Thursday, 18 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Gubernur Koster Komit Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Lokal

BALIILU Tayang

:

de
SERAHKAN BADAN HUKUM KOPERASI: Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan badan hukum koperasi kepada tiga koperasi dan penghargaan koperasi berkinerja dengan baik kepada 15 koperasi se-Bali.

Denpasar, baliilu.com  – Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan sejak dilantik menjadi Gubernur Bali 5 September 2018, telah berkomitmen untuk secara serius membangun ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

“Koperasi itu adalah satu dimensi yang menjadi perhatian serius saya dalam kaitan dengan perekonomian di Bali yang berbasis pada ekonomi kerakyatan,’’ ujar Gubernur Koster saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-73 dan UMKM Nasional ke-5 Tahun 2020 di Provinsi Bali bertajuk ‘Tatanan Kehidupan Era Baru Kebangkitan Koperasi sebagai Rumah Besar Pemberdayaan UMKM’ yang diselenggarakan di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (14/7-2020).

Gubernur Koster menyatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama hampir dua tahun terakhir menunjukkan komitmennya untuk membangkitkan akses UMKM dalam menjalankan roda perekonomian di Bali. Gubernur juga telah menunjukkan keberpihakannya terhadap UMKM, salah satunya dengan menggratiskan stan UMKM di ajang Pesta Kesenian Bali.

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Menurut Gubernur, koperasi dan UMKM di Bali harus dibangun dari hulu sampai ke hilir. “Dan pelakunya musti orang-orang lokal Bali,” tandasnya. Oleh karena itu, ia menambahkan koperasi dan UMKM ini harus berbasis pada potensi lokal Bali, baik itu pangan, sandang dan papan. Koperasi dan UMKM di Bali disebutnya harus memanfaatkan branding Bali yang sudah terkenal untuk memasarkan hasil produksinya, misalnya jeruk bali, salak bali, manggis bali, duren bali, biu bali, sapi bali, babi bali, anjing bali, beras bali, arak bali, anggur bali.

Dikatakan, apa yang dilakukan koperasi supaya melakukan usaha dari hulu sampai ke hilir, dia yang bertani, dia juga yang berproses dalam koperasi mengolah hasil produknya dan dia juga yang berdagang. Ini namanya koperasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Bukan dari rakyat buat orang lain. Jadi betul-betul riil dari hulu sampai ke hilir.

Baca Juga  Libatkan PKK, Kelurahan Sesetan Gelar Sosialisasi dan Pasang Stiker Wajib Masker

“Maka saya minta Pak Kadis Koperasi ini buatlah koperasi yang anggotanya itu adalah pelaku-pelaku ini,” ujarnya. Ia meminta agar Dinas Koperasi UMKM menghimpun para petani ke dalam lembaga koperasi sehingga bisa menjalankan usaha dari hulu sampai ke hilir sehingga bisa mensejahterakan masyarakat.

Apa yang harus difasilitasi, kata Gubernur pertama masalah permodalan, ada KUR, kalau di Jakarta bunganya  6 persen tetapi kalau perlu BPD jangan 6 persen tetapi 5 persen maksimum. Tahun 2021 juga keluar Pergub Penguatan Modal Masyarakat dimana bunganya di bawah 5 persen dan itu bisa dimanfaatkan.

Kedua adalah pendampingan untuk pengolahan dan pengembangan produksi. Di Bali punya sumbernya di Politeknik Unud. Lanjut disain kemasan dan pasarnya. ‘’Pergub 99 (Tahun 2018, red) saya berlakukan dan saya langsung kampanye supaya hotel dan restoran di Bali wajib menggunakan produk hasil kerajinan koperasi dan UMKM kita. Lamun sing keto jeg kar uyutang,’’ ujar Gubernur Koster.

Lanjut, ‘’Nanti saya akan operasi di hotel-hotel apa ada ruang UMKM belum. Itu cara saya. Supaya dia betul-betul punya komitmen kepedulian terhadap rakyat Bali dengan perekonomian Bali.’’

Gubernur mengaku kini sedang berupaya agar Bali ini menjadi super hub untuk pariwisata dan produk ekspor impor. Terutama sekali ekspor sehingga nantinya produk Bali punya akses pasar ke luar negeri. ‘’Itu yang saya lakukan maka saya mulai sekarang menumbuhkan ekonomi lokal Bali ini satu-satu, busana Bali, akan dibangun industri olahan jeruk, manggis, anggur kemudian kakau, kita akan bangun industrinya sebagai hilirisasi daripada pangan pertanian,’’ ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur berharap Peringatan Hari Koperasi tidak sekedar bersifat seremonial, namun melakukan hal yang bermanfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga  Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai, Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Mancing ST Widya Dharma Banjar Penyaringan Sanur Kauh

Sebelumnya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali Ketut Tiwi Effendi mengatakan, dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh koperasi. Kendatipun demikian, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan HUT Koperasi ke-73 dan hari UKM Nasional ke-5 Tahun 2020 ini.

Beberapa kegiatan telah dilakukan serangkaian Hari Koperasi seperti webinar pemberdayaan koperasi, webinar dengan LPDB tentang bagaimana koperasi mengakses permodalan, webinar bisnis UMKM, penilaian koperasi terbaik, dan gerakan bagi sembako untuk hindari PHK.

Tiwi mengapresiasi peran Gubernur dan Pemprov Bali dalam menjaga stabilitas perekonomian koperasi dan UMKM saat pandemi. “Pemprov banyak memberikan dorongan berupa stimulus kepada sektor informal. Jadi seluruh dana yang dikucurkan untuk kesejahteraan masyarakat Bali hampir Rp 94,4 miliar,” kata Tiwi.

Pada kesempatan ini Gubernur Koster melakukan penyerahan badan hukum koperasi kepada tiga koperasi dan penghargaan koperasi berkinerja dengan baik kepada 15 koperasi se-Bali. (gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Survei Juni 2024, Penjualan Eceran Bali Terus Tumbuh

Published

on

By

survei penjualan eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Juni 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Juni 2024 yang diprakirakan sebesar 113,4 atau meningkat 1,9% (mtm) dibandingkan bulan Mei 2024.

Hal ini menunjukkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100). IPR Bali tetap dalam tren peningkatan selama 16 (enam belas) bulan terakhir. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub-Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 6,0% (mtm), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 5,5% (mtm) dan Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 5,4% (mtm). Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas libur dan cuti bersama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Adha dan periode libur sekolah sehingga mendorong meningkatnya kegiatan pariwisata di Bali.

Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan penjualan eceran secara nasional juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,1% (mtm) yakni dari 228,1 pada Mei 2024 menjadi 232,8 pada Juni 2024.

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wabup Suiasa Bersama Undwi Gelar Bersih-bersih di Pantai Petitenget
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei BI Bali Juni 2024, Optimisme Konsumen Tetap Kuat

Published

on

By

survei konsumen bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan Juni 2024 yang tercatat sebesar 140,00, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 140,08 dan tetap terjaga pada level optimis (indeks > 100).

Optimisme konsumen yang terjaga juga didorong oleh stabilitas harga, khususnya bahan makanan di tengah periode panen hortikultura pada bulan Juni. Sementara itu, IKK nasional tercatat sebesar 123,3, menurun dari bulan sebelumnya sebesar 125,2 namun masih tetap berada pada level optimis. Survei konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui tingkat keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa Keyakinan Konsumen di Bali pada Juni 2024 yang tetap optimis ditopang oleh capaian Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang meningkat dari 146,33 menjadi 148,50 (1,48% mtm). Hal ini didorong oleh komponen pembentuk IEK, terutama pada Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang yang tumbuh 2,33% (mtm) menjadi sebesar 154,0, dan Indeks Ekspektasi Penghasilan yang tumbuh 3,14% (mtm) menjadi sebesar 148,0.

Di sisi lain, keyakinan konsumen tertahan Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) yang melambat 1,74% mtm dari 133,83 menjadi 131,50. Hal ini disebabkan komponen pembentuk IKE yakni Indeks Penghasilan Saat Ini dibandingkan 6 bulan yang lalu tercatat turun 1,78% (mtm) menjadi sebesar 138,0.

Demikian pula pada indeks konsumsi barang tahan lama dibandingkan 6 bulan yang lalu tercatat turun 6,10% (mtm) menjadi 115,00. Meskipun demikian, secara umum capaian tersebut masih berada pada zona optimis. Ekspektasi konsumen yang tetap terjaga di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan, perkembangan investasi, meningkatnya produktivitas dan daya saing serta membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tetap kuat. Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Turnamen Tenis Meja Perbekel Cup I Desa Padangsambian Klod

Untuk itu, Erwin Soeriadimadja menyampaikan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali senantiasa berkoordinasi erat guna mengawal stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target 2,5%±1%. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Panen Raya di Bulan Mei Picu Bali Alami Deflasi

Published

on

By

bali deflasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, perkembangan harga Provinsi Bali pada Mei 2024 secara bulanan mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) dan lebih dalam dibandingkan deflasi nasional sebesar -0,03% (mtm).

Namun secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 3,54% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,84% (yoy). Secara spasial, Singaraja mengalami deflasi paling dalam yaitu sebesar -0,33% (mtm) atau 2,92% (yoy), diikuti Tabanan mengalami deflasi sebesar -0,28% (mtm) atau 3,56% (yoy), Badung mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm), atau 4,01% (yoy), dan Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm), atau 3,52% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan pers mengatakan berdasarkan komoditasnya, deflasi terutama bersumber dari penurunan harga beras, tomat, daging ayam ras, sawi hijau, dan cabai rawit. Penurunan harga beras dan cabai rawit didorong oleh melimpahnya pasokan sehubungan dengan masuknya musim panen raya di Provinsi Bali.

‘’Penurunan harga tomat dan sawi hijau sejalan dengan meningkatnya pasokan dari Jawa dan membaiknya cuaca. Selanjutnya, penurunan daging ayam ras didorong oleh meningkatnya pasokan dari Jawa dan menurunnya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak,’’ ujar Erwin.

Sementara itu, lanjut Erwin, laju deflasi yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan harga bawang merah dan tarif parkir. Pada Juni 2024, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain kenaikan harga minyak kelapa sawit global yang berpotensi merambat ke harga minyak goreng dan bahan bakar di dalam negeri, ketidakpastian cuaca memengaruhi kesuburan tanaman, termasuk tanaman gumitir yang menjadi salah satu komponen canang sari, serta adanya konflik global yang berpotensi berpengaruh pada harga komoditas global yang dapat merambat ke harga-harga dalam negeri.

Baca Juga  Dekranasda Denpasar Distribusikan Bantuan Beras Dekranasda Provinsi

‘’Namun, terdapat beberapa faktor yang berpotensi menahan kenaikan inflasi lebih tinggi, diantaranya peningkatan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat dan penurunan harga jagung global sebagai bahan baku ternak, khususnya daging ayam ras dan telur ayam ras,’’ ujarnya.

TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka kebijakan 4K antara lain: (i) Pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah dan pemantauan harga terus diintensifkan, terutama untuk komoditas bahan pangan strategis; (ii) Imbauan Penjabat Gubernur Bali kepada jajaran di kabupaten/kota untuk memanfaatkan lahan pemerintah provinsi untuk ditanami tanaman bahan pokok sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi; (iii) Mendorong kerja sama antardaerah dan pemberian benih unggul di beberapa kabupaten, seperti Badung dan Tabanan; serta (iv) Pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

‘’Melalui langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2024 tetap akan terjaga dan terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca