Wednesday, 22 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bertahan di Tengah Pandemi, Petani Sayur Ngurah Gedet Bersyukur Ada Pasar Pangan Murah

BALIILU Tayang

:

de
NGURAH PUTU, Petani sayur asal Banjar Auman Pelaga Petang Badung yang merasakan manfaat gelaran Pasar Pangan Murah setiap Jumat pagi.

DARI sederet pedagang yang berjualan di gelaran Pasar Pangan Murah yang diprakarsai Pemerintah Provinsi Bali di depan Kantor Gubernur Bali Renon Denpasar, Jumat (17/7-2020), ada seorang lelaki yang sibuk melayani pembeli. Ia dengan cekatan memasukkan sayur-mayur ke dalam kantong yang diborong para ASN sehabis olahraga di lapangan Niti Mandala.

Ia adalah Ngurah Putu atau akrab dipanggil Ngurah Gedet, seorang petani asal Banjar Auman Desa Pelaga Petang, Badung. Ngurah Gedet ikut hadir di Pasar Pangan Murah sejak pagi menjual hasil produksi kebunnya sendiri yang rata-rata serba organik. Mulai dari daun paku, pucuk labu, koll, sawi, sayur hijau, bokcai, keladi, ubi, wortel, jeruk, lemon bali, hingga madu asli produksi sendiri.

Meski masih muda, pria yang berusia 31 tahun ini tak merasa canggung berjualan sayur, bahkan tak pernah merasa malu menjadi petani apalagi gengsi. Ia mengaku menjadi petani karena keharusan bukan pilihan. ‘’Kalau boleh memilih lebih baik saya jadi pengusaha atau pejabat,’’ katanya sedikit bergurau.

Tetapi Ngurah Gedet harus menjadi petani karena dari orangtuanya memang seorang petani. ‘’Kalau bukan saya siapa lagi yang meneruskan orangtua saya sebagai petani,’’ ungkap Gedet memberi alasan.

de
TAK CANGGUNG, Ngurah Gedet tak canggung melayani pembeli.

Kebetulan istri yang mendampinginya juga punya komitmen yang sama mau hidup bersama sebagai petani dalam artian pekerja langsung. Lahan perkebunan sekitar 1 hektar dari warisan orangtua ditambah mengontrak lahan 2,5 hektar, ia sekeluarga ditemani 4 pekerja dari kampung yang setiap hari di kebun menanam berbagai jenis sayuran.

Ngurah Gedet memaparkan sebelum pandemi Covid-19 mewabah di Bali yang melumpuhkan sektor pariwisata, ia sanggup memproduksi 450-500 kg sayur-mayur per hari yang diserap pasar hotel dan restoran melalui Pelaga Farm.  Jika dinilai sekitar 4,5 juta per hari tetapi belum dipotong beaya tenaga kerja, pemeliharaan, transportasi dll.

Baca Juga  HUT Ke-8 Toya Devasya Hot Spring Waterpark: Bangkit, Kuat dan Terus Berkembang

Untuk memenuhi pasar hotel dan restoran yang harus kontinu setiap hari, ia mengajak anak-anak muda ikut bertani. Sambil berbagi ilmu dan mencari peluang pasar, sistem produksi di antara rekan petani diatur bergiliran per minggu. ‘’Kalau saya sendiri belum bisa melayani sendiri, karena itu kita gabung sesama petani untuk memenuhi permintaan pasar yang harus kontinu tiap hari,’’ ujarnya.

Namun pandemi Covid-19 membuat petani sayur kelimpungan. Biasanya per hari 450-500 kg sayur terserap pasar, sejak 4 bulan lalu per hari hanya laku sekitar 30-50 kg. ‘’Terus terang, niki yang menjadi masalah di kelompok dan saya pribadi. Sampai sayur saya terbuang. Kalau kita tak tanam sayur takutnya ketika normal dan barang kita diperlukan tidak ada maka kita dianggap tidak komitmen,’’ujarnya seraya mengatakan tidak berani mengatakan rugi walau kenyataan sayur terbuang.

Untuk mempertahankan hidup dan juga beberapa pekerja, Ngurah Gedet dan juga petani lainnya berkeliling menjual hasil perkebunan. Di antaranya mendapat peluang berjualan di gelar Pasar Pangan Murah setiap hari Jumat di halaman kantor Dinas Pertanian Bali. Di Pasar Pangan Murah ini seluruh hasil perkebunannya yang dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar umum dengan kualitas yang masih segar dan organik ludes terjual.

Ngurah Gedet pun juga berkesempatan mendapat peluang menjaja hasil perkebunannya di ajang Pasar Pangan Murah yang diprakarsai Pemerintah Provinsi Bali di depan Kantor Gubernur Jumat (17/7) lalu. Seluruh barang dagangannya pun  habis terjual. ‘’Kami berterimakasih kepada Ibu Gubernur (Ny. Putri Koster, red) yang sudah mengundang kami untuk berjualan di sini sehingga hasil perkebunan kami bisa laku,’’ ujar Ngurah Gedet penuh syukur.

Baca Juga  Update Covid-19 (10/7) di Bali, Kasus Positif Bertambah 86 Orang melalui Transmisi Lokal

Ngurah Gedet mengaku bersyukur ada gelaran Pasar Pangan Murah setiap hari Jumat yang sangat membantu memasarkan barang-barang hasil produksi petani. Selain petani bisa berhadapan langsung dengan pembeli juga menghindarkan terjadinya kerumunan jika petani hanya fokus berjualan di pasar umum. (gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Survei April 2024, Penjualan Eceran Bali Diprakirakan Terus Tumbuh

Published

on

By

penjualan eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada April 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada April 2024 yang diprakirakan sebesar 110,7 atau meningkat 9,6% (yoy) dibandingkan bulan April 2023.  Hal ini mencerminkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100).

Peningkatan IPR ini didorong oleh kegiatan konsumsi masyarakat pada periode Bulan Ramadhan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. IPR Bali terus dalam tren peningkatan selama 14 (empat belas) bulan terakhir. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arahan pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 4,7% (mtm), Kelompok Barang Lainnya sebesar 3,4% (mtm) dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 3,1% (mtm). Hal ini sejalan dengan peningkatan kegiatan masyarakat pada saat periode HKBN Idul Fitri dan kuatnya daya beli karena adanya tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi para pekerja dan banyaknya program potongan harga menjelang Lebaran.

Sementara itu, terdapat kelompok barang yang terkontraksi menahan penguatan penjualan eceran yakni pada Kelompok Barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar -3,5% (mtm) dan kelompok barang Suku Cadang dan Aksesori sebesar -1,4% (mtm). Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni 2024 diprakirakan menurun, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang tercatat sebesar 198,0 lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya sebesar 200,0.

Baca Juga  Tatanan Kehidupan Era Baru Tahap Pertama Resmi Dibuka, Gubernur Koster: Selamat Beraktivitas dengan Tertib

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Konsumen April 2024: Optimisme Meningkat, Perekonomian Menguat

Published

on

By

survei konsumen bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali semakin membaik. Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan April 2024 yang tercatat sebesar 144,5 meningkat dibandingkan periode Maret 2024 yang tercatat 142,0 dan tetap terjaga pada area optimis (indeks > 100).

Optimisme konsumen yang meningkat disebabkan oleh adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri pada April 2024. Peningkatan IKK Bali pada April 2024 sejalan dengan kondisi IKK nasional yang tercatat meningkat sebesar 127,7 dibandingkan periode bulan sebelumnya sebesar 123,8. Survei Konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa meningkatnya terjaganya optimisme keyakinan konsumen di Bali pada April 2024 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Meningkatnya IKE dipengaruhi oleh peningkatan salah satu komponen pembentuknya yaitu Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dari sebelumnya 145,0 menjadi 151,0. Sementara itu peningkatan IEK dipengaruhi oleh peningkatan seluruh komponen pembentuknya, terutama pada Ekspektasi Kegiatan Usaha dari sebelumnya 147,0 menjadi 154,5, dan Ekspektasi Lapangan Kerja dari sebelumnya 144,50 menjadi 151,0.

Selain itu, Ekspektasi Penghasilan juga meningkat dari sebelumnya 146,5 menjadi 148,5. Ekspektasi konsumen yang meningkat di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan dan membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih kuat. ‘’Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk untuk menjaga daya beli Masyarakat,’’ ujar Erwin.

Baca Juga  Pasien Sembuh Bertambah 23 Orang, Kasus Positif kembali Melejit di Denpasar

Untuk itu Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali berkoordinasi erat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Belanja Negara Berkualitas, Tingkatkan Ketahanan Fiskal

Published

on

By

belanja apbn
KONFERENSI PERS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat konferensi APBN Kita edisi April 2024 hari ini, Jumat (26/4) di kantor Kementerian Keuangan, di Jakarta.  (Foto: kemenkeu.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Belanja negara yang berkualitas merupakan bentuk kehadiran negara melalui dukungan APBN untuk penguatan ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan fiskal.

Dalam hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2024, pemerintah pusat telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 427,6 triliun atau 17,3 persen dari target APBN. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 23,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas penyelenggaraan Pemilu.

“(Selain itu) Kemudian juga ada beberapa bantuan sembako pangan. Dan kalau kita lihat realisasi subsidi juga cukup besar mempengaruhi dari sisi belanja non Kementerian/Lembaga (K/L) kita,” ungkapnya pada konferensi APBN Kita edisi April 2024 hari ini, Jumat (26/4) di kantor Kementerian Keuangan, di Jakarta.

Selanjutnya, Menkeu menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2024, belanja K/L telah mencapai 20,4 persen dari pagu yang telah ditetapkan yaitu Rp 222,2 triliun. Dimana terjadi peningkatan signifikan pada komponen belanja pegawai sebesar 42,8 persen dibanding periode yang sama dari tahun sebelumya. Utamanya dikarenakan kenaikan gaji pegawai dan pensiunan, serta pemberian penuh 100 persen tukin pada THR.

Selain belanja pegawai, Menkeu juga menyebut terdapat kenaikan pada belanja barang hingga mencapai Rp 80,6 triliun atau 38,9 persen, disebabkan belanja operasional terkait Pemilu. Sementara, belanja modal dan bantuan sosial juga dikatakan Menkeu menunjukan kenaikan yang cukup impresif dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk belanja bansos yang mencapai Rp 43,3 triliun, ada kenaikan dari tahun lalu yang base-nya rendah yaitu Rp 35,9 triliun,” sambung Menkeu.

Sementara, selain belanja K/L juga terdapat belanja non K/L yang realisasinya sudah mencapai Rp 205,4 triliun atau setara 14,9 persen dari pagu. Menkeu menyebut, pemberian subsidi dan kenaikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi belanja tersebut.

Baca Juga  Senator Arya Wedakarna Tegaskan Bali Terdepan Jaga Nyala Api Pancasila

“Debitur KUR jumlah orangnya meningkat 937,4 (ribu) dan itu cukup baik karena memang kita berharap akan lebih banyak dan lebih merata, jadi naiknya 88,6 persen,” ucapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca