SEBAGAI daerah sejuk
dengan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, warga masyarakat Desa Adat
Sala, Desa Abuan Kabupaten Bangli sebagian besar hidup dari hasil pertanian.
Namun tidak sedikit yang memilih sebagai perajin dan juga mencoba merantau menjadi
pekerja migran Indonesia (PMI). Sedikitnya ada 60 orang warga Sala menjadi PMI.
Desa Adat Sala semakin
hidup manakala Pura Taman Pacampuhan yang dikeramatkan sejak zaman tetuanya ditata
asri. Terlebih lagi Desa Adat Sala ditetapkan sebagai Desa Wisata tahun 2017
semakin menarik minat masyarakat untuk datang ke mata air yang dipercaya
sebagai tempat pengelukatan sahananing
mala. Pemedek atau tamu yang
datang tidak saja warga daerah Bali tetapi juga wisatawan mancanegara.
Kehadiran tempat pengelukatan yang semakin ramai
dikunjungi pemedek dan wisatawan
membuat krama adat Sala begitu sumringah dalam menapaki keseharian, bergelut
sebagai petani, perajin, terlebih lagi PMI yang merasa nyaman bekerja
meninggalkan orangtuanya yang merasakan denyut perekonomian di kampungnya
semakin hidup. Begitu juga menyongsong upacara piodalan di pura-pura di Desa Adat Sala yang disambut penuh suka
cita.
Namun wabah pandemi
Corona Virus Disease (Covid-19) yang menyerang dunia, Indonesia dan juga Bali
telah mengubah segala-galanya. Semakin terpuruk ketika awal Mei terjadi
transmisi local di Desa Abuan membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan
Covid-19 Pemerintah Provinsi Bali gencar melakukan rapid test kepada warga Desa Abuan Bangli.
Desa Adat Sala merupakan salah satu dari 3
desa adat yang ada di Desa Dinas Abuan. Paling selatan Desa Adat
Serokadan,sebelah utaranya Desa Adat Abuan dan paling utara Desa Adat Sala, yang berjumlah 556 KK, atau 1.838 jiwa.
Dari hasil rapid test, 2 orang dinyatakan positif Covid-19 namun sudah sembuh dan kembali pulang ke rumah dan 1 orang lagi sedang dikarantina.
Gugus Tugas pun akhirnya
menetapkan Desa Adat Abuan dikarantina local sejak 2 Mei hingga 15 Mei. Bagi
Desa Adat Sala, karantina local (isolasi) ini disebutnya sebagai Ngeneng Ngening.
Bandesa Adat Sala
Ketut Kayana menuturkan heneng hening
biasa dilakukan saat ada wabah atau sasab
merana untuk menghindari wabah semakin meluas. Neng artinya sepi, kosong. Ning
artinya jernih, suci. Ngeneng ngening
artinya dalam sepi kita mendapat keheningan, dalam keheningan kita mendapat
kesucian, dalam kesucian kita menemukan Yang Maha Suci, Ida Hyang Mahakawi.
‘’Dalam konteks
pandemi Covid-19 sekarang, heneng hening
sepadan dengan istilah karantina,’’ terang Ketut Kayana.
Istilah heneng hening, papar Ketut Kayana
sengaja dikedepankan untuk menghindari punahnya kearifan lokal Bali. Heneng mengajak krama tetap tinggal di rumah, menepi dan
menyepi. Sedangkan Hening menuntun krama sambil di rumah senantiasa ngerastiti
bakti kepada Bhatara Kawitan dan
Hyang Widhi Wasa.
Selama 14 hari masa heneng hening, krama adat Sala begitu
patuh. Tunduk pada titah guru wisesa dan
bakti pada kearifan local yang diyakini mampu melebur sahananing mala. Saat heneng
hening,krama Desa Adat Sala
tetap mewujudkan rasa bakti, menggelar upacara piodalan di Pura Puseh, Pura Bale Agung, Pura Taman Pacampuhan, Pura Dalem Kayangan Tiga, dan Pura Prajapati.
Namun seperti
yang disampaikan bandesa Ketut
Kayana, piodalan dilaksanakan ararisan (1
hari) yang dipuput oleh sulinggih
disertai pemangku, peduluan,
serati banten dan sinoman yang jumlah keseluruhannya tidak
lebih dari 25 orang. Krama melakukan
persembahyangan dari rumahnya masing-masing dan tirta pengelukatan serta
tirta wangsuhpada diantar oleh sinoman ke masing-masing lawangan (pintu gerbang rumah) krama.
‘’Semua berjalan lancar. Jadi di Desa Adat Sala sangat dihindari ngencak karya atau tidak melakukan karya (piodalan). Semua dudonan dilakukan dalam skala yang kecil,’’ pungkas Ketut Kayana.
Kesuntukan krama adat
Sala melakukan heneng hening
menumbuhkan semangat baru bagi warganya. Tidak saja bersatu padu melawan
Covid-19 dengan selalu melakukan upaya pencegahan, baik memakai masker, mencuci
tangan dengan sabun di air yang mengalir, menerapkan social dan physical
distancing juga menumbuhkan semangat gotong-royong yang semakin kuat.
Seperti yang
dituturkan Ketut Kayana, pandemi Covid-19 telah menorehkan duka bagi warga
masyarakat. Kami tidak lagi melihat suka cita, suka ria anak-anak bermain
sepeda di jalan. Kami tidak melihat lagi ibu-ibu yang membawa sesajen
beriringan ke pura, kami tidak melihat warga petani bertopi kopyah ke sawah,
juga tidak melihat para pemedek dan
wisatawan yang saban hari berkunjung ke
Pura Taman Pacampuhan. Pemandangan yang sangat indah nan harmonis itu tidak ditemukan lagi. ‘’Apa pun itu,
karena ini merupakan anugrah kami menerima dengan lapang dada,’’ ungkap Ketut
Kayana berserah.
Namun, ikmah di balik
Covid-19 ini, Ketut Kayana merasakan tumbuhnya semangat kegotongroyongan. Kami
merasakan sekali bagaimana antusias teman-teman, pihak- pihak lain, kelompok masyarakat
di sekitar kami berduyun-duyun membantu kami dengan bantuan sembako. Begitu
juga krama adat kini semakin menghargai kebersihan, berperilaku hidup bersih
dan sehat.
BANDESA ADAT SALA KETUT KAYANA: Mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada warga adat Sala.
Untuk itu, Ketut Kayana mewakili krama adat Sala mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman, kelompok masyarakat dari mana pun, semua pihak yang telah membantu kami sehingga kami lebih tegar menghadapi pandemi Covid-19. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini berlalu dan tidak pernah terulang lagi di masa yang akan datang. (gs)
RAIH JUARA: Prada Nawawi M.M. Latifullah, berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional ke-2 bagi Personel Militer yang diselenggarakan di Air Defense College, Kota Misrata, Libya, Jumat (13/3/2026). (Foto: Pendam IX)
Denpasar, baliilu.com – Kembali prajurit Kodam IX/Udayana menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Prajurit muda dari Yonif TP 834/Wakanga Mere, Brigif 21/Komodo, Prada Nawawi M.M. Latifullah, berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional ke-2 bagi Personel Militer yang diselenggarakan di Air Defense College, Kota Misrata, Libya, Jumat (13/3/2026).
Kompetisi hafalan Al-Qur’an tingkat militer internasional tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 17 hingga 23 Ramadhan 1447 H (7–13 Maret 2026) dan diikuti oleh lebih dari 50 prajurit militer dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Mauritania, serta sejumlah negara lainnya.
Kegiatan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Libya ini mengusung tema “Martyrs of the Homeland”, sebagai bentuk penghormatan kepada para syuhada yang gugur dalam mempertahankan tanah air. Selain bertujuan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, ajang ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual prajurit sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan militer.
Dalam kompetisi tersebut, Prada Nawawi M.M. Latifullah tampil pada kategori hafalan 30 juz dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga akhirnya ditetapkan sebagai Juara 1 MHQ Internasional Militer ke-2, sekaligus membawa harum nama TNI dan bangsa Indonesia di panggung dunia.
Upacara penutupan kegiatan turut disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Al-Dabiba, bersama sejumlah pejabat tinggi militer dan pemerintahan Libya.
Delegasi TNI dalam ajang tersebut dipimpin oleh Kabidbintalroh Pusbintal TNI Kolonel Laut (KH) Chumaidi, S.Ag. dengan peserta Kapten Sus M. Affan, Lc., Serma Abdi Nasrullah, Sertu Habibi Royani, Serda Dimas Hafiz Ihsan, Kopka Mes Ahmad Mulyadi, Prada Nawawi M.M. Latifullah, serta Prada Moh. Marzuki Al Farisi yang mengikuti berbagai kategori hafalan Al-Qur’an.
Sebelum mengikuti perlombaan, para peserta delegasi TNI terlebih dahulu menjalani pembekalan, pembinaan, serta tahsin Al-Qur’an pada 2–5 Maret 2026 di Masjid Al Mu’min Jatikarya dan Masjid Al Ikhlas Kompleks SCBD Jakarta Selatan. Pembinaan tersebut dibimbing oleh Ustadz Adi Hidayat, Syekh Syahrir dari Libya, serta Ustadz Ulil Abshar Alhafidz, guna mempersiapkan para peserta secara maksimal sebelum mengikuti kompetisi internasional tersebut.
Pada akhir kegiatan, Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Al-Dabiba secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para prajurit dalam menghafal Al-Qur’an serta kontribusinya dalam menegakkan nilai-nilai agama, moralitas, dan disiplin di lingkungan militer.
Komandan Yonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Justikhandinata T menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih prajuritnya tersebut.
“Kami keluarga besar Yonif TP 834/Wakanga Mere sangat bangga atas prestasi yang diraih Prada Nawawi yang telah mengharumkan nama TNI, khususnya Kodam IX/Udayana, serta bangsa Indonesia di tingkat internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. Widi Rahman, S.H., M.Si menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa prajurit TNI tidak hanya unggul dalam profesionalisme militer, tetapi juga memiliki kualitas mental dan spiritual yang kuat.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kodam IX/Udayana, TNI AD, dan bangsa Indonesia. Keberhasilan Prada Nawawi menunjukkan bahwa prajurit TNI juga mampu berprestasi dan bersaing di bidang keagamaan hingga tingkat internasional. Hal ini sekaligus mencerminkan bahwa pembinaan mental dan spiritual prajurit merupakan bagian penting dalam membentuk karakter prajurit TNI yang profesional, tangguh, dan berintegritas,” tegas Kapendam.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Yonif TP 834/Wakanga Mere, yang terus memberikan dukungan dan doa sehingga prajurit terbaiknya mampu menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. (gs/bi)
PERTOLONGAN: Personel piket fungsi Polsek Gianyar bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Abianbase saat memberikan pengamanan dan pertolongan kepada seorang pria yang ditemukan dalam kondisi linglung di sebelah kuburan wilayah Abianbase, Kecamatan Gianyar, pada Sabtu pagi (14/3/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Personel piket fungsi Polsek Gianyar bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Abianbase menunjukkan respons cepat dalam memberikan pengamanan dan pertolongan kepada seorang pria yang ditemukan dalam kondisi linglung di sebelah kuburan wilayah Abianbase, Kecamatan Gianyar, pada Sabtu pagi (14/3/2026). Kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat yang melihat pria tersebut berada di lokasi dalam kondisi tidak stabil.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Gianyar segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan memastikan kondisi pria tersebut agar tidak membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan di sekitar lokasi. Setelah dilakukan pengecekan awal, pria tersebut diduga dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman keras, sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Guna memberikan pertolongan secara cepat dan tepat, petugas kemudian berkoordinasi dengan tim ambulans dari PSC 119 Kabupaten Gianyar untuk membantu proses evakuasi. Tim medis yang tiba di lokasi selanjutnya melakukan penanganan awal sebelum membawa yang bersangkutan menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan.
Pria tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan evakuasi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar berkat koordinasi yang baik antara personel kepolisian dan tim medis.
Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan mengatakan bahwa kehadiran anggota di lapangan merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kami berupaya hadir memberikan pengamanan sekaligus pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan koordinasi bersama PSC 119, diharapkan penanganan dapat dilakukan secara cepat sehingga yang bersangkutan segera mendapatkan perawatan yang layak,” ujar Kapolsek Gianyar. (gs/bi)
BAGIKAN TAKJIL: Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. saat membagikan paket takjil kepada para pengendara, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang melintas di depan Mako Polresta Denpasar, Sabtu (14/3/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, jajaran Polresta Denpasar bersama insan media menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Mako Polresta Denpasar di Denpasar, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. yang turun langsung ke jalan membagikan paket takjil kepada para pengendara, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang melintas di depan Mako Polresta Denpasar.
Dengan penuh keakraban, Kapolresta bersama para pejabat utama dan insan media menyapa para pengguna jalan sembari menyerahkan paket takjil sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Senyum dan ucapan terima kasih dari para pengendara terlihat mewarnai kegiatan tersebut.
Kapolresta Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kebersamaan antara Polri dan media, sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di bulan penuh berkah. Selain membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian, media, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan serta mempererat sinergi antara Polri, media, dan masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pembagian takjil ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain membantu para pengendara yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka, kegiatan tersebut juga menunjukkan kepedulian dan kedekatan Polresta Denpasar dengan masyarakat. (gs/bi)