Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Giri Prasta Implementasikan Kepemimpinan Berbasis Tri Hita Karana

Serahkan BKK Rp 2,4 Miliar untuk ‘‘Karya‘‘ Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan

Loading

BALIILU Tayang

:

bupati giri prasta serahkan dana bkk di kamasan klungkung
SERAHKAN DANA BKK: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan dana BKK Badung untuk Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Padudusan Agung di Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan, Kamasan, Kabupaten Klungkung, Jumat (15/3). (Foto: Hms Badung)

Klungkung, baliilu.com – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyatakan, sebagai seorang kepala daerah dirinya memegang teguh konsep kepemimpinan yang berlandaskan Pancasila yang dipadukan dan diselaraskan dengan ajaran-ajaran kearifan lokal. Salah satunya adalah konsep Tri Hita Karana (Tiga Penyebab Kebahagiaan). Yang mana dalam agama Hindu konsep Tri Hita Karana akan mampu menjadi pedoman dalam memperkuat sendi kepemimpinan Pancasila.

“Konsep Tri Hita Karana yang terdiri dari Parahyangan, Pawongan dan Palemahan, telah saya implementasikan dalam memimpin Kabupaten Badung. Di bidang Parahyangan saya memberikan bantuan pembangunan pura dan dana aci kepada masyarakat, di bidang Pawongan dimana pendidikan, kesehatan dan PBB saya gratiskan, di bidang Palemahan Kabupaten Badung menjalankan program gerakan Badung serentak dalam membersihkan lingkungan. Inilah yang saya lakukan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara sang pencipta manusia dan lingkungan, sehingga mampu memberikan umpan balik yang positif dan berguna bagi masyarakat,” ujar Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan dana bantuan BKK Badung sebesar Rp 2,4 miliar untuk Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Pedudusan Agung Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan, Kamasan Kabupaten Klungkung, Jumat (15/3).

Turut hadir Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, Dharmopadesa Pusat Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Nyoman Suwirta, Pj. Bupati Klungkung, Kepala BPKAD Badung beserta undangan lainnya. Dalam kesempatan itu secara pribadi Bupati Nyoman Giri Prasta juga menyerahkan punia sebesar Rp 30 juta.

Bupati Giri Prasta menambahkan, dirinya bersama jajaran Pemkab Badung sangat komit menjaga kelestarian adat, tradisi, seni dan budaya berbasis Hindu Dresta Bali. Bahkan tidak tanggung-tanggung Pemkab Badung juga disebutkan telah banyak membantu pembangunan pura yang ada di luar daerah baik itu yang ada di Pulau Jawa, Sumatera hingga ke Papua.

Baca Juga  Tembus Rp 12,1 Triliun, Perubahan APBD Badung 2024 Ditetapkan Menjadi Perda

“Dan terkait rencana pangempon Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan ini, ingin melakukan pelebaran areal pura, saya Giri Prasta bersama Pemkab Badung siap untuk itu,” pungkas Giri Prasta.

Sementara itu Dharmopadesa Pusat Ida Bagus Putu Dunia bersama Ketua Panitia Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Pedudusan Agung Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan Ida Bagus Puja Aribawa mengucapkan terimakasih kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta karena atas kebijakannya Pemkab Badung memberikan bantuan BKK sebesar Rp 2,4 miliar untuk Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Pedudusan Agung Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan Kamasan Klungkung yang di-sungsung oleh Pasemetonan Dharmopadesa.

“Berkat kebijakan Bapak Bupati Giri Prasta, Bupati yang begitu terkenal hingga keluar daerah ini, akhirnya karya di Pura Dang Kahyangan Puseh Katyagan yang telah kami rencanakan sejak lama bisa terlaksana di tahun ini. Semoga Ida Hyang Wasa selalu memberikan anugerahnya kepada kita semua dan Bapak Bupati Giri Prasta senantiasa diberikan kelancaran dalam karirnya,” ucapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Diikuti 16 Sawa, Wagub Giri Prasta Hadiri Ngaben Massal Perdana Desa Adat Mengandang

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Ngaben Massal di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan.
SERAHKAN PUNIA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). Ngaben massal yang diikuti 16 sawa ini menjadi yang pertama digelar di desa tersebut, sekaligus menandai kuatnya komitmen krama dalam menjaga tradisi leluhur.

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bahagia dapat hadir langsung di tengah masyarakat yang melaksanakan yadnya secara gotong-royong. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan krama Desa Adat Mengandang yang bersama-sama menjalankan upacara sesuai dresta Bali.

“Apresiasi kepada krama yang telah bersatu, guyub, saling gotong-royong melaksanakan yadnya ini. Sagilik saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Bali juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus mendukung pelaksanaan upacara yadnya sebagai bagian dari pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengandang Wayan Sudiana dalam laporannya menjelaskan bahwa ngaben massal ini bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Ini merupakan ngaben massal pertama yang kami laksanakan. Sebelumnya, kami melaksanakan ngaben metuun sesuai dresta Bali Aga di desa ini,” ungkapnya.

Rangkaian upacara telah berlangsung sejak 24 Juli dan akan berakhir pada 8 Agustus 2026. Puncak prosesi dijadwalkan pada 7 Agustus 2026, diawali dengan mecaru, dilanjutkan prosesi pengabenan, hingga upacara penyucian yang melibatkan pemangku, Ida Pandita, serta krama desa setempat.

Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta turut menyerahkan punia kepada panitia karya sebesar Rp 25 juta. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Sekaa Angklung sebesar Rp 5 juta, Sekaa Santhi sebesar Rp 2 juta, serta kepada pemangku sebesar Rp 4 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Rakor Lintas Sektor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Mapurwa Daksina”, Walikota Jaya Negara Apresiasi Pelaksanaan “Karya Atma Wedana”

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wawali I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina rangkaian Karya Atma Wedana Maligia di Puri Agung Dangin Puri.
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8).

Dalam acara ini juga hadir Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII dan para Tokoh Puri di Kota Denpasar.

Rangkaian puncak karya diawali dengan prosesi Atetangi, dilanjutkan dengan puncak Karya Ngadegang Puspa Lingga serta Melaspas Puspa. Usai prosesi tersebut, dilaksanakan Upacara Mapurwa Daksina, yang kemudian dilanjutkan dengan Rsi Bujana dan Utpeti Stiti Puja. Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Karang, Ida Pedanda Gede Raka Timbul, Ida Pedanda Gede Putra Keniten, serta Ida Pedanda Buddha Jelantik Adnyana.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karya Pitra Yadnya di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri.

Menurutnya, pelaksanaan karya ini mencerminkan sinergi dan kekompakan antara Puri Agung Dangin Puri dengan krama adat Denpasar dalam menjaga serta melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur agama Hindu di Kota Denpasar.

“Kekompakan antara puri dan krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya ini patut diapresiasi. Tentunya karya ini memberikan manfaat sekaligus kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai umat Hindu Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali.

“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, memberikan makna spiritual, serta kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya,” tambahnya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Dana Aci Pura Subak

Sementara itu, Manggala Karya, Anak Agung Ngurah Made Mahendra menjelaskan bahwa keberadaan Puri Agung Dangin Puri dengan Desa Adat Denpasar merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan erat dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan adat maupun keagamaan.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan Karya Penileman Maligia Punggel Utama kali ini diikuti sebanyak 60 puspa, sebagai wujud kebersamaan dan semangat ngayah dari seluruh krama yang terlibat demi kelancaran pelaksanaan yadnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Wrespati Kalpa Agung” Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung di Pura Gunung Sari, Desa Adat Peraupan, Denpasar.
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8).

Wawali Arya Wibawa usai melaksanakan persembahyangan bersama mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Pihaknya juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini seluruh umat terutama warga Banjar Adat Jurang Asri dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Made Sueca mengatakan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan dilaksanakan karena rampungnya semua palinggih pura yang diperbaharui.

Pada hari ini kata Made Sueca, dilaksanakan upacara Puncak Karya Ngeteg Linggih, Mahingkup, Bangun Ayu, Padyus-dyusan. Adapun Pujawali ini yang dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan Puncak Karya upacara Ngenteg Linggih. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Hari Lingkungan Hidup 2026, Badung Gelar Aksi Kurve Serentak di Benoa
Lanjutkan Membaca