Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Gubernur Wayan Koster Tutup Festival Seni Bali Jani IV 2022

Wayan Koster: Jangan Pernah Lelah Berseni, Agar Bali ke Depan Bisa Survive Sepanjang Jaman

BALIILU Tayang

:

bali
Gubernur Wayan Koster foto bersama usai menyerahkan penghargaan Bali Jani Nugraha 2022 kepada 10 pegiat seni modern Bali pada penutupan FSBJ IV 2022 di Panggung Ardha Candra Denpasar. (Foto: gs)nasional.

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Minggu, 23 Oktober 2022, secara resmi menutup Festival Seni Bali Jani (FSBJ) IV yang telah digelar sejak 9 Oktober-23 Oktober 2022 dengan tema Jaladhara Sasmita Danu Kerthi (Air Sebagai Sumber Peradaban). Acara penutupan berlangsung di Panggung Ardha Candra Taman Budaya Denpasar, sekaligus peluncuran tema FSBJ V Tahun 2023 ”Citta Rasmi Segara Kerthi”, Bahari Sumber Inspirasi, dengan penuangan air dengan alat tradisional teluktak.

Pada penutupan FSBJ 2022 tersebut, Gubernur menyerahkan penghargaan Bali Jani Nugraha 2022 kepada 10 pegiat seni modern Bali serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang pawimba tingkat nasional.

bali
Para pemenang pawimba nasional dalam rangka FSBJ IV 2022. (Foto: gs)

Kesepuluh pegiat seni modern yang menerima penghargaan Bali Jani Nugraha adalah Dr. (HRC) I Gusti Ngurah Putu Wijaya, S.H., Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, M.A, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Cok Sawitri, Tan Lioe Ie, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt, Dr. Drs. AA Sagung Mas Ruscitadewi, M.Fil.H, Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd, M.Pd, Dhenok Kristianti, dan Sthiraprana Duarsa.

Selepas menyerahkan penghargaan, Gubernrur Wayan Koster dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada para seniman terutama pelaku seni modern dan kontemporer yang telah berperan dan berpartisipasi menyukseskan Festival Seni Bali Jani IV Tahun 2022. Tanpa dukungan para peserta semua kita tidak dapat menyemarakkan Festival Seni Bali Jani ini sehingga dapat berlangsung dengan sukses.

bali
Gubernur Wayan Koster saat menyerahkan penghargaan kepada Seniman Putu Wijaya. (Foto: gs)

‘’Titiang perlu mengingatkan kembali, Bali tidak memiliki sumber daya alam, tidak memiliki tambang emas, batubara, gas, maupun sumber daya alam lainnya. Kalau dibandingkan dengan provinsi lainnya kita ini kecil. Tapi kita dianugerahi dengan kekayaan keunikan dan keunggulan budaya luar biasa oleh para penglingsir leluhur dan tetua kita di Bali,’’ ujar Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Buka Rembug Nasional dan Rapat Pengurus Pusat Pleno Ke-1 APTISI

Suatu kekayaan yang adiluhung, luar biasa, budaya di Bali tidak akan pernah habis. Karena budaya menjadi laku hidup sehari-hari yang menyatu dalam tatanan kehidupan, adat, tradisi seni budaya beserta kearifan lokal sejak turun-temurun, berabad-abad lamanya sampai kini. ‘’Dan kita sebagai generasi penerus wajib hukumnya untuk terus memelihara budaya yang kita punya ini. Karena inilah satu-satunya keunggulan yang kita punya,’’ ucap Gubernur.

Budaya di Bali dengan unsur adat tradisi seni beserta kearifan lokal betul-betul kaya yang kalau kita kelompokkan ada seni tradisi dan seni modern. Seni tradisi telah diwadahi panggungnya dalam Pesta Kesenian Bali. Sedangkan seni modern selama ini jauh tertinggal dan kurang mendapat perhatian.

‘’Maka di dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru, titiang dalam visi itu memprioritaskan pembangunan adat tradisi, seni budaya beserta kearifan lokal yang didalamnya terkandung seni tradisi dan seni modern. Itulah sebabnya seni modern dan seni kontemporer diberikan wadah menjadi Festival Seni Bali Jani,’’ ungkap Gubernur jebolan ITB Bandung ini.     

bali
Salah satu pemenang Pawimba Nasional FSBJ IV 2022. (Foto: gs)

Gubernur yang mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, keberlangsungan FSBJ telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2020 tentang penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali agar budaya Bali, seni tradisi, seni modern terus hidup berkembang di tengah-tengah masyarakat menjadi bagian tatanan kehidupan kita sepanjang jaman menghadapai era global di masa yang akan datang.

‘’Kita di Bali sudah memiliki suatu ketangguhan yang teruji. Kita bisa memasuki tatanan kehidupan modern dengan tetap menjaga kearifan lokal tradisi seni budaya. Saya kira kita harus bersyukur karena selama ini kita mampu menjaganya dengan konsisten serta dengan penuh rasa tanggung jawab,’’ ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Tinjau Inovasi VAST, Samsat Drive Thru, dan Kualitas Mobil Samsat Keliling UPTD Pelayanan Pajak di Jembrana
bali
Gubernur Koster saat meluncurkan tema FSBJ V 2023. (Foto: gs)

Kini sudah disiapkan wadah yang sangat bagus yaitu berupa Festival Seni Bali Jani. Karena itu titiang mengajak adik-adik semua dan terutama para seniman yang menggeluti seni modern dan seni kontemporer agar terus berkarya, berinovasi, berkreasi, secara aktif memanfaatkan wahana ini untuk memajukan kebudayaan Bali sampai ke masa yang akan datang.

Mudah-mudahan ke depan kita bisa jalankan secara berkelanjutan dan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraannya agar budaya di Bali terus hidup dan maju dalam menghadapi perkembangan di masa yang akan datang.

‘’Budaya adalah gen orang Bali, kita patut bersyukur karena itulah saya mengajak agar adik-adik semua terus berkesenian jangan pernah lelah berseni, baik seni tradisi maupun seni modern kontemporer agar Bali ke depan bisa survive sepanjang jaman menghadapi dunia global,’’ ajak Gubernur Koster. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan

SENI

Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Bapang Barong dan Kendang Tunggal Werdi Bhuwana

Published

on

By

bsrong
Lomba Bapang Barong dan Kendang Tunggal dalam rangka kegiatan WBBF Komunitas Seni Werdi Budaya Desa Werdi Bhuwana, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Banjar Sayan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (19/11). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, membuka Lomba Bapang Barong dan Kendang Tunggal dalam rangka kegiatan Werdi Bhuwana Barong Festival (WBBF) Komunitas Seni Werdhi Budaya Desa Werdi Bhuwana, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Banjar Sayan, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (19/11). Turut mendampingi perwakilan Camat Mengwi, Perbekel Desa Werdi Bhuwana I Ketut Sadia Wijaya, Bendesa Adat Banjar Sayan, Kelian Dinas se-Desa Werdi Bhuwana, Kelian Adat Se- Desa Werdi Bhuwana, Ketua St. Se- Desa Werdi Bhuwana, serta undangan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Badung dalam kesempatan ini membantu dana Rp 30 juta yang diserahkan oleh Sekda Adi Arnawa kepada Ketua Panitia Lomba Kadek Wahyu Dwipayana.

Dalam sambutannya Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada Komunitas Seni Werdi Budaya yang sudah bisa melaksanakan acara Lomba Bapang Barong dan Kendang Tunggal dalam rangka kegiatan Werdi Bhuwana Barong Festival (WBBF) dan Pemerintah juga siap mendukung serta membantu kegiatan yang bersifat positif untuk masyarakat umum.

“Desa Werdi Bhuwana sudah bisa melaksanakan acara seperti ini berarti kegiatan yang ada disini sudah semakin bertambah di bidang seni dan budaya, berarti seni dan budaya yang ada di Badung dan Bali pada umumnya tidak akan hilang. Saya berharap tetap jaga solidaritas serta komit dengan Guru Wisesa. Pemerintah Kabupaten Badung siap selalu mendukung dan membantu untuk kegiatan yang bersifat positif untuk masyarakat umum seperti sekarang ini dalam kegiatan seni lomba bapang barong dan kendang tunggal,” ucapnya.

Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa menyampaikan kegiatan ini agar tetap bisa berlanjut di selenggarakan agar kegiatan seni yang ada di Desa Werdi Bhuwana semakin meningkat selain itu juga ada kegiatan hiburan masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan seni bapang barong serta kendang tunggal yang dibawakan oleh para generasi penerus bangsa dalam mengembangkan adat seni dan budaya.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Buka Bali Fab Festival 2022

Sementara itu Ketua Panitia Lomba Kadek Wahyu Dwipayana, dalam laporannya menyampaikan terima kasih dengan kehadiran Bapak Sekda Badung serta undangan lainnya dalam acara Lomba Bapang Barong dan Kendang Tunggal dalam rangka kegiatan Werdi Bhuwana Barong Festival (WBBF). Komunitas Seni Werdhi Budaya Desa Werdi Bhuwana ini terlaksana atas dukungan Pemerintah Desa Werdi Bhuwana serta tokoh Desa Adat Banjar Sayan.

“Pelaksanaan kegiatan seni untuk menarik gairah para anak-anak muda yang ada di Badung dan Bali pada umumnya untuk ikut beramai-ramai dalam kegiatan lomba ini. Acara ini kami laksanakan selama 2 hari dari tanggal 19-20 dengan Jumlah 36 peserta yang dibagi untuk 2 hari pelaksanaan dimana hari pertama sebanyak 18 peserta dan hari kedua 18 peserta dan dalam pementasan masing-masing peserta mendapat waktu 13 menit  dan untuk pengumuman juara akan diumumkan setelah selesai acara lomba yang kami laksanakan ini,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Saksikan Pagelaran Topeng-Topeng, Wagub Cok Ace Puji Sosok Sukmawati Soekarno Putri

Published

on

By

wagub
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (kiri) foto bersama Menparekraf Sandiaga Uno (tengah) dan Sukmawati Sukarno Putri (kanan) saat menyaksikan Pagelaran Topeng-Topeng di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Jumat (18/11/2022) petang. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyaksikan Pagelaran Topeng-Topeng di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Jumat (18/11/2022) petang. Pagelaran yang digagas dan disutradarai oleh Sukmawati Soekarno Putri itu juga disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace memuji sosok Sukmawati Soekarno Putri yang menggagas pagelaran ini. Menurutnya, kegigihan Sukmawati dalam merealisasikan pertunjukan merupakan bukti dedikasi dan pengabdiannya dalam pelestarian seni dan budaya, khususnya dalam hal ini topeng. “Saya mengikuti, bagaimana pagelaran ini mulai digagas dan disiapkan sejak dua tahun lalu dan akhirnya bisa dipentaskan. Ini momen yang luar biasa,” ucapnya.

Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sukmawati dan seluruh seniman pendukung Pagelaran Topeng-Topeng.

wagub
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. (Foto: ist)

Masih dalam sambutannya, Guru Besar ISI Denpasar ini menyinggung tentang keberadaan topeng sebagai salah satu hasil budaya manusia yang ada di setiap daerah. Bahkan menurutnya, seni topeng ditemukan hampir di setiap negara. Wagub Cok Ace menyebut, topeng tak hanya mencerminkan karakter penarinya. Lebih daripada itu, topeng juga mencerminkan nilai etika, logika dan estetika. “Lengkap sekali nilai yang tercermin dari tari topeng. Menonton tarian topeng ibarat menyaksikan perilaku masyarakat yang terwakili pada setiap era,” cetusnya. Wagub Cok Ace berharap, pagelaran kali ini mampu memberikan nuansa dan cakrawala baru terhadap perkembangan seni topeng.

Pujian senada juga disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Pria yang akrab disapa Mas Menteri itu menyebut Sukmawati sebagai sosok seniman yang mampu berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi dalam menciptakan sebuah karya. Ia juga menyampaikan rasa salut terhadap Sukmawati yang konsisten dalam melestarikan seni topeng.

Baca Juga  Wisman Australia, Korea, Irlandia, Swiss, hingga Jepang Dukung Kebijakan Gubernur Wayan Koster Berlakukan Kontribusi Wisatawan

Ditambahkan olehnya, pagelaran topeng ini merupakan bagian dari upaya menggali potensi serta menunjukkan kepada dunia kepedulian terhadap pelestarian adat dan budaya nusantara. “Ini adalah sebuah pagelaran warisan budaya yang dikemas menjadi produk wisata budaya. Ini kita sebut sebagai produk wisata budaya yang berkelanjutan,” bebernya.

Pada prinsipnya, ujar Mas Menteri, warisan budaya dapat dilestarikan dengan cara memberi perlindungan dan dimanfaatkan tanpa kurangi nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Ia berharap, ke depannya pola-pola seperti ini terus dikembangkan sehingga upaya pelestarian budaya bisa sejalan dengan penguatan ekonomi. Mengakhiri sambutannya, Sandiaga Uno mengingatkan kembali jurus 3G yang mesti diterapkan dalam upaya pemulihan sektor pariwisata. 3G yang dimaksudnya adalah Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama) dan Gaspol (Garap Semua Potensi).

Pembukaan Pagelaran Topeng-Topeng ditandai pemukulan gong secara bergantian oleh Menteri Sandiaga Uno, Wagub Cok Ace dan Sukmawati Soekarno Putri. Pagelaran Topeng-Topeng berdurasi 2 jam ini mengangkat tema Tri Hita Karana. Melibatkan beberapa grup tari, pagelaran juga dimaksudkan mengenang Maestro I Wayan Kakul dan semua kreativitas leluhur Topeng Bali. Pagelaran yang digarap apik dengan nuansa kontemporer modern dan tradisional itu mampu memukau penonton yang memadati panggung terbuka Ardha Candra. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Wakil Gubernur Bali Dampingi Menlu Meksiko Buka Pameran Shape in The Landscape: Bali and Mexico South

Published

on

By

wagub
Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Sukawati saat mendampingi Menteri Luar Negeri Mexico, Marcelo Ebrard Casaubon membuka Inauguration of the Exhibition ‘Shapes in the landscape: Covarrubias’ Bali and Mexico South’ bertempat di Museum Pasifika ITDC Bali, Senin (Soma Wage, Kulantir) 14 November 2022. (Foto: ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Hubungan baik antara Meksiko dengan Bali telah terjalin sejak tahun 1930-an. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Sukawati saat mendampingi Menteri Luar Negeri Mexico, Marcelo Ebrard Casaubon membuka Inauguration of the Exhibition ‘Shapes in the landscape: Covarrubias’ Bali and Mexico South’ bertempat di Museum Pasifika ITDC Bali, Senin (Soma Wage, Kulantir) 14 November 2022.

Miguel Covarrubias sendiri merupakan seorang pelukis terkenal asal Mexico yang pada tahun 1930 mengunjungi Bali bersama istrinya, Rosa Rolanda dan menetap di Bali hingga tahun 1933. Lalu pada tahun 1937 ia menulis buku The Island of Bali yang berisikan kumpulan lukisan dan foto yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali pada masa itu.

Menteri Luar Negeri Mexico, Marcelo Ebrard sangat mengapresiasi terselenggaranya pameran ini. Selain menunjukkan hubungan baik Mexico dan Bali di bidang seni, karya Covarrubias dirasa dapat memberikan gambaran tentang kentalnya budaya serta tradisi Bali di masa itu.

“Covarrubias menulis buku tahun 1937 jadi sedikit banyak bisa memberikan gambaran kondisi Bali tahun 1937 dan apa yang menjadi poin daya tarik utama pada tahun itu,” ujar Cok Ace.

Menurut Cok Ace Covarrubias menjadi salah satu catatan perkembangan sejarah pariwisata Bali yang pada masa itu berkembang berkat seniman luar yang datang ke Bali dan memperkenalkan Bali ke seluruh dunia.

Selain memamerkan hasil seni Covarrubias, Direktur Museum Pasifika, Philippe Augier menyampaikan bahwa serangkaian dengan dilaksanakannya Presidensi G20, pada kesempatan tersebut juga dipamerkan lukisan dari 20 seniman peserta G20. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Buka Rembug Nasional dan Rapat Pengurus Pusat Pleno Ke-1 APTISI
Lanjutkan Membaca