Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dari Dialog Interaktif Perempuan Bali Bicara, Membentuk Mental Anak Bangsa adalah Tugas Orangtua

BALIILU Tayang

:

de
Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali Putu Anom Agustina bersama Wadir Binmas Polda Bali Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati di sebuah stasiun TV Swasta di Bali, Rabu (26/8-2020).

Denpasar, baliilu.com – Membentuk mental anak bangsa adalah tugas orangtua, karena mental merupakan unsur dari jiwa meliputi perasaan, fikiran dan emosi yang kemudian memunculkan perilaku yang diakibatkan oleh sebuah perasaan pada seseorang. Sehingga mental sangat berpengaruh terhadap mental, dan pembentukan mental dan karakter menjadikan peran keluarga yang utama.

Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali Putu Anom Agustina mengatakan hal itu saat sebagai narasumber di acara Dialog Interaktif Perempuan Bali Bicara dalam tema “Menjaga Sikap Mental Anak Bangsa” bersama Wadir Binmas Polda Bali Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati di sebuah stasiun TV Swasta di Bali, Rabu (26/8-2020).

Sedangkan pemerintah lanjut Agustina, memiliki tugas pembinaan terhadap keluarga yang merupakan peran dari tim penggerak PKK sebagai upaya dalam menggerakkan sistem keluarga menuju sebuah keluarga yang memiliki karakter kuat untuk menghadapi kehidupan di dunia ini.

Agustina menegaskan keluarga sangat menentukan pembentukan mental seorang anak, dimana mental yang positif akan menjadikan karakter dan individu yang positif juga. Setiap program TP PKK sangat penting dalam menggerakkan kegiatan yang sudah dirancang sebelumnya oleh Ketua Tim Penggerak PKK dalam rangka mensejahterakan kehidupan warganya.

Pondasi sejak dini adalah pembinaan mental yang dilakukan oleh keluarga, oleh karena itu peran PKK untuk melaksanakan program pertama sangat terkait dengan pola pembinaan terhadap anak-anaknya, dan sudah dilakukan seorang ibu saat ia sedang mengandung bayinya. Sedangkan peran seorang suami (bapak) adalah menjaga emosi dari istrinya agar tidak memberi pengaruh buruk pada jabang bayi yang akan lahir.

Untuk menentukan pola asuh dan pola pembinaan harus juga disesuaikan dengan usia anak yang bersangkutan. Yang paling penting dilakukan oleh orangtua adalah memberikan contoh yang baik kepada anak-anak, sehingga kelak akan menjadi tokoh dan panutan yang akan diidolakan, karena masa anak-anak hingga remaja adalah momentum seorang anak dalam mencari jati diri, dan orangtua tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya karena secara frontal seorang anak tidak akan mau menyampaikan tekanan bathin yang sedang ia rasakan, sedangkan di lain sisi seorang anak yang sedang tertekan akan mengekspresikan emosionalnya di luar rumah bersama teman-teman dan lingkungannya. “Orangtua harus peka terhadap kondisi anak dan harus peka terhadap perubahan yang terjadi pada anaknya sehingga anak-anak berani menyampaikan permasalahan yang sedang ia hadapi kepada orangtuanya,” ungkap Kadis PMD Dukcapil ini.

Baca Juga  Sikapi Surat Konjen Jepang soal Covid-19, Sekda Dewa Indra Imbau Masyarakat Tak Bersikap Diskriminatif

TP PKK yang mengarah pada program anak usia dini dan lanjut usia berupa pembinaan keluarga pada unit terkecil (rumah tangga) yang sudah dilakukan oleh PKK desa khususnya dasa wisma, terutama yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan, unsur seni dan budaya. “Dengan mental yang positif akan muncul fikiran positif dan karakter yang positif juga,” tambah Putu Anom Agustina.

Sasaran utama adalah pembinaan mental melalui keluarga, secara langsung menyentuh unsur terkecil termasuk di dalamnya menjaga kesehatan pada pribadi seseorang dengan proses pembinaan oleh kader PKK secara berjenjang dan terorganisir bekerjasama dengan desa adat, karena mental adalah emosional yang dirasakan jiwa dan tidak terlihat kasat mata.

Anak bangsa bisa memanfaatkan sisi positif dari globalisasi, jangan sampai globalisasi mengikis budaya yang kita miliki selama ini, dan jangan mengabaikan kemajuan dan perkembangan teknologi agar tetap mampu bersaing di tingkat nasional dan juga internasional.

Sementara itu Wadir Binmas Polda Bali Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati mengatakan pembinaan atau pola penanggulangan Polri memiliki tiga komponen yakni preventif adalah pembinaan yang searah dengan kegiatan PKK yang berperan untuk mencegah dan menangkal agar anak tidak menjadi korban kekerasan dari lingkungan terdekatnya.

Pembinaan atau pola penanggulangan berbentuk preventif adalah pembinaan terhadap anak-anak yang sudah memiliki pergaulan di luar rumah.

Pembinaan terhadap anak-anak yang memiliki urusan dengan hukum. Karena saat ini kasus yang melibatkan anak usia remaja sangat banyak, sesuai data korban PPA Polda Bali sebanyak 67 kasus satu tahun terakhir.

Sentuhan lembut pada anak adalah kunci menjaga karakter anak sebagai generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa. Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak adalah salah satu kunci menjadikan anak-anak yang kuat dan berkarakter.

Baca Juga  Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra: Bangga, Pusat Kebudayaan Bali Dibangun di Klungkung

Menjadikan anak sebagai sahabat yang berani mengeluarkan pendapat dan berkomunikasi dengan baik akan membantu generasi muda untuk menghindari pemendaman masalah dalam hatinya.

Program yang dilakukan Polisi di tingkat desa adalah pembinaan dalam mengurangi sampah plastik, dan terus memberikan edukasi terhadap bahayanya membuang sampah tidak pada tempatnya. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD di Istana Negara

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik KSAD Tandyo
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pengangkatan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai KSAD didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/TNI/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo secara langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan yang diikuti oleh Jenderal Tandyo Budi Revita. Pengucapan sumpah tersebut menjadi penegasan komitmen KSAD yang baru untuk menjunjung tinggi konstitusi, menjaga kehormatan prajurit, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sapta marga dan sumpah prajurit dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan sumpah jabatan.

Usai pengucapan sumpah, rangkaian pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan disaksikan oleh para pejabat negara serta tamu undangan yang hadir.

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat sebagai KSAD dan kini mendapat penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Jenderal TNI Tandyo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991.

Lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969, Jenderal TNI Tandyo memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian dan kepemimpinan di lingkungan militer.

Baca Juga  Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra: Bangga, Pusat Kebudayaan Bali Dibangun di Klungkung

Dalam jabatan barunya, Jenderal TNI Tandyo menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah yang melibatkan TNI Angkatan Darat. Menurutnya, sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, mulai dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, hingga ketahanan pangan, menjadi perhatian utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh jajaran TNI Angkatan Darat.

“Tentunya ini akan menjadi PR dari Angkatan Darat untuk bisa mempercepat, khususnya untuk operasionalisasi apakah itu KDKMP, apakah itu sekolah rakyat, apakah itu ketahanan pangan yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan,” ujar Tandyo dalam keterangannya usai pelantikan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, dan undangan lainnya. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir sebagai saksi dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI Merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Wakil Panglima TNI
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 105/TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan.

Setelah pengucapan sumpah, acara dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan oleh Presiden Prabowo. Acara dilanjutkan penandatanganan berita acara.

Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Usai pelantikan, Maruli mengatakan bahwa Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil merupakan gagasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil. Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih. Sementara, terkait dengan tugasnya sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli menegaskan bahwa tugas utamanya adalah membantu Panglima TNI dalam menjalankan tugas.

Baca Juga  Dari Rakor Kesiap-siagaan Hadapi Virus Corona, Wagub Cok Ace: Semua Informasi Harus Lebih Terbuka Sekarang

“Ini jadi badannya nanti dari badan nasional pengelola perbatasan jadi sekarang pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli kepada awak media.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, dan para undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolri Suyudi Ario Seto Kunjungi MA, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum

Published

on

By

Kapolri Kunjungi Mahkamah Agung
KUNJUNGI MA: Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengunjungi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia di Gedung Balairung MA, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengunjungi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia di Gedung Balairung MA, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system).

Kapolri hadir bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri dan disambut langsung oleh Ketua MA RI Sunarto beserta jajaran hakim agung.

Suyudi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi sebagai pejabat baru untuk memperkuat hubungan antarlembaga penegak hukum dalam pelaksanaan tugas ke depan.

“Ini adalah bentuk koordinasi sekaligus juga silaturahmi sebagai pejabat baru agar kita semua bagian dari criminal justice system ini bisa lebih solid, lebih kuat, dan lebih koordinatif dan kolaboratif dalam pelaksanaan tugas ke depan,” ujar Suyudi.

Ia berharap, penguatan sinergi tersebut dapat mendukung terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Indonesia tetap aman dan kondusif.

“Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat, hukum yang berkeadilan bisa terwujud. Situasi masyarakat, kondisi kamtibmas di Indonesia bisa aman, lancar, dan kondusif,” kata Suyudi.

Melalui kunjungan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan MA dan lembaga penegak hukum lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan penegakan hukum yang profesional, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dari Rakor Kesiap-siagaan Hadapi Virus Corona, Wagub Cok Ace: Semua Informasi Harus Lebih Terbuka Sekarang
Lanjutkan Membaca