Monday, 15 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Klarifikasi Reopening, ‘’New Normal – New Happening’’ di Toya Devasya Hot Spring Waterpark

BALIILU Tayang

:

de

Bangli, baliilu.com – Manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark merasa perlu melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan media on line, off line dan sosmed, khususnya yang viral pada 12 Juni 2020.

Seperti yang disampaikan GM Toya Devasya Dr. I Ketut Mardjana bahwa secara prinsip, manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark mematuhi setiap regulasi, keputusan maupun imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini terbukti dari telah ditutupnya operasional Toya Devasya lebih dari 3 bulan, meski harus mengalami defisit keuangan, tidak terbayarnya tunggakan biaya pemakaian listrik, gaji karyawan hingga sampai pada keputusan untuk merumahkan karyawan.

Tetapi, di tengah-tengah merebaknya wacana new normal, yakni isu keselarasan antara penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan diperkenankannya masyarakat melakukan kegiatan hari-hari seperti kegiatan keagamaan, budaya dan juga kegiatan ekonomi, maka Toya Devasya telah merencanakan untuk melakukan reopening operasional usaha mulai 15 Juni 2020 dengan thema “New Normal, New Happening”. 

Hubungan baik yang terjalin antara pihak Toya Devasya Hot Spring Waterpark dengan media massa offline dan online serta makin berkembangnya teknologi informasi atau aplikasi digital telah membuat pemberitaan tentang rencana pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark didengar dan dibaca luas oleh publik. Demikian pula promosi luas telah jauh hari dilakukan di kanal official media sosial Toya Devasya Hot Spring Waterpark dan kanal media sosial.

Dengan viralnya rencana reopening Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada 15 Juni 2020, maka Kapolres berinisatif untuk melakukan forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimcam) dipimpin Kapolres Bangli yang diwakili oleh Camat Kintamani dan Kapolsek Kintamani dan juga dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, desa, unsur adat, tokoh masyarakat dan pengusaha pariwisata se-Kintamani. Pertemuan mengambil tempat di Toya Devasya Hot Spring Waterpark dan berlangsung dengan semangat kekeluargaan. Pada intinya Kapolres menyampaikan Maklumat Kapolri No. Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 dan imbauan Gubernur Bali perihal pembatasan aktivitas di tengah pandemi Covid-19. Sementara unsur masyarakat adat dan unsur pariwisata menyampaikan aspirasi perihal perlunya dibuka aktivitas adat, agama dan ekonomi pariwisata yang merupakan tulang punggung pendapatan masyarakat.

Baca Juga  GTPP Covid-19 Lakukan Pemantauan Protokol Kesehatan di Semua Pasar Rakyat di Denpasar

Dalam pertemuan ini Kapolres Bangli sangat menekankan kiranya program New Normal yang telah menjadi wacana publik tidak dimaknai dengan eforia kebebasan yang sebebas-bebasnya tetapi protokol kesehatan hendaknya tetap dijaga dan dilaksanakan secara disiplin dan dicegah jangan sampai terjadi penyebaran Covid-19 gelombang kedua. Di samping itu Kapolres sangat menekankan untuk dipatuhinya imbauan Gubernur Bali No : 215/GugusCovid19/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020 perihal pembatasan aktivitas di tengah pandemi Covid-19, khususnya masalah pembatasan terkait pendidikan dan pariwisata. Intinya dikatakan bahwa obyek pariwisata masih dilarang untuk dibuka – meski belum jelas definisi yang dimaksud objek wisata- yang dilarang. Pada kesempatan pertemuan atau diskusi ini disampaikan restoran dan hotel/akomodasi diperkenankan untuk dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, pemakai masker dan jaga jarak.

‘’Dalam konteks ini, dan  menanggapi  pemberitaan media offline, online dan media sosial terkait dengan rencana pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada tanggal 15 Juni 2020, maka saya selaku GM Toya Devasya Hot Spring Waterpark ingin memberikan tanggapan dan meluruskan pemberitaan yang terjadi,’’ ungkap Mardjana.

Adapun tanggapannya:1. Keputusan dan persiapan pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark telah direncanakan sejak sebelum imbauan Gubernur Bali dikeluarkan tanggal 8 Juni 2020. Bahkan upakara mecaru, melaspas, matur piuning sudah dilakukan oleh pihak manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada tanggal 5 Juni 2020.

2. Pertimbangan rencana pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark juga didasarkan pada permintaan pemangku kepentingan pariwisata seperti para pemandu wisata, pekerja pariwisata, dan masyarakat. Mereka selama ini merasakan dampak kesulitan ekonomi yang luar biasa karena tidak memiliki penghasilan. Ungkapan dan sekaligus permohonan untuk diperkenankannya kegiatan ekonomi masyarakat dan kegiatan hari-hari lainnya disampaikan juga pada acara forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimcam) pada tanggal 12 Juni 2020 di Toya Devasya Hot Spring Waterpark.

Baca Juga  Jro Dewa Niang Mangku Pura Luhur Catur Kanda Pat Sari: Pengempon Tunggal yang Tak Pernah Menyerah

3. Setelah mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan di sektor pariwisata yang selama ini tumbuh bersama, pihak Manajemen Toya Devasya mempersiapkan berbagai hal seperti pelatihan SDM, perbaikan dan pembenahan fasilitas serta promosi serta mempersiapkan protokol kesehatan termasuk rambu-rambu dan poster imbauan kepada wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

4. Meski persiapan manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark sebagai destinasi wisata -yang telah menjadi ikon pariwisata Bangli – menyatakan telah mempersiapkan diri untuk membuka kembali seluruh lini bisnis yang ada, ‘’saya selaku GM menyatakan akan mengikuti imbauan Kapolres Bangli agar hanya membuka restoran dan akomodasi. Saya katakan  kepada Kapolres:  “Kami siap melaksanakan imbauan bapak Kapolres untuk hanya membuka restoran dan akomodasi beserta fasilitas terkait”. Dengan pernyataan saya ini Toya Devasya belum membuka lini bisnis adventure, spa dan water sport,’’ ungkap Mardjana.

Berdasarkan hasil pertemuan dan kesepakatan atas imbauan dari Kapolres, pihak Toya Devasya Hot Spring Waterpark memutuskan untuk tetap membuka kembali (reopening) Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada tanggal 15 Juni 2020 untuk bidang usaha restoran dan akomodasi beserta fasilitas pendukungnya. Sementara itu untuk bidang usaha Spa, Adventure dan Water Sport belum dibuka sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Pembukaan kembali fasilitas restoran dan akomodasi Toya Devasya Hot Spring Waterpark tetap mengacu pada penerapan protokol kesehatan secara ketat dan tertib guna pencegahan penyebaran Covid-19. Dari jauh-jauh hari pihak manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark telah menyiapkan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti penyediaan wastafel cuci tangan di pintu masuk, pengecekan suhu tubuh untuk karyawan dan pengunjung sebelum memasuki area Toya Devasya, memasang poster himbauan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang dipasang di tempat strategis, penyediaan hand sanitizer di berbagai titik strategis, tanda untuk menjaga jarak, pemakaian masker untuk seluruh karyawan dan face shield untuk waiters/waitress dan memberikan 1.000 masker gratis untuk pengunjung awal. (*/gs)

Baca Juga  Ketua BKOW Bali Ny. Putri Hariyani Sukawati: Minum Vitamin A Cegah Stunting pada Balita

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Penuhi Faktor Keselamatan dan Keamanan Destinasi Wisata, Pemkot Denpasar Berikan Pelatihan kepada Puluhan Pelaku Wisata

Published

on

By

pelatihan dtw
PELATIHAN: Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata saat mengadakan Pelatihan Keamanan dan Keselamatan Daya Tarik Wisata, di Four Hotel, Jalan Raya Puputan Renon, Kamis (27/6).  (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Situasi aman serta tingkat keselamatan tinggi adalah kondisi ideal yang harus dimiliki setiap tempat wisata atau daerah yang berpotensi memiliki Daya Tarik Wisata (DTW). Dalam rangka memenuhi semua faktor itu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata, mengadakan Pelatihan Keamanan dan Keselamatan Daya Tarik Wisata, di Four Hotel, Jalan Raya Puputan Renon, Kamis (27/6).

Dihadiri oleh Asisten l Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Made Toya dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Riyastiti, pelatihan ini melibatkan sejumlah pengusaha, pengelola, dan juga perwakilan desa/kelurahan yang memiliki potensi DTW di daerah masing-masing.

Saat membacakan sambutan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Made Toya menyampaikan meski Kota Denpasar berada dalam zona yang aman untuk dikunjungi, namun penting bagi semua kalangan untuk tetap menjaga stabilitas dan standarisasi keamanan, kenyamanan serta keselamatan di setiap tempat destinasi wisata.

“Untuk merealisasikannya, dibutuhkan penguatan pemahaman serta kompetensi dari pengusaha, pelaku, dan juga pengelola tempat wisata. Selain itu, partisipasi masyarakat dan stakeholder juga adalah faktor pendukung terwujudnya keamanan dan keselamatan di tempat destinasi,” katanya.

Selanjutnya, Made Toya juga mengemukakan, keamanan dan keselamatan juga adalah faktor krusial yang akan mempengaruhi citra sebuah destinasi wisata. Oleh karenanya, menjadi penting untuk dapat meyakinkan calon wisatawan dan juga memberikan bukti nyata soal keamanan dan kenyamanan destinasi wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Riyastiti dalam laporannya mengungkapkan, tujuan utama diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pengelola dan pekerja daya tarik wisata sehingga mampu menciptakan keamanan dan keselamatan pada daerah DTW masing-masing.

Baca Juga  Update Covid-19 (26/8) di Bali, 2 Pasien Corona Meninggal Dunia

“Kami melibatkan 47 orang peserta yang akan mengikuti pelatihan selama 3 hari di dalam kelas. Setelah usai, peserta nantinya akan kita ajak untuk mempraktekkan di lapangan,” jelasnya.

Putu Riyastiti selebihnya menuturkan, pada kegiatan pelatihan ini terdapat beberapa narasumber yang dilibatkan untuk memberikan materi kepada para peserta. Antara lain yang berasal dari dunia pariwisata, unsur kepolisian dan juga beberapa narasumber dari bidang terkait lainnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Tingkatkan Pengetahuan dan Kompetensi, Dispar Denpasar Kembali Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Published

on

By

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata
PELATIHAN: Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang digelar Dinas Pariwisata Kota Denpasar di B Hotel, Denpasar, Selasa (11/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata untuk keenam kalinya. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pengelola desa wisata ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, AA Gde Risnawan di B Hotel, Denpasar, Selasa (11/6). Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti mengatakan, kegiatan ini merupakan pelatihan ke-6, yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam upaya untuk mempersiapkan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang kompeten dan unggul. Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengadakan pelatihan berkaitan dengan Kepemanduan Wisata, Pelatihan Ekonomi Kreatif, Pelatihan Pemandu Wisata Outbound (Fasilitator Experential Learning), Pelatihan Tata Kelola Destinasi, Bisnis dan Pemasaran Pariwisata, Pelatihan Pengelolaan Destinasi bagi para pengelola destinasi, dan saat ini Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata.

Lebih lanjut dijelaskan, pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan rincian 3 hari di B Hotel Denpasar dan praktek lapangan pada tanggal 13 Juni 2024 di Desa Wisata Kutuh Kabupaten Badung. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata agar lebih professional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami berharap rekan-rekan di desa/kelurahan mengetahui potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di daerahnya, sehingga dapat bersama-sama memepersiapkan sarana/prasarana, kelembagaan dan SDM yang dapat menunjang pengembangan dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, AA Gde Risnawan mengatakan bahwa perkembangan pariwisata yang melibatkan peran serta masyarakat menjadi prioritas pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di Kota Denpasar. Dimana, pengelolaan desa wisata bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan dan kualitas pelayanan yang berdaya saing melalui penerapan standar dan ketentuan yang berlaku secara nasional di desa wisata.

Baca Juga  Ogoh-Ogoh Nyepi Difestivalkan pada Hari Jadi Ke-62 Provinsi Bali

Dikatakannya, Kota Denpasar yang merupakan daerah perkotaan, namun tetap berupaya untuk mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan pariwisata global yang semakin pesat.

Pihaknya berharap, melalui pelatihan pengelolaan desa wisata saya berharap para pengelola desa wisata di kota denpasar mendapatkan tambahan ilmu, menggali potensi yang dimiliki di daerahnya masing-masing. Sehingga terjalin sinergitas dan kolaborasi yang baik bagi sesama pengelola desa wisata, pemerintah, akademisi, industri dan media.

“Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman dan meluaskan wawasan tentang kepariwisataan yang berkelanjutan. Ikuti pelatihan 3 hari ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diberikan dapat diserap dengan semaksimal mungkin,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Pemkot Denpasar Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dan Sosial dengan HKETO

Published

on

By

kerja sama pariwisata hketo
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Director General of Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO), Miss Libera Cheng di Kantor Walikota Denpasar, Senin (3/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, balilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Director General of Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO), Miss Libera Cheng di Kantor Walikota Denpasar, Senin (3/6).

Kunjungan ini merupakan penajajakan awal guna membahas berbagai peluang kerja sama multisektor antara Kota Denpasar dengan HKETO. Sehingga dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan mempererat hubungan antarkota.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, Wawali Arya Wibawa mengemukakan harapan perihal potensi kerja sama kedua pihak dapat diwujudkan. Untuk itu, penjajakan kerja sama kedua pihak sangat diperlukan. Diharapkan, melalui pertemuan ini potensi kerja sama di bidang pariwisata, budaya, smart city serta masalah sosial dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan HKETO.

“Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, Denpasar memiliki kalender event untuk berbagai macam festival yang akan diselenggarakan. Denpasar memiliki Kasanga Festival, D’Youth Festival, Sanur Village Festival, Rare Angon Festival hingga Denpasar Festival sebagai ajang pelestarian dan ruang kreativitas insan muda dan atraksi pariwisata di Kota Denpasar

Sementara, Director General of HKETO, Miss Libera Cheng pada kesempatan yang sama mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan kerja sama kedua pihak. Dimana, pihaknya ingin menawarkan kerja sama terkait bidang pariwisata dan budaya serta sosial yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan HKETO,” ujar Libera Cheng.

Baca Juga  Biasakan Menerapkan Protokol Kesehatan, Kelurahan Pedungan Giatkan Sosialisasi dan Edukasi

Kunjungan delegasi HKETO ini menjadi penanda langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan Denpasar. Pariwisata Denpasar merupakan suatu yang unik karena menjadikan budaya sebagai core.

“Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu kalender event dari Pemkot Denpasar,” imbuhnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca