Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Siapkan Insentif bagi Desa Adat Terkait Penanganan Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan insentif bagi desa adat terkait upaya penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 yang selama ini dilaksanakan melalui satgas gotong-royong. Insentif yang dialokasikan dalam APBD Perubahan Provinsi Bali Tahun 2020 ini diharapkan mampu memantik kembali semangat Satgas Gotong-Royong berbasis desa adat yang belakangan dinilai agak kendur. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat melakukan tatap muka secara virtual dengan Bendesa Adat se-Bali, Jumat (3/7-2020).

Awalnya, Gubernur berencana memberikan insentif dengan jumlah bervariasi dengan tolak ukur capaian masing-masing desa adat. Namun dalam sesi diskusi, sejumlah bendesa adat mengusulkan jumlah insentif yang seragam karena selama ini seluruh desa adat di Bali telah melakukan langkah-langkah penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 sesuai dengan arahan gugus tugas. Mengakomodir aspirasi dari para bendesa adat, gubernur akan mendiskusikan kembali besaran insentif dengan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.

Selain tambahan insentif yang akan dialokasikan pada APBD Perubahan 2020, Gubernur juga menjanjikan peningkatan bantuan untuk desa adat pada tahun 2021 mendatang. “Sekarang bantuannya sebesar Rp 300 juta, mengenai berapa penambahannya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Akan saya diskusikan dengan MDA Provinsi Bali dan nanti pada waktunya akan diumumkan,” ujarnya.

Masih dalam arahannya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini juga menyinggung pararem penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang wajib disusun oleh desa adat. Dari laporan Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, ia memperoleh informasi bahwa dari 1.493 desa adat, saat ini sebanyak 1.406 desa adat telah menyelesaikan penyusunan pararem penegakan protokol kesehatan Covid-19. “Itu artinya, masih ada 87 desa adat yang belum menyelesaikan pararem. Saya harap minggu ini semua sudah selesai,” imbuhnya.

Gubernur berpendapat, pararem ini punya fungsi yang sangat penting untuk mengatur krama agar tertib dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan penyakit yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan China ini. Bila seluruh desa adat telah merampungkan pararem, ia minta agar penerapannya dilaksanakan secara serentak.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Pariwisata Bali Dibuka Bertahap dan Terbatas pada Kawasan Tertentu

“Saya minta pararem ini nantinya diterapkan secara tegas, jangan lembek dan ada toleransi agar tak ada lagi penambahan kasus baru. Kalau ada yang tak disiplin, kenakan sanksi sesuai pararem. Ini penting untuk menjaga kewibawaan desa adat,” pintanya sembari berharap agar dalam menerapkan pararem, desa adat bersinergi dengan desa dinas, lurah, bhabinkamtimbas dan unsur lainnya.

Pada bagian lain, Gubernur Koster juga menyinggung semakin bertambahnya kasus positif Covid-19 yang disebabkan oleh transmisi lokal, khususnya pada klaster pasar. Mengacu pada perkembangan data terakhir, Kota Denpasar mencatat paling banyak pasien positif Covid-19 yaitu sebanyak 616 kasus, disusul Badung, Klungkung dan Bangli masing-masing 200,166 dan 151 kasus. Perkembangan kasus di beberapa wilayah, khususnya Kota Denpasar mendapat atensi dari Gubernur Koster.

Ia berharap hal ini menjadi perhatian satgas gotong-royong berbasis desa adat agar melaksanakan upaya yang lebih serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Saya memohon dengan sangat, jangan kendur dan bosan. Tetapkan bekerja dengan komitmen dan semangat tinggi. Ingat juga jaga stamina,” mohonnya.

Khusus terkait klaster pasar, desa adat diminta betul-betul mengawasi penerapan protokol kesehatan di pasar yang ada di wilayahnya. “Pastikan pedagang dan pengunjung menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menggunakan pelindung wajah, jaga jarak dan rajin mencuci tangan. Itu semua harus dipastikan terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Selain membahas upaya penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19, dalam kesempatan itu Gubernur Koster kembali menegaskan komitmennya terhadap upaya penguatan dan pemajuan desa adat. Komitmen tersebut antara lain ditunjukkan dengan keluarnya Perda Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali. Menurutnya, perda ini menjadi satu payung hukum bagi desa adat dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Baca Juga  PKM Wujudkan Kemandirian dan Partisipasi Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19

Menurutnya, upaya untuk mengeluarkan regulasi ini membutuhkan perjuangan yang tak mudah. “Saya berjuang secara langsung karena tak mudah untuk meloloskan peraturan ini,” ucapnya. Namun setelah lolos dan diberlakukan di Daerah Bali, perda ini menjadi perhatian sejumlah provinsi yang ingin menerbitkan payung hukum serupa. Saat ini, sedikitnya 7 provinsi telah mengajukan rancangan perda penguatan desa adat di wilayah masing-masing. “Bali jadi percontohan, ini tentu luar biasa bisa memberi contoh positif untuk penguatan adat,” tambahnya.

Selain dengan mengeluarkan perda, ia juga memberi perhatian dengan peningkatan jumlah bantuan dan pembangunan gedung sekretariat bagi Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi dan kabupaten/kota. Pembangunan gedung MDA Bali sebentar lagi akan rampung dan tahun ini Pemprov juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung MDA di sejumlah kabupaten.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru kali ini sempat menggelar tatap muka dengan para bendesa adat. Itu karena di awal-awal pandemi Covid-19 masuk Bali, ia berkonsentrasi penuh menyusun skema yang tepat dalam penanganan Covid-19. Strategi penanganan Covid-19 dengan membentuk satgas gotong-royong berbasis desa adat ternyata sangat efektif dalam upaya membendung penyebaran penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini.

Tanpa bermaksud mengabaikan peran dan sumbangsih komponen lainnya, ia mengaku sangat bangga dengan kinerja penangaann Covid-19 yang ditunjukkan satgas gotong-royong. “Saya memantau semua pergerakan dan aktivitas satgas gotong-royong yang bekerja luar biasa, siang dan malam. Tentunya dengan bersinergi dengan relawan di desa dinas dan kelurahan. Kita telah menunjukkan cara kerja yang baik hingga mendapat apresiasi pusat dan dijadikan contoh,” bebernya sembari berharap semangat itu tak akan surut karena pandemi belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Sementara itu, Ketua MDA Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menyambut baik dilaksanakannya tatap muka secara virtual ini. Menurut dia, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya mengajegkan adat dan budaya Bali. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya penanganan pandemi Covid-19 dan menyongsong tatanan hidup Bali era baru.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Sebut Menkumham dan Menlu RI Apresiasi Baik Penerapan Protokol Kesehatan Bali

Skema Tatanan Hidup Bali Era Baru

Kesempatan bertatap muka dengan para bendesa adat juga dimanfaatkan Gubernur Wayan Koster untuk mensosialisasikan skema tatanan hidup Bali era baru yang saat ini sedang dalam proses penyempurnaan. Ia memahami, sebagai sebuah pandemi, vaksin untuk Covid-19 hingga saat ini belum ditemukan dan itu artinya virus ini akan tetap ada.

“Sudah tiga bulan lebih, kita tak bisa terus melarang orang untuk bepergian atau menutup usaha mereka yang tentunya berdampak pada perekonomian. Untuk itu, kita harus memikirkan skema agar kehidupan masyarakat berjalan dengan baik kembali,” urainya. Agar skema itu dapat berjalan sesuai rencana, ia berharap penanganan Covid-19 dapat dikelola dengan baik.

Sesuai hasil koordinasi dengan pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Bali sepakat mengawali skema tatanan hidup Bali era baru dengan upacara Pamahayu Jagat di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, 5 Juli 2020 mendatang. Upacara ini akan diikuti doa lintas agama di tempat ibadah masing-masing secara serentak pada pukul 10.00 Wita. Tujuan dari ritual dan doa serentak ini adalah untuk menghaturkan puji syukur kepada Tuhan atas anugrah yang diberikan sehingga penanganan Covid-19 di Daerah Bali bisa dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu untuk dimulainya tatanan kehidupan Bali era baru. Masuk pada skema berikutnya, pada tanggal 9 Juli, Bali akan dibuka hanya untuk sektor di luar pariwisata dan pendidikan bagi masyarakat lokal. Bila skema ini berjalan lancar, maka akan lanjut pada skema berikutnya yaitu membuka Bali untuk wisatawan nusantara mulai 31 Juli 2020. Ia mohon dukungan dan doa restu dari seluruh bendesa adat agar skema ini nantinya dapat dilaksanakan sesuai tahapan.

Dalam tatap muka, gubernur membuka ruang dialog dengan peserta tata muka virtual. Perwakilan bendesa adat dari 9 kabupaten/kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan ini. Mereka juga memuji langkah nyata gubernur dalam penguatan peran dan fungsi desa adat. Ada pula bendesa adat yang mengusulkan agar keberadaan satgas gotong-royong dipertahankan secara permanen untuk keperluan mitigasi bencana. Terkait dengan usulan ini, gubernur akan membahasnya lebih lanjut. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bulan Bung Karno Bukti Kekuatan PDI Perjuangan selalu Bersumber dari Rakyat dan Kembali untuk Kepentingan Rakyat

Dihadapan Presiden Ke-5 RI Ibu Megawati Soekarnoputri, Wayan Koster Laporkan Kesuksesan 16 Kegiatan Representasi Ideologi Trisakti Bung Karno di Bali

Loading

Published

on

By

bulan bung karno bali
SAMPAIKAN LAPORAN: Dihadapan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Bapak Prananda Prabowo bersama Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Wayan Koster yang menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali pada, Minggu, 28 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Dihadapan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Bapak Prananda Prabowo bersama Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Wayan Koster yang menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali pada, Minggu, 28 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar.

Kata Wayan Koster, seluruh rangkaian Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 telah dilaksanakan sejak bulan Maret hingga Juni 2026 sebagai implementasi nyata tema “Setialah Kepada Sumbermu”. Oleh karena itu, setiap kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni atau perlombaan semata, tetapi menjadi ruang pendidikan ideologi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian kebudayaan, penguatan ekonomi kerakyatan, pembinaan generasi muda, dan pengabdian kepada rakyat.

“Dengan demikian, seluruh kegiatan Bulan Bung Karno menjadi bukti bahwa kekuatan PDI Perjuangan akan selalu bersumber dari rakyat dan kembali untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” ujar Gubernur Bali 2 periode asal Sembiran, Buleleng ini.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan sejumlah 16 kegiatan, yaitu sebagai berikut. Pertama, Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 dilaksanakan sejak 23 Maret hingga 25 Mei 2026 dengan putaran provinsi di Stadion Ngurah Rai dan Stadion Kompyang Sujana Denpasar. Kegiatan ini diikuti tim perwakilan dari seluruh kota/kabupaten se-Bali yang diperkuat pemain usia 17 tahun hasil seleksi tingkat kota/kabupaten. Dari keseluruhan pertandingan disaksikan kurang lebih 20.000 penonton. Melalui olahraga, generasi muda dididik menjadi insan yang sehat, disiplin, sportif, dan berjiwa gotong-royong.

Kedua, Utsawa Widyatarka Susastra Bali dilaksanakan melalui audisi tanggal 6–9 Mei 2026 dan final pada 10 Juni 2026 di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti 63 regu yang terdiri dari 18 regu SD, 18 regu SMP, 18 regu SMA/SMK, dan 9 regu Perguruan Tinggi dari seluruh Bali. Dari keseluruhan sesi lomba disaksikan sekitar 2.000 orang. Kegiatan ini menjadi sarana pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai wujud Trisakti Bung Karno yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Ketiga, Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru dilaksanakan melalui audisi tanggal 12–13 Mei 2026 dan final pada 9 Juni 2026 di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti 18 regu SMA/SMK dan 18 regu Perguruan Tinggi dari seluruh kota/kabupaten se-Bali. Dari keseluruhan sesi lomba disaksikan sekitar 1.000 orang. Melalui kegiatan ini, generasi muda didorong memahami arah pembangunan Bali dan masa depan daerahnya.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 Bertambah 36 Orang di Denpasar, Semua karena Transmisi Lokal

Keempat, Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilaksanakan pada 14–30 Mei 2026 di seluruh kota/kabupaten se-Bali dengan melibatkan peserta lansia berusia 50 tahun ke atas. Sebanyak 57 Tim Senam yang ikut berlomba dengan total jumlah personil sebanyak 520 orang. Dari keseluruhan sesi lomba disaksikan penonton sejumlah 1.000 orang. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian PDI Perjuangan terhadap kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup para lansia.

Kelima, Lomba Mixology Arak Bali dilaksanakan melalui audisi tanggal 1819 Mei 2026 dan final pada 14 Juni 2026 di Nirmala Hotel & Convention Center Denpasar. Kegiatan ini diikuti siswa SMA/SMK, peserta LPK, dan mahasiswa dari seluruh Bali. Peserta saat audisi sejumlah 88 orang dan babak final sejumlah 18 orang, serta pendukung sebanyak 500 orang. Kegiatan ini mendorong kreativitas generasi muda dalam mengembangkan Arak Bali sebagai produk unggulan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Keenam, Lomba Barista Kopi Bali dilaksanakan melalui audisi tanggal 2021 Mei 2026 dan final pada 15 Juni 2026 di Nirmala Hotel & Convention Center Denpasar. Peserta saat audisi sejumlah 60 orang dan babak final sejumlah 18 orang dengan pendukung sejumlah 500 orang. Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kompetensi generasi muda sekaligus promosi produk kopi Bali.

“Bali memiliki tiga wilayah penghasil kopi yang sangat bagus, yaitu Kintamani di Kabupaten Bangli, Pupuan di Kabupaten Tabanan, dan Banyuatis di Kabupaten Buleleng. Atas arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, sudah ketiga wilayah penghasil kopi ini sudah mendapat Indikasi Geografis,” jelas Gubernur Koster.

Ketujuh, Gerakan Merawat Pertiwi dilaksanakan serentak pada 23 Mei 2026 di seluruh kota/kabupaten se-Bali dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, petani, nelayan, komunitas lingkungan, masyarakat umum, dan kader Partai dengan total jumlah peserta sekitar 10.000 orang. Kegiatan ini merupakan implementasi politik hijau PDI Perjuangan melalui penghijauan, konservasi, dan pelestarian lingkungan hidup.

Kedelapan, Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual dilaksanakan pada 24 Mei 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali dan diikuti sekitar 500 peserta dari unsur UMKM, pelaku ekonomi kreatif, seniman, akademisi, mahasiswa, dan pelajar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perlindungan karya dan inovasi masyarakat Bali.

Kesembilan, Upacara Hari Lahir Pancasila dilaksanakan secara serentak pada 1 Juni 2026 di seluruh kantor DPC PDI Perjuangan Kota/Kabupaten se-Bali dengan melibatkan pengurus Partai, anggota Fraksi, PAC, kader, dan simpatisan Partai. Kegiatan ini menjadi momentum memperkokoh komitmen terhadap Pancasila sebagai jiwa perjuangan Partai.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Sebut Menkumham dan Menlu RI Apresiasi Baik Penerapan Protokol Kesehatan Bali

Kesepuluh, dalam rangka memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno (6 Juni 1901 – 6 Juni 2026) diselenggarakan Perayaan Bulan Bung Karno bertajuk Satyam Eva Jayate yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar dengan melibatkan 1.300 orang yang terdiri dari kader Partai, pelajar, mahasiswa, komunitas seni budaya, dan masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan implementasi ajaran Bung Karno tentang pentingnya nation and character building, penguatan ideologi Pancasila, serta semangat persatuan dalam membangun Indonesia. Melalui momentum 125 tahun kelahiran Bung Karno, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga api perjuangan Bung Karno, membumikan Trisakti, dan menghadirkan politik yang berpihak kepada rakyat, kebudayaan, serta masa depan bangsa.

Kesebelas, Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar dan diikuti perwakilan terbaik dari seluruh kota/kabupaten se-Bali dengan melibatkan sekitar 1.000 pendukung. Kegiatan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya Bali dan pembinaan generasi muda di bidang seni tradisional.

Keduabelas, Lomba Fashion Show Bulan Bung Karno dengan tema “Menganyam Cita dalam Taman Sarinya Indonesia” dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar dan diikuti generasi muda dari seluruh kota/kabupaten se-Bali. Peserta yang mengikuti lomba sebanyak 72 orang dibagi menjadi 4 katagori, yaitu: 1) katagori pakain formal; 2) pakaian casual dengan logo banteng; 3) pakaian casual tanpa logo banteng dan 4) pakaian adat. Penonton yang hadir menyaksikan lomba sebanyak 500 orang. Kegiatan ini mendorong kreativitas berbasis Tenun Ikat Bali sebagai identitas budaya daerah.

Ketigabelas, Lomba Desain Kreatif Motif Endek Bali dengan penilaian karya pada 13 Juni 2026 diikuti pelajar, mahasiswa, perajin, dan masyarakat kreatif Bali, dengan total karya sejumlah 81 desain, terbagi menjadi 2 katagori yaitu, desain motif endek bebas dan desain motif endek banteng. Kegiatan ini menjadi ruang inovasi untuk mengembangkan Endek Bali sebagai warisan budaya sekaligus sumber ekonomi kreatif. “Hari ini, semua yang hadir menggunakan busana Endek Bali. Jadi setiap diberlakukannya kebijakan penggunaan busana Endek Bali setiap hari Selasa, sekarang kerajinan ini berkembang dengan sangat pesat dan menjadi sumber ekonomi masyarakat Bali,” jelasnya.

Keempatbelas, Lomba Baca Puisi dilaksanakan pada 20–21 Juni 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dan diikuti pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum se-Bali dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang dan disaksikan oleh 500 orang penonton. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap sastra, sejarah perjuangan bangsa, dan nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga  Senin Siang 159 PMI Tiba di Pelabuhan Benoa Bali, Langsung Jalani Tes Swab

Kelimabelas, Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 berlangsung sejak 23 Maret hingga 23 Juni 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dengan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, profesional, perangkat desa, dan masyarakat umum. Jumlah peserta yang mengikuti Lomba ini sebanyak 453 tim atau sebanyak 1.812 orang. Kegiatan ini menghimpun gagasan strategis untuk pembangunan Bali masa depan.

Keenambelas, Lomba Konten Kreatif “Bali Bersih Sampah” dilaksanakan melalui pengumpulan karya tanggal 12–21 Juni 2026 dan penilaian pada 22 Juni 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti pelajar, mahasiswa, komunitas anak muda, dan masyarakat umum sejumlah 82 tim dan perorangan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran lingkungan melalui media kreatif.

Apabila ditarik benang merah seluruh rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026, maka terdapat satu kesimpulan besar. Seluruh kegiatan yang diaksanakan sesungguhnya merupakan implementasi konkret Trisakti Bung Karno. Berdaulat dalam politik diwujudkan melalui pendidikan ideologi Pancasila, upacara Hari Lahir Pancasila, pendidikan kader, dan penguatan karakter kebangsaan. Berdikari dalam bidang ekonomi diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, promosi tenun Bali, kopi Bali, arak Bali, serta berbagai produk lokal rakyat. Berkepribadian dalam kebudayaan diwujudkan melalui pelestarian bahasa Bali, sastra Bali, seni budaya Bali, serta penguatan identitas nasional Indonesia.

Seluruh kegiatan itu menunjukkan bahwa PDI Perjuangan bukan hanya Partai politik elektoral. PDI Perjuangan adalah Partai ideologi, Partai pelopor, Partai gotong-royong, dan rumah perjuangan kaum marhaen.

“Atas nama DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri atas seluruh arahan ideologis yang senantiasa menjadi inspirasi perjuangan kami di Provinsi Bali. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prananda Prabowo yang terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif, inovatif, dan menyentuh kehidupan rakyat secara langsung, untuk rakyat Bali,” kata Wayan Koster sembari menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader partai dan peserta yang telah mendukung suksesnya Bulan Bung Karno Tahun 2026.

Diakhir laporannya, Wayan Koster mengajak, marilah semua menjadikan Bulan Bung Karno bukan sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi sebagai gerakan permanen untuk membumikan Pancasila, membela wong cilik, merawat bumi pertiwi, memajukan kebudayaan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Raya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden RI V Ibu Megawati Soekarnoputri Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno di Bali

Gubernur Koster: Bulan Bung Karno di Bali Kuatkan Ideologi Pancasila, Gerakan Kebudayaan, Pendidikan, Olahraga hingga Ekonomi Kerakyatan

Loading

Published

on

By

bulan bung karno
PENUTUPAN BULAN BUNG KARNO: Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan yang didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Bapak Prananda Prabowo bersama Gubernur Bali, Wayan Koster (Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali) dan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta (Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung) menghadiri penutupan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali pada, Minggu, 28 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan yang didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Bapak Prananda Prabowo bersama Gubernur Bali, Wayan Koster (Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali) dan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta (Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung) menghadiri penutupan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali pada Minggu, 28 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar.

Penutupan Bulan Bung Karno Tahun 2026 ini juga dihadiri langsung oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Ibu Nancy Prananda Prabowo, Ibu Bintang Puspayoga, Ibu Putri Suastini Koster, Bupati/Walikota se-Bali, Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ketua, Sekretaris, Bendahara PAC PDI Perjuangan se-Bali, Anggota DPR RI Dapil Bali, DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kota/Kabupaten dari Fraksi PDI Perjuangan, para Dewan Juri Lomba dan peserta kegiatan Bulan Bung Karno tahun 2026, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, budayawan, akademisi, pelajar, mahasiswa, seniman, atlet, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta seluruh kader Partai.

Dalam sambutannya, Wayan Koster menyampaikan momen penting ini bukan sekadar penutupan sebuah rangkaian kegiatan. Tetapi hari ini adalah momentum refleksi. Momentum untuk mempertanggungjawabkan kerja-kerja ideologis Partai kepada rakyat. Momentum untuk melaporkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri bahwa kader-kader PDI Perjuangan Bali tetap teguh berdiri di jalan Bung Karno, menghidupkan api perjuangan melalui kerja nyata di tengah rakyat.

Koster mengungkapkan, Bulan Juni merupakan bulan yang sangat sakral bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno menggali dan mempersembahkan Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia. Pada tanggal 6 Juni 1901 lahir seorang anak bangsa yang kelak menjadi Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, penyambung lidah rakyat Indonesia, dan pemimpin besar revolusi, dan pada tanggal 21 Juni 1970 Bung Karno wafat meninggalkan warisan pemikiran yang hingga hari ini tetap menjadi bintang penuntun perjuangan bangsa Indonesia. Karena itu Bulan Bung Karno bukanlah bulan nostalgia. Bulan Bung Karno adalah bulan aktualisasi gagasan. Bulan Bung Karno adalah bulan pendidikan ideologi dan bulan pembentukan karakter bangsa.

Baca Juga  Senin Siang 159 PMI Tiba di Pelabuhan Benoa Bali, Langsung Jalani Tes Swab

Bung Karno pernah mengingatkan, JASMERAH “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Pesan itu bukan sekadar ajakan mengenang masa lalu. Pesan itu adalah amanat untuk memahami arah masa depan berdasarkan pengalaman sejarah bangsa.

“Atas dasar itulah DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyelenggarakan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 sebagai gerakan kebudayaan, Gerakan pendidikan, gerakan lingkungan hidup, gerakan ekonomi kerakyatan, Gerakan olahraga rakyat, dan gerakan penguatan ideologi Pancasila,” ujar Gubernur Bali 2 periode asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Tema Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026, “Setialah Kepada Sumbermu”, dengan subtema “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”, merupakan pengingat ideologis bagi seluruh kader PDI Perjuangan agar tidak pernah tercerabut dari akar perjuangannya.

Tema ini menegaskan bahwa sumber kekuatan Partai bukanlah kekuasaan, bukan pula jabatan, melainkan kepercayaan rakyat.

Partai hanya akan tetap hidup apabila tetap menyatu dengan denyut kehidupan rakyat, mendengarkan suara rakyat, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga api semangat rakyat agar terus menyala. “Inilah hakikat ajaran Bung Karno tentang politik yang berpihak kepada kaum marhaen, politik yang lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan diabdikan sepenuhnya untuk rakyat,” ujarnya.

Penutupan Bulan Bung Karno berlangsung meriah dan penuh makna dengan pembacaan puisi oleh Ibu Putri Koster, kemudian penampilan para juara sejumlah event fashion show, matembang, atraksi jugling arak Bali, senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal. Kemudian penyerahan hadiah juara bagi para pemenang. Berikut sejumlah kegiatan yang digelar di seluruh Bali memeriahkan bulan Bung Karno 2026, yakni Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026, Utsawa Widyatarka Susastra Bali, Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru, Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Lomba Mixology Arak Bali, Lomba Barista Kopi Bali, Gerakan Merawat Pertiwi, Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual, Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal, Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, Lomba Konten Kreatif “Bali Bersih Sampah”. Selain itu, dalam rangka memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno (6 Juni 1901 – 6 Juni 2026) diselenggarakan Perayaan Bulan Bung Karno bertajuk Satyam Eva Jayate yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar dengan melibatkan 1.300 orang. (gs/bi)

Baca Juga  PKM Wujudkan Kemandirian dan Partisipasi Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Nurul Arifin: Status Lanud Ngurah Rai Harus Naik Standar ke Tipe A

Published

on

By

bandara ngurah rai
KUNJUNGAN KERJA: Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Provinsi Bali, (26/6/2026). (Foto: dpr.go.id)

Badung, baliilu.com – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendorong peningkatan status Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai dari tipe B menjadi tipe A. Langkah strategis ini dinilai krusial guna memperkuat sistem pertahanan sekaligus menjaga citra Indonesia di mata internasional.

“Tadi kita melihat bahwa (Lanud) I Gusti Ngurah Rai ini sebetulnya lanudnya sangat memiliki peranan sangat penting begitu. Karena satu berada di posisi yang strategis, kemudian juga beririsan dengan bandara internasional dan komersial,” ujar Nurul Arifin dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Provinsi Bali, (26/6/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyoroti status pangkalan udara tersebut yang masih bertahan di tipe B sejak tahun 2012. Ia menilai kondisi yang sudah berjalan selama 14 tahun ini perlu segera diperbarui karena berkaitan erat dengan dukungan sistem anggaran pertahanan.

“Kita menginginkan bahwa Lanud ini naik ke peringkat menjadi standar A begitu ya, tidak B lagi. Karena ini penting terkait dengan suatu sistem, begitu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nurul mengingatkan perlunya keharmonisan berbagai elemen dalam menghadapi potensi ancaman kedirgantaraan. Aspek manusia dan kelestarian lingkungan. Lalu, pemanfaatan teknologi serta kesiapan masyarakat sekitar.

“Ada kolaborasi bagaimana menjaga Lanud I Gusti Ngurah Rai ini, tetap merepresentasikan sebagai bandara internasional yang tidak hanya untuk komersil, tapi juga untuk tamu-tamu kenegaraan dan dalam posisi hubungan diplomasi dengan negara-negara lainnya,” imbuhnya.

Terkait hal itu, wakil rakyat dari Dapil Jabar I tersebut memastikan akan membawa usulan transisi status Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai skala prioritas pribadinya dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan mendatang. Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Provinsi Bali ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap kesiapan infrastruktur pertahanan negara. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Berharap Bali bisa Jadi yang Terdepan di Indonesia dalam Kembangkan Industri Kreatif

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca