Thursday, 20 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dorong Transaksi Non-Tunai, Wagub Cok Ace Resmikan Tatanan Kehidupan Era Baru dan Digitalisasi di DW Blimbingsari

BALIILU Tayang

:

de
PANEN KAKAO: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati panen kakao di Desa Wisata Blimgbingsari

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati  meresmikan Tatanan Kehidupan Era Baru dan Digitalisasi Desa Wisata Blimbingsari berbasis QRIS, pada Rabu (22/07-2020) siang di Niti Graha Kantor Perbekel Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace tersebut mengatakan, Pemprov Bali sangat mendukung dan mendorong digitalisasi terlebih ketika Bali dengan tatanan kehidupan era baru dibuka. “Artinya pula seluruh aktivitas termasuk industri pariwisata harus sudah siap membuka kembali kunjungan wisatawan. Juga di dalamnya kawasan desa wisata seperti Blimbingsari,” katanya.

Transaksi non-tunai menurut Wagub menjadi bagian penting dalam protokol kesehatan Covid-19  yang telah disusun. “Aktifitas telah dibuka dan kita harus tetap taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam hal transaksi keuangan seperti QRIS yang gencar dilakukan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, ini harus terus didukung sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif dan aman covid-19,” ujar Wagub Cok Ace

Selain itu menurutnya transaksi non-tunai sangat penting untuk pariwisata Bali di masa yang akan datang. “Turis akan malas membawa uang tunai dan segala macam kartu saat berwisata. Jika dimungkinkan nantinya setiap transaksi bisa menggunakan smart phone saja, bahkan untuk beli kelapa muda, atau beli kerajinan masyarakat. Jadi lebih aman dan minim sentuhan, sesuai yang ditekankan bapak Gubernur dalam tatanan kehidupan era baru,” Tandas penglingsir Puri Ubud ini.

Khusus untuk kawasan desa wisata seperti Blimbingsari, Wagub menyebut dengan dukungan masyarakat yang begitu kompak menjadi pilar utama dalam menuju terwujudnya era baru dalam industri wisata yang berbasis digital. “Dan yang paling penting dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat desa,” tukasnya.

Baca Juga  Astungkara Kasus Sembuh Bertambah lagi di Denpasar, Tercatat 43 Orang

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyebut, Desa Wisata Blimbingsari telah menerapkan metode transaksi pembayaran dengan berbasis digital menggunakan QRIS. “Digitalisasi ini menurutnya merupakan suatu keniscayaan dan wajib diimplementasikan di semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata  Bali,” jelas Trisno.

Trisno menambahkan, penggunaan QRIS di Bali saat ini telah mencapai 105.580 merchant dimana sebaran terbesar kedua berada di Kabupaten Badung sebanyak 27.675 atau 27% dari total merchant QRIS di Bali atau meningkat sebesar 314% dibandingkan dengan awal tahun 2020.

Selain itu, selama pendemi Covid-19 sejak 6 Maret hingga 10 Juli ini, penambahan jumlah merchant QRIS di Bali meningkat hingga 60%.

Digitalisasi berbasis QRIS di Desa Wisata Blimbingsari sendiri telah diterapkan untuk pembayaran mulai dari bumdes, homestay, waterboom, panti asuhan sampai dengan donasi untuk persembahan di Gereja tertua di Bali.

Selain peresmian tersebut, Wagub Cok Ace juga turut panen buah kakao bersama Kelompok Tani Ternak (KTT) Mertha Abadi di Subak Abian Dana Amartha Sari yang berlokasi di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. KTT Mertha Abadi  merupakan kumpulan petani yang memiliki komitmen mengembangkan kakao Jembrana dengan perlakuan organik.  Program pengembangan kakao organik yang dibina oleh Bank Indonesia tersebut dikuti oleh 30 petani kakao yang program yang telah  berjalan dalam  2 tahun terakhir.

Kakao yang dihasilkan kelompok tersebut sudah diakui pasar dunia dengan karakteristik yang unggul. Alhasil, komoditas yang bisa diolah menjadi berbagai hasil panganan tersebut telah menembus pasar ekspor.

Dalam acara tersebut juga diberikan bantuan berupa motor, sistem pengairan (sumur bor) dan renovasi rumah pengolahan kakao serta bantuan CSR dari Bank BPD Bali.

Baca Juga  Cegah Covid-19, Desa Adat Kesiman Tutup Sementara Akses ke Pantai Padanggalak untuk Melayangan

Nampak pula dalam kesempatan itu,  Bupati Jembrana Putu Artha, anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, bersama kalangan perbankan. (*/gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ny. Antari Jaya Negara Serahkan PMT bagi Lansia di Denut dan Denbar

Upaya Mencegah Kemiskinan Ekstrem di Kota Denpasar

Published

on

By

bantuan pmt denpasar
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara saat menyerahkan sejumlah paket bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia dan balita, di dua kecamatan, yakni Denpasar Utara dan Denpasar Barat, Kamis (20/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka mencegah dan menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara kembali menyerahkan sejumlah paket bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia dan balita, di dua kecamatan, yakni Denpasar Utara dan Denpasar Barat, Kamis (20/6).

Adapun paket bantuan yang diserahkan kepada masyarakat tersebut berisi antara lain beberapa kebutuhan pokok, seperti biskuit, telur, susu, dan juga ayam segar.

Dalam arahannya Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara yang didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana menyampaikan, sebagai mitra pemerintah, TP PKK Kota Denpasar selalu berkoordinasi untuk dapat bersama mengentaskan kasus kemiskinan ekstrem, dan juga upaya persoalan stunting di Kota Denpasar.

“Berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan TP PKK Kota Denpasar, selain upaya menurunkan stunting, juga adalah langkah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem. Upaya tersebut antara lain, edukasi penanaman bibit sayuran dan buah-buahan yang ditanam di halaman rumah, dan juga program pembagian PMT bagi lansia, ibu hamil, dan balita yang membutuhkan,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan pembagian PMT ini diadakan di 2 lokasi terpisah yakni lokasi pertama kantor Kecamatan Denpasar Utara dan lokasi kedua dilaksanakan di Kantor Kecamatan Denpasar Barat.

Salah seorang orang tua balita penerima PMT, Ni Luh Putu Eka, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Denpasar yang telah memberikan bantuan ini.

“Kami berterima kasih atas bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar kepada anak-anak kami. Tentu bantuan PMT ini akan bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Bantu Fasilitas Belajar PJJ, Banjar Petangan Gede - Ubung Kaja Sediakan WiFi Gratis di Banjar

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Arya Wibawa Paparkan Strategi Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di Kota Denpasar

Dari Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Published

on

By

wawali Arya Wibawa
EVALUASI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa hadiri kegiatan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi Tahun 2024, yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Kamis (20/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memaparkan strategi Pemerintah Kota Denpasar dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem, yang disampaikannya dalam Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi Tahun 2024, yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Kamis (20/6).

Dalam paparan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan, saat ini Pemkot Denpasar berkomitmen terhadap pengurangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Adapun salah satu Upaya pencegahan dan penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi sejumlah lansia dan balita, pada empat kantor kecamatan di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada juga beberapa upaya yang dilakukan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, yakni melalui pemberian program bedah rumah PUPR, layanan kesehatan, dan juga pembagian PMT bagi lansia dan balita. Untuk menambah kemampuan masyarakat, sejumlah program juga dilakukan melalui Dinas Sosial dan Dinas Ketenagakerjaan, yaitu pemberian  pelatihan keterampilan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pekerjaan sehingga dapat keluar dari kemiskinan ekstrem.

“Saat ini kami sedang berfokus untuk dapat menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar melalui berbagai langkah. Pemkot Denpasar juga menargetkan di tahun 2024 kita harapkan kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar dapat menyentuh angka 0 persen,” ungkapnya.

Wawali Arya Wibawa juga menyatakan, mengurangi angka kemiskinan merupakan salah satu sasaran dalam mewujudkan kemakmuran masyarakat, bersama dengan tiga sasaran lainnya, yakni meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Seluruh OPD di Pemkot Denpasar akan berkolaborasi untuk mewujudkan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Denpasar,” lanjutnya lagi. (eka/bi)

Baca Juga  DPC Peradi Denpasar Berduka, Advokat AA Gde Oka Putra Wardana Berpulang

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

IGTKI-PGRI Denpasar Gelar Seminar Nasional Strategi PAUD

Bunda PAUD Ny. Antari Jaya Negara Ajak Bangun PAUD Berkualitas

Published

on

By

bunda paud denpasar
BUKA SEMINAR: Bunda PAUD Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat membuka seminar ditandai dengan pemukulan gong, Kamis (20/6) di ruang Graha Sarwa Guna, BPMP Provinsi Bali. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara membuka secara resmi pelaksanaan Seminar Nasional “Strategi Pembelajaran Kreatif dan Inovatif untuk Anak Usia Dini di Era Pembelajaran Abad 21” yang berlangsung, di ruang Graha Sarwa Guna, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Kamis (20/6).

Seminar Nasional yang berlangsung satu hari secara daring dan tatap muka ini diselenggarakan dalam sinergitas Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Denpasar, Bunda PAUD Denpasar, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, dan PT. Intan Pariwara pusat. Tampak hadir pula pada kesempatan itu, Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua GOPTKI Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, OPD Terkait Pemkot Denpasar, dan Bunda PAUD Kecamatan di Kota Denpasar.

Bunda PAUD Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam sambutannya menyampaikan, visi yang disepakati bersama PAUD adalah menciptakan PAUD berkualitas di seluruh satuan yang ada. Tanpa ada pendidikan dan tenaga kependidikan yang berkompeten, peserta didik tidak akan mendapatkan pelayanan yang baik. Sehingga, sebagai sebuah pondasi dari PAUD berkualitas, pendidikan PAUD perlu terus meningkatkan kompetensi menghadapi perubahan alam dan zaman yang terus berkembang.

“Utamanya dalam menghadapi era Abad 21, di mana kita dihadapkan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, sehingga strategi pembelajaran harus inovatif dan berlangsung menyenangkan serta tercapai tujuan pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan, peran IGTKI-PGRI diharapkan akan membangun PAUD berkualitas di Denpasar yang dimulai dari kontribusi peningkatan kualitas PAUD. Seminar Nasional ini menjadi sangat relevan bagi para pendidik PAUD untuk meningkatkan kompetensi dan menambah wawasan tentang pembelajaran kreatif dan inovatif.

Baca Juga  Update Covid-19 (18/7) di Bali, Pasien Meninggal Bertambah 1 Orang, Total 36 Jiwa

“Kita berharap IGTKI-PGRI Kota Denpasar selalu bergandengan tangan dengan stakeholder terkait untuk terus berkreativitas dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD,” ujarnya.

Sementara Ketua IGTKI-PGRI Kota Denpasar, Nyoman Puspitawati dalam laporannya menyampaikan, di era yang serba digital dan cepat berubah ini, guru dituntut untuk mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang tidak hanya kreatif, namun juga inovatif. Hal ini guna menyiapkan anak-anak usia dini menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

“Seminar ini memiliki arti penting bagi kita semua dalam memahami tentang strategi pembelajaran, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak usia dini sebagai generasi penerus yang akan menentukan arah masa depan bangsa ini,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca