Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Gelar Lawatan ke Polandia, Wagub Cok Ace Promosikan Pariwisata Bali

BALIILU Tayang

:

wagub
KUNJUNGAN: Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) melakukan tukar menukar cinderamata dengan Marshal (setingkat Gubernur, red) Provinsi Pomerania Polandia Marsekal M.Struk saat kunjungan kerja ke Polandia, pada Jumat (4/8/2023). (Foto: ist)

Pomerania, Polandia, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) melakukan kunjungan kerja ke Polandia. Dalam lawatannya itu, Wagub Cok Ace membawa misi khusus yaitu mempromosikan pariwisata Bali. Pada Jumat (4/8/2023), Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali melaksanakan pertemuan dengan Marshal (setingkat Gubernur, red) Provinsi Pomerania Polandia Marsekal M.Struk. Pertemuan itu dihadiri pula oleh Wakil Direktur Kantor Marsekal M.Pochroń – Rankowska, Wakil Direktur Departemen Pariwisata B. Murańska, Wakil Direktur PROT – M. Węgrowicz, Duta Besar Indonesia untuk Polandia Anita Lidya Luhulima, Konsul Kehormatan (Konhor) Indonesia di Gdansk, Miroslav Wawrowski dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah Yustikarini.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari Gubernur Pomerania beserta jajaran. Meski terpisah jarak yang sangat jauh, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa Bali dan Polandia memiliki hubungan yang sangat baik, khususnya di bidang kepariwisataan. Disebutkan Cok Ace, sebelum pandemi Covid-19, Bali dikunjungi 6 juta wisatawan mancanegara dan 20.000-30.000 diantaranya berasal dari Polandia.

“Pascapandemi, berdasarkan data periode Januari hingga Mei 2023, jumlah wisatawan asing ke Bali tercatat sebanyak 1.800.000 orang lebih. 10.000 hingga 15.000 diantaranya adalah wisatawan Polandia,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Polandia menjadi pasar potensial yang digarap sangat serius melalui sejumlah upaya promosi. Pada bulan Maret 2023 lalu, dengan difasilitasi KBRI Polandia, 20 industri hotel dan tour organizer/travel itinerary berpartisipasi pada tabletop business matching on tourism di Wisma Duta.

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat melakukan pertemuan dengan Marshal (setingkat Gubernur, red) Provinsi Pomerania Polandia Marsekal M.Struk. (Foto: ist)

Pada pertemuan itu, Guru Besar ISI Denpasar ini juga menginformasikan keunggulan sektor pariwisata Bali, diantaranya ketersediaan sarana akomodasi yang sangat memadai. “Tersedia 114.000 kamar di Bali untuk menyambut wisatawan yang datang dari berbagai negara,” sebutnya. Masih dalam paparannya, Wagub Cok Ace juga memberi gambaran tentang situasi perekonomian Bali yang mengalami keterpurukan pada masa pandemi Covid-19. Di masa pandemi, perekonomian Bali sempat mengalami kontraksi hingga minus 9,31 persen. Namun saat ini perekonomian Daerah Bali berangsur membaik dan telah tumbuh positif 6,04 persen. Disebutkan olehnya, hal ini tak terlepas dari berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah pusat seperti penerapan protokol kesehatan di sektor pariwisata yang disebut CHSE.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Sampaikan, 2022 - 2023 Semua RS di Bali Harus Sudah Terakreditasi

Selain itu, penerapan Visa on Arrival dan kebijakan lainnya juga mendukung percepatan pemulihan sektor pariwisata Bali. Dikatakannya, hal ini mendorong makin bertambahnya jumlah penerbangan ke Pulau Dewata yang membawa turis dari berbagai negara. “Sampai saat ini terdapat 37 maskapai internasional yang memiliki jadwal penerbangan komersil ke Bali. Terakhir ada Emirates dengan Airbus A380 double decker yang terbang ke Bali sebanyak dua kali setiap harinya. Wisatawan Polandia banyak yang menggunakan jalur ini,” ungkapnya.

Masih dalam konteks mempromosikan Bali, Wagub Cok Ace menerangkan bahwa saat ini Pemprov Bali tengah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor kesehatan di Sanur Bali. Di kawasan ini nantinya akan dilengkapi rumah sakit bertaraf internasional yang akan memberi jaminan layanan kesehatan memadai bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.

Pada bagian lain, salah satu tokoh Puri Ubud ini menyambut baik langkah Konhor RI di Polandia membangun Anjungan Bali yang menjadi bagian Indonesia Mini di Dolina Charlotty. Ia berharap, hal ini membawa dampak positif bagi peningkatan kerjasama Bali-Polandia. Karena menurutnya, warga negara Polandia yang berkunjung ke Bali tak hanya bertujuan untuk berwisata, tapi juga tertarik mempelajari Budaya Bali. “Jika anjungan ini selesai dibangun, saya berharap presence Bali di Polandia dan kawasan Eropa akan makin menguat,” pungkas Cok Ace seraya mengundang Marshall Pomerania ke Bali pada bulan Oktober 2023. Wagub Cok Ace berjanji akan menjamu Marshall Pomerania di Puri Ubud.

Marshal Pomerania Marsekal M.Struk menyampaikan rasa senang karena bisa bertemu dengan Wagub Cok Ace dan juga jajaran KBRI di Polandia. Kendati Bali-Polandia terpisah oleh jarak yang jauh, namun ia yakin banyak hal yang bisa dikerjasamakan, khususnya di bidang kepariwisataan. Struk bertutur, ia pernah berkunjung ke Bali dan menetap selama satu minggu. Dalam penilaiannya, Bali adalah pulau yang sangat indah dengan panorama laut yang sangat menawan. “Bali juga memiliki infrastruktur pariwisata yang sangat memadai, hotelnya bagus,” ujar Struk seraya menyampaikan selamat datang di Kota Gdansk.

Baca Juga  Hadiri HUT Ke-18 PPMKI Bali, Wagub Cok Ace Harap Jadi Ajang Pemersatu Pecinta Otomotif

Terkait peningkatan hubungan di bidang pariwisata antara Pomerania dan Bali, ia mengarahkan agar instansi terkait di kedua provinsi berkoordinasi lebih lanjut untuk membangun kerja sama promosi. Selain kerja sama lembaga pemerintah, ia juga mengarahkan kerja sama antarasosiasi di sektor hotel, restoran, tour operator dan pihak lain di bidang pariwisata.

Sementara itu, Dubes RI untuk Polandia Anita Lidya Luhulima mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya pertemuan yang menjadi bagian penting dalam penguatan hubungan Indonesia-Polandia yang telah terjalin selama 68 tahun ini. Menurutnya, Provinsi Pomerania menempati posisi strategis dalam penguatan hubungan tersebut karena kawasan ini menjadi pintu masuk produk dari berbagai negara ke Polandia. “Ini juga menjadi salah satu alasan ditunjuknya Konhor RI di Gdansk,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengimbuhkan, Pomerania sudah memiliki modalitas kuat untuk people to people contact (kontak orang ke orang). Terdapat workshop batik di Slupsk, ada pula  pendiri Warsaw Gamelan Group Mr. Dawid Martin. Selain itu, alumni program Indonesia yaitu Dharmasiswa yang berjumlah 30 orang juga berasal dari wilayah Pomerania. “Dan juga ada pesepakbola Indonesia yaitu Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman di Lechia Gdansk. Kita berharap akan ada lagi pemain sepakbola Indonesia yang main di klub tersebut,” pungkasnya.

Pertemuan diakhiri dengan tukar menukar cinderamata. Wagub Cok Ace memberikan cinderamata berupa kain endek dan kipas dengan lukisan wayang hasil karya perajin Bali sebagai upaya mempromosikan produk lokal Bali yang berkualitas kepada masyarakat asing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua Bagi Pelaku Pariwisata

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Sampaikan, 2022 - 2023 Semua RS di Bali Harus Sudah Terakreditasi

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Diseminasi Hasil Evaluasi Program Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Bali
Lanjutkan Membaca