Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster Serahkan Hadiah Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali 2022, Total Nilai Rp 1,7 Miliar

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Koster menyerahkan hadiah Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali 2022 dengan total nilai Rp 1,7 miliar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan selamat kepada seluruh Yowana / Sekaa Teruna Teruni (STT) yang meraih juara dan penghargaan sebagai pemenang Lomba Ogoh-ogoh se-Bali Tahun 2022 yang ditandai dengan mengajak seluruh Yowana toast kopi tanpa gula isi arak tradisional lokal Bali pada, Minggu (Redite Pon, Kulantir) 17 April 2022 di Jayasabha, Denpasar.

Dalam acara penyerahan Penghargaan Pemenang Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali Tahun 2022 ini, dihadiri langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, Penyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali, I Ketut Sumarta, Bendesa Madya MDA Kabupaten/Kota Se-Bali, Yowana MDA Bali dan Kabupaten/Kota Se-Bali, dan STT yang tercatat sebagai pemenang Lomba Ogoh – ogoh.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan Lomba Ogoh – ogoh Se-Bali Tahun 2022 ini diadakan berawal dari adanya audiensi dari Yowana MDA Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Bali dengan mengajak para seniman Ogoh – ogoh salah satunya Nyoman Gede Sentana Putra alias Kedux dari Banjar Tainsiat, Denpasar dan Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam atau Gusman dari Tampaksiring, Gianyar ke Jayasabha. “Saat audiensi, semua Yowana menyatakan komitmennya untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan saya tergugah, hingga mengijinkan para Yowana melakukan Nyomya Bhuta Kala mapiranti antuk Ogoh – ogoh di wewidangan Banjar Adat setelah berkomunikasi dengan Bendesa Agung MDA Provinsi Bali,” cerita Gubernur Wayan Koster.

Tidak berhenti sampai disana, guna menghormati dan memotivasi para generasi muda kita di dalam membuat karya yang luar biasa berupa Ogoh – ogoh dengan hasil karya yang sangat kreatif dan bernilai seni budaya Bali dari tahun ke tahun atau setiap Rahina Hari Suci Nyepi, maka saya memiliki ide untuk melombakan Ogoh – ogoh ini dengan memberikan hadiah dan piagam penghargaan kepada: 1) Ogoh – ogoh Terbaik I untuk masing-masing Kabupaten/Kota di Bali sebesar Rp 50 juta; 2) Ogoh – ogoh Terbaik II untuk masing-masing Kabupaten/Kota di Bali sebesar Rp 35 juta; 3) Ogoh – ogoh Terbaik III untuk masing – masing Kabupaten/Kota di Bali sebesar Rp 25 juta; dan 4) Sebanyak 144 Terbaik Kecamatan se-Bali mendapat hadiah sebesar Rp 5 juta. “Secara keseluruhan total hadiahnya mencapai Rp 1,7 miliar,” jelas Gubernur Bali jebolan ITB ini yang disambut tepuk tangan oleh para Yowana dan Sekaa Teruna Teruni di Bali.

Suksesnya penyelenggaraan Lomba Ogoh – ogoh Se-Bali Tahun 2022 ini, kata Gubernur Koster berkat semangat dan spirit dari anak – anak muda yang begitu antusias membuat Ogoh – ogoh dengan berbagai kreasi dan inovasinya di berbagai tempat seperti Bale Banjar, dan bahkan sempat saya kunjungi langsung para Sekaa Teruna yang begitu semangat mengerjakan Ogoh – ogoh sampai dinihari hingga saya bawakan nasi jinggo lengkap dengan kopi tanpa gula isi arak, supaya semangat.

Baca Juga  <strong>Teks Susastra Bali Sebut Gunung Agung yang Maha Mulia</strong>

Gubernur Koster lebih lanjut menyampaikan rasa bangganya, setelah melihat semangat para Yowana atau STT menyambut Rahina Suci Nyepi Maret dengan Nyomya Bhuta Kala mapiranti antuk Ogoh – ogoh, ternyata astungkara selama kegiatan Ogoh – ogoh berlangsung dan berselang beberapa harinya, tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini kemudian membuat saya ber-eksperimen dan meyakinkan Pemerintah Pusat untuk tidak perlu lagi ragu – ragu membuka Wisatawan Mancanegara (Wisman) tanpa karantina.

“Apa yang saya perjuangkan ke Pemerintah Pusat bersyukur terwujud pada tanggal 7 Maret 2022, dimana Wisman yang datang ke Bali diberlakukan tanpa karantina serta diberikan kebijakan khusus Visa On Arrival (VOA), sehingga Wisman yang datang ke Bali setelah tanggal 7 Maret 2022 cukup banyak dan selama 2 minggu, saya amati ternyata juga tidak menimbulkan kasus Covid-19. Itu artinya kita berhasil mengelola Covid-19 dengan catatan berkomitmen melakukan vaksin booster mencapai 30 persen sampai tanggal 14 Maret 2022,” kata Gubernur Wayan Koster.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster yang tercatat telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali ini mengajak para Yowana dan STT di Bali kedepannya untuk terus berkarya dan berinovasi di setiap perayaan Rahina Suci Nyepi dengan menciptakan karya Ogoh – ogoh yang merupakan bagian dari upaya kita memajukan kebudayaan Bali guna memperkuat adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali agar Pulau Bali ini Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Yowana adalah bagian dari lapisan generasi di Bali untuk menjaga kebudayaan kita secara bersama – sama yang merupakan warisan adi luhung para leluhur, pangelingsir, dan tetua kita di Bali, sehingga saya mengajak agar para Yowana untuk terus merawat, menjaga, dan menjadi generasi yang bertanggung jawab serta tidak membawa budaya – budaya luar yang bisa merusak tatanan kehidupan kita di Bali. Jagalah Bali, proteksilah Bali sekuat – kuatnya, agar Bali bisa eksis berkelanjutan di dalam memasuki peradaban baru dengan memanfaatkan teknologi digital tanpa meninggalkan budaya Bali itu sendiri,” pungkasnya.

Gubernur Koster lakukan toast arak Bali bersama Sekaa Teruta se-Bali. (Foto: Ist)

Sementara Pemenang Lomba Ogoh – Ogoh Se-Bali Tahun 2022 Terbaik I, II, dan III Tingkat Kabupaten/Kota diantaranya, yaitu : 1) ST.Kusuma Eka Lila Sucita, ST. Astiti Dharma, dan ST. Purwa Purbata dari Kabupaten Gianyar; 2) ST.Eka Cita, ST.Wimuda Ped Jaya Sakti, dan ST.Santika Dharma dari Kabupaten Jembrana; 3) ST.Tunas Muda, ST.Marga Utama, dan ST.Eka Murti Yowana dari Kota Denpasar; 4) ST.Dharma Shanti, ST.Semeton Lingkar, dan ST.Yowana Panji Saraswati dari Kabupaten Karangasem; 5) ST.Taruna Patria, ST.Sri Sadhana Yowana Dharma, dan ST.Budhi Sentana dari Kabupaten Tabanan; 6) ST.Eka Bhuana Tunggal Budhi, ST.Dharma Sentana, dan ST.Watugunung dari Kabupaten Badung; 7) ST.Satya Dharma, ST.Tri Budhi Yasa, dan ST.Satya Darma Winangun dari Kabupaten Klungkung; 8) ST.Catur Yoga, ST.Giri Kusuma, dan ST.Tunas Teratai Tunjung Mekar dari Kabupaten Buleleng; 9) ST.Asta Dharma Kerti, ST.Tri Sophana Karya, dan ST.Eka Widya Murti dari Kabupaten Bangli.

Baca Juga  Di Tengah Hujan Deras, Tiga Ogoh-ogoh Diberangkatkan Menuju Puspem Badung

Sedangkan Terbaik Lomba Ogoh – Ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Gianyar, yaitu : 1) ST. Dharma Chanti, Kec.Sukawati; 2) ST. Dwi Tunggal Asrama, Kec.Sukawati; 3) ST. Prajamukti, Kec.Blahbatuh; 4) ST. Dharma Putra Kencana, Kec.Blahbatuh; 5) ST. Dwi Eka Mandala, Kec.Blahbatuh; 6) ST. Jaya Tama, Kec.Gianyar; 7) ST. Wira Dharma, Kec.Gianyar; 8) ST. Remaja Putra Wangsa, Kec.Ubud; 9) ST. Manik Kencana, Kec.Ubud; 10) ST. Widya Kesuma, Kec.Ubud; 11) ST. Dharma Sentana Werdhi, Kec Payangan; 12) ST. Peramma, Kec Payangan; 13) ST. Semara Rsi, Kec Payangan; 14) ST. Rama Sita, Kec.Tampaksiring; 15) ST. Eka Dharma Laksana, Kec.Tampaksiring; 16) ST. Guna Jenyana, Kec.Tegallalang; 17) ST. Yowana Dharma Thula, Kec.Tegallalang; dan 18) ST. Dharma Bakti, Kec.Tegallalang.

Terbaik Lomba Ogoh – ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Jembrana, yaitu: 1) ST. Yowana Ksatria Nadi, Kec.Melaya; 2) ST. Satya Dharma Bhakti, Kec.Negara; 3) ST. Yowana Dharma Cakra, Kec.Negara; dan 4) ST. Dharma Semara, Kec.Mendoyo.

Terbaik Lomba Ogoh – Ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kota Denpasar, yaitu: 1) ST.Candra Methu, Kec. Denpasar Utara; 2) ST.Eka Manggala Danendra, Kec. Denpasar Utara; 3) ST.Tunjung Mekar, Kec. Denpasar Timur; 4) ST.Dharma Satwika, Kec. Denpasar Timur; 5) ST.Eka Adnyana, Kec. Denpasar Barat; 6) ST.RUPPTI, Kec. Denpasar Barat; 7) ST.Satria Yowana, Kec. Denpasar Barat; 8) ST.Eka Laksana, Kec. Denpasar Selatan; dan 9) ST.Sari Sanggraha, Kec. Denpasar Selatan.

Terbaik Lomba Ogoh – Ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Karangsem, yaitu: 1) ST.Jaya Pangus, Kec.Karangasem; 2) ST.Anom Darsana, Kec.Karangasem; 3) ST.Pandan Wangi, Kec.Abang; 4) ST.Jumetra, Kec.Abang; 5) ST.Wiratama, Kec.Bebandem; 6) ST.Darma Praja Winangun, Kec.Bebandem; 7) ST.Yowana Sadhi Praja Pesangkan, Kec.Selat; 8) ST.Panji Yowana Kerti, Kec.Selat; 9) ST.Prawerti Dharma Cita, Kec.Sidemen; 10) ST.Yowana Sari, Kec.Rendang; 11) ST.Candra Winangun Kerti, Kec.Rendang; 12) ST.Yowana Sari, Kec.Rendang; 13) ST.Semarajaya, Kec.Manggis; 14) ST.Giri Yowana Sari, Kec.Manggis; 15) ST.Eka Bhuana Jaya, Kec.Manggis; 16) ST.Yowana Widya Guna, Kec.Kubu; dan 17) ST.Anak Pedahan Berkarya, Kec.Kubu.

Baca Juga  Resmikan Bale Kertha Adhyaksa Gianyar, Gubernur Koster Dorong Selesaikan Permasalahan di Tataran Desa Adat

Terbaik Lomba Ogoh – ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Tabanan, yaitu: 1) ST.Budhi Darcana, Kec.Selemadeg Timur; 2) ST.Yowana Sanjiwani, Kec.Selemadeg Timur; 3) ST.Pradnya Paramitha, Kec.Selemadeg; 4) ST.Susila Dharma, Kec.Selemadeg; 5) ST.Bhakti Karya, Kec.Marga; 6) ST.Sila Yukthi, Kec.Marga; 7) ST.Puspa Giri Bhakti, Kec.Marga; 8) ST.Eka Dharma Wilangun, Kec.Selemadeg Barat; 9) ST.Dharma Stiti, Kec.Selemadeg Barat; 10) ST.Syandana, Kec.Selemadeg Barat; 11) ST.Giri Kusuma, Kec.Penebel; 11) ST.Chaak, Kec.Penebel12) ST.Sangumertha, Kec.Kediri; 13) ST. Diwakara, Kec.Kediri; 14) ST.Prasadharma, Kec.Tabanan; 15) ST.Eka Dharma Panca Kerti, Kec.Tabanan; 16) ST.Tunas Dharma, Kec.Tabanan; 17) ST.Dharma Putra, Kec.Baturiti; 18) ST.Mekar Sari, Kec.Baturiti; 19) ST. Yowana Dharma, Kec.Baturiti; 20) ST. Tunas Mekar, Kec.Kerambitan; 21) ST.Youth South, Kec.Pupuan; dan 22) ST.Yowana Chandra Kumara, Kec.Pupuan.

Terbaik Lomba Ogoh – ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Klungkung, yaitu: 1) ST.Dharma Bhakti, Kec.Banjarangkan; 2) ST.Setia Bakti, Kec.Banjarangkan; dan 3) ST.Sari Laksana, Kec.Dawan.

Terbaik Lomba Ogoh – ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Buleleng, yaitu: 1) ST.Tunjung Mekar, Kec.Banjar; 2) ST.Yowana Darma Bhakti, Kec.Banjar; ST.Eka Dharma, Kec.Banjar; 3) ST.Bukit Bersatu, Kec.Busungbiu; 4) ST.Badar Agung, Kec.Busungbiu; 5) ST.Cruti Widya Sesana, Kec.Busungbiu; 6) ST.Yowana Puspita Mandala, Kec.Gerogak; 7) ST.Satya Darma, Kec.Gerogak; 8) ST.Sanggalangit, Kec.Gerogak; 9) ST.Tri Mitra Dharma, Kec.Kubutambahan; 10) ST.Truna Taruna Murti, Kec.Kubutambahan; 11) ST.Duta Yowana, Kec.Kubutambahan; 12) ST.Sambadha Yowana, Kecamatan Seririt; 13) ST.Eka Santih Dharma, Kecamatan Seririt; 14) ST.Maha Bhakti Yowana, Kecamatan Seririt; 15) ST.Panca Dharma Yowana, Kec.Sawan; 16) ST.Dharma Wahana, Kec.Sawan; 17) ST.Sulaga Sari, Kec.Buleleng; 18) ST.Paramuda Peduli Pertiwi, Kec.Buleleng; 19) ST.Yowana Satya Dharma, Kec.Sukasada; 20) ST. Kelompok Yowana Gunung Mekar, Kec.Sukasada; 21) ST.Giri Kencana, Kec.Tejakula; dan 22) ST.Kembang Sari Wangi, Kec.Tejakula.

Terbaik Lomba Ogoh – ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Badung, yaitu: 1) ST.Jaya Canthi, Kec.Kuta; 2) ST.Yuwana Giri, Kec.Kuta; 3) ST.Yowana Satya Laksana, Kec.Kuta Selatan; 4) ST.Dharma Laksana, Kec.Mengwi; 5) ST.Satya Muni, Kec.Mengwi; 6) ST.Kembang Wijaya, Kec.Abiansemal; 7) ST.Swakarya, Kec.Abiansemal; 8) ST.Budhi Luhur, Kec.Abiansemal; 9) ST.Catur Yowana Giri, Kec.Petang; 10) ST.Semara Dahana, Kec.Petang; dan 11) ST.Ulusari, Kec.Petang.

Terbaik Lomba Ogoh – Ogoh Se-Bali Tahun 2022 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Bangli, yaitu: 1) ST. Dharma Yadnya, Kec. Bangli; 2) ST. Murdaning Cita, Kec. Bangli; 3) ST. Putra Dharma Seraya, Kec. Bangli; 4) ST. Sunia Mandala Giri, Kec.Tembuku; 5) ST. 80 (Ulung Dasa), Kec.Tembuku; 6) Kesuma Giri, Kec.Kintamani; 7)   Satya   Kusuma   Yuda,   Kec.Kintamani;   dan   8)   Wisnu   Sedana,   Kec.   Susut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Doakan “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah “Labda Karya”

Krama Adat Apresiasi Kehadiran Wagub Giri sebagai Bukti Kepedulian Pemprov Bali terhadap Kelestarian Adat dan Budaya Bali

Loading

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Delodbrawah untuk masikian dalam menjalankan swadharma agama serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Pesan persatuan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026.

Wagub Giri Prasta yang hadir didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna turut mendoakan agar pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa tersebut prasida memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya.

“Titiang merasa bangga atas terlaksananya karya ini. Semoga krama Desa Adat Delodbrawah senantiasa sagilik saguluk, salunglung sabayantaka, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga menghaturkan punia senilai Rp 25 juta yang diterima Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya. Selain itu, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gamelan jegog serta masing-masing Rp 500 ribu kepada para penari.

Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung, tersebut menegaskan bahwa upacara yang diselenggarakan merupakan wujud bhakti seluruh krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah.

“Jadi, apa yang sudah baik ini agar terus dilestarikan supaya generasi penerus kita, oka-oka atau anak-anak, alit-alit, hingga cucu, menjadikannya sebagai landasan dalam menjalankan swadharma di desa adat agar berjalan dengan baik,” jelas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Baca Juga  Hadiri Upacara Tawur Tabuh Gentuh, Gubernur Koster: Inilah Budaya dan Tradisi yang Harus Dilestarikan

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya menyampaikan bahwa rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah telah dimulai sejak 31 Juli 2026. Puncak karya berlangsung pada 11 Agustus 2026, sedangkan seluruh rangkaian upacara dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Karya ini kami selenggarakan dengan tujuan menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Desa lan Pura Puseh sekaligus sebagai pengikat keharmonisan alam beserta isinya secara niskala dan sekala di desa adat, dengan doa agar seluruh krama dianugerahi keamanan dan kesejahteraan,” ujar I Ketut Narya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pada upacara ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kelestarian adat dan budaya Bali yang telah menjadi jati diri desa adat,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Bagus Alit Sucipta “Ngupasaksi” Puncak “Piodalan Padudusan Agung” di Pura Dalem Desa Adat Ambengan

Published

on

By

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Putu Yunita Oktarini menghadiri Puncak Piodalan Padudusan Agung Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Ambengan.
HADIRI PIODALAN: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Putu Yunita Oktarini saat hadiri Puncak Piodalan Padudusan Agung Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Ambengan, Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih dan Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Tawur Balik Sumpah Madyaning Utama berlangsung khidmat di Pura Dalem Desa Adat Ambengan, Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Rabu (12/8). Prosesi ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta yang hadir sebagai upasaksi dengan didampingi anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini.

Karya dipuput oleh Ida Pedanda Geria Gede Cau Belayu dan dihadiri Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Bendesa Adat Ambengan I Made Miasa, serta seluruh krama pengempon Pura Dalem Desa Adat Ambengan.

Sebagai bentuk dukungan nyata dan perhatian mendalam dari Pemerintah Kabupaten Badung terhadap kelancaran upacara keagamaan tersebut, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 1,5 miliar.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Ambengan. Menurutnya, kegotongroyongan dan semangat menyama braya warga sangat terlihat dalam menyukseskan karya suci ini.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Ambengan atas semangat menyama braya, gotong-royong, dan kebersamaan sehingga pelaksanaan karya suci ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Wabup juga berharap pelaksanaan karya suci tersebut dapat memancarkan kerahayuan, kesehatan, kesejahteraan, serta menjaga keseimbangan alam semesta. Ia sekaligus mengajak seluruh krama untuk terus meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.

“Semoga krama Desa Adat Ambengan senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, kesukertan, dan rezeki. Kami juga mengajak seluruh krama untuk terus ngrastiti bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Astungkara, setelah karya suci ini, kebaikan datang dari segala arah dan membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ucap Bagus Alit Sucipta.

Baca Juga  <strong>Teks Susastra Bali Sebut Gunung Agung yang Maha Mulia</strong>

Sementara itu, Bendesa Adat Ambengan I Made Miasa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Badung beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan moril maupun materiil yang telah dikucurkan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Badung dan Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memberikan dukungan, sehingga seluruh rangkaian karya suci ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan krama Desa Adat Ambengan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Miasa memaparkan bahwa rangkaian karya suci ini telah berjalan secara maraton selama kurang lebih empat bulan. Berbagai tahapan prosesi upakara prabawa telah dituntaskan secara bertahap, di antaranya ritual matur piuning, nunas tirta, mecaru, serta upacara sakral lainnya sebagai bagian dari persiapan matang menuju puncak karya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Ikuti Prosesi Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara di Pura Puseh Desa Adat Sumerta.
HADIRI MELASPAS: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta bertepatan dengan Rahina Tilem Karo, Rabu (12/8) petang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta bertepatan dengan Rahina Tilem Karo, Rabu (12/8) petang.

Tampak krama adat setempat dengan khidmat mengikuti setiap prosesi Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta.

Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, Camat Denpasar Timur, Ni Ketut Sri Karyawati serta seluruh krama Desa Adat Sumerta.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upacara Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan Sradha Bhakti sebagai upaya menjaga harmonisasi sebagai implementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Jaya Negara.

Sementara Kelihan Penyatusan Pengamong Pura Puseh Desa Adat Sumerta, I Made Budiarta mengatakan bahwa upacara Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta ini dilaksanakan setelah proses pembenahan Pelawatan Ida Bhatara Pura setempat tuntas dilaksanakan. Upacara ini sendiri dipuput oleh Ida Pedanda Griya Tegal Jingga.

“Proses pengerjaan perbaikan telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Dimana, setelah tuntas dikerjakan, dilanjutkan dengan proses Ngeratep, Melaspas dan Pasupati. Setelah itu turut dilaksanakan Upacara Nyangcang di Setra Adat Sumerta yang dilanjutkan dengan Upacara Melasti,” paparnya.

Baca Juga  Gubernur Koster: 7 Maret 2022, Bali Tanpa Karantina dan Layanan VOA bagi PPLN

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama Desa Adat Sumerta kepada Ida Bhatara Sesuhunan. “Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kebaikan serta kemakmuran bagi seluruh krama desa,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca