Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Klarifikasi Reopening, ‘’New Normal – New Happening’’ di Toya Devasya Hot Spring Waterpark

BALIILU Tayang

:

de

Bangli, baliilu.com – Manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark merasa perlu melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan media on line, off line dan sosmed, khususnya yang viral pada 12 Juni 2020.

Seperti yang disampaikan GM Toya Devasya Dr. I Ketut Mardjana bahwa secara prinsip, manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark mematuhi setiap regulasi, keputusan maupun imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini terbukti dari telah ditutupnya operasional Toya Devasya lebih dari 3 bulan, meski harus mengalami defisit keuangan, tidak terbayarnya tunggakan biaya pemakaian listrik, gaji karyawan hingga sampai pada keputusan untuk merumahkan karyawan.

Tetapi, di tengah-tengah merebaknya wacana new normal, yakni isu keselarasan antara penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan diperkenankannya masyarakat melakukan kegiatan hari-hari seperti kegiatan keagamaan, budaya dan juga kegiatan ekonomi, maka Toya Devasya telah merencanakan untuk melakukan reopening operasional usaha mulai 15 Juni 2020 dengan thema “New Normal, New Happening”. 

Hubungan baik yang terjalin antara pihak Toya Devasya Hot Spring Waterpark dengan media massa offline dan online serta makin berkembangnya teknologi informasi atau aplikasi digital telah membuat pemberitaan tentang rencana pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark didengar dan dibaca luas oleh publik. Demikian pula promosi luas telah jauh hari dilakukan di kanal official media sosial Toya Devasya Hot Spring Waterpark dan kanal media sosial.

Dengan viralnya rencana reopening Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada 15 Juni 2020, maka Kapolres berinisatif untuk melakukan forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimcam) dipimpin Kapolres Bangli yang diwakili oleh Camat Kintamani dan Kapolsek Kintamani dan juga dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, desa, unsur adat, tokoh masyarakat dan pengusaha pariwisata se-Kintamani. Pertemuan mengambil tempat di Toya Devasya Hot Spring Waterpark dan berlangsung dengan semangat kekeluargaan. Pada intinya Kapolres menyampaikan Maklumat Kapolri No. Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 dan imbauan Gubernur Bali perihal pembatasan aktivitas di tengah pandemi Covid-19. Sementara unsur masyarakat adat dan unsur pariwisata menyampaikan aspirasi perihal perlunya dibuka aktivitas adat, agama dan ekonomi pariwisata yang merupakan tulang punggung pendapatan masyarakat.

Baca Juga  Tim Terpadu dan GTPP Covid- 19 Denpasar Lakukan Pembinaan, Banyak Pelanggar tak Gunakan Masker

Dalam pertemuan ini Kapolres Bangli sangat menekankan kiranya program New Normal yang telah menjadi wacana publik tidak dimaknai dengan eforia kebebasan yang sebebas-bebasnya tetapi protokol kesehatan hendaknya tetap dijaga dan dilaksanakan secara disiplin dan dicegah jangan sampai terjadi penyebaran Covid-19 gelombang kedua. Di samping itu Kapolres sangat menekankan untuk dipatuhinya imbauan Gubernur Bali No : 215/GugusCovid19/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020 perihal pembatasan aktivitas di tengah pandemi Covid-19, khususnya masalah pembatasan terkait pendidikan dan pariwisata. Intinya dikatakan bahwa obyek pariwisata masih dilarang untuk dibuka – meski belum jelas definisi yang dimaksud objek wisata- yang dilarang. Pada kesempatan pertemuan atau diskusi ini disampaikan restoran dan hotel/akomodasi diperkenankan untuk dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, pemakai masker dan jaga jarak.

‘’Dalam konteks ini, dan  menanggapi  pemberitaan media offline, online dan media sosial terkait dengan rencana pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada tanggal 15 Juni 2020, maka saya selaku GM Toya Devasya Hot Spring Waterpark ingin memberikan tanggapan dan meluruskan pemberitaan yang terjadi,’’ ungkap Mardjana.

Adapun tanggapannya:1. Keputusan dan persiapan pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark telah direncanakan sejak sebelum imbauan Gubernur Bali dikeluarkan tanggal 8 Juni 2020. Bahkan upakara mecaru, melaspas, matur piuning sudah dilakukan oleh pihak manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada tanggal 5 Juni 2020.

2. Pertimbangan rencana pembukaan kembali Toya Devasya Hot Spring Waterpark juga didasarkan pada permintaan pemangku kepentingan pariwisata seperti para pemandu wisata, pekerja pariwisata, dan masyarakat. Mereka selama ini merasakan dampak kesulitan ekonomi yang luar biasa karena tidak memiliki penghasilan. Ungkapan dan sekaligus permohonan untuk diperkenankannya kegiatan ekonomi masyarakat dan kegiatan hari-hari lainnya disampaikan juga pada acara forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimcam) pada tanggal 12 Juni 2020 di Toya Devasya Hot Spring Waterpark.

Baca Juga  9 Keluarga Isolasi Mandiri Terima Sembako dari Perbekel Desa Dangin Puri Klod

3. Setelah mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan di sektor pariwisata yang selama ini tumbuh bersama, pihak Manajemen Toya Devasya mempersiapkan berbagai hal seperti pelatihan SDM, perbaikan dan pembenahan fasilitas serta promosi serta mempersiapkan protokol kesehatan termasuk rambu-rambu dan poster imbauan kepada wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

4. Meski persiapan manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark sebagai destinasi wisata -yang telah menjadi ikon pariwisata Bangli – menyatakan telah mempersiapkan diri untuk membuka kembali seluruh lini bisnis yang ada, ‘’saya selaku GM menyatakan akan mengikuti imbauan Kapolres Bangli agar hanya membuka restoran dan akomodasi. Saya katakan  kepada Kapolres:  “Kami siap melaksanakan imbauan bapak Kapolres untuk hanya membuka restoran dan akomodasi beserta fasilitas terkait”. Dengan pernyataan saya ini Toya Devasya belum membuka lini bisnis adventure, spa dan water sport,’’ ungkap Mardjana.

Berdasarkan hasil pertemuan dan kesepakatan atas imbauan dari Kapolres, pihak Toya Devasya Hot Spring Waterpark memutuskan untuk tetap membuka kembali (reopening) Toya Devasya Hot Spring Waterpark pada tanggal 15 Juni 2020 untuk bidang usaha restoran dan akomodasi beserta fasilitas pendukungnya. Sementara itu untuk bidang usaha Spa, Adventure dan Water Sport belum dibuka sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Pembukaan kembali fasilitas restoran dan akomodasi Toya Devasya Hot Spring Waterpark tetap mengacu pada penerapan protokol kesehatan secara ketat dan tertib guna pencegahan penyebaran Covid-19. Dari jauh-jauh hari pihak manajemen Toya Devasya Hot Spring Waterpark telah menyiapkan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti penyediaan wastafel cuci tangan di pintu masuk, pengecekan suhu tubuh untuk karyawan dan pengunjung sebelum memasuki area Toya Devasya, memasang poster himbauan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang dipasang di tempat strategis, penyediaan hand sanitizer di berbagai titik strategis, tanda untuk menjaga jarak, pemakaian masker untuk seluruh karyawan dan face shield untuk waiters/waitress dan memberikan 1.000 masker gratis untuk pengunjung awal. (*/gs)

Baca Juga  Dari Rakor Kesiap-siagaan Hadapi Virus Corona, Wagub Cok Ace: Semua Informasi Harus Lebih Terbuka Sekarang

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Desa Dangin Puri Klod Berbagi Sembako pada Warga Isolasi Mandiri
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Demi Bali, Koster Minta Pelaku Usaha Pariwisata Kontribusi dan Terlibat Aktif Sukseskan PWA

Janjikan Imbal Jasa, Koster Buka Peluang Pelaku Usaha Pariwisata Jadi Mitra Manfaat dan Endpoint PWA

Loading

Published

on

By

koster
PENGARAHAN PWA: Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali terkait pengarahan mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com  – Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). Hal tersebut terkait dengan pengarahan Gubernur Bali mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) untuk pelaku usaha pariwisata yang ikut berpartisipasi menjadi mitra manfaat dan endpoint PWA.

Koster menjelaskan bahwa capaian Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dilakukan saat ini belum maksimal dimana per tahun 2024 jumlah PWA yang terkumpul hanya mencapai Rp. 318 miliar atau 32% dari total pembayaran yang seharusnya dibayar wisman. Sedangkan di tahun 2025 capaian PWA hingga pertengahan Agustus 2015 sudah Rp. 229 miliar atau 34% dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali.

“Belum maksimal. Masih sangat jauh dari harapan kita,” ungkap Koster.

Namun ia menjelaskan, memang dalam penerapannya terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya adalah Perda Bali No. 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk melindungi kebudayaan dan lingkungan Alam Bali belum mengatur tentang imbal jasa bagi pelaku usaha yang terlibat sebagai mitra manfaat dan endpoint PWA.

“Saat itu intensif dan imbal jasa tidak kita atur dalam Perda karena itulah kita melakukan perubahan Perda menjadi Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2025 dan astungkara disetujui oleh Kemendagri termasuk juga dengan Pergubnya,” kata Koster dihadapan para GM/pimpinan hotel dan stakeholder pariwisata lainnya.

Koster menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh usaha pariwisata di Bali untuk ikut berpartisipasi dengan melakukan Kerjasama menjadi mitra manfaat dan endpoint dalam rangka optimalisasi pungutan wisatawan asing (PWA).

“Mitra manfaat dan endpoint dapat diberikan imbal jasa setingi-tingginya 3% dari perolehan pembayaran dan akan dibayarkan tiap triwulan,” kata Koster.

Baca Juga  9 Keluarga Isolasi Mandiri Terima Sembako dari Perbekel Desa Dangin Puri Klod

Ia berharap para pelaku usaha pariwisaha dapat turut berkontribusi dan terlibat aktif dalam mensukseskan program Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA) dengan turut mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint.

Sementara itu, penggunaan PWA nantinya akan difokuskan untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan Budaya Bali serta penanganan sampah di Bali.

Gubernur Koster juga menjelaskan, para pelaku usaha pariwisata harus berperan aktif dan bekerja sama dengan mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint agar penyelenggaraan Pungutan Bagi Wisatawan Asing berjalan dengan lancar dan sukses.

“Hasil pungutan dari Wisatawan Asing sungguh-sungguh memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan kepariwisataan Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Hasilnya akan digunakan antara lain untuk melindungi lingkungan Alam, Kebudayaan, dan Aura Spiritual Bali; menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan asing selama berada di Bali; meningkatkan pembangunan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan. Selain itu juga untuk penanganan sampah; dan meningkatkan layanan informasi kepariwisataan. Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan informasi penerimaan serta penggunaan dari hasil Pungutan Bagi Wisatawan Asing secara transparan dan akuntabel,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Jembrana Kembali Bangun Objek Wisata Green Cliff

Published

on

By

green cliff jembrana
NGERUAK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menghadiri upacara ngeruak pembangunan objek wisata Green Cliff dilanjutkan peletakkan batu pertama, Senin (14/7). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Objek wisata Green Cliff, yang berlokasi di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, dibangun pada tahun 2017 lalu oleh masyarakat setempat sempat menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Jembrana.

Green Cliff menawarkan pesona alam yang indah dengan pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana yang menenangkan.

Kendati sempat menjadi destinasi wisata favorit, adanya Pandemi Covid-19 memaksa sektor pariwisata mengalami masa sulit. Hal itu juga dialami oleh objek wisata Green Cliff. Sempat tidur cukup lama, sejumlah fasilitas pun sudah mulai rusak sehingga cukup membahayakan bagi para pengunjung.

Dengan potensi besar yang dimilikinya, Green Cliff melalui bantuan dari Aviantion Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Green Cliff akan segera dibangkitkan kembali.

Hal tersebut ditandai dengan upacara ngeruak yang diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Ulun Desa dan dilanjutkan dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, beserta anggota DPRD Jembrana, Senin (14/7).

Upacara ngeruak juga dihadiri oleh jajaran AFT Ngurah Rai, Balai Perhutanan Sosial Bali Nusra, KHP Bali Barat, Balai DAS Unda Anyar, KTH Wana Sari Asri serta masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Kembang mengatakan segala pekerjaan harus dimulai dengan berdoa, agar apa yang akan dikerjakan bisa berjalan dengan baik. Termasuk dengan pembangunan daya tarik wisata Green Cliff ini.

“Tadi kita berdoa bersama, agar seluruh perjalanan terutama pembangunan Green Cliff ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Baca Juga  9 Keluarga Isolasi Mandiri Terima Sembako dari Perbekel Desa Dangin Puri Klod

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan dengan adanya daya tarik wisata Green Cliff bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat di Banjar Bangli, desa Yehembang Kangin.

“Semoga atas doa kita bersama dan restu Tuhan Yang Maha Esa, seluruh upaya keras yang kita lakukan bersama ditambah dengan niat yang kuat, semua kegiatan hari dan ke depan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Aviantion Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa mengatakan pembangunan kembali Green Cliff diharapkan bisa kembali menjadi salah satu ikon destinasi wisata populer di Jembrana sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat disekitarnya.

“Hari ini kita ngeruak bukan hanya sebuah lokasi melainkan simbol harapan bersama bahwa sebuah kawasan bisa tumbuh menjadi ikon wisata alam yang lestari jika dikelola dengan kolaboratif dan penuh kesadaran,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengatakan pemanfaatan alam khususnya hutan bila dikelola dengan baik juga akan bisa memberikan banyak manfaat. Selain menjaga keseimbangan alam, juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar serimoni, ini adalah langkah awal menanam nilai, bukan hanya pohon. Kita sedang memulai babak baru dari perjalanan panjang pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Yang tidak hanya berbicara tentang konservasi, tapi juga kesejahteraan sosial dan budaya lokal,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca