Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

DR. Ketut Mardjana: Kembangkan Toya Devasya, Pertahankan Kearifan Lokal

BALIILU Tayang

:

de
KETUT MARDJANA: Bersama CEO Ayu Saraswati dan manajer Food and Beverage pertahankan kearifan lokal

SEJAK berdiri 17 tahun silam, Toya Devasya Natural Hot Spring yang berada di kaldera Batur Kintamani Bangli dari tahun ke tahun tak pernah henti melakukan pembenahan. Sehingga Toya Devasya Natural Hot Spring kini selain dikenal dengan permandian air panas alami di pinggir danau dengan view Gunung Abang, juga memiliki berbagai fasilitas berkelas yang menarik.

Mulai dari The Ayu Kintamani Villa dengan 12 kamar (8 deluxe, 2 family, 2 honeymoon) dengan private pool. Flamboyan Restaurant yang menyajikan menu buffet Western, Balinese, Chinese, Indonesian serta ala carte. Di Flamboyan Restaurant juga terdapat Coffee House yang menyediakan kopi Kintamani terbaik serta berbagai varian kopi serta kue-kue menarik. Untuk food and beverage juga terdapat makanan ringan seperti bakso, mie ayam, gado-gado, ayam geprek di food stall, juga terdapat aneka minuman seperti es kelapa muda dan es campur serta berbagai kudapan seperti pisang, tempe, tahu goreng.

de
KEJUTAN: Kedatangan tamu The Prediksi, meriah banget

Selain villa juga terdapat tenda untuk camping yang disebut Hiker’s Camp yang sering digunakan baik untuk nginap keluarga atau pasangan maupun kegiatan gathering perusahaan, instansi. Ayurvedic Spa juga siap memanjakan pengunjung yang ingin menyegarkan badan sehabis menikmati fasilitas adventure seperti bersepeda atau jeep tour. Fasilitas paling belakangan adalah dua waterbom yang bisa dinikmati pengunjung hanya dengan membayar tiket masuk serta fasilitas watersport di Danau Batur.

Di balik berbagai fasilitas berkelas yang menarik, General Manager Toya Devasya yang sekaligus owners DR. Ketut Mardjana  menandaskan hal yang betul-betul baru adalah bagaimana menyajikan satu culture budaya yang ada di lingkungan geopark, budaya yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Bali yang akan diperkenalkan dan dikembangkan terus.

Baca Juga  Ajak Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan, Kelurahan Sumerta Giatkan Monitoring di Pasar Ketapian
de
GM KETUT MARDJANA: Dampingi The Prediksi sarapan pagi

Karena itu, ada dua sasaran pengembangan pariwisata Toya Devasya. Pertama  pariwisata di bidang alam yang sudah merupakan buatan Tuhan yang indahnya luar biasa. Sedangkan yang kedua adalah budayanya. Di kawasan ini, lanjut Ketut Murdjana, adalah kawasan Bali Mula yang dikenal dengan Catur Sanak Bali Mula di antaranya ada Trunyan, Kayu Selem, Celagi, Songan yang  merupakan satu kawasan yang asal-muasalnya di sini. Begitu juga raja Bali yang pertama ada di kawasan geopark.

Culture ini akan terus digali yang akan dimunculkan ke permukaan, yang nanti pada gilirannya diwujudkan dalam bentuk pertunjukan yang bersifat kultural. Akulturasi budaya China dan Bali yang hari ini bisa disaksikan di Toya Devasya mulai buka dari 19 Januari-9 Februari 2020 bertepatan dengan tahun baru Imlek.  Akulturasi budaya Bali dan China ini tak terlepas dari adanya perkawinan raja Bali dengan putri Tionghoa.

Pertujukan yang mengedepankan kearifan local akan diagendakan secara berkala. Tidak menutup kemungkinan, bertepatan dengan hari raya Galungan akan digelar fragmen yang sesuai dengan tema galungan. Begitu juga saat ngembak geni serangkaian hari raya Nyepi di mana pertunjukannya sesuai dengan kultur penyepian. ‘’Seperti itulah yang akan kami upayakan untuk mengenalkan Bali secara lebih luas lagi, khususnya khawasan geopark dan tentunya Toya Devasya ini,’’ papar Ketut Mardjana.

Namun cukup memprihatinkan, di tengah persiapan Kintamani Festival yang sudah matang, ada suatu berita akan diadakan satu evaluasi karena adanya penyebaran virus corona. Ini yang sedikit membuat kita prihatin, yang tidak bisa diprediksi. ‘’Tetapi saya apreciate, pemerintah daerah yang begitu cepat melakukan action. Bagaimana memproteksi Bali sehingga tidak terkena virus corona. Mudah-mudahan sifatnya temporer saja. Dan setelah ini selesai akan semakin banyak lagi kunjungan ke Toya Devasya,’’ harap Ketut Mardjana.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 Bertambah 36 Orang di Denpasar, Semua karena Transmisi Lokal

CO Ayu Saraswati menandaskan dengan kehadiran 13 artis ibukota yang dipimpin Andre Taulany tentunya berharap Toya Devasya makin dikenal. Walaupun tingkat kunjungannya cukup tinggi dan sudah banyak dikenal, tentunya berharap lebih banyak lagi melalui penggemar-penggemarnya. Pengunjung tidak terbatas wisatawan manca negara tetapi wisatawan Nusantara, temasuk juga dari bali. Rencana akan ada penambahan kamar dan  tahun ini fokus mengangkat kearifan local dengan cita-cita mempersembahkan suatu acara budaya di danau.

‘’Saya kebetulan bersama Bu Ayu hadir di China dalam rangka memperomosikan Bali Tourism Board. Pada kesempatan itu, kami menyaksikan perfoma danau yang luar biasa di Angchau. Pertunjukan tari-tariannya benar-benar spektakuler. Di sini juga tentu bisa dan kami akan mohon izin pada pemerintah daerah. Jika diizinkan menggelar pertunjukan di danau dengan menumbuhkan culture budaya Bali, maka kami akan kembangkan. Kalau ini terwujud, Bangli akan semakin dikenal,’’ tandas Ketut Mardjana.

Tentunya, ekosistem yang ada patut dijaga, dan bagaimana pemerintah turun tangan menjaga Danau Batur yang kita sucikan dan sekarang dikritik orang terlalu banyak kontaminasi. Pemerintah sangat well care dan mudah-mudahan pemerintah melakukan action untuk menjaga kelestarian ini.

Sebagai destinasi wisata yang sudah mendunia yang hadir di tengah masyarakat dengan kultur budaya yang kuat,  Toya Devasya menggunakan tenaga kerja yang 99,9 persen adalah orang lokal. Begitu juga produk-produk yang digunakan memanfaatkan dan menyerap dari masyarakat local mulai dari ikan, jeruk, sayur-mayurnya dll. Termasuk fokus mengangkat kembali budaya local yang saat ini sedikit tenggelam.

Toya Devasya mengangkat terong belanda, yang disajikan buat tamu-tamu yang camping, villa, welcome drink dengan terong belanda. Kita juga mengembangkan mujair menyat-nyat. Di sini tidak ada bahan beef, pork dan MSG. Berbagai makanan  dari Nusantara juga ada, makanan terbuat dari aneka lontong, beragam minuman yang disajikan mengikuti keinginan dari tamu-tamu. Begitu juga mengembangkan Ayuverdic spa. Adalah satu system terapi yang berdasarkan dari weda. Jadi ke depannya mulai dari makanannya yang sifatnya herbal. Kearifan local akan menjadi hal yang sangat diperhatikan.

Baca Juga  Penuhi Komitmen, Bupati Giri Prasta Serahkan HGB kepada Banjar Lebah Pangkung Mengwi

Rencananya, pertunjukan danau akan bersifat kolosal, melibatkan sanggar di wilayah ini. Mereka punya gagasan yang luar biasa. Ada permainan lampu, dll. Bagaimana perdagangan China ke daerah ini yang kemudian Raja Bali kawin dengan Putri China yang kemudian terjadi akulturasi budaya dan mungkin itu yang akan digali. ‘’Mudah-mudah pemerintah kabupaten dan provinsi mendukung penuh gagasan ini,’’ harap Ketut Mardjana. (Balu1)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pantau Rumah Pemudik, Polsek Denbar Patroli Bareng Sipandu Beradat
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Demi Bali, Koster Minta Pelaku Usaha Pariwisata Kontribusi dan Terlibat Aktif Sukseskan PWA

Janjikan Imbal Jasa, Koster Buka Peluang Pelaku Usaha Pariwisata Jadi Mitra Manfaat dan Endpoint PWA

Loading

Published

on

By

koster
PENGARAHAN PWA: Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali terkait pengarahan mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com  – Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). Hal tersebut terkait dengan pengarahan Gubernur Bali mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) untuk pelaku usaha pariwisata yang ikut berpartisipasi menjadi mitra manfaat dan endpoint PWA.

Koster menjelaskan bahwa capaian Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dilakukan saat ini belum maksimal dimana per tahun 2024 jumlah PWA yang terkumpul hanya mencapai Rp. 318 miliar atau 32% dari total pembayaran yang seharusnya dibayar wisman. Sedangkan di tahun 2025 capaian PWA hingga pertengahan Agustus 2015 sudah Rp. 229 miliar atau 34% dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali.

“Belum maksimal. Masih sangat jauh dari harapan kita,” ungkap Koster.

Namun ia menjelaskan, memang dalam penerapannya terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya adalah Perda Bali No. 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk melindungi kebudayaan dan lingkungan Alam Bali belum mengatur tentang imbal jasa bagi pelaku usaha yang terlibat sebagai mitra manfaat dan endpoint PWA.

“Saat itu intensif dan imbal jasa tidak kita atur dalam Perda karena itulah kita melakukan perubahan Perda menjadi Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2025 dan astungkara disetujui oleh Kemendagri termasuk juga dengan Pergubnya,” kata Koster dihadapan para GM/pimpinan hotel dan stakeholder pariwisata lainnya.

Koster menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh usaha pariwisata di Bali untuk ikut berpartisipasi dengan melakukan Kerjasama menjadi mitra manfaat dan endpoint dalam rangka optimalisasi pungutan wisatawan asing (PWA).

“Mitra manfaat dan endpoint dapat diberikan imbal jasa setingi-tingginya 3% dari perolehan pembayaran dan akan dibayarkan tiap triwulan,” kata Koster.

Baca Juga  Penuhi Komitmen, Bupati Giri Prasta Serahkan HGB kepada Banjar Lebah Pangkung Mengwi

Ia berharap para pelaku usaha pariwisaha dapat turut berkontribusi dan terlibat aktif dalam mensukseskan program Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA) dengan turut mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint.

Sementara itu, penggunaan PWA nantinya akan difokuskan untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan Budaya Bali serta penanganan sampah di Bali.

Gubernur Koster juga menjelaskan, para pelaku usaha pariwisata harus berperan aktif dan bekerja sama dengan mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint agar penyelenggaraan Pungutan Bagi Wisatawan Asing berjalan dengan lancar dan sukses.

“Hasil pungutan dari Wisatawan Asing sungguh-sungguh memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan kepariwisataan Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Hasilnya akan digunakan antara lain untuk melindungi lingkungan Alam, Kebudayaan, dan Aura Spiritual Bali; menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan asing selama berada di Bali; meningkatkan pembangunan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan. Selain itu juga untuk penanganan sampah; dan meningkatkan layanan informasi kepariwisataan. Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan informasi penerimaan serta penggunaan dari hasil Pungutan Bagi Wisatawan Asing secara transparan dan akuntabel,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Jembrana Kembali Bangun Objek Wisata Green Cliff

Published

on

By

green cliff jembrana
NGERUAK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menghadiri upacara ngeruak pembangunan objek wisata Green Cliff dilanjutkan peletakkan batu pertama, Senin (14/7). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Objek wisata Green Cliff, yang berlokasi di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, dibangun pada tahun 2017 lalu oleh masyarakat setempat sempat menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Jembrana.

Green Cliff menawarkan pesona alam yang indah dengan pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana yang menenangkan.

Kendati sempat menjadi destinasi wisata favorit, adanya Pandemi Covid-19 memaksa sektor pariwisata mengalami masa sulit. Hal itu juga dialami oleh objek wisata Green Cliff. Sempat tidur cukup lama, sejumlah fasilitas pun sudah mulai rusak sehingga cukup membahayakan bagi para pengunjung.

Dengan potensi besar yang dimilikinya, Green Cliff melalui bantuan dari Aviantion Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Green Cliff akan segera dibangkitkan kembali.

Hal tersebut ditandai dengan upacara ngeruak yang diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Ulun Desa dan dilanjutkan dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, beserta anggota DPRD Jembrana, Senin (14/7).

Upacara ngeruak juga dihadiri oleh jajaran AFT Ngurah Rai, Balai Perhutanan Sosial Bali Nusra, KHP Bali Barat, Balai DAS Unda Anyar, KTH Wana Sari Asri serta masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Kembang mengatakan segala pekerjaan harus dimulai dengan berdoa, agar apa yang akan dikerjakan bisa berjalan dengan baik. Termasuk dengan pembangunan daya tarik wisata Green Cliff ini.

“Tadi kita berdoa bersama, agar seluruh perjalanan terutama pembangunan Green Cliff ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 Bertambah 36 Orang di Denpasar, Semua karena Transmisi Lokal

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan dengan adanya daya tarik wisata Green Cliff bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat di Banjar Bangli, desa Yehembang Kangin.

“Semoga atas doa kita bersama dan restu Tuhan Yang Maha Esa, seluruh upaya keras yang kita lakukan bersama ditambah dengan niat yang kuat, semua kegiatan hari dan ke depan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Aviantion Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa mengatakan pembangunan kembali Green Cliff diharapkan bisa kembali menjadi salah satu ikon destinasi wisata populer di Jembrana sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat disekitarnya.

“Hari ini kita ngeruak bukan hanya sebuah lokasi melainkan simbol harapan bersama bahwa sebuah kawasan bisa tumbuh menjadi ikon wisata alam yang lestari jika dikelola dengan kolaboratif dan penuh kesadaran,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengatakan pemanfaatan alam khususnya hutan bila dikelola dengan baik juga akan bisa memberikan banyak manfaat. Selain menjaga keseimbangan alam, juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar serimoni, ini adalah langkah awal menanam nilai, bukan hanya pohon. Kita sedang memulai babak baru dari perjalanan panjang pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Yang tidak hanya berbicara tentang konservasi, tapi juga kesejahteraan sosial dan budaya lokal,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca