Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Dicurigai Mata-mata Polisi, Berakhir di Ujung Pedang

BALIILU Tayang

:

pedang
Polres Buleleng saat gelar jumpa pers kasus pembunuhan di Mapolres Buleleng, pada Kamis (20/7/2022).

Buleleng, baliilu.com – Masih ingat kasus berkelahi di tengah malam yang akhirnya dua nyawa melayang di Pegayaman pada 3 Juli lalu, bahwa dari keterangan polisi berawal dari kedatangan Edy Salman (almarhum) bersama-sama dengan Nu UL Makmun dan Topan Hariadi alias Zakaria mendatangi rumah Ketut Fauzi (almarhum) dengan maksud untuk menanyakan langsung kebenaran Ketut Fauzi menjadi mata-mata polisi.

Kedatangan Edy Salman pada awalnya hanya untuk menanyakan permasalahan tentang kecurigaan Edy Salman terhadap Ketut Fauzi sebagai mata-mata polisi. Namun pada saat Edy Salman diketahui membawa pedang, kemudian Ketut Fauzi langsung mengambil pedang dan menebas Topan Hariadi alias Zakaria yang mengakibatkan luka pada tangan dan kepala selanjutnya sembunyi di samping motor milik Ketut Fauzi.

Setelah itu Ketut Fauzi langsung menyerang Edy Salman yang sedang duduk di lantai rumah Ketut Fauzi dan serangan tersebut dibalas oleh Edy Salman dan terlihat Edy Salman terkena tebasan dari Ketut Fauzi yang mengakibatkan Edy Salman roboh.

Terlihat Edy Salman roboh/terkapar, kemudian secara tiba-tiba Nu UL Makmun langsung menebas Ketut Fauzi dengan membabi buta hingga mengakibatkan Ketut Fauzi tersandar ditembok dengan luka.

‘’Kejadian tersebut terdengar oleh warga sehingga Nu UL Makmun dan Topan Hariadi alias Zakaria melarikan diri ke dalam hutan yang ada di wilayah Desa Pegayaman,’’ ujar Kasihumas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya, S.H. saat jumpa pers di Mapolres Buleleng, pada Kamis (20/7/2022).

Seijin Polres Buleleng, Sumarjaya memaparkan kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 3 Juli 2022 pukul 23.30 Wita di Banjar Dinas Kubu Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada dan akibat kejadian tersebut Ketut Fauzi dinyatakan meninggal saat diantar oleh warga ke rumah sakit sedangkan Edy Salman dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara.

Baca Juga  Kapolres Buleleng Putar Balikkan Pengendara Berkegiatan Non-Esensial pada Pemeriksaan Mobilitas Masyarakat

Selanjutnya, Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H.,M.H., memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Sukasada IPTU Budayana, untuk melakukan pengejaran terhadap kedua orang yang melarikan diri. Pada Sabtu, 9 Juli 2022 pukul 02.00 Wita mendapatkan informasi bahwa Nu UL Makmun dan Topan Hariadi sedang bersembunyi di salah satu rumah yang ada di Banjar Dinas Petung Desa Pegayaman dan saat itu juga kedua orang tersebut dapat diamankan dan selanjutnya dilakukan proses hukum.

Dari hasil pemeriksaan yang diketahui melakukan kekerasan terhadap Ketut Fauzi adalah Nu UL Makmun sedangkan Topan Hariadi tidak terlibat dalam kasus tersebut bahkan menjadi korban kekerasan dari Ketut Fauzi (almarhum).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara intensif, Nu UL Makmun dan Topan Hariadi telah melakukan perbuatan pidana lain seperti mengambil barang milik dengan paksa (jambret) di antaranya mengambil sepeda motor di wilayah Banjar Dinas Kubu Desa Pegayaman sebanyak dua kali dan di tempat lain sehingga ditemukan 4 sepeda motor dari Nu UL Makmun dan Topan Hariadi.

Sedangkan perbuatan lain yang dilakukan Topan Hariadi dan Edy Salman (almarhum) telah melakukan perbuatan pidana diantaranya penjambretan di wilayah Desa Gitgit dan mengambil sepeda motor di wilayah Banjar Dinas Yeh Ketipat Desa Wanagiri. Ada juga yang dilakukan sendiri oleh Topan Hariadi terhadap perbuatan pidana mengambil pretima di Pura Dalem Gitgit.

Untuk kasus tersebut, kata Sumarjaya, telah dilakukan pemisahan penanganan dan pemberkasan, untuk tersangka Nu UL Makmun, kelahiran 1995, Alamat Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, disangka dengan dugaan melakukan tindak pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan tindak kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan matinya orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1), (2) ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Dan barang bukti yang dipergunakan dalam perkara ini adalah 2 (dua) bilah pedang bergagang kayu masing-masing panjang 50 cm dan 60 cm dan 1 (satu) bilah parang bergagang kayu dengan panjang 40 cm.

Baca Juga  AKBP I Made Sinar Subawa Terima 2 Penghargaan dari KPPN Singaraja Diakhir Jabatan

Sedangkan untuk tersangka Topan Hariadi alias Zakaria, kelahiran tahun 1990, alamat Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan dugaan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP dengan barang bukti 1 (satu) buah HP Merk OPPO dan 1 Hp Merk Afan serta 1 unit sepeda motor merk Vario yang dipakai saaat melakukan tindak pidana. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Jambret Tas Wisatawan Prancis, Rohmat Diamankan Polsek Densel

Published

on

By

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku Jambret bernama Rohmat (39) asal Banyuwangi Jawa Timur. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku Jambret berinisial Rohmat (39) asal Banyuwangi Jawa Timur pada Sabtu, 13 Agustus 2022 lalu.

Sebelumnya korban Noemie Chloe Sancelme turis asal Prancis melaporkan telah kehilangan tas miliknya di Jalan Sekar Waru Sanur Kauh Densel pada Selasa, 9 Agustus 2022 sekitar pukul 10.45 Wita saat korban naik sepeda gayung menuju Pantai Mertasari. Saat di TKP korban dihampiri pelaku yang naik sepeda motor dan mengambil tas yang diletakkan di keranjang depan.

“Pelaku berhasil kami amankan setelah melakukan olah TKP dan mengidentifikasi nomor plat kendaraan dan identitas pelaku,” ungkap Kapolsek Densel Kompol I Made Teja Dwi Permana, S.H.,S.I.K. didampingi Kasi Humas Iptu I Ketut Sukadi, Senin (15/8/2022).

Lebih lanjut disampaikan sesuai dengan perintah Kapolda Bali dan Kapolresta Denpasar agar seluruh jajaran Kepolisian mengatensi keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berlibur di pulau Bali dan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku yang berani berbuat kriminal.

“Setelah diamankan dan dilakukan pengembangan pelaku berusaha melakukan perlawanan sehingga kami berikan tindakan tegas (tembak),” ucap Kapolsek.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa 1 buah tas parasut warna pink uang Rupiah Rp 1,4 juta, kartu kredit, kaca mata dan alat perlengkapan ke pantai.

“Pelaku mengakui mengambil tas korban setelah sebelumnya korban dibuntuti pelaku selanjutnya pelaku membuang pakaian dan kartu kredit korban di hutan mangrove Benoa, sedangkan barang lain disimpan pelaku, ” jelas Kompol Made Teja.

Dari hasil pemeriksaan pelaku juga mengakui pernah melakukan jambret di kawasan Jalan Pengembak Sanur sekitar tiga bulan lalu. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Baca Juga  Polres Buleleng Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Agung 2022
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Anggota Komisi III DPR RI Wayan Sudirta Apresiasi Langkah Tegas Kapolri

Published

on

By

sudirta
Anggota Komisi III Fraksi PDIP I Wayan Sudirta, S.H. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Anggota Komisi III Fraksi PDIP I Wayan Sudirta, S.H. mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengungkapkan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Kasus yang menyita perhatian publik itu menetapkan mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Dihubungi via telepon pada Rabu (10/8) Anggota Komisi III DPR menyampaikan, ketegasan seperti ini tidak saja bisa menghapus keragu-raguan masyarakat terhadap langkah-langkah kepolisian, dimana tingkat awal kasus ini sempat muncul atau menimbulkan tanda tanya, banyak hal-hal dipertanyakan, serta tidak masuk akal. Namun Kapolri Listyo melakukan beberapa tindakan tegas, yaitu memberikan sanksi kepada 31 pertugas kepolisian yang tidak profesional, diikuti penyelidikan dan penyidikan serius oleh Timsus Mabes Polri sehingga memunculkan tersangka yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya 1 tapi 4 orang, salah satunya adalah perwira tinggi yaitu Irjen FS.

Ditambahkan lagi ini bertanda bahwa kepolisian dapat mewujudkan secara konkret instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menuntaskan perkara ini dan kita berikan penghargaan dan jadi contoh ketegasan ini.

“Hal Ini diperlukan bagi Indonesia yang sedang membangun dan memerlukan terobosan diberbagai bidang karena sesungguhnya tidak mudah untuk mengatasi situasi intern seperti ini. Tapi akhirnya Kapolri bisa cari jalan keluar, tentu banyak hambatan, saya paham itu. Yang paling penting adalah hambatan-hambatan itu bisa disingkirkan sehingga sampai tingkat sekarang pertanyaan-pertanyaan masyarakat kalaupun tidak memuaskan dan terjawab, tapi cukup menyenangkan,” ungkap politisi PDIP ini.

Dengan langkah-langkah kapolri yaitu menentukan dan memastikan ada empat tersangka, ini cukup menyenangkan tapi sekali lagi belum memuaskan. Karena apa, masih perlu langkah-langkah berikutnya misalnya bagaimana hasil pemeriksaan inspektorat/pengawasan tentang masalah kode etik, apakah akan berhenti ditingkat kode etik, atau masih tanda koma. Kalau tanda koma berarti selain proses kode etik, harus dilacak unsur-unsur pidana jangan sampai ada tercecer. Artinya harus tuntas, baik secara kode etik, maupun pidana. Ini bisa dilakukan, termasuk kemungkinan ada pelanggaran pidana berapapun jumlahnya, apakah masalah pembunuhan, menghilangkan barang bukti, mengambil barang bukti, menyembunyikan barang bukti, laporan palsu, dan rekayasa. Semua itu harus dituntaskan dari segi kode etik dan pidana, “Bolehlah kita berharap masyarakat puas dengan langkah-langkah polisi sampai hari ini,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  AKBP I Made Sinar Subawa Terima 2 Penghargaan dari KPPN Singaraja Diakhir Jabatan

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Ungkap Kasus Pornografi, Ditreskrimsus Polda Bali Amankan Pasutri Muda

Published

on

By

Polda Bali
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali dipimpin Kabid Humas Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., saat menggelar press release, Rabu ( 10/8). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali dipimpin Kabid Humas Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., menggelar press release terkait kasus pornografi yang marak dan terjadi di wilayah hukum Polda Bali.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut, Kabagbinops Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati, S.H., M.H., Kasubdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci, S.I.K., M.I.K., dan Kanit 2 Subdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Bali Kompol Tri Joko W., bertempat di Ruang Rupatama Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu (10/8/2022).

Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/A/406/VII/2022/SPKT.Ditreskrimsus/Polda Bali, yang bertanggal 21 Juli 2022, dari patroli siber diketahui bahwa adanya akun twitter dengan 106 following dan 68,900 follower yang memposting video yang bermuatan pornografi.  Di mana terlihat dari beberapa video, adegan berhubungan badan antara beberapa orang dengan perempun yang sama.

Di dalam akun twitter tersebut termuat open group exclusive telegram, dan untuk dapat bergabung ke dalam group tersebut diwajibkan membayar dengan nominal uang sebesar Rp. 200.000. Di dalam group telegram tersebut tersangka yang merupakan admin membagikan video porno yang di mana diduga diperankan oleh tersangka bersama dengan seorang wanita.

Berdasarkan dari patroli siber tersebut, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Bali melaksanakan penyidikan dan diketahui bahwa pelaku dan wanita didalam video porno tersebut merupakan pasangan suami-istri (pasutri) dengan inisial GGG dan Kadek DKS.

Saat melakukan penangkapan didapati bahwa video tersebut diposting oleh GGG dengan sepertujuan Kadek DKS.  Berawal dari tahun 2019 tersangka sudah mulai meng-upload video porno mereka di twitter untuk memenuhi fantasi seksual namun tidak berbayar, dan pada tahun 2020 pada group telegram yang dibuatnya itu tersangka meng-upload video porno yang telah tersangka buat, apabila ada yang ingin bergabung ke dalam group telegram tersebut tersangka meminta bayaran sebesar Rp. 200.000, dan sampai saat ini tersangka memiliki 3 group telegram yang beranggotakan ratusan orang dan dengan keuntungan yang diperoleh kurang lebih sebesar Rp. 50.000.000.

Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Buleleng Berikan Imbauan kepada Sektor Non-Esensial

Kabid Humas Polda Bali Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa tersangka akan dijerat dengan pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU No.19 th 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 4,10 UU No.44 th 2008 tentang Pornografi dan pasal 55 KUHP.

”Dari perbuatannya tersangka akan dijerat pasal 27 tentang UU ITE, UU nomor 44 tentang pornografi dan pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara,” ucapnya.

Untuk barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni 1 buah Handphone merek Realme C2 berwarna biru, 1 hardisk sebagai penyimpanan video, 1 akun twitter yang dipergunakan untuk memposting video bermuatan pornografi, 1 akun telegram dengan 3 group telegram berbayar yang berisi puluhan video porno yang diperankan oleh tersangka. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca