Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster-Wagub Cok Ace Sampaikan Laporan Dua Tahun Capaian Kinerja Memimpin Bali

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

Denpasar, baliilu.com – Sabtu, 5 September 2020 ini, tepat dua tahun kepemimpinan pasangan  Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) menahkodai Pemerintah Provinsi Bali. Dalam dua tahun kepemimpinan pasangan gubernur dan wakil gubenur Bali  yang dilantik  Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 5 September 2018 ini, telah menghasilkan berbagai kemajuan berarti bagi Pulau Dewata.

Hal ini terungkap saat Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace menyampaikan laporan pencapaian kinerja yang telah dilakukan kepada seluruh masyarakat Bali yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar dan disiarkan secara daring/online, Sabtu (5/9).

Dalam laporannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, visi Pembangunan Daerah Bali yaitu “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU, berisi arah kebijakan dan program lima bidang prioritas. Yaitu meliputi, pertama adalah bidang pangan, sandang, dan papan. Kedua, bidang kesehatan dan pendidikan. Ketiga, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Keempat,  bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Dan kelima adalah bidang pariwisata. Kelima bidang prioritas itu didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi.

Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

Gubernur Koster juga melaporkan bahwa dalam dua tahun ini telah berhasil menyelesaikan 40 regulasi terdiri dari 15 peraturan daerah (Perda) dan 25 peraturan gubernur (Pergub). Keseluruhan peraturan tersebut merupakan landasan hukum untuk meletakkan dasar-dasar dalam rangka menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali. Norma yang diatur dalam peraturan-peraturan itu bersifat progresif, transformatif, dan inovatif yang memberi kepastian untuk menyelenggarakan kebijakan lima bidang prioritas agar berjalan dengan tatanan yang baik secara permanen dan berkelanjutan. “Jadi tahapan selanjutnya harus dilakukan sosialisasi, edukasi, dan implementasi agar visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana benar-benar terwujud dalam memasuki Bali Era Baru,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu pula, Gubernur Bali asal Sembiran Buleleng ini juga menyatakan bahwa selama dua tahun kepemimpinannya telah berhasil mencapai kinerja yang menjadi target pelaksanaan program lima bidang prioritas. Sejumlah pencapaian kinerja itu di antaranya adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 3,78% dengan menempati peringkat satu dalam kelompok provinsi dengan angka kemiskinan terendah secara nasional. Ini merupakan prestasi pertama kali melampaui Provinsi DKI Jakarta.

Capain kinerja berikutnya ialah menurunkan angka pengangguran terbuka menjadi 1,21% dengan menempati peringkat satu terendah dalam kelompok provinsi dengan angka kemiskinan terendah secara nasional. Selanjutnya, mempertahankan Bali sebagai pulau dengan predikat destinasi pariwisata terbaik di dunia versi Trip-Advisor untuk tahun 2020. Kemudian capain dengan memperoleh peringkat terbaik dua secara nasional dalam Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK). Disusul, peringkat satu dari lima provinsi terbaik nasional dalam pelaksanaan program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS PK) dari KPK RI.

Baca Juga  Rapid Test Massal akan Akhiri Pandemi, Dewa Indra: Pemprov Siap Dukung Rapid Test Massal di Bali

Sedangkan khusus bidang adat telah diwujudkan secara nyata program menyeluruh untuk penguatan kedudukan, fungsi, tugas, dan kewenangan desa adat. Di antaranya, pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa Adat beserta peraturan pelaksanaannya. Kemudian mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD Provinsi Bali untuk tiap desa adat sebesar Rp 300 juta dengan total alokasi mencapai Rp 447,9 miliar untuk 1.493 desa adat.

Tak hanya itu, dibentuk pula Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang secara khusus mengurus desa adat. Sejalan dengan hal itu, juga telah dibangun dan diresmikan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Juga sedang dibangun Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Gianyar, serta Kota Denpasar.

“Pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali dengan dana yang dihimpun dari CSR. Kecuali Kabupaten Gianyar menggunakan dana APBD. Pembangunan ini akan selesai pada bulan Desember 2020. Untuk Kabupaten Badung dan Klungkung akan dibangun tahun 2021,” sebut Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali.

Selain itu, ia menyatakan juga telah dicapai kemajuan dalam berbagai bidang. Antara lain, meningkatnya produksi dan omzet penjualan produk busana adat Bali yang merupakan hasil nyata dari penerapan Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali. Disusul capaian berkurangnya sampah plastik sekali pakai mencapai 90% pada pasar modern, hotel, serta restaurant, dan 35% pada pasar tradisional. Ini merupakan hasil nyata dari penerapan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Koster-Ace melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus.

Yang tak kalah penting adalah keberpihakan nyata pada kearifan lokal, yaitu mulai menggeliat usaha destilasi arak Bali sebagai buah penerapan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Hal tersebut, ia sebut sebagai kado istimewa kepada kaum Marhaen petani arak Bali.

Selanjutnya, disampaikan pula pencapaian baru untuk memenuhi impian dan harapan krama Bali dalam program pembangunan infrastruktur. Pertama, telah selesai pembangunan shortcut ruas jalan Singaraja – Mengwitani titik 3, 4, 5, dan 6, yang akan dilanjutkan pada titik 7, 8, 9, dan 10. Pembebasan lahan bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp 193,5 miliar. Sedangkan pembangunan konstruksi jalan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 968 miliar. Kedua, telah dimulai pembangunan pelabuhan segitiga Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan yang akan selesai pada tahun 2021. Pembangunan menggunakan dana dari APBN Kementerian Perhubungan dengan Pagu Anggaran Rp 450 miliar. Ketiga, telah dimulai tahapan pelaksanakan Program Pelindungan Kawasan Suci Besakih, yang meliputi pembangunan gedung parkir dan penataan kawasan Bencingah. Pembangunan dengan total anggaran Rp 900 miliar ini bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp 400 miliar dan APBN Kementerian PUPR Rp 500 miliar. Keempat, telah mulai tahapan pelaksanaan pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung. Tahun 2020 ini dimulai program normalisasi Tukad Unda, pembebasan lahan, dan penyusunan desain. Sumber pendanaan dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, dan APBN Kementerian PUPR. Dan Kelima Telah mulai pelaksanaan pengembangan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021. Sumber pendanaan dari APBN Kementerian PUPR.

Baca Juga  Aksi Sosial Satgas Covid-19 MGPSSR Bali di Bangli, Jro Pasek Wayan Diar: Dimana pun Lakukan Edukasi dan Sosialisasi Covid-19

Melihat dari capaian tersebut, menurutnya patut disyukuri bahwa di tengah- tengah masa pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dana besar dari APBN dan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana. Hal ini terwujud berkat perhatian dan dukungan kuat Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju.

“Hal penting yang perlu titiang sampaikan terkait penanganan pandemi Covid-19, Bali memperoleh penilaian baik dari Pemerintah Pusat. Mencakup, pengendalian jumlah kasus baru positif, peningkatan angka kesembuhan, dan pengendalian angka kematian. Keseluruhan program penanganan Covid-19 dialokasikan anggaran Rp 756 miliar pada APBD Semesta Berencana Provinsi Bali untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak terhadap ekonomi, dan masyarakat. Yang sangat membanggakan kita semua, bahwa Bali menjadi percontohan dalam penanganan Covid-19 dengan memberdayakan desa adat melalui pembentukan Satgas Gotong-Royong yang bersinergi dengan relawan desa/ kelurahan, aparat TNI, dan Polri,” paparnya.

Sedangkan dalam rangka meningkatkan penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Peraturan Walikota dan Peraturan Bupati se-Bali sesuai Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 4 Tahun 2020. Dengan berlakunya peraturan tersebut, Gubernur Koster menghimbau agar masyarakat tertib dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dengan menaati peraturan tersebut. Hal tersebut sangat penting mengingat munculnya kasus baru positif Covid-19 terus meningkat beberapa waktu belakangan ini.

Selanjutnya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa dari semua pencapaian itu, baik dari sisi penguatan desa adat, pelindungan Kawasan Suci Besakih, Pusat Kebudayaan Bali, pembangunan infrastruktur short cut Singaraja – Mengwitani, serta pembangunan pelabuhan segitiga Sanur – Nusa Penida – Nusa Ceningan pada abad ke-21 ini, didedikasikan untuk kebangkitan kembali dan kesinambungan kejayaan peradaban Bali sebagai Padma Bhuwana, dari era Kerajaan Bali Kuno dengan Raja Udayana abad ke-11, dan era Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem Waturenggong abad ke-15. Gubernur Koster menyadari sepenuhnya bahwa seluruh keberhasilan dan pencapaian tersebut adalah berkat doa restu, dukungan, dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.

Baca Juga  Donor Darah dan Penanaman Pohon, Semarakkan HUT Ke-23 Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma

Untuk itu pada momen yang penting tersebut, ia  menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju, DPRD Provinsi Bali, aparatur Pemerintahan Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah dan Bandesa Adat se-Bali, serta seluruh komponen masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung pemerintah dalam mewujudkan pencapaian tersebut.

“Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada para pihak yang telah memberi saran konstruktif maupun kritik sebagai tambahan energi. Kritik keras dan pedas yang disampaikan melalui media sosial, titiang pandang sebagai kepedulian dan tanggung jawab para pihak dalam pembangunan Bali yang titiang pimpin. Titiang Wayan Koster bersama Tjok Oka Sukawati ngayah wawu dua tahun, siap ngayah secara total, lascarya niskala-sakala, untuk memimpin pembangunan Bali, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus. Selanjutnya, titiang tetap mengajak semeton krama Bali sareng sami untuk berpartisipasi aktif, solid bergerak, demi menyukseskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana untuk memasuki Bali Era Baru,” pungkasnya.

Acara yang juga dihadiri oleh Bupati/Wali Kota se-Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bali, Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Bali, dilakukan penyerahan piagam penghargaan  kepada para atlet Bali yang meraih penghargaan dalam ajang Sea Games 2019 lalu. Penyerahan tersebut juga turut disaksikan oleh Ny. Putri Suastini Koster dan Ny. Putri Hariyani Ardhana Sukawati. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Pascasarjana FH Unud Perkuat Keilmuan Hadapi Persaingan Global

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menjadi narasumber matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Denpasar.
NARASUMBER: Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi narasumber dalam kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Kampus FH Unud Sanglah, Denpasar, Jumat (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) memperkuat kapasitas keilmuan hingga jenjang magister, bahkan doktoral, sebagai bekal menghadapi dinamika, tuntutan dan persaingan dunia yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Koster saat menjadi narasumber dalam kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Kampus FH Unud Sanglah, Denpasar, Jumat (14/8).

Koster mengatakan, peningkatan kapasitas akademik menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat. Menurutnya, bidang hukum membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kedalaman keilmuan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.

“Di masa sekarang ini, sudah sepantasnya membekali diri dengan ilmu minimal sampai magister dan kalau bisa sampai doktoral lebih baik lagi. Dinamika dunia saat ini membutuhkan tingkat keilmuan yang tinggi sesuai dengan perkembangan, tuntutan serta persaingan yang ada,” ujar Koster.

Ia menilai kebutuhan tersebut semakin penting bagi mahasiswa yang menekuni bidang hukum. Lulusan hukum memiliki ruang pengabdian yang luas, baik dalam pemerintahan, lembaga negara, dunia akademik maupun profesi hukum.

“Terlebih di bidang hukum yang membutuhkan orang-orang yang mumpuni. Baik untuk membangun instansi, sebagai praktisi, akademisi, pengacara maupun notaris,” katanya.

Koster: Senang Kembali Berada di Tengah Mahasiswa

Koster mengaku sengaja menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut di tengah padatnya agenda menyambut Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali yang puncak peringatannya berlangsung pada hari yang sama.

Menurut Koster, kehadirannya merupakan bentuk penghormatan terhadap komitmen yang sebelumnya telah disampaikan kepada Dekan FH Unud. Selain itu, ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan lingkungan akademik karena pernah cukup lama berkecimpung sebagai dosen.

Baca Juga  Rapid Test Massal akan Akhiri Pandemi, Dewa Indra: Pemprov Siap Dukung Rapid Test Massal di Bali

“Saya merasa harus datang karena sudah janji dengan Pak Dekan dan saya merasa sangat senang bisa berada di antara para mahasiswa Pascasarjana FH Unud,” ujarnya.

Latar belakangnya sebagai akademisi membuat Koster merasa nyaman berdialog dengan mahasiswa. Meski selama menjadi dosen ia menekuni bidang matematika, suasana akademik dan interaksi dengan mahasiswa tetap menjadi bagian yang dekat dengan dirinya.

“Berada di antara mahasiswa juga membuat saya mengingat kembali asal saya sebagai akademisi, sebagai dosen cukup lama, meskipun saya menekuni di bidang matematika,” kata Koster.

Dengan nada bercanda, Koster menyebut kembali berada di tengah mahasiswa membuat dirinya merasa lebih muda.

“Jadi awet muda karena berada di tengah mahasiswa, generasi yang dinamis,” ujarnya.

Koster juga mendorong mahasiswa Pascasarjana FH Unud tidak hanya fokus pada proses pembelajaran di ruang kuliah, tetapi aktif membangun tradisi diskusi dan pertukaran gagasan.

Ia berharap mahasiswa dapat ikut memberikan pemikiran strategis bagi pembangunan Bali, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Saya mengajak anak-anak muda ini untuk lebih banyak berdiskusi dan bertukar pikiran, terutama dalam rangka usaha-usaha untuk kemajuan Pulau Bali ke depannya,” katanya.

Koster kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru dan berharap proses pendidikan di Pascasarjana FH Unud dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional mereka.

“Selamat mengikuti proses pembelajaran,” ucapnya.

199 Mahasiswa Pascasarjana Ikuti Matrikulasi

Sementara itu, Dekan FH Unud Putu Arya Sumedayasa menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur Koster hadir sebagai narasumber di tengah kesibukan agenda pemerintahan dan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.

Menurut Arya, kehadiran Koster memberikan warna berbeda dalam kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud tahun ini.

Baca Juga  Cegah Klaster Baru dari Pekerja Pers, Puluhan Wartawan Lakukan Rapid Test

“Saya bangga kehadiran Pak Gubernur di tengah kesibukannya. Senin sampai Minggu selalu bekerja keras agar Bali menjadi lebih maju,” ujar Arya.

Ia menilai latar belakang Koster sebagai akademisi membuat interaksi dengan mahasiswa menjadi lebih dekat. Koster juga dinilai memiliki keinginan kuat untuk menyapa dan berdialog langsung dengan mahasiswa.

“Beliau berasal dari akademisi dan ingin sekali menyapa mahasiswa. Beda suasana matrikulasi Pascasarjana kali ini,” katanya.

Arya menjelaskan, sebanyak 199 mahasiswa baru mengikuti matrikulasi Pascasarjana FH Unud tahun ini. Mereka terdiri atas 31 mahasiswa program doktoral, 98 mahasiswa Magister Kenotariatan, dan 70 mahasiswa Magister Hukum.

Para mahasiswa tersebut akan mendapatkan pembinaan dari belasan guru besar dan puluhan doktor yang menjadi bagian dari sivitas akademika FH Unud.

Arya menegaskan FH Unud terus berkomitmen menjaga kualitas pendidikan dan daya saing institusi. Menurutnya, FH Unud telah mengantongi akreditasi Unggul dan memiliki jenjang pendidikan hukum yang lengkap, mulai dari sarjana hingga doktoral.

“Kualitas kita di Unud tidak kalah dengan universitas lain. Akreditasi kita Unggul,” ujarnya.

Kejati Bali Ikut Menjadi Mahasiswa Baru

Kegiatan matrikulasi tersebut juga dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono. Menariknya, selain hadir dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik, Setiawan juga tercatat sebagai salah satu mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud.

Kehadiran unsur pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya hubungan antara dunia pendidikan hukum dan praktik penyelenggaraan pemerintahan serta penegakan hukum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Lepas Fun Walk Yayasan Pendidikan Karang Gede

Semarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Loading

Published

on

By

Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya melepas peserta Fun Walk Yayasan Pendidikan Karang Gede di Denpasar, Sabtu (16/8).
LEPAS FUN WALK: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, melepas sekaligus mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar Yayasan Pendidikan Karang Gede, yang menaungi TK, SD, dan SMP Mahardika Denpasar, Sabtu (16/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, melepas sekaligus mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar Yayasan Pendidikan Karang Gede, yang menaungi TK, SD, dan SMP Mahardika Denpasar, Sabtu (16/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan turut dihadiri Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Ketua Yayasan Pendidikan Karang Gede Prof. Dr. Wayan Maba, Owner Yayasan Pendidikan Karang Gede Ni Luh Putu Sri Utami Suarshana, jajaran pengurus yayasan, para guru, siswa, serta orang tua siswa. Usai pelaksanaan Fun Walk, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan door prize kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan.

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Karang Gede yang telah turut berpartisipasi memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI melalui berbagai kegiatan yang melibatkan warga sekolah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan lembaga pendidikan dalam kegiatan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menanamkan semangat nasionalisme dan kebersamaan sejak dini.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami memberikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Karang Gede yang telah ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih karena selama ini telah turut berpartisipasi membantu pembangunan di Kota Denpasar, khususnya dalam bidang pendidikan,” ujar Eddy Mulya.

Pihaknya berharap, semangat Yayasan Pendidikan Karang Gede dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan di Kota Denpasar dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Selain menjadi momentum memperingati kemerdekaan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat.

Baca Juga  Update Covid-19 (22/9), 7 Pasien Meninggal, Pasien Sembuh Meningkat Sebanyak 119 Orang

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala SD Mahardika Denpasar, I Wayan Gede Suyanta, mengatakan Fun Walk merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang dirancang untuk melibatkan seluruh warga sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari anak-anak TK, SD, SMP hingga para orang tua untuk bersama-sama memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya.

Fun Walk mengambil rute dari Jalan Bypass Ngurah Rai menuju Jalan Wayan Wuruk, kemudian berbelok ke Jalan Ganapura dan kembali menuju Jalan Bypass Ngurah Rai. Selain Fun Walk, rangkaian kegiatan juga diisi dengan donor darah, senam sehat, lomba mewarnai, tenant UMKM, sembako murah, serta pemeriksaan kesehatan.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan hingga 17 Agustus 2026 melalui pelaksanaan upacara bendera. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Yayasan Pendidikan Karang Gede berharap momentum HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai perjuangan, nasionalisme, kebersamaan, serta semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.

“Dengan semangat kebersamaan ini, kami berharap siswa dan masyarakat dapat ikut memeriahkan kemerdekaan sekaligus memahami makna kemerdekaan dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Jadi Provinsi Bali Ke-68, Gubernur Koster: Pelayanan dan Pengabdian dilakukan Tulus Iklas

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membacakan pidato Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
PIDATO: Gubernur Bali Wayan Koster saat membacakan pidato serangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh jajaran Pemerintahan Provinsi Bali untuk terus memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi maupun golongan.

Selain itu semangat gotong-royong dan tanggung jawab untuk pembangunan Bali serta kesejahteraan masyarakat juga wajib terus dipupuk demi mewujudkan Bali era baru, yakni Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing dan berkelanjutan secara sekala-niskala. Hal ini disampaikannya saat membacakan pidato serangakaian Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat/ Sukra Pon, Tambir, (14/8).

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini, mengangkat tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali”.

Tema ini mengandung pesan luhur, bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang Kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong, dan bertanggungjawab, demi Nindihin Gumi Bali mewujudkan Bali Era Baru, Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan, Niskala-Sakala.

“Pencapaian pembangunan yang patut kita syukuri bersama adalah telah berhasil memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada tanggal 4 Mei Tahun 2023. Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan dan Kearifan Lokal Bali,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Lebih lanjut, pada kesempatan ini disampaikan bahwa Undang-Undang Provinsi Bali, telah dijadikan sebagai payung hukum penyelenggaraan arah dan tatanan pembangunan Bali, yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, 2025-2125.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar (11/9), Pasien Sembuh Nambah 15 Orang, Kasus Positif Nambah 33 Orang

Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan telah di-pasupati, pada Sabtu (Saniscara Paing, Langkir), tanggal 19 Agustus 2023, di Pura Penataran Agung Besakih.

Periode 2025-2030 merupakan momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun tersebut. Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan, akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang jaman.

Pembangunan Bali 100 Tahun ke depan diselenggarakan dengan visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Dijelaskannya, visi ini adalah untuk menjaga unteng kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan Manusia.

Pembangunan Bali Periode 2025-2030 diselenggarakan melalui Enam Bidang Prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal.

Selain itu juga bidang prioritas lainnya adalah tentang kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan.

Selain itu, transformasi perekonomian dengan ekonomi kerthi Bali, infrastruktur darat, laut, dan udara, serta transportasi. Lingkungan, hutan dan energi serta keamanan Bali diharapkan mampu menjadi prioritas utama yang dilaksanakan secara bergotong royong penuh tanggungjawab sehingga Bali mampu menjadi pulau digital yang berkualitas.

Pembangunan Bali diselenggarakan dengan pola pembangunan semesta berencana, yakni pembangunan yang dan terpola, terintegrasi terencana, menyeluruh, dalam satu terarah, kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

Apel peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali diikuti oleh seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Data Harian Sembuh dan Positif masih Salip-menyalip

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca