat lebih banyak, apalagi usai Covid dimana fokus pemerintah ada pada pemulihan ekonomi, PKK selaku mitra pemerintah, ikut berpartisipasi membantu masyarakat dalam bentuk aksi social,” terang Bunda Rai pagi itu. 

Pembagian bantuan berupa kebutuhan pokok tersebut difokuskan bagi 180 orang di Kecamatan Selemadeg Barat yang terdiri dari 110 orang kader PKK dari 11 desa, 25 orang balita, 25 orang lansia dan 20 orang ibu hamil. Sementara di Kecamatan Selemadeg, bantuan diberikan kepada 100 kader PKK dari 10 desa, para lansia sejumlah 25 orang, balita sejumlah 25 orang dan ibu hamil sebanyak 20 orang. 

Baca Juga  Bergerak Bersama, TP PKK Tabanan dan TP PKK Provinsi Bali Gelar Aksi Sosial di Pupuan

Di kesempatan tersebut, Bunda Rai melanjutkan sosialisasinya terhadap beberapa hal yang menjadi fokus utama program PKK, di antaranya program Aku Hatinya PKK yang diharapkan terus berlanjut, terutama setelah mendapat bantuan langsung dari PKK Provinsi. “Hatinya PKK ini saya harapkan agar tetap dilaksanakan, sangat bermanfaat untuk membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga, terutama dari provinsi sudah dibantu berupa bibit tanaman dan bibit hewan ternak ayam, saya harap bisa dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” jelas Bunda Rai. 

Lebih lanjut, yaitu sosialisasi terkait sampah berbasis sumber. Pihaknya menganjurkan agar Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Barat bisa memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi sampah daur ulang dan melakukan pelatihan secara berkala, seperti pembuatan eco-enzyme, bahan daur ulang, kompos hingga lubang biopori rumahan yang sederhana. Selebihnya agar mampu memanfaatkan sampah menjadi berkah. 

“Saya juga ingin sosialisasikan masalah stunting, ini yang menjadi pokok utama kita, karena di Kabupaten Tabanan memang sudah menurun dari tahun sebelumya, tapi tujuannya terus ditekan agar menjadi 0 atau tidak ada. Semoga alit-alit kita sehat, gembira dan saya juga tekankan kader Posyandu untuk terus fokus bersosialisasi bagaimana caranya mencegah stunting ke masyarakat,” terangnya. Selebihnya, Bunda Rai juga berharap masyarakat waspada terhadap masalah kesehatan yang sedang merebak seperti menyebarnya virus rabies dan penyakit meningitis. 

“Saya merasa prihatin, karena sekarang sedang merebak virus rabies, kalau bagi saya kebanyakan masalah rabies terjadi karena ketidaktahuan masyarakat. Maka dari itu saya sampaikan, kalau ada keluarga yang digigit anjing, cepat-cepat ke rumah sakit atau puskesmas, walaupun lukanya kecil, segera minta vaksin agat selamat dari bahaya,” paparnya. Terkait virus meningitis, pihaknya menjelaskan, penyebaran yang terjadi biasanya dari daging babi yang dimasak tidak matang. Oleh sebab itu, Bunda Rai berpesan agar kehati-hatian dan kewaspadaan harus semakin ditingkatkan di masyarakat.

Baca Juga  Ketua Bunda PAUD Tabanan Komit Kuatkan Kelembagaan di Tingkat Kecamatan dan Desa

Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang disambut dengan hangat di kedua kecamatan pagi hari itu mendapat apresiasi yang sangat baik dan penuh antusias dari para ketua TP PKK di masing-masing kecamatan. “Terima kasih kepada ibu, karena telah meluangkan waktu, sekaligus memberikan bantuan kepada kader kami, ibu hamil, lansia dan anak-anak kami. Kehadiran ibu di Kecamatan Selemadeg Barat sudah yang kesekian kali, maka dari itu saya ucapkan terima kasih karena selalu memberikan bantuan dan memperhatikan masyarakat, kami harap kegiatan ini bisa terus berlanjut agar bisa membantu kader-kader kami yang lainnya,” ucap Ny. Candra Suryani, selaku Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Barat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kisah Inspiratif Luh Rusmiati, dari Tumpukan Koran Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Published

on

By

Luh Rusmiati, pengrajin koran bekas asal Sudaji
Luh Rusmiati, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari melihat tumpukan koran bekas di rumah saudara, Luh Rusmiati justru menemukan peluang untuk berkarya. Sejak 2016, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng ini mulai belajar secara mandiri mengolah kertas bekas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Tanpa berbekal pendidikan khusus di bidang kerajinan, Sumiati mencoba membuat berbagai produk dari bahan kertas. Awalnya, ia hanya ingin membuat keranjang sederhana untuk tempat air mineral. Namun, hasil karyanya ternyata menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Awalnya saya melihat tumpukan koran di rumah saudara. Saya ingin membuat keranjang untuk tempat air mineral. Setelah ada saudara yang tertarik dan meminta dibuatkan, akhirnya berkembang dan ada yang meminta dibuatkan produk lain seperti bokor,” tuturnya saat ditemui di Galerinya, Jumat (2/10).

Dari percobaan sederhana tersebut, usaha kerajinan yang diberi nama “Gegaen Lima Craft” perlahan berkembang. Berbagai produk seperti anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci hingga perabotan berupa meja dan kursi kini dihasilkan dari kreativitasnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Rusmiati memanfaatkan berbagai jenis kertas. Koran bekas sebagian dibeli, sedangkan kertas lainnya diperoleh melalui donasi dari teman-temannya.

Menariknya, hubungan dengan para penyumbang kertas juga dilakukan melalui sistem barter. Kertas bekas yang diberikan kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan sebagian hasilnya diberikan kembali kepada mereka, seperti tempat pensil maupun nampan kecil.

“Kalau koran biasanya saya beli. Kalau kertas-kertas lainnya banyak yang dapat dari donasi teman. Kadang saya barter, mereka memberikan kertas, kemudian saya kasih tempat pensil atau nampan kecil,” jelasnya.

Ketekunan Rusmiati membuahkan hasil. Produk kerajinannya tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga pernah menembus pasar luar negeri. Pada 2017, ia sempat bekerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar. Produk berupa tatakan gelas dan nampan bahkan dibawa hingga ke Jepang dan Afrika.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Peringatan HKG PKK Ke-51 di Medan

Selain itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke homestay di sekitar tempat usahanya juga tertarik membeli produk kerajinannya untuk dijadikan suvenir dan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari usaha tersebut, Rusmiati memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp 5 juta dalam satu bulan, meskipun jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Harga produknya pun cukup beragam. Untuk produk sederhana seperti gantungan kunci, harganya mulai dari sekitar Rp 5 ribu per buah. Sementara produk dengan ukuran lebih besar seperti meja dan kursi dijual dalam bentuk set dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Bagi Rusmiati, usaha ini bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan. Ia ingin kerajinan berbahan kertas bekas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya usaha ini terus berkembang. Saya juga berharap ada orang-orang di sekitar yang mau ikut bersama-sama mengembangkan usaha ini, sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar,” ungkapnya.

Upaya Rusmiati mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi juga mendapat perhatian dari pemerintah. Ia beberapa kali mendapat kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan promosi produk lokal, seperti Lovina Festival, Buleleng Festival maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Disisi lain, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, mengapresiasi semangat dan motivasi para pelaku UMKM di desanya, termasuk Rusmiati yang mampu mengolah limbah kertas menjadi karya seni bernilai ekonomi.

Menurutnya, kreativitas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  Semarak Perayaan HUT Ke-529 Kota Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Buka Lomba Paduan Suara PKK

“Pemerintah Desa Sudaji sangat mendukung dan mengapresiasi semangat UMKM kami. Salah satunya pengelolaan limbah kertas yang diolah menjadi sebuah karya seni yang nantinya bisa dipasarkan di seluruh Nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Fajar mengatakan, pemerintah desa juga berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan, terutama berkaitan dengan permodalan, pemasaran dan kebutuhan pengembangan usaha lainnya. Dukungan diberikan melalui motivasi, pembinaan serta membangun hubungan dengan berbagai stakeholder yang dapat membantu kemajuan UMKM di Desa Sudaji.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM di desa semakin kuat, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, sehingga para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai Picu Kepadatan, Unit Lalulintas Polsek Dentim Turun Langsung ke TKP

Published

on

By

Polisi tangani kecelakaan di By Pass Ngurah Rai
KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kepadatan kendaraan pada jalur menuju utara.

Mendapat informasi dari masyarakat, personel Unit Lalulintas Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan di TKP sekaligus mengatur pergerakan kendaraan agar kepadatan tidak semakin meluas.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai I Made Cuta, (71), dengan mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Reno Ramadhan, (31). Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara ketika kondisi lalu lintas cukup padat. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak bagian belakang mobil.

Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada lutut kiri dan benjolan di bagian belakang kepala. Dalam kondisi sadar serta masih dapat berkomunikasi, korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD menuju Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah gangguan arus lalu lintas yang lebih panjang.

“Setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan maupun keselamatan di jalan kami tindak lanjuti dengan cepat, sehingga situasi dapat segera ditangani dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Kapolsek.

Polsek Dentim mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di tengah arus lalu lintas yang padat. (gs/bi)

Baca Juga  Gelar Aksi Sosial di Bangli, Ny. Putri Koster Sambangi Empat Lokasi Sekaligus

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Published

on

By

Gerakan Kulkul PKK bersihkan Hutan Bakau Sidakarya
GERAKAN KULKUL PKK: Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Tampak gerakan Kulkul PKK di Desa Sidakarya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan dengan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya. Gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Peningkatan Kapasitas Pengurus Posyandu Berbasis 6 SPM

Made Dwi Bagiasa juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca