Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemprov Bali Gratiskan Biaya Balik Nama Kendaraan

BALIILU Tayang

:

de
SOSIALISASI, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam acara Sosialisasi Pemberlakuan Peraturan Gubernur Bali Nomor 33 Tahun 2020, di ruang rapat Kantor Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, Jumat (3/7-2020).

Denpasar, baliilu.com – Setelah sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali No. 12 Tahun 2020 tentang Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi berupa Bunga dan Denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan, di tengah situasi pandemi Covid-19  yang sedang kita hadapi bersama, Gubernur Bali kembali mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pembebasan Pokok dan/atau Penghapusan Sanksi Administrasi berupa Bunga dan Denda terhadap Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kedua dan selanjutnya.

Hal ini sebagai salah satu bentuk respons Pemerintah Provinsi Bali terhadap situasi perekonomian yang sedang kita hadapi sehingga lahirnya Pergub ini dapat meringankan atau memberikan relaksasi kepada masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya.  Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam acara Sosialisasi Pemberlakuan Peraturan Gubernur Bali Nomor 33 Tahun 2020, di ruang rapat Kantor Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, Jumat (3/7-2020).

Lebih jauh, Sekda Dewa Indra yang juga sebagai Ketua Tim Pembina Samsat Pemprov Bali menyampaikan kebijakan ini diambil melihat berbagai fakta di lapangan dimana menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi Bali sebagai dampak dari Covid-19 serta banyaknya jumlah kendaraan yang beroperasi dan beraktivitas di Bali yang masih menggunakan nomor polisi luar Bali maupun kendaraan bernomor polisi Bali yang sudah beralih kepemilikan (mutasi) namun belum melakukan balik nama.

Dari hasil rahasia gabungan yang dilakukan di pengujung tahun 2019 terdapat sekitar 3.700 lebih kendaraan roda empat yang berplat luar Bali  telah beroperasi di Bali lebih dari tiga bulan baik itu mobil pribadi maupun kendaraan niaga. “Banyak kendaraan yang sudah berganti kepemilikan ataupun memiliki nomor polisi dari luar Bali  yang belum balik nama, hal ini bukan karena masyarakat tidak disiplin tetapi juga karena faktor ekonomi. Untuk itu Pemprov Bali merespons dengan mengratiskan biaya balik nama, bukan hanya denda dan bunga yang dihapus tetapi biaya pokok juga dihapus, dan kebijakan penghapusan biaya pokok ini baru pertama kalinya dilakukan,“ imbuhnya.

Baca Juga  Dari GWK, Sekda Dewa Indra Berpesan Objek Wisata Salah Satu Tempat Berisiko Tinggi Penyebaran Covid-19

Dewa Indra menambahkan dengan pembebasan biaya BBNKB kedua dan seterusnya diharapkan masyarakat yang masih memilki kendaraan yang belum balik nama untuk segera datang ke kantor layanan samsat terdekat dari 6 Juli – 18 Desember 2020. Dengan pembebasan biaya BBNKB ini, di samping masyarakat bisa menunaikan kewajibannya untuk melakukan  balik nama kendaraannya di sisi lain hal ini akan menguatkan kepemilikan dari kendaraan tersebut.

“Hadirnya Pergub ini untuk memberi kemudahan dan juga meringankan beban masyarakat khususnya di tengah perekonomian kita yang menurun akibat pandemi.  Untuk itu saya minta manfaatkan kesempatan ini dengan baik, semua kendaraan yang ada di Bali, beroperasi di Bali tapi belum balik nama kita harapkan segera manfaatkan insentif ini sehingga kepemilikan kendaraan menjadi kuat dan sah secara hukum.  Pemerintah juga nantinya akan memiliki data yang lebih lengkap terkait  jumlah kendaraan yang beroperasi di Bali yang belum balik nama,“ tuturnya.

Dewa Indra yang didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha juga mengajak empat pilar yang ada di bawah pelayanan samsat yaitu Pemprov Bali, pihak Kepolisian, Jasa Raharja serta Bank BPD Bali dapat bersinergi dan membangun komitmen bersama agar kebijakan ini berjalan efektif di lapangan dimana masyarakat wajib pajak yang akan  melakukan balik nama kendaraannya mengetahui kebijakan ini dan datang ke kantor pelayanan samsat terdekat.  Tidak hanya itu, jajaran UPT samsat di seluruh Bali diharapkan dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Sosialisasikan kepada masyarakat, berikan informasi dan layanan yang sebaik-baiknya, layanan yang ramah, layanan yang baik dan layanan yang tepat sehingga kebijakan ini akan berjalan efektif,“ pungkasnya.

Sosialisasi pada pagi hari ini turut dihadiri oleh jajaran Polda Bali, Jasa Raharja, perwakilan Bank BPD Bali serta Kepala UPT  Samsat se-Bali beserta jajarannya yang mengikuti sosialisasi melalui virtual. (*/gs)

Baca Juga  Tiga Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar (13/9), Pasien Sembuh Bertambah 21 Orang

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Putri Koster: Festival Seni Bali Jani Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda Bali

Published

on

By

Festival Seni Bali Jani
HADIRI FSBJ 2026: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menyaksikan pagelaran musik "Sang Surya Sampun Metangi: Menyongsong Indahnya Permata Khatulistiwa" yang dibawakan Sanggar Eka Mahardika Putra dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (14/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa Festival Seni Bali Jani (FSBJ) memiliki peran strategis sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kecintaan terhadap seni budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan saat menyaksikan pagelaran musik “Sang Surya Sampun Metangi: Menyongsong Indahnya Permata Khatulistiwa” yang dibawakan Sanggar Eka Mahardika Putra dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (14/7).

Penampilan para seniman muda malam itu menghadirkan perpaduan musik pop modern dengan sentuhan etnik Bali. Selain menyuguhkan harmoni musik yang khas, pertunjukan juga mengangkat pesan pelestarian alam melalui ajakan untuk membiasakan pemilahan sampah berdasarkan sumber dan jenisnya.

Menyaksikan penampilan tersebut, Putri Koster mengaku bangga melihat kemampuan generasi muda Bali yang terus berkembang dan semakin berani mengekspresikan kreativitasnya melalui seni.

“Saya sangat senang melihat bakat talenta-talenta muda yang semakin terasah,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu mengembangkan keterampilan nonteknis (soft skills), seperti kemampuan berkesenian, berkolaborasi, serta membangun kepercayaan diri melalui ruang-ruang kreatif.

Karena itu, Putri Koster menilai Festival Seni Bali Jani menjadi salah satu instrumen penting dalam menumbuhkan ekosistem seni yang sehat sekaligus memberi kesempatan bagi talenta muda untuk terus berkarya.

“Itulah salah satu tujuan Festival Seni Bali Jani, yakni mewadahi dan mengembangkan talenta-talenta muda agar tetap aktif dan berkreativitas di tengah gempuran gawai,” katanya.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar semangat pembinaan yang dibangun melalui Festival Seni Bali Jani dapat dikembangkan hingga ke tingkat kabupaten/kota melalui penyelenggaraan festival maupun berbagai ajang kreativitas yang melibatkan generasi muda.

Baca Juga  Tak Bawa Hasil Rapid Test Negatif, 26 Sopir Asal Luar Bali Diamankan Tim Gabungan Satgas Covid-19

Menurut Putri Koster, perpaduan musik modern dengan kekayaan instrumen dan gamelan Bali yang ditampilkan para peserta membuktikan bahwa seni kontemporer dapat berkembang tanpa meninggalkan akar budaya.

“Ini merupakan perpaduan musik pop modern dengan nuansa Bali yang menghasilkan sajian musik yang unik. Unsur etnik, akar budaya, instrumen, dan gamelan Bali berpadu harmonis sehingga menghadirkan pengalaman musikal yang khas,” ujarnya.

Ia berharap Festival Seni Bali Jani terus menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan regenerasi seniman muda Bali sehingga semakin diminati masyarakat serta mampu melahirkan karya-karya kreatif yang memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Dengan semangat tersebut, Festival Seni Bali Jani tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali sebagai implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra Gelar Khitan Massal Gratis

145 Anak di Kota Bima Rasakan Manfaat Program Kepedulian

Loading

Published

on

By

pegadaian bali nusra
LAKSANAKAN TJSL: PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra saat melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan melalui kegiatan Khitan Massal Gratis dan Donor Darah yang diselenggarakan di Kantor Pegadaian Cabang Bima. (Foto: Hms PT Pegadaian)

Bima, NTB, baliilu.com – PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan Khitan Massal Gratis yang diselenggarakan di Kantor Pegadaian Cabang Bima. Antusiasme masyarakat begitu tinggi sehingga jumlah peserta meningkat dari target awal 120 anak menjadi 145 anak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan melibatkan tenaga medis profesional, seluruh proses khitan dilaksanakan secara aman, nyaman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan khitan massal ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban keluarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap program khitan massal ini tidak hanya membantu dari sisi kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian PT Pegadaian (Persero) kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Edy.

Senada dengan itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa, Mustofa, mengatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa program sosial seperti khitan massal sangat dibutuhkan dan memberikan dampak positif bagi warga.

“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kehadiran PT Pegadaian (Persero) tidak hanya dirasakan melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui program-program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Mustofa.

Selain memberikan layanan khitan secara gratis, peserta juga mendapatkan pendampingan medis selama proses tindakan sehingga para orang tua merasa lebih tenang dan nyaman.

Baca Juga  Tak Bawa Hasil Rapid Test Negatif, 26 Sopir Asal Luar Bali Diamankan Tim Gabungan Satgas Covid-19

Sebagai rangkaian kegiatan sosial, PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra juga menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bima yang diikuti oleh karyawan, mitra, serta masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya menyediakan layanan keuangan yang mudah, aman, dan terpercaya, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat “Melayani Sepenuh Hati, MengEMASkan Indonesia” menjadi landasan Pegadaian dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Targetkan Bali Bebas Pembangkit Tenaga Fosil, PLTS Jadi Andalan Menuju Net Zero Emission 2045

Published

on

By

gubernur koster
BUKA ISS 2026: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru Bali, Sanur, Denpasar, Selasa (14/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya menjadikan Bali mandiri energi berbasis energi bersih dengan menghentikan ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi strategi utama untuk mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) 2045, lima belas tahun lebih cepat dibandingkan target nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster saat membuka Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru Bali, Sanur, Denpasar, Selasa (14/7).

Menurut Koster, sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, Bali membutuhkan kualitas lingkungan yang baik serta sistem energi yang bersih, aman, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari implementasi Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

“Untuk mewujudkan target tersebut, kami mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, khususnya energi surya, memperluas penggunaan kendaraan listrik, mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi bersih, serta membuka ruang investasi dan kolaborasi di sektor energi hijau,” ujar Koster.

Ia menegaskan, Bali harus memiliki kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber energi yang tersedia di daerah sendiri. Ke depan, pembangkit listrik di Bali diharapkan tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil agar sumber pencemaran udara dapat dihilangkan sehingga kualitas udara tetap terjaga.

“PLTS adalah pilihan terbaik karena sumber energinya berasal dari matahari. Saya mendorong pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi masa depan Bali,” tegasnya.

Koster juga menyatakan Pemerintah Provinsi Bali siap mendukung masyarakat yang ingin memasang PLTS. Menurutnya, penggunaan energi surya tidak merugikan pemerintah, justru perlu difasilitasi sebagai bagian dari percepatan transisi energi bersih.

Baca Juga  Pesta Miras, Delapan Warga Diamankan Satgas Covid-19 Desa Peguyangan Kangin

“Kalau masyarakat mau memasang PLTS, saya akan dukung. Pemerintah harus memfasilitasi karena ini memberi manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk implementasi, Pemprov Bali akan mengembangkan kawasan rendah emisi yang diawali dari Nusa Penida. Selanjutnya, program tersebut akan diperluas ke kawasan Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Ubud.

“Kami akan memulai dari Nusa Penida terlebih dahulu. Semoga program ini berjalan dengan baik dan menjadi contoh bagi kawasan lainnya di Bali,” ujarnya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah, Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan PLTS Atap di Provinsi Bali.

Koster berharap Indonesia Solar Summit 2026 tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga melahirkan kemitraan strategis, investasi konkret, dan rekomendasi kebijakan yang mampu mempercepat terwujudnya target nasional pengembangan 100 gigawatt energi surya.

Sementara itu, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan Indonesia Solar Summit merupakan forum nasional tahunan yang diselenggarakan IESR bersama kementerian dan lembaga pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.

ISS 2026 berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di The Meru Sanur, Bali, dengan fokus pada percepatan target pembangunan 100 GW PLTS, pengurangan penggunaan pembangkit berbahan bakar diesel, strategi pembiayaan, serta penguatan ekosistem industri tenaga surya nasional.

Fabby mengungkapkan, sejak pertama kali digelar pada 2022, ISS selalu diselenggarakan di Jakarta. Tahun 2026 menjadi kali pertama forum tersebut berlangsung di luar ibu kota, dengan Bali dipilih karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengembangan energi bersih.

Baca Juga  Tiga Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar (13/9), Pasien Sembuh Bertambah 21 Orang

“Energi surya bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi agenda pembangunan nasional untuk mencapai kemandirian energi. Tantangan kita sekarang adalah mengubah potensi besar yang dimiliki Indonesia menjadi investasi nyata dan mempercepat terwujudnya ekonomi hijau,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca