Thursday, 22 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

‘Heneng Hening’ Desa Adat Sala Abuan Bangli, Ikmah di Balik Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
BANDESA ADAT SALA ABUAN BANGLI KETUT KAYANA

SEBAGAI daerah sejuk dengan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, warga masyarakat Desa Adat Sala, Desa Abuan Kabupaten Bangli sebagian besar hidup dari hasil pertanian. Namun tidak sedikit yang memilih sebagai perajin dan juga mencoba merantau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Sedikitnya ada 60 orang warga Sala menjadi PMI.

Desa Adat Sala semakin hidup manakala Pura Taman Pacampuhan yang dikeramatkan sejak zaman tetuanya ditata asri. Terlebih lagi Desa Adat Sala ditetapkan sebagai Desa Wisata tahun 2017 semakin menarik minat masyarakat untuk datang ke mata air yang dipercaya sebagai tempat pengelukatan sahananing mala. Pemedek atau tamu yang datang tidak saja warga daerah Bali tetapi juga wisatawan mancanegara.

Kehadiran tempat pengelukatan yang semakin ramai dikunjungi pemedek dan wisatawan membuat krama adat Sala begitu sumringah dalam menapaki keseharian, bergelut sebagai petani, perajin, terlebih lagi PMI yang merasa nyaman bekerja meninggalkan orangtuanya yang merasakan denyut perekonomian di kampungnya semakin hidup. Begitu juga menyongsong upacara piodalan di pura-pura di Desa Adat Sala yang disambut penuh suka cita.

Namun wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang menyerang dunia, Indonesia dan juga Bali telah mengubah segala-galanya. Semakin terpuruk ketika awal Mei terjadi transmisi local di Desa Abuan membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Bali gencar melakukan rapid test kepada warga Desa Abuan Bangli.

Desa Adat Sala merupakan salah satu dari 3 desa adat yang ada di Desa Dinas Abuan. Paling selatan Desa Adat Serokadan,sebelah utaranya Desa Adat Abuan dan paling utara Desa Adat Sala, yang berjumlah 556 KK, atau 1.838 jiwa.

Baca Juga  Jadi Kampus Kebanggaan, Gubernur Koster Ajak Unud makin Berperan dalam Pembangunan Bali

Dari hasil rapid test,  2 orang dinyatakan positif Covid-19 namun sudah sembuh dan kembali pulang ke rumah dan 1 orang lagi sedang dikarantina.

Gugus Tugas pun akhirnya menetapkan Desa Adat Abuan dikarantina local sejak 2 Mei hingga 15 Mei. Bagi Desa Adat Sala, karantina local (isolasi) ini disebutnya sebagai Ngeneng Ngening.

Bandesa Adat Sala Ketut Kayana menuturkan heneng hening biasa dilakukan saat ada wabah atau sasab merana untuk menghindari wabah semakin meluas. Neng artinya sepi, kosong. Ning artinya jernih, suci. Ngeneng ngening artinya dalam sepi kita mendapat keheningan, dalam keheningan kita mendapat kesucian, dalam kesucian kita menemukan Yang Maha Suci, Ida Hyang Mahakawi.

‘’Dalam konteks pandemi Covid-19 sekarang, heneng hening sepadan dengan istilah karantina,’’ terang Ketut Kayana.

Istilah heneng hening, papar Ketut Kayana sengaja dikedepankan untuk menghindari punahnya kearifan lokal Bali. Heneng mengajak krama tetap tinggal di rumah, menepi dan menyepi. Sedangkan Hening menuntun krama sambil di rumah senantiasa ngerastiti bakti kepada Bhatara Kawitan dan Hyang Widhi Wasa.

Selama 14 hari masa heneng hening, krama adat Sala begitu patuh. Tunduk pada titah guru wisesa  dan bakti pada kearifan local yang diyakini mampu melebur sahananing mala. Saat heneng hening, krama Desa Adat Sala tetap mewujudkan rasa bakti, menggelar upacara piodalan di Pura Puseh, Pura Bale Agung, Pura Taman Pacampuhan, Pura Dalem Kayangan Tiga, dan Pura Prajapati.

Namun  seperti yang disampaikan bandesa Ketut Kayana, piodalan dilaksanakan ararisan (1 hari) yang dipuput oleh sulinggih disertai pemangku, peduluan, serati banten dan sinoman yang jumlah keseluruhannya tidak lebih dari 25 orang. Krama melakukan persembahyangan dari rumahnya masing-masing dan tirta pengelukatan serta tirta wangsuhpada diantar oleh sinoman ke masing-masing lawangan (pintu gerbang rumah) krama.

‘’Semua berjalan lancar. Jadi di Desa Adat Sala sangat dihindari ngencak karya atau tidak melakukan karya (piodalan). Semua dudonan dilakukan dalam skala yang kecil,’’ pungkas Ketut Kayana.

Baca Juga  Hadiri Karya Melaspas Ngenteg Linggih Nyanggar Agung di Banjar Adat Kuwum, Bupati Giri Prasta Komitmen Jadikan Kuwum Desa Wisata

Kesuntukan krama adat Sala melakukan heneng hening menumbuhkan semangat baru bagi warganya. Tidak saja bersatu padu melawan Covid-19 dengan selalu melakukan upaya pencegahan, baik memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menerapkan social dan physical distancing juga menumbuhkan semangat gotong-royong yang semakin kuat.

Seperti yang dituturkan Ketut Kayana, pandemi Covid-19 telah menorehkan duka bagi warga masyarakat. Kami tidak lagi melihat suka cita, suka ria anak-anak bermain sepeda di jalan. Kami tidak melihat lagi ibu-ibu yang membawa sesajen beriringan ke pura, kami tidak melihat warga petani bertopi kopyah ke sawah, juga tidak melihat para pemedek dan wisatawan yang saban hari  berkunjung ke Pura Taman Pacampuhan. Pemandangan yang sangat indah nan harmonis  itu tidak ditemukan lagi. ‘’Apa pun itu, karena ini merupakan anugrah kami menerima dengan lapang dada,’’ ungkap Ketut Kayana berserah.

Namun, ikmah di balik Covid-19 ini, Ketut Kayana merasakan tumbuhnya semangat kegotongroyongan. Kami merasakan sekali bagaimana antusias teman-teman, pihak- pihak lain, kelompok masyarakat di sekitar kami berduyun-duyun membantu kami dengan bantuan sembako. Begitu juga krama adat kini semakin menghargai kebersihan, berperilaku hidup bersih dan sehat.

de
BANDESA ADAT SALA KETUT KAYANA: Mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada warga adat Sala.

Untuk itu, Ketut Kayana mewakili krama adat Sala mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman, kelompok masyarakat dari mana pun, semua pihak yang telah membantu kami sehingga kami lebih tegar menghadapi pandemi Covid-19. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini berlalu dan tidak pernah terulang lagi di masa yang akan datang. (gs)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Silaturahmi Bersama Ketua Ikatan Keluarga Sumba

Published

on

By

Ikatan Keluarga Sumba
PERTEMUAN: Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., selaku Kabid Humas Polda Bali melakukan pertemuan dengan Ketua Ikatan Keluarga Sumba (IKKES) Fredik Billy, Rabu (21/2/2024). (Foto: Hms Polda Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., selaku Kabid Humas Polda Bali menyampaikan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Ketua Ikatan Keluarga Sumba (IKKES) Fredik Billy, Rabu (21/2/2024).

Pertemuan tersebut dilakukan terkait beberapa peristiwa akhir-akhir ini sudah cukup membuat resah akibat ulah oknum warga Sumba terlibat masalah hukum di Wilkum Polda Bali.

‘’Dalam pertemuan itu kami minta kepada bapak Fredik Billy selaku Ketua Ikatan Keluarga Sumba, yang saat itu didampingi para pengurus IKKES dan perwakilan warga Sumba, agar selalu mengingatkan dan memberikan arahan serta ketegasan terhadap warga Sumba khususnya yang ada di Bali untuk ikut menjaga kamtibmas di Bali, dimana tempat mereka beraktivitas dan melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya,‘‘ ujar Jansen.

‘‘Selain itu untuk oknum warga Sumba yang sedang bermasalah kami pastikan akan diproses dengan tegas dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,‘‘ sambungnya.

Jansen berharap dengan adanya pertemuan antara IKKES dengan kepolisian, dapat memberikan efek positif bagi warga Sumba yang lain untuk dapat menyadari betapa pentingnya menjaga situasi kamtibmas.

Selesai pertemuan tersebut, Fredik Billy bersama pengurus dan perwakilan warga Sumba langsung membuat video imbauan dan ajakan kepada seluruh warga Sumba untuk ikut berperan menjaga keamanan Bali dan bersama memastikan Bali tetap damai dan tertib. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Putri Koster: Ajak Orangtua Ciptakan Suasana Nyaman dan Penuh Kasih Sayang dalam Proses Belajar Anak di Rumah
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kantor SAR Denpasar Gelar Donor Darah Peringati HUT Ke-52 Basarnas

Published

on

By

basarnas denpasar
DONOR DARAH: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar saat menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan instansi terkait dan juga stakeholder pada Kamis pagi, 22 Februari 2024. (Foto: Hms SAR)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka memperingati HUT ke-52 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan instansi terkait dan juga stakeholder pada Kamis pagi, 22 Februari 2024. Dalam kegiatan ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dan melibatkan beberapa tenaga medis.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Kusworo, S.E., M.M. yang membuka kegiatan donor darah secara virtual mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan simbol kepedulian dan keberanian kita berbagi untuk berbagi.

“Donor darah itu tindakan mulia yang sederhana namun berdampak luar biasa, setiap tetes darah yang bapak-ibu sumbangkan pada hari ini sangat berarti untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.E. mengatakan kegiatan donor darah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh UPT di Indonesia dan dilakukan rutin setiap tahunnya dalam rangka peringatan HUT Basarnas.

Ditambahkannya, dari 70 orang peserta yang ikut berpatisipasi, kita berhasil mengumpulkan 55 kantong darah. “Target kita 52 kantong darah, syukur kita mendapatkan lebih. Semoga darah yang dikumpulkan dapat bermanfaat bagi banyak orang,” terangnya.

Dalam kegiatan ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar juga menyerahkan piagam ucapan terima kasih kepada PMI Provinsi Bali yang telah berkontribusi dalam kegiatan donor darah tahun ini. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Angka Kesembuhan Pasien Meningkat di Denpasar, Hari Ini 13 Orang Sembuh
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sebanyak 469 Peserta Ikuti Seleksi Pakibraka 2024 Badung

Published

on

By

kengbangpol
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Badung I Nyoman Trisna Aditya Warma. (Foto: Kominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sedang melaksanakan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pakibraka) di tingkat Kabupaten melalui pendaftaran online.

Sebanyak 469 peserta calon Paskibraka yang terdiri dari 297 laki-laki dan 172 perempuan, mendaftarkan dirinya di website paskibraka.bpip.co.id.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Badung I Nyoman Trisna Aditya Warma mengatakan, seleksi Paskibraka Kabupaten Badung sampai saat ini sudah berjalan sampai dengan pendaftaran online, dan sedang dilaksanakan pendataan untuk dipanggil kembali dan melaksanakan tes selanjutnya.

“Sesuai dengan arahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), awalnya yang kami laksanakan sosialisasi pembukaan pendaftaran kepada seluruh SMA/SMK di Kabupaten Badung. Kami juga sudah memasang baliho guna mendukung sosialisasi tersebut,” ujarnya, Rabu (21/2/2024).

Ia menjelaskan, seleksi Paskibraka ini memiliki beberapa tahapan antara lain, seleksi administrasi, seleksi Pancasila dan wawasan kebangsaan, lanjut ke seleksi intelegensia umum, seleksi kesehatan, seleksi parade, seleksi baris-berbaris dan kesamaptaan serta seleksi kepribadian.

Setelah dinyatakan lolos seluruh tahapan tersebut, maka akan diumumkannya hasil akhir dari tes tersebut.

“Nantinya kita mencari calon Paskibraka sejumlah 70 orang dengan 35 orang laki-laki dan juga 35 perempuan yang akan dididik dan dilatih di lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Mereka juga akan melaksanakan tugas pengibaran di tempat yang sama,” tambahnya.

Untuk calon Paskibraka yang lolos, akan mendapatkan fasilitas baju latihan, hotel dan Pusdiklat selama 14 hari sebelum pengibaran, sehingga diharapkan calon Paskibraka dapat lebih fokus dan semangat dalam mengabdi kepada negara melalui bidangnya.

“Saya berharap semoga kita bisa mempersiapkan anak muda yang lebih kreatif dan juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi serta mempunyai rasa bela negara, menuju generasi emas 2045 mendatang,” harapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Ajak Orangtua Ciptakan Suasana Nyaman dan Penuh Kasih Sayang dalam Proses Belajar Anak di Rumah

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca