Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Hindupreneur Academy Ditutup, Walikota: Saat Pandemi Covid-19, Menjadi Wirausaha Merupakan Alternatif Jalan Keluar

BALIILU Tayang

:

de
FOTO BERSAMA: Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana foto bersama dengan pemenang the best 6 Program Hindupreneur Academy saat penutupan di lantai III Gedung Sewaka Dharma Mahottama Lumintang Denpasar, Senin, 6 Desember 2021. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan saat pandemi Covid-19 dimana lapangan kerja semakin sulit dan terbatas, maka menjadi wirausaha merupakan alternatif jalan keluar.

‘’Saat ini pandemi Covid-19 belum juga reda, dan kita semua masih dihadapkan pada situasi yang sulit. Baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Namun kita tidak boleh serta merta menyerah menghentikan langkah dalam usaha pemulihan ekonomi di masa yang sulit ini.  Pandemi Covid-19 bukan sebuah alasan bagi generasi muda untuk tidak berkarya. Kita bisa berkarya dengan segala kecanggihan teknologi yang ada membangun sisi baru di masa Covid-19,’’ kata Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana saat membacakan sambutan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang berhalangan hadir karena meninjau dampak dari hujan lebat di beberapa lokasi di Denpasar, pada penutupan Hindupreneur Academy di lantai III Gedung Sewaka Dharma Mahottama Lumintang Denpasar, Senin, 6 Desember 2021.

Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana saat menutup Program Hindupreneur Academy

Hadir wakil dari Kejaksaan Negeri Denpasar, Kadisperindag Kota Denpasar, wakil dari Bappeda, inspektorat, BPKAD Kota Denpasar, Yayasan Gatra Wirausaha, dan pemenang The Best 6 Program Hindupreneur Academy.

Lebih lanjut, Sekda Wiradana memaparkan, jumlah wirausahawan di Indonesia hanya 4 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Angka tersebut melampaui standar internasional yaitu 2 persen. Namun jumlah wirausahawan perlu terus ditingkatkan, apalagi jika mengacu kepada negara lain. Jumlah interpreneur di Indonesia jauh lebih rendah. Malaysia memiliki 4,74 persen, Thailand 4,26 persen, Singapura 8,76 persen, dan negara-negara Benoa Eropa dan Amerika lebih dari 12 persen.

Sekda IB Alit Wiradana saat membacakan sambutan Walikota Denpasar

Mencermati hal tersebut, kata Sekda, Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya membangkitkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan generasi muda Kota Denpasar melalui program unggulan. Salah satunya melalui Program Hindupreneur Academy yang digagas Yayasan Gatra Wirausaha. Kewirausahaan dipilih dengan tujuan untuk mendorong generasi muda agar dapat menjadi aktor utama pertumbuhan kesejahteraan di Bali saat ini dan untuk menciptakan pemuda Indonesia yang kreatif, inovatif dan kompetitif. Dikatakan, kreativitas mental positif dan pola pikir maju menjadi unsur utama bagi penciptaan karakter generasi muda yang andal untuk menjadi wirausaha yang professional di bidangnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Terus Lakukan Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Demi Pariwisata yang Lestari

’’Saya ingin berpesan kepada seluruh komponen masyarakat terutama para interpreneur untuk bersama mendukung membangun Denpasar dengan mengembangkan potensi kreativitas dan kearifan lokal serta menumbuhkan jiwa wirausaha yang pada gilirannya mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional,’’ ujarnya, seraya mengharapkan melalui usaha yang dikembangkan, diharapkan dapat menghasilkan multiplier effect yang positif bagi perekonomian.

Kepada para the best Hindupreneur Academy, Sekda menyampaikan selamat dan berpesan agar modal usaha yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam mengobarkan semangat kewirausahaan sehingga dapat memberikan inspirasi kepada para generasi muda serta dapat mengembangkan bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat dan bagi perekonomian daerah. ‘’Saya yakin sinergi dan kolaborasi yang digerakkan oleh weda wakya wasudewa kutumbakan, dalam kehidupan ini kita semua bersaudara. Semua sektor kehidupan harus diselesaikan dengan paras paros sarpanaya selulung sebayantaka. Semua persoalan yang kita hadapi mari kita selesaikan bersama-sama dan menyama braya,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Gatra Wirausaha Dr. Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E., M.M., AK melaporkan Program Hindupreneur Academy adalah program pemulihan ekonomi selama masa pandemi yang digagas dan dilaksanakan oleh Yayasan Gatra Wirausaha bekerjasama dengan Disperindag Kota Denpasar. Program ini diperuntukkan bagi wirausaha muda pemula berusia 18-30 tahun. Selain untuk memberikan edukasi kewirausahaan, program ini bertujuan membantu penciptaan wirausaha baru dan pengembangan usaha bagi wirausaha muda Kota Denpasar.

‘’Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Denpasar yang secara konsisten memberi ruang dan perhatian kepada pengembangan kewirausahaan khususnya di kalangan generasi muda,’’ ucap Sutrisna Dewi.

Program Hindupreneur Academy terdiri dari 7 tahap, yaitu tahap sosialisasi pada 4 Oktober 2021 dan diikuti oleh 158 orang, tahap seleksi pertama untuk menghasilkan the best 16 diikuti oleh 49 peserta, tahap pendidikan dan pelatihan kewirausahaan pada 15-17 Oktober 2021 bagi the best 16,  tahap seleksi kedua (presentasi) untuk menghasilkan the best 6 dilaksanakan 24 Oktober 2021, penyerahan seed capital (bantuan permodalan usaha@Rp. 10.000.000 bagi the best 6, dan pendampingan usaha selama 2 bulan serta berakhir pada penutupan dengan penyerahan piagam.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri ‘’Melaspas’’ Pura Taman Sari Bendesa Manik Mas
Undangan dan peserta yang hadir pada penutupan Program Hindupreneur Academy

Wirausaha yang masuk The Best 6 Program Hindupreneur Academy yakni Ni Wayan Dessy Indrayanti (Toko Dwi Kenanga), Kadek Angga Dwi Astina (Adventura KEI Animation), I Putu Arya Finkayana (Sila Krama), I Nyoman Tantra Pradnyana (Gumineponik), IGA Krisna Lestari (Dapoer Toengkoe), dan I Komang Bayu Sanjaya (Bali Cleaning Plus). Total bantuan modal usaha yang telah diberikan kepada peserta The Best 6 adalah Rp 60 juta.

Mengakhiri laporannya Sutrisna Dewi menegaskan program yang dirancang komprehensif ini diharapkan mampu membentuk para peserta menjadi wirausaha muda Hindu yang tangguh, mandiri, berwawasan budaya, serta bertanggung jawab.

Acara diakhiri penyerahan piagam penghargaan kepada The Best 6 Hindupreneur Academy dilakukan Sekda Wiradana mewakili Walikota Denpasar. (gs/eka)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  Meriahkan HUT Ke-79 RI dan HUT BWC, Walikota Lepas "Gema Damai" Bali Willyz Club

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Serahkan Bantuan 18 Rumah Layak Huni kepada Warga

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Meriahkan HUT Ke-79 RI dan HUT BWC, Walikota Lepas "Gema Damai" Bali Willyz Club

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca