Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Efektif Cegah Covid-19, Gubernur Koster: Tak Cukup hanya Kebijakan Pemerintah perlu Didukung Kearifan Lokal

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster membeberkan berbagai kebijakan dan langkah penanganan Covid -19 di Provinsi Bali, yang dinilai paling efektif dan bahkan ditargetkan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas Covid-19. Hingga saat ini angka kesembuhan pasien Covid-19 di Bali hampir mencapai 65 persen ditambah berbagai langkah strategis pencegahan penyebaran virus tersebut di lapangan dengan melibatkan desa-desa adat.

‘’Upaya penanganan Corona kami melibatkan Majelis Desa Adat dan PHDI, karena tidak bisa hanya dengan kebijakan pemerintah, tetapi juga perlu didukung dengan suatu kearifan lokal yang menurut keyakinan kami adalah warisan leluhur sebagai cara untuk menghadapi munculnya wabah. Hal ini disebut niskala,’’ ujar Gubernur Koster saat didaulat menjadi narasumber dalam program ‘Sapa Indonesia Pagi’ di salah satu TV nasional, Rabu (13/5-2020) pagi melalui teleconference di rumah jabatan, Jaya Sabha, Denpasar.

Gubernur Koster lebih lanjut membeberkan upaya penanganan Covid-19 di Bali. ‘’Begitu ada kasus Corona di Bali pada 10 Maret, kami langsung mengambil langkah menyusun pola penanganan berkaitan dengan pencegahan, pembatasan pergerakan masyarakat dan penanganan pasien yang sudah positif dengan baik melalui layanan kesehatan yang memadai,’’ ujar Koster.

Berkaitan dengan pencegahan, ‘’Saya membuat satu pola penanganan dengan manajemen secara bertingkat mulai dari tingkat provinsi dengan melibatkan Pangdam, Kapolda hingga Majelis Desa Adat (MDA) dan PHDI. Di tingkat kabupaten/kota ada bupati/walikota dan di tingkat paling bawah kami berdayakan desa adat, kearifan lokal yang kami punya yang memiliki suatu fungsi dan kewenangan memadai.’’

Gubernur Koster menyatakan desa adat sudah diperkuat dengan perda, dan Pemprov Bali memberdayakan betul karena dalam lembaga desa adat ada hukum adat yang bisa diterapkan untuk mengatur, mendisiplinkan dan menertibkan warga. Karena itu dalam melakukan ‘pertempuran’ menghadapi Covid-19 ini di tingkat yang paling bawah dalam lingkup desa adat bersama kelurahan, babinsa dan pihak lain.

Baca Juga  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur Koster Ingin Wujudkan Quality Tourism

Arahan dan imbauan tentu datangnya dari pemerintah pusat, namun Gubernur Koster menyatakan di Bali dipertajam lagi lewat surat edaran, imbauan, instruksi dan keputusan bersama. Menjaga jarak, bekerja dari rumah, belajar di rumah, protokol kesehatan dan lainnya. Semuanya itu dijalankan secara operasionalnya oleh pemimpin di desa-desa adat, lewat hukum adatnya sehingga itu betul-betul menjadi sangat efektif untuk membatasi pergerakan masyarakat di tingkat desa.

Pemprov Bali tidak memberlakukan peraturan, namun imbauan dan instruksi. Jika masyarakat bisa kita ajak tertib bukan dengan ancaman atau peraturan, itu adalah hal yang baru. Jadi bagaimana menyadarkan masyarakat bahwa masalah yang kita hadapi ini adalah sesuatu yang harus kita hadapi dengan kedisiplinan, ketertiban. ‘’Maka, menurut saya tidak perlu PSBB. Sejauh ini semua imbauan dan instruksi yang saya berikan dijalankan dengan sangat baik sehingga pergerakan masyarakat sangat berkurang. Sangat berhasil menurut saya dalam pengendalian pergerakan masyarakat ini,’’ ungkap mantan anggota DPR RI 3 periode ini.

Tempat seperti pasar dan perbelanjaan tetap dibuka namun terbatas dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk mencapai fase Bali ini bebas Corona adalah yang pertama kita kendalikan penambahan jumlah pasien positif hingga titik terendah. Lalu yang kedua, pasien yang sedang dalam perawatan kita tangani dengan fasilitas yang memadai. RS, kamar, dokter, perawat dan lainnya. Sedangkan yang ketiga kita berupaya betul agar jangan sampai ada pasien yang meninggal.

‘’Sejauh ini dari kebijakan yang kami jalankan bersama di Provinsi Bali, menunjukkan hasil yang positif karena pola yang kami buat di awal tersebut dijalankan dengan tertib,’’ ujar Gubernur Koster.

Sekarang di Provinsi Bali, secara akumulatif 328 pasien. Ada sedikit lonjakan kemarin (Selasa, 12 Mei) karena ada kepulangan dari daerah terjangkit dan semuanya langsung ditest swab setelah baru tiba. Ada yang terjangkit setelah kami uji swab, ada 9 yang positif.

Baca Juga  5 Juni Ini ASN Kerja Kembali, Gubernur Koster Terapkan Disiplin Ketat Prosedur Kesehatan

Rata-rata penambahan kasus positif di Bali adalah 7 orang per hari dan angka yang sembuh secara akumulatif adalah 215 orang atau 65,6 persen. Yang meninggal tetap 4 orang.

‘’Kami berupaya keras agar mendekati akhir bulan Mei ini tingkat kesembuhan mencapai 90 persen dan laju penambahan pasien positifnya bisa terus menurun. Sehingga dengan demikian Bali segera memasuki posisi titik keseimbangan di mana angka kesembuhan tinggi, kasus positif menurun. Untuk itu bersama bupati dan walikota kami juga berupaya mengerem pertambahan kasus positif yang banyak terjadi karena kadatangan PMI dari luar negeri. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati dan Wabup Badung Serahkan Bantuan Rp 2 Juta/KK untuk Umat Islam

Published

on

By

bantuan hari raya badung
SERAHKAN BANSOS: Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan Bantuan Sosial keagamaan sebesar Rp. 2 juta per KK menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat yang beragama Islam, di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (9/3) (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial berupa uang sebesar Rp. 2 juta per KK menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri secara simbolis kepada masyarakat di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (9/3).

Acara ini dirangkaikan dengan penyerahan tong komposter ke-9 dan kompos bag 49 kepada perwakilan 9 masjid yang berada di Kecamatan Kuta Utara, sebagai dukungan dan komitmen dalam pengelolaan sampah berbasis sumber yang terpola dan terpadu.

Bupati Wayan Adi Arnawa yang ditemui seusai acara menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen dari Pemkab Badung untuk meringankan beban masyarakat khususnya yang beragama Islam di Kabupaten Badung menjelang hari raya Idul Fitri yang akan datang.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini beban masyarakat Muslim kami bisa sedikit teratasi. Ketika menjelang hari-hari besar keagamaan, itu sering terjadi inflasi dan kami hadir disini melakukan intervensi dalam rangka menumbuhkan daya beli masyarakat sehingga masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya untuk menghadapi hari besar Idul Fitri. Dan mudah-mudahan juga nanti dengan kondisi ini untuk kondusifitas, kerukunan, kesejahteraannya akan semakin bagus, karena bagaimanapun juga itu akan menjadi satu ukuran indikator bagi keberhasilan daripada Badung sebagai daerah pariwisata internasional,” ujarnya

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa dalam menyikapi malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, FKUB Badung bersama tokoh lintas agama sudah menyepakati bahwa umat Muslim yang berada dalam radius 500 meter di sekitar tempat ibadah boleh melaksanakan malam takbiran dan tanpa menggunakan pengeras suara.

Baca Juga  Tinjau Lokasi Tes CPNS, Sekda Dewa Indra Tak Ingin Ada Kecurangan

“Kebetulan di tahun 2026 ini, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi itu ada pelaksanaan malam takbiran yang merupakan rangkaian daripada pelaksanaan Idul Fitri. Saya sudah mengimbau, mengajak kepada saudara-saudara umat Muslim, termasuk kita juga, untuk bersama-sama menjaga, bagaimana caranya agar malam takbiran diatur. Bapak Wakil Bupati selaku Ketua FKUB Badung sudah koordinasi dengan para tokoh-tokoh lintas agama untuk membuat kesepakatan bahwa bagi warga yang akan melakukan malam takbiran dimungkinkan dengan jarak 500 meter dari tempat ibadah, jadi jalan kaki tidak boleh memanfaatkan pengeras suara, nah ini kan bagian daripada kita menjaga kerukunan umat beragama kita di Badung,” ungkapnya.

Kadis Sosial Badung I Gde Eka Sudarwitha dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah total KK Penerima Bantuan Sosial untuk Idul Fitri di Kabupaten Badung adalah sebanyak 6.518 KK dengan rincian Kecamatan Abiansemal  186 KK, Kecamatan Kuta 1.887 KK, Kecamatan Kuta Selatan 2.470 KK, Kecamatan Kuta Utara 1.278 KK, Kecamatan Mengwi 542 KK dan Kecamatan Petang 155 KK.

“Adapun rincian penerima di Kecamatan Kuta Utara sebagai berikut, Desa Canggu 14 KK, Desa Dalung 509 KK, Kelurahan Kerobokan Kaja 439 KK, Kelurahan Kerobokan 69 KK, Kelurahan Kerobokan Kelod 24 KK dan Desa Tibubeneng 223 KK,” jelasnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Perwakilan Polres Badung, Tim Perumus Kebijakan Kabupaten Badung, Ketua MUI Badung Faisol Tantowi, para Ketua Organisasi Kewanitaan di lingkungan Pemkab. Badung, Kepala Cabang BPD Mangupura Ida Bagus Made Surawan, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana beserta unsur tripika kecamatan, Lurah/Perbekel beserta Kaling dan Kelian dinas se-Kuta Utara, dan Ketua Yayasan Nurul Hikmah Usman Atapukan. (gs/bi)

Baca Juga  Pospam GBB Sanur Terima Kunjungan Tim Kemenko Polhukam

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Badung Çaka Fest 2026 Sukses Digelar, Bupati Apresiasi Kreativitas dan Inovasi Ogoh-ogoh Generasi Muda

Published

on

By

Badung Caka Fest
TUTUP LOMBA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi menutup Lomba Ogoh-ogoh "Badung Çaka Fest 2026" di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi menutup Lomba Ogoh-ogoh “Badung Çaka Fest 2026” yang telah berlangsung selama tiga hari. Menampilkan 21 karya ogoh-ogoh terbaik dari para Sekaa Teruna se-Kabupaten Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3).

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta lomba yang telah menampilkan kreativitas dan inovasi seni sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Badung bersama seluruh jajaran menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta lomba ogoh-ogoh yang telah menunjukkan kreativitasnya serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga pelaksanaan lomba ogoh-ogoh dalam rangka Badung Çaka Festival ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” ucap Bupati.

Adi Arnawa juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan para penonton yang sejak pembukaan hingga malam penutupan tetap menjaga ketertiban dan disiplin selama menyaksikan jalannya lomba. Menurutnya, partisipasi masyarakat yang tertib merupakan indikator penting keberhasilan sebuah penyelenggaraan festival budaya.

“Sejak awal pembukaan lomba ogoh-ogoh ini saya melihat para penonton duduk dengan tertib dan rapi. Ini luar biasa. Mari kita berikan tepuk tangan untuk masyarakat kita yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menikmati sebuah pertunjukan seni budaya,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang. Ia bahkan berjanji akan menghadirkan konsep penyelenggaraan yang lebih spektakuler pada Badung Çaka Festival 2027.

“Saya berjanji pada Badung Çaka Festival tahun 2027 nanti akan kami tampilkan yang lebih wah lagi. Tempat pelaksanaan lomba ogoh-ogoh ini akan kami tata lebih baik sehingga penonton bisa lebih nyaman dan menikmati setiap penampilan dengan lebih maksimal,” jelasnya.

Baca Juga  Sekda Bali Dewa Indra: Apresiasi Peran Serta BPK di Program Bali Resik Sampah

Sebagai bagian dari peningkatan fasilitas, pemerintah juga merencanakan penambahan layar LED berukuran besar di area venue agar seluruh masyarakat dapat menyaksikan penampilan ogoh-ogoh dengan lebih jelas.

“Nanti di sisi kiri dan kanan venue akan kami pasang layar LED yang besar, sehingga masyarakat yang berada di berbagai sudut tetap bisa menyaksikan penampilan ogoh-ogoh dengan baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat menjadi landasan penyempurnaan festival pada masa mendatang.

“Pada malam terakhir ini kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan Badung Çaka Fest masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Mudah-mudahan ke depan festival ini bisa kita selenggarakan dengan lebih baik, lebih meriah dan lebih membanggakan,” ungkapnya.

Usai acara penutupan, Bupati Adi Arnawa kepada awak media menilai kualitas ogoh-ogoh yang ditampilkan tahun ini sangat luar biasa. Bahkan menurutnya, tingkat kreativitas yang tinggi membuat tim juri menghadapi tantangan dalam menentukan pemenang.

“Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan Lomba Ogoh-ogoh Badung Çaka Fest 2026. Saya melihat karya-karya ogoh-ogoh yang ditampilkan benar-benar luar biasa. Bahkan mungkin tim juri juga sedikit kebingungan menentukan siapa yang menjadi pemenangnya karena semuanya menampilkan kreativitas yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas karya ogoh-ogoh tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Badung memiliki potensi besar generasi muda di bidang seni dan budaya. Ini membuktikan bahwa di Badung ternyata banyak talenta-talenta muda yang sangat luar biasa di bidang seni. Anak-anak muda kita mampu menampilkan karya ogoh-ogoh yang kreatif, inovatif dan memiliki nilai artistik yang tinggi,” katanya.

Baca Juga  5 Juni Ini ASN Kerja Kembali, Gubernur Koster Terapkan Disiplin Ketat Prosedur Kesehatan

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penyelenggaraan lomba ogoh-ogoh tidak hanya dimaknai sebagai tradisi menjelang Nyepi, tetapi juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, gagasan dan ekspresi seni yang konstruktif.

“Badung Çaka Fest ini bukan hanya bagian dari rangkaian perayaan Nyepi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda khususnya Sekaa Teruna untuk menampilkan ide-ide kreatifnya yang sejalan dengan visi pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pemenang maupun peserta yang belum berhasil meraih juara agar tetap menjadikan ajang ini sebagai motivasi untuk terus berkarya.

“Bagi yang nantinya menjadi pemenang saya ucapkan selamat, tetapi jangan jumawa. Teruslah berkarya dan berinovasi. Sementara bagi yang belum mendapat kesempatan menjadi juara, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus melangkah maju dan memunculkan ide-ide kreatif yang lebih baik lagi,” pesannya.

Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan seni tradisi, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan bantuan hibah kepada karya ogoh-ogoh yang dinilai layak tampil di Puspem Badung, meskipun tidak meraih juara.

“Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada karya seni yang dibuat oleh sekaa teruna. Bukan hanya juara yang kami hargai, tetapi semua karya yang memiliki kualitas dan kreativitas tinggi. Pemerintah ingin memberikan ruang dan posisi bagi para seniman muda kita untuk terus berkembang,” tegasnya.

Acara penutupan turut dihadiri anggota DPRD Badung I Made Yudana, I Wayan Loka Astika dan I Made Rai Wirata, Forkopimda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab. Badung, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta serta Ketua Gatriwara Badung Ny. Gusti Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti. (gs/bi)

Baca Juga  Ikuti Imbauan Pemerintah Terkait Covid-19, Toya Devasya Natural Hot Spring Ditutup Sementara

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Kota Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Banjar-banjar 

Juga Bagikan Ratusan Compost Bag Gratis bagi Warga 

Loading

Published

on

By

TP PKK Denpasar
BAGIKAN COMPOST BAG: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat hadir di Banjar Kedaton untuk membagikan Compost Bag, Minggu (8/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar melakukan sosialisasi dan pembagian Compost Bag di banjar-banjar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Denpasar, Minggu (8/3).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen untuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar terkait dengan pengolahan sampah berbasis sumber.

Adapun 7 banjar tersebut adalah Banjar Kedaton, Kelurahan Sumerta, Banjar Padang Gria, Kelurahan Padangsambian, Banjar Pande Kelurahan Pedungan, Banjar Kebon Kuri Lukluk Kelurahan Kesiman, Banjar Plagan Kelurahan Penatih, serta Banjar Abasan dan Banjar Kayumas Kelod di Kelurahan Dangin Puri.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang hadir di Banjar Kedaton, menyampaikan, sosialisasi yang menyasar para anggota PKK yang ada di banjar-banjar diharapkan akan mampu mengedukasi masyarakat tentang pengolahan dan pemilahan sampah berbasis sumber utamanya dari skala rumah tangga.

Sagung Antari juga menekankan, sebagai garda penting dalam rumah tangga, para ibu juga dapat berperan sebagai penggerak di rumah untuk kebiasaan memilah sampah bagi seluruh anggota keluarga.

“Kami di TP PKK Kota Denpasar sebagai mitra pemerintah berkomitmen untuk ikut mengedukasi masyarakat terkait dengan program ini. Mudah-mudahan dengan penerapan mulai dari rumah kita sendiri, ini juga akan berdampak bagi pengelolan sampah di Kota Denpasar,” kata Sagung Antari.

Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di lokasi lainnya, yakni Banjar Pande Kelurahan Pedungan, mengemukakan, semangat gotong-royong dan kepedulian kolektif diharapkan juga dapat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kota Denpasar.

“Selain pembagian Compost Bag kami juga tadi memberikan edukasi tentang cara penggunaan, jenis bahan yang dapat diolah, hingga tips penempatan komposter di rumah,” jelas Ayu Kristi.

Baca Juga  Cegah Transmisi Lokal, Tim GTPP Denpasar Rutin Pantau Pasar Rakyat

Lurah Dangin Puri, I Wayan Swi Putra menyampaikan, mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya mengungkapkan, para ibu PKK yang ada di wilayahnya, berkomitmen untuk mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber mulai dari rumah masing-masing.

“Hari ini kami membagikan masing-masing 100 buah komposter di dua Banjar, yakni Banjar Abasan dan Banjar Kayumas Kelod. Nanti secara berkelanjutan banjar lainnya juga akan mendapatkan komposter, sehingga nantinya pengelolan sampah berbasis sumber di skala rumah tangga dapat berjalan dengan optimal,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca