Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Indonesia Solar Summit 2026: Kepastian Kebijakan dan Proyek Layak Pembiayaan Jadi Kunci Percepatan Investasi Energi Surya

BALIILU Tayang

:

indonesia solar summit
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pengembangan energi surya menjadi semakin penting di tengah krisis energi fosil dan gejolak geopolitik. Kondisi tersebut memberikan dua pelajaran penting bagi Indonesia. Pertama, ketergantungan terhadap impor energi fosil dapat mengancam keamanan dan ketahanan energi nasional. Kedua, ketahanan energi yang lebih kuat dapat dibangun dengan memanfaatkan sumber energi bersih yang tersedia di dalam negeri. Hal ini menjadi pesan utama dalam gelaran hari kedua Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 pada Rabu (15/7) yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Pemerintah Provinsi Bali, dan Dewan Energi Nasional (DEN).

Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kemenko Perekonomian, Sunandar, menyampaikan bahwa Indonesia perlu mempercepat dan memperluas pengembangan energi surya agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Upaya tersebut tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan pembangkit, tetapi juga perlu memperhatikan seluruh proses pengembangannya.

“Selain pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya dilihat dari fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat. Koordinasi antarpihak diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan pendekatan yang tepat bagi pemerintah. Melalui koordinasi yang baik, ambisi pengembangan energi surya dapat diterjemahkan menjadi pelaksanaan yang lebih terarah,” tegas Sunandar.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa menjelaskan investor tidak hanya berinvestasi berdasarkan besarnya potensi. Investor membutuhkan kepastian kebijakan, risiko yang dapat dikelola, proyek yang layak dibiayai, serta tingkat pengembalian yang wajar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tantangan utama Indonesia bukan lagi membuktikan besarnya potensi energi surya, melainkan mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang menarik bagi investor dan lembaga pembiayaan.

Baca Juga  ''Electrifiying Agriculture'', Kendaraan Listrik, Kompor Induksi, Mini Hidro, dan PLTS adalah Dukungan Nyata PLN terhadap Program Energi Bersih Gubernur Koster

“Investasi pembangkit energi surya perlu berjalan bersama dengan pembangunan transmisi, interkoneksi, digitalisasi jaringan, dan sistem penyimpanan energi. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan jaringan listrik untuk menampung dan memanfaatkan listrik yang dihasilkan,” papar Fabby.

IESR menilai terdapat tiga aspek penting yang perlu diperkuat untuk mendorong implementasi energi surya di Indonesia. Pertama, kepastian kebijakan dan target besar yang diterjemahkan dalam ketersediaan pipeline proyek yang jelas. Kepastian ini memberikan sinyal ada investor bahwa iklim investasi di Indonesia stabil, mereka juga perlu mengetahui kapan proyek akan dilaksanakan, lokasi proyek, serta kapasitas yang akan dibangun setiap tahun. Informasi tersebut dibutuhkan agar investor dapat menyiapkan modal, rantai pasok, dan tenaga kerja sejak awal.

Kedua, identifikasi proyek yang bankable dan ketersediaan instrumen pembiayaan yang menarik dan meringankan seperti concessional loan dan blended finance. Ketiga, proses pengadaan yang efisien, termasuk kejelasan kontrak dengan pembagian risiko yang adil hingga teknis jual beli listrik seperti mekanisme curtailment.

Dalam gelaran hari kedua ISS 2026, IESR juga memaparkan hasil kajian bertajuk The Technological and Economic Potential of Developing Floating Solar Power Plants in the Indonesian Archipelago, yang menggarisbawahi pembangkit listrik tenaga surya terapung atau floating solar photovoltaic (FPV) dapat menjadi salah satu solusi penting untuk mempercepat pemanfaatan energi surya di Indonesia. Teknologi ini membuka peluang pengembangan PLTS di waduk, danau, serta kawasan perairan dekat pantai, sehingga dapat mengurangi kebutuhan lahan darat yang sering menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan PLTS skala besar.

Berdasarkan pemodelan IESR, Indonesia memiliki potensi PLTS terapung yang layak secara finansial sebesar 77,8 GW di 179 lokasi. Potensi ini terdiri dari 42,5 GW PLTS terapung inland di 143 lokasi dan 35,3 GW PLTS terapung nearshore di 36 lokasi. Perhitungan keekonomian ini menggunakan indikator equity internal rate of return (EIRR) yang dibandingkan dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC), serta mengacu pada asumsi harga listrik berdasarkan Perpres 112/2022.

Baca Juga  Percepatan Pembangunan Rendah Karbon Perlu Sinergitas Target dan Strategi

“Pengembangan PLTS terapung penting untuk mendukung target besar Indonesia dalam mempercepat energi surya, termasuk program PLTS 100 GW. Jika dirancang dengan baik, PLTS terapung dapat menjadi bagian dari solusi untuk menyediakan listrik bersih bagi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, sistem kelistrikan daerah, hingga pengganti pembangkit fosil yang memasuki masa pensiun,” ujar Fabby.

Untuk itu, IESR mendorong integrasi lokasi potensial PLTS terapung dengan dokumen perencanaan energi, tata ruang darat, dan tata ruang laut. Untuk PLTS terapung di waduk atau danau, aspek izin pemanfaatan sumber daya air perlu disederhanakan. Sementara untuk PLTS terapung nearshore, proses perizinan ruang laut dan navigasi laut perlu dibuat lebih jelas agar tidak menghambat investasi.

IESR juga mendorong penggunaan mekanisme reverse auction atau lelang terbalik yang kompetitif berbasis harga untuk mempercepat pengembangan PLTS terapung. Mekanisme ini bersyarat, di mana pemerintah terlebih dahulu menyiapkan kajian kelayakan awal sehingga pengembang dapat berkompetisi pada aspek harga, teknologi, dan kemampuan implementasi. Mekanisme ini dapat membantu menghasilkan tarif yang lebih kompetitif dan mempercepat proyek-proyek yang sudah siap dikembangkan.

IESR telah menyelenggarakan Indonesia Solar Summit (ISS) setiap tahun sejak 2022. Edisi kelima ISS pada 2026 terselenggara atas kerja sama IESR dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Energi Nasional serta Pemerintah Provinsi Bali, dan didukung oleh Climate Group RE100, iForte Energy, dan Greenvolt Power Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

SMP Negeri 2 Singaraja Perkuat Prestasi, Karakter, dan Budaya Sekolah Aman

Published

on

By

Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 2 Singaraja, Kabupaten Buleleng
MPLS: Suasana MPLS Ramah di SMP Negeri 2 Singaraja. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SMP Negeri 2 Singaraja terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan prestasi akademik dan nonakademik, pembentukan karakter peserta didik, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan.

Kepala SMP Negeri 2 Singaraja, I Gede Someada, mengatakan seluruh program sekolah disusun mengacu pada visi sekolah, yakni mewujudkan lulusan yang berprestasi, berbudi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan.

“Kami selalu berpatokan pada visi sekolah, yaitu menciptakan lulusan yang berprestasi, berbudi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan. Dari visi itulah seluruh program sekolah kami susun bersama untuk mendukung perkembangan peserta didik secara utuh,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7).

Untuk mendukung pencapaian visi tersebut, sekolah mengoptimalkan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Pada pembelajaran intrakurikuler, SMP Negeri 2 Singaraja menerapkan pendekatan deep learning sesuai kebijakan pemerintah dengan model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, materi, serta kebutuhan peserta didik.

Di bidang ekstrakurikuler, sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui pembinaan intensif dari para guru. Berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik dipersiapkan sebagai wadah untuk mencetak siswa berprestasi di berbagai ajang perlombaan.

“Ekstrakurikuler kami laksanakan berdasarkan minat dan bakat siswa. Melalui pembinaan guru, kami mempersiapkan mereka mengikuti berbagai lomba sehingga mampu menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” tambahnya.

Prestasi sekolah pun terus menunjukkan hasil membanggakan. Dalam bidang akademik, SMP Negeri 2 Singaraja berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar selama dua tahun berturut-turut sehingga piala bergilir resmi menjadi milik sekolah. Sementara pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar), siswa-siswi yang mewakili Kabupaten Buleleng berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.

Baca Juga  Peluang Asia Tenggara Percepat Transisi Energi dan Capai NZE 2050

Selain prestasi, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan kokurikuler. Pendidikan karakter diarahkan untuk menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMP Negeri 2 Singaraja juga terus membangun budaya cinta lingkungan dengan mengajak seluruh warga sekolah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan belajar.

“Kami tidak hanya mendidik kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki perilaku yang baik serta mencintai lingkungan. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar,” jelasnya.

Dalam upaya menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan, pihak sekolah telah menyusun berbagai mekanisme pencegahan dan penanganan bullying. Siswa didorong untuk melapor kepada guru BK, wali kelas, maupun guru lainnya apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan.

“Kami telah menyiapkan program penanganan bullying melalui pendampingan guru BK, wali kelas, kesiswaan, hingga melibatkan orang tua melalui komunikasi, pemanggilan, maupun kunjungan ke rumah. Dengan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, kami berharap kasus bullying dapat terus ditekan,” tegasnya.

Melalui berbagai program tersebut, SMP Negeri 2 Singaraja optimistis mampu mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, berkarakter kuat, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan di masa depan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua K3S Badung Buka Muscab Pertuni Badung dan KDD 2026

Berkarya Tanpa Batas, Bersama Membangun Masa Depan

Loading

Published

on

By

Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Muscab Pertuni Kabupaten Badung dan rapat kerja KDD 2026 di Wantilan DPRD Badung.
BUKA MUSCAB: Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Muscab Pertuni Kabupaten di Wantilan DPRD Kabupaten Badung, Rabu (15/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-8 Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Badung sekaligus rapat kerja Komisi Disabilitas Daerah (KDD) Kabupaten Badung Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (15/7) di Wantilan DPRD Kabupaten Badung.

Mengusung tema “Berkarya Tanpa Batas, Bersama Membangun Masa Depan”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, evaluasi kinerja, serta perumusan langkah strategis demi peningkatan kesejahteraan, pemberdayaan, dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya kaum tuna netra di Badung.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Ketua DPD Pertuni Provinsi Bali, Ketua DPC Pertuni Kabupaten Badung, perwakilan Camat se-Kabupaten Badung, Ketua Komda Lansia Badung, Ketua Forum Karang Taruna Badung, jajaran Komisi Disabilitas Daerah Badung, Ketua Yayasan Bunga Bali, Perbekel Desa Abiansemal, serta para undangan dan anggota Pertuni dari seluruh kecamatan di Badung.

Dalam arahannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Sosial, jajaran K3S, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mendukung sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

“Saya merasa sangat bangga kepada Pertuni Badung. Belum lama ini saya berkesempatan berkunjung langsung melihat latihan Arja Duduk mereka, dan bahkan menyaksikan langsung penampilan memukau mereka saat tampil di Pesta Kesenian Bali. Keterbatasan penglihatan sama sekali tidak menjadi penghalang untuk menampilkan bakat luar biasa, bahkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Badung di kancah seni budaya,” ujarnya.

Ia menekankan, keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk berhenti berkarya, melainkan bukti kekuatan tekad dan semangat juang yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Badung melalui K3S akan terus berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dalam hal akses pendidikan, pelatihan keterampilan, kesempatan berkreasi, hingga jaminan kesejahteraan, agar setiap warga termasuk penyandang disabilitas dapat tumbuh, berkarya, dan berperan aktif membangun daerah.

Baca Juga  Peluang Asia Tenggara Percepat Transisi Energi dan Capai NZE 2050

“Kita semua memiliki hak dan potensi yang sama. Mari kita hapus pandangan yang memandang penyandang disabilitas hanya sebagai objek bantuan, melainkan jadikan mereka sebagai subjek pembangunan yang mandiri dan berdaya saing. Muscab ini diharapkan dapat melahirkan kepengurusan yang lebih solid, program kerja yang nyata, serta kolaborasi yang erat antar semua pihak demi mewujudkan Badung yang inklusif, ramah disabilitas, dan sejahtera bagi semua,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC Pertuni Kabupaten Badung Anak Agung Mayun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan terus-menerus dari Pemerintah Kabupaten Badung dan K3S Badung. Ia berharap melalui musyawarah ini dapat terjalin sinergi yang semakin kuat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian seluruh anggota Pertuni di Badung.

Kegiatan Muscab ini akan berlanjut dengan pemilihan kepengurusan baru periode mendatang serta penyusunan program kerja prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pemberdayaan disabilitas di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Antinarkoba Badung Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba, Bentengi Generasi Muda Sejak Dini

Published

on

By

Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada siswa baru SMK TI Global Kuta Utara.
HADIRI MPLS: Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, saat kegiatan MPLS yang dirangkaikan dengan penyuluhan bahaya narkoba bagi siswa baru di SMK TI Global Kuta Utara, Rabu (15/7). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan pentingnya sosialisasi pencegahan narkoba yang dilakukan secara berkelanjutan dan terus digencarkan ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK TI Global, Kuta Utara, Rabu (15/7), yang dirangkaikan dengan penyuluhan bahaya narkoba bagi siswa baru.

Turut hadir Kepala BNN Kabupaten Badung, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Badung, Kepala Sekolah SMK TI Global, Ketua Yayasan Bali Global Denpasar, Dewan Pertimbangan Wanita Islam Kabupaten Badung, serta para undangan lainnya.

Dalam arahannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyebut masa peralihan jenjang pendidikan sebagai fase krusial, di mana anak mulai beradaptasi dengan lingkungan dan pergaulan baru. Oleh karena itu, pemahaman tentang bahaya narkoba wajib ditanamkan sedini mungkin dan sosialisasi tidak boleh berhenti di satu waktu saja, melainkan harus terus digencarkan secara menyeluruh agar menjadi benteng pertahanan diri yang kuat.

“Anak-anakku adalah harapan keluarga, kebanggaan Badung, dan penerus masa depan Bali. Ingatlah, narkoba tidak keren, bukan pula solusi masalah. Ia adalah perusak masa depan yang menghancurkan kesehatan, akal sehat, dan cita-cita kalian,” tegasnya.

Ia mengingatkan modus peredaran narkoba kini semakin cerdik dan menyasar remaja, sering disamarkan menjadi camilan, minuman, atau barang sehari-hari. “Jangan terima makanan dari orang asing, berani katakan ‘TIDAK’ pada ajakan berisiko, dan segera sampaikan kepada orang tua atau guru jika menemukan hal mencurigakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen sekolah, orang tua, dan pihak terkait untuk bahu-membahu memperluas jangkauan sosialisasi. Seluruh pihak diminta terus menggencarkan edukasi agar anak-anak terbiasa mengisi waktu dengan kegiatan positif: mengembangkan bakat, berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan budaya, serta menjaga pergaulan yang sehat. (gs/bi)

Baca Juga  ''Electrifiying Agriculture'', Kendaraan Listrik, Kompor Induksi, Mini Hidro, dan PLTS adalah Dukungan Nyata PLN terhadap Program Energi Bersih Gubernur Koster

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca