Denpasar, baliilu.com –Teknologi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan segala bidang termasuk bisnis. Hal ini disampaikan Dr. Dadang Hermawan selaku Rektor ITB STIKOM Bali pada gelaran jalan santai serangkaian Ulang Tahun atau Dies Natalis yang ke-21 ITB STKOM Bali, Kamis (10/8).
Jalan santai yang diikuti oleh sekitar 3000 peserta tersebut juga dihadiri oleh Pendiri dan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs Ida Bagus Dharmaadiaksa, M.Si., Drs. Satria Dharma selaku Pendiri dan Pengawas Yayasan, para wakil rektor, Dosen, pimpinan STIKOM Bali Group dan para mahasiswa.
Dadang Hermawan di sela acara jalan santai mengungkapkan bahwa 10 Agustus ITB STIKOM Bali melaksanakan ulang tahun atau Dies Natalis ke- 21 di mana ITB STIKOM sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu tepatnya 10 Agustus 2002. Diawali dengan nama Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer atau STMIK STIKOM Bali dan kemudian bertransformasi menjadi menjadi Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali pada tahun 2019.
Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., (Foto : eka)
“Karena banyak permohonan atau permintaan daripada masayarakat bahwa IT ini sangat erat dengan bisnis oleh karena itu di ITB STIKOM Bali ini kami membuka program -program studi yang terkait antara bisinis dan IT. Itu merupakan harapan atau prospek di masa depan bahwa IT dengan bisnis memang sangat erat kaitannya demikian juga dengan bidang- bidang lainnya,” urai Dadang Hermawan sembari menyebut bahwa dari tahun ke tahun sesuai evaluasi terjadi penambahan jumlah lulusan SMA atau SMK yang menempuh pendidikan di ITB STIKOM Bali sehingga ada sekitar 6000 mahasiswa saat ini.
Terkait program baru yang diluncurkan oleh ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan menjelaskan bahwa saat ini mereka telah meluncurkan program S2 Sistim Informasi dengan gelar Magister Komputer. Angkatan pertama untuk program ini sudah diikuti oleh 40 mahasiswa dan untuk angkatan selanjutnya ditargetkan akan menerima 60 mahasiswa.
“Untuk angkatan pertama S2 ini kami sudah ada 40 mahasiswa dan 60 mahasiswa kami targetkan untuk angkatan selanjutnya. Dan di usia yang 21 ini karena jaman digitalisasi itu telah tiba dan akan terus menggelinding di semua sektor ke depan maka tentu saja masyarakat terutama lulusan SMA dan SMK itu bisa memilih secara lebih cermat lanjutan pendidikannya di ITB STIKOM Bali baik sarajana maupun diploma,” harapnya.
Sementara itu Pendiri dan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., mengungkapkan bahwa Yayasan Widya Dharma Shanti memaknai Dies Natalis yang ke-21 ini untuk melihat dan mengevaluasi pencapaian -pencapaian yang telah dilaksanakan dan diperoleh oleh ITB STIKOM Bali di bawah pimpinan Dr. dadang Hermawan.
“Yayasan Widya Dharma Shanti ini didirikan setahun sebelum STIKOM didirikan. Sekarang kita memiliki STIKOM group dan makin tahun makin besar. Kami memiliki kampus ITB STIKOM Bali ini selain yang di Denpasar, ada di Abiansemal, Jimbaran, Politeknik Nasional dan Bisma, Sekolah Tinggi Teknologi Bandung , sejumlah SMK TI Bali Global yang hampir ada di seluruh Bali yakni di Singaraja, Karangasem, Klungkung, Denpasar, Jimbaran, dan Abiansemal, “ beber Prof. Bandem serta menambahkan bahwa ekonomi kreatif adalah salah satu contoh keterkaitan antara teknologi, bisnis, dan budaya, sehingga ITB STIKOM fokus di bidang tersebut.
Dr. Dadang Hermawan (Foto : eka)
Dari segi pendidikan imbuh Prof. Bandem, ITB STIKOM akan mulai mengembangkan program S3, jurusan yang terkait dengan multimedia dan animasi, serta menmendukung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik itu di bidang tari, musik, gambelan, dan lainnya.
“Ada 32 Unit Kegiatan Mahasiswa di sini sehingga hampir tiap hari ada kegiatan sehingga kehidupan kampus jadi sangat kondusif,” tandasnya.
Serangkaian dengan Dies Natalis yang ke-21, selain jalan sehat ITB STIKOM melaksanakan seminar bertajuk Unseen The World All Perspective, yakni bagaimana melihat dunia yang akan datang yang tidak kelihatan dari berbagai perspektif, Orasi Ilmiah tentang bagaimana pembelajaran di masa depan, serta berbagai lomba. (eka/bi)
GERAKAN BADUNG PEDULI: Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri kegiatan Gerakan Badung Peduli yang dirangkaikan dengan Sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba kepada remaja yang berlangsung di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, pada Jumat (19/6/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Gerakan Badung Peduli yang dirangkaikan dengan Sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba kepada remaja setempat. Acara ini berlangsung di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, pada Jumat (19/6/2026).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Kebudayaan, Plt. Camat Abiansemal, serta Kepala Desa Jagapati. Hadir pula narasumber dari Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia dan BNN Kabupaten Badung, serta perwakilan Yayasan Bunga Bali, Gerakan Badung Peduli, dan jajaran PKK dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa Jagapati.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penebaran bibit ikan nila di lingkungan Taman Tibu Beneng, Desa Jagapati. Aksi ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan sekaligus meningkatkan potensi sumber daya alam lokal. Setelah itu, rombongan bertolak ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) untuk menanam pohon bunga sandat guna mendukung penghijauan dan memperindah kawasan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah warga yang mengidap penyakit kanker dan stroke. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta meninjau pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Sebagai penutup, rombongan mengunjungi rumah warga penerima bantuan program bedah rumah dari Pemkab Badung, serta bantuan bedah dapur dari Yayasan Bunga Bali.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat Gerakan Badung Peduli yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, melainkan juga menyentuh aspek lingkungan, pemberdayaan, serta perlindungan generasi muda.
“Sosialisasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba kepada remaja menjadi sangat penting agar mereka memiliki pengetahuan yang benar, terhindar dari risiko, dan mampu menjaga diri demi masa depan yang cerah,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Badung yang sehat, aman, dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga yang semakin kuat.
Di sisi lain, narasumber dari BNN Kabupaten Badung dan Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia memberikan materi secara interaktif kepada para remaja yang hadir. Mereka memaparkan materi mengenai cara pencegahan, penanganan, serta meluruskan mitos dan fakta yang sering beredar di masyarakat terkait HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba. (gs/bi)
BHAKTI PENGANYARAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta saat memimpin Bhakti Penganyaran dalam rangkaian Karya Piodalan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Hms Badung)
Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan Bhakti Penganyaran dalam rangkaian Karya Piodalan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan penganyaran dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Badung I Gst. Anom Gumanti, anggota DPRD Made Ponda Wirawan, Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Badung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung juga menyerahkan dana punia sebesar Rp 100 juta yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Wangaya Gede I Ketut Sucipto.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Bhakti Penganyaran merupakan wujud sradha bhakti dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala anugerah yang telah diberikan, baik kepada Pemerintah Kabupaten Badung maupun masyarakat Bali secara umum.
Bupati berharap melalui momentum tersebut, seluruh jajaran pemerintah diberikan kerahayuan, kesehatan, kedamaian, serta tuntunan dalam menjalankan tugas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Astungkara, apa yang kita harapkan bersama untuk Badung, Bali, dan Nusantara tetap aman dan dapat kita wujudkan secara nyata. Momentum penganyaran ini juga menjadi sarana memohon anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kondisi pariwisata tetap baik, sehingga mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Bagaimanapun, pariwisata merupakan kekuatan utama Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Wangaya Gede I Ketut Sucipto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas kehadiran dan partisipasi dalam rangkaian Bhakti Penganyaran. Ia juga mengungkapkan terima kasih atas dukungan hibah sebesar Rp 18 miliar yang telah dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas kawasan pura, meliputi area parkir seluas satu hektare dan jalan sepanjang dua kilometer yang kini telah rampung.
“Kami bersama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung beserta jajaran atas bantuan yang sangat besar bagi pembangunan di kawasan pura,” jelasnya. (gs/bi)
SURVEI: Polsek Tegallalang saat melaksanakan kegiatan survei lokasi dan pengukuran rumah yang akan menjadi sasaran program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (20/6/2026). (Foto: ist)
Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Polsek Tegallalang melaksanakan kegiatan survei lokasi dan pengukuran rumah yang akan menjadi sasaran program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., M.H., didampingi Waka Polsek Tegallalang Iptu I Wayan Parwata, S.H., Kanit Samapta Iptu I Nyoman Widiana, S.Sos., Kanit Binmas Aiptu I.B. Arista Tjandra, serta dihadiri donatur bedah rumah Dewa Padma dan tim kontraktor yang dipimpin oleh Eka.
Rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah adalah milik Ni Wayan Damuh. Berdasarkan hasil survei, kondisi rumah tersebut dinilai kurang layak huni karena belum memiliki fasilitas dapur dan kamar mandi yang memadai. Melalui program bedah rumah ini, bangunan akan direhabilitasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman bagi penghuninya, lengkap dengan fasilitas dapur dan kamar mandi.
Dalam kegiatan tersebut, tim bedah rumah bersama Kapolsek dan para pejabat utama Polsek Tegallalang melakukan pengecekan serta pengukuran lokasi sebagai tahap awal sebelum proses pembangunan dimulai. Rencananya, pekerjaan bedah rumah akan mulai dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026.
Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan untuk memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
“Program bedah rumah ini merupakan salah satu wujud pengabdian Polri kepada masyarakat dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi Ibu Ni Wayan Damuh dan keluarganya, sehingga dapat menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Semoga kegiatan ini juga semakin mempererat hubungan Polri dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar AKP I Ketut Wiwin Wirahadi.
Kegiatan survei dan pengukuran lokasi berakhir pada pukul 11.30 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar dalam situasi yang kondusif. (gs/bi)