Tuesday, 16 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

DR. Ketut Mardjana: Kembangkan Toya Devasya, Pertahankan Kearifan Lokal

BALIILU Tayang

:

de
KETUT MARDJANA: Bersama CEO Ayu Saraswati dan manajer Food and Beverage pertahankan kearifan lokal

SEJAK berdiri 17 tahun silam, Toya Devasya Natural Hot Spring yang berada di kaldera Batur Kintamani Bangli dari tahun ke tahun tak pernah henti melakukan pembenahan. Sehingga Toya Devasya Natural Hot Spring kini selain dikenal dengan permandian air panas alami di pinggir danau dengan view Gunung Abang, juga memiliki berbagai fasilitas berkelas yang menarik.

Mulai dari The Ayu Kintamani Villa dengan 12 kamar (8 deluxe, 2 family, 2 honeymoon) dengan private pool. Flamboyan Restaurant yang menyajikan menu buffet Western, Balinese, Chinese, Indonesian serta ala carte. Di Flamboyan Restaurant juga terdapat Coffee House yang menyediakan kopi Kintamani terbaik serta berbagai varian kopi serta kue-kue menarik. Untuk food and beverage juga terdapat makanan ringan seperti bakso, mie ayam, gado-gado, ayam geprek di food stall, juga terdapat aneka minuman seperti es kelapa muda dan es campur serta berbagai kudapan seperti pisang, tempe, tahu goreng.

de
KEJUTAN: Kedatangan tamu The Prediksi, meriah banget

Selain villa juga terdapat tenda untuk camping yang disebut Hiker’s Camp yang sering digunakan baik untuk nginap keluarga atau pasangan maupun kegiatan gathering perusahaan, instansi. Ayurvedic Spa juga siap memanjakan pengunjung yang ingin menyegarkan badan sehabis menikmati fasilitas adventure seperti bersepeda atau jeep tour. Fasilitas paling belakangan adalah dua waterbom yang bisa dinikmati pengunjung hanya dengan membayar tiket masuk serta fasilitas watersport di Danau Batur.

Di balik berbagai fasilitas berkelas yang menarik, General Manager Toya Devasya yang sekaligus owners DR. Ketut Mardjana  menandaskan hal yang betul-betul baru adalah bagaimana menyajikan satu culture budaya yang ada di lingkungan geopark, budaya yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Bali yang akan diperkenalkan dan dikembangkan terus.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Bimtek SIPD Badung
de
GM KETUT MARDJANA: Dampingi The Prediksi sarapan pagi

Karena itu, ada dua sasaran pengembangan pariwisata Toya Devasya. Pertama  pariwisata di bidang alam yang sudah merupakan buatan Tuhan yang indahnya luar biasa. Sedangkan yang kedua adalah budayanya. Di kawasan ini, lanjut Ketut Murdjana, adalah kawasan Bali Mula yang dikenal dengan Catur Sanak Bali Mula di antaranya ada Trunyan, Kayu Selem, Celagi, Songan yang  merupakan satu kawasan yang asal-muasalnya di sini. Begitu juga raja Bali yang pertama ada di kawasan geopark.

Culture ini akan terus digali yang akan dimunculkan ke permukaan, yang nanti pada gilirannya diwujudkan dalam bentuk pertunjukan yang bersifat kultural. Akulturasi budaya China dan Bali yang hari ini bisa disaksikan di Toya Devasya mulai buka dari 19 Januari-9 Februari 2020 bertepatan dengan tahun baru Imlek.  Akulturasi budaya Bali dan China ini tak terlepas dari adanya perkawinan raja Bali dengan putri Tionghoa.

Pertujukan yang mengedepankan kearifan local akan diagendakan secara berkala. Tidak menutup kemungkinan, bertepatan dengan hari raya Galungan akan digelar fragmen yang sesuai dengan tema galungan. Begitu juga saat ngembak geni serangkaian hari raya Nyepi di mana pertunjukannya sesuai dengan kultur penyepian. ‘’Seperti itulah yang akan kami upayakan untuk mengenalkan Bali secara lebih luas lagi, khususnya khawasan geopark dan tentunya Toya Devasya ini,’’ papar Ketut Mardjana.

Namun cukup memprihatinkan, di tengah persiapan Kintamani Festival yang sudah matang, ada suatu berita akan diadakan satu evaluasi karena adanya penyebaran virus corona. Ini yang sedikit membuat kita prihatin, yang tidak bisa diprediksi. ‘’Tetapi saya apreciate, pemerintah daerah yang begitu cepat melakukan action. Bagaimana memproteksi Bali sehingga tidak terkena virus corona. Mudah-mudahan sifatnya temporer saja. Dan setelah ini selesai akan semakin banyak lagi kunjungan ke Toya Devasya,’’ harap Ketut Mardjana.

Baca Juga  Update Covid-19 (29/8) di Bali, Kabar Duka kembali Terjadi, 2 Pasien Covid Meninggal Dunia

CO Ayu Saraswati menandaskan dengan kehadiran 13 artis ibukota yang dipimpin Andre Taulany tentunya berharap Toya Devasya makin dikenal. Walaupun tingkat kunjungannya cukup tinggi dan sudah banyak dikenal, tentunya berharap lebih banyak lagi melalui penggemar-penggemarnya. Pengunjung tidak terbatas wisatawan manca negara tetapi wisatawan Nusantara, temasuk juga dari bali. Rencana akan ada penambahan kamar dan  tahun ini fokus mengangkat kearifan local dengan cita-cita mempersembahkan suatu acara budaya di danau.

‘’Saya kebetulan bersama Bu Ayu hadir di China dalam rangka memperomosikan Bali Tourism Board. Pada kesempatan itu, kami menyaksikan perfoma danau yang luar biasa di Angchau. Pertunjukan tari-tariannya benar-benar spektakuler. Di sini juga tentu bisa dan kami akan mohon izin pada pemerintah daerah. Jika diizinkan menggelar pertunjukan di danau dengan menumbuhkan culture budaya Bali, maka kami akan kembangkan. Kalau ini terwujud, Bangli akan semakin dikenal,’’ tandas Ketut Mardjana.

Tentunya, ekosistem yang ada patut dijaga, dan bagaimana pemerintah turun tangan menjaga Danau Batur yang kita sucikan dan sekarang dikritik orang terlalu banyak kontaminasi. Pemerintah sangat well care dan mudah-mudahan pemerintah melakukan action untuk menjaga kelestarian ini.

Sebagai destinasi wisata yang sudah mendunia yang hadir di tengah masyarakat dengan kultur budaya yang kuat,  Toya Devasya menggunakan tenaga kerja yang 99,9 persen adalah orang lokal. Begitu juga produk-produk yang digunakan memanfaatkan dan menyerap dari masyarakat local mulai dari ikan, jeruk, sayur-mayurnya dll. Termasuk fokus mengangkat kembali budaya local yang saat ini sedikit tenggelam.

Toya Devasya mengangkat terong belanda, yang disajikan buat tamu-tamu yang camping, villa, welcome drink dengan terong belanda. Kita juga mengembangkan mujair menyat-nyat. Di sini tidak ada bahan beef, pork dan MSG. Berbagai makanan  dari Nusantara juga ada, makanan terbuat dari aneka lontong, beragam minuman yang disajikan mengikuti keinginan dari tamu-tamu. Begitu juga mengembangkan Ayuverdic spa. Adalah satu system terapi yang berdasarkan dari weda. Jadi ke depannya mulai dari makanannya yang sifatnya herbal. Kearifan local akan menjadi hal yang sangat diperhatikan.

Baca Juga  Tekan Penularan Covid-19, Desa Sidakarya Gencarkan Patroli Penerapan Prokes

Rencananya, pertunjukan danau akan bersifat kolosal, melibatkan sanggar di wilayah ini. Mereka punya gagasan yang luar biasa. Ada permainan lampu, dll. Bagaimana perdagangan China ke daerah ini yang kemudian Raja Bali kawin dengan Putri China yang kemudian terjadi akulturasi budaya dan mungkin itu yang akan digali. ‘’Mudah-mudah pemerintah kabupaten dan provinsi mendukung penuh gagasan ini,’’ harap Ketut Mardjana. (Balu1)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Penuhi Faktor Keselamatan dan Keamanan Destinasi Wisata, Pemkot Denpasar Berikan Pelatihan kepada Puluhan Pelaku Wisata

Published

on

By

pelatihan dtw
PELATIHAN: Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata saat mengadakan Pelatihan Keamanan dan Keselamatan Daya Tarik Wisata, di Four Hotel, Jalan Raya Puputan Renon, Kamis (27/6).  (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Situasi aman serta tingkat keselamatan tinggi adalah kondisi ideal yang harus dimiliki setiap tempat wisata atau daerah yang berpotensi memiliki Daya Tarik Wisata (DTW). Dalam rangka memenuhi semua faktor itu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata, mengadakan Pelatihan Keamanan dan Keselamatan Daya Tarik Wisata, di Four Hotel, Jalan Raya Puputan Renon, Kamis (27/6).

Dihadiri oleh Asisten l Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Made Toya dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Riyastiti, pelatihan ini melibatkan sejumlah pengusaha, pengelola, dan juga perwakilan desa/kelurahan yang memiliki potensi DTW di daerah masing-masing.

Saat membacakan sambutan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Made Toya menyampaikan meski Kota Denpasar berada dalam zona yang aman untuk dikunjungi, namun penting bagi semua kalangan untuk tetap menjaga stabilitas dan standarisasi keamanan, kenyamanan serta keselamatan di setiap tempat destinasi wisata.

“Untuk merealisasikannya, dibutuhkan penguatan pemahaman serta kompetensi dari pengusaha, pelaku, dan juga pengelola tempat wisata. Selain itu, partisipasi masyarakat dan stakeholder juga adalah faktor pendukung terwujudnya keamanan dan keselamatan di tempat destinasi,” katanya.

Selanjutnya, Made Toya juga mengemukakan, keamanan dan keselamatan juga adalah faktor krusial yang akan mempengaruhi citra sebuah destinasi wisata. Oleh karenanya, menjadi penting untuk dapat meyakinkan calon wisatawan dan juga memberikan bukti nyata soal keamanan dan kenyamanan destinasi wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Riyastiti dalam laporannya mengungkapkan, tujuan utama diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pengelola dan pekerja daya tarik wisata sehingga mampu menciptakan keamanan dan keselamatan pada daerah DTW masing-masing.

Baca Juga  Update Covid-19 (29/8) di Bali, Kabar Duka kembali Terjadi, 2 Pasien Covid Meninggal Dunia

“Kami melibatkan 47 orang peserta yang akan mengikuti pelatihan selama 3 hari di dalam kelas. Setelah usai, peserta nantinya akan kita ajak untuk mempraktekkan di lapangan,” jelasnya.

Putu Riyastiti selebihnya menuturkan, pada kegiatan pelatihan ini terdapat beberapa narasumber yang dilibatkan untuk memberikan materi kepada para peserta. Antara lain yang berasal dari dunia pariwisata, unsur kepolisian dan juga beberapa narasumber dari bidang terkait lainnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Tingkatkan Pengetahuan dan Kompetensi, Dispar Denpasar Kembali Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Published

on

By

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata
PELATIHAN: Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang digelar Dinas Pariwisata Kota Denpasar di B Hotel, Denpasar, Selasa (11/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata untuk keenam kalinya. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pengelola desa wisata ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, AA Gde Risnawan di B Hotel, Denpasar, Selasa (11/6). Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti mengatakan, kegiatan ini merupakan pelatihan ke-6, yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam upaya untuk mempersiapkan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang kompeten dan unggul. Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengadakan pelatihan berkaitan dengan Kepemanduan Wisata, Pelatihan Ekonomi Kreatif, Pelatihan Pemandu Wisata Outbound (Fasilitator Experential Learning), Pelatihan Tata Kelola Destinasi, Bisnis dan Pemasaran Pariwisata, Pelatihan Pengelolaan Destinasi bagi para pengelola destinasi, dan saat ini Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata.

Lebih lanjut dijelaskan, pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan rincian 3 hari di B Hotel Denpasar dan praktek lapangan pada tanggal 13 Juni 2024 di Desa Wisata Kutuh Kabupaten Badung. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata agar lebih professional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami berharap rekan-rekan di desa/kelurahan mengetahui potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di daerahnya, sehingga dapat bersama-sama memepersiapkan sarana/prasarana, kelembagaan dan SDM yang dapat menunjang pengembangan dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, AA Gde Risnawan mengatakan bahwa perkembangan pariwisata yang melibatkan peran serta masyarakat menjadi prioritas pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di Kota Denpasar. Dimana, pengelolaan desa wisata bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan dan kualitas pelayanan yang berdaya saing melalui penerapan standar dan ketentuan yang berlaku secara nasional di desa wisata.

Baca Juga  Pasien Sembuh di Denpasar Bertambah 34 Orang, Persentase Kesembuhan Tembus 83,33 Persen

Dikatakannya, Kota Denpasar yang merupakan daerah perkotaan, namun tetap berupaya untuk mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan pariwisata global yang semakin pesat.

Pihaknya berharap, melalui pelatihan pengelolaan desa wisata saya berharap para pengelola desa wisata di kota denpasar mendapatkan tambahan ilmu, menggali potensi yang dimiliki di daerahnya masing-masing. Sehingga terjalin sinergitas dan kolaborasi yang baik bagi sesama pengelola desa wisata, pemerintah, akademisi, industri dan media.

“Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman dan meluaskan wawasan tentang kepariwisataan yang berkelanjutan. Ikuti pelatihan 3 hari ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diberikan dapat diserap dengan semaksimal mungkin,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Pemkot Denpasar Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dan Sosial dengan HKETO

Published

on

By

kerja sama pariwisata hketo
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Director General of Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO), Miss Libera Cheng di Kantor Walikota Denpasar, Senin (3/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, balilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Director General of Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO), Miss Libera Cheng di Kantor Walikota Denpasar, Senin (3/6).

Kunjungan ini merupakan penajajakan awal guna membahas berbagai peluang kerja sama multisektor antara Kota Denpasar dengan HKETO. Sehingga dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan mempererat hubungan antarkota.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, Wawali Arya Wibawa mengemukakan harapan perihal potensi kerja sama kedua pihak dapat diwujudkan. Untuk itu, penjajakan kerja sama kedua pihak sangat diperlukan. Diharapkan, melalui pertemuan ini potensi kerja sama di bidang pariwisata, budaya, smart city serta masalah sosial dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan HKETO.

“Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, Denpasar memiliki kalender event untuk berbagai macam festival yang akan diselenggarakan. Denpasar memiliki Kasanga Festival, D’Youth Festival, Sanur Village Festival, Rare Angon Festival hingga Denpasar Festival sebagai ajang pelestarian dan ruang kreativitas insan muda dan atraksi pariwisata di Kota Denpasar

Sementara, Director General of HKETO, Miss Libera Cheng pada kesempatan yang sama mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan kerja sama kedua pihak. Dimana, pihaknya ingin menawarkan kerja sama terkait bidang pariwisata dan budaya serta sosial yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan HKETO,” ujar Libera Cheng.

Baca Juga  Tekan Penularan Covid-19, Desa Sidakarya Gencarkan Patroli Penerapan Prokes

Kunjungan delegasi HKETO ini menjadi penanda langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan Denpasar. Pariwisata Denpasar merupakan suatu yang unik karena menjadikan budaya sebagai core.

“Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu kalender event dari Pemkot Denpasar,” imbuhnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca