Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kaji Mitos Men Brayut, Widiastiti Raih Gelar Doktor di FIB Unud

BALIILU Tayang

:

de
A.A. Istri Putera Widiastiti, S.Sos., M.Si. saat menerima SK kelulusan Doktor. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana kembali menyelenggarakan promosi Doktor dengan promovenda A.A. Istri Putera Widiastiti, S.Sos., M.Si. Promosi Doktor dilaksanakan pada Jumat, 28 Januari 2022 secara semidaring di ruang Ir. Soekarno kampus setempat.

Ujian terbuka dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. Promovenda A.A. Istri Putera Widiastiti adalah seorang dosen yang bertugas di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional. Ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dekonstruksi Mitos Men Brayutdi Desa Singapadu Kaler, Kabupaten Gianyar”. Setelah melalui ujian terbuka, A.A. Istri Putera Widiastiti dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.Ia merupakan Doktor ke-159 di lingkungan FIB Unud dan Doktor ke-259  di lingkungan Prodi S3 Kajian Budaya.

Dalam disertasinya, Widiastiti menguraikan bahwa mitos Men Brayut merupakan salah satu mitos yang berkembang pada masyarakat Bali. Mitos Men Brayut menjadi menarik untuk diteliti karena mampu membangun sugesti pada masyarakat dalam kaitannya untuk memperoleh keturunan. Secara umum, kecenderungan mitos Men Brayut diwujudkan dalam bentuk patung seorang perempuan dengan anak-anaknya saja. Akan tetapi, di Pura Dalem Desa Pekraman Silakarang-Kederi, Singapadu Kaler, terdapat juga patung laki-laki yang dikelilingi oleh anak-anaknya dan oleh masyarakat sekitar dikatakan sebagai patung Pan Brayut.

Di Desa Singapadu Kaler, mitos Men Brayut yang berkembang dalam masyarakat dilisankan kembali oleh Pemangku Pura Dalem Desa Pekraman Silakarang-Kederi menjadi cerita lisan mitos Men Brayut. Mitos Men Brayut yang dilisankan di Desa Singapadu Kaler merupakan salah satu bentuk dari sastra lisan. Mitos Men Brayut yang mengisahkan sebuah keluarga dengan banyak anak, memberikan gambaran bahwa anak menjadi sebuah penanda dalam konteks masyarakat yang merupakan sumber kebahagiaan.

Baca Juga  Kritisi Moto Sewaka Dharma, Dosen FISIP Unud Raih Gelar Doktor Kajian Budaya di FIB Unud

Ideologi di balik mitos Men Brayut di Desa Singapadu Kaler, mencakup ideologi religi, ideologi kesetaraan dan ideologi perjuangan. Keberadaan patung patung Brayut meningkatkan pemahaman simbolisme dari mitos Men Brayut yang diyakini sebagai pemberi keturunan bagi pasangan suami istri yang belum memiliki anak.

Pemujaan terhadap patung Brayutdipandang sebagai sumber kebahagiaan dari simbol kesuburan dengan kekuatan adikodrati melalui pemujaan mapinunas dengan berbagai sarana sesajen. Ideologi religi dalam pemujaan patung Brayut tidak dapat dilepaskan dari konteks tempat sebagai lokus dari patung Brayut itu sendiri yakni Pura Dalem Desa Pekraman Silakarang-Kederi.

Terkait dengan aspek ideologi kesetaraan secara ideologis dalam Agama Hindu laki-laki dan perempuan sama dan merupakan relasi kerja yang bersifat dwitunggal. Tokoh Pan Brayut yang dikisahkan dalam kisah Brayut dimana dirinya digambarkan mengambil alih pekerjaan pada sektor domistik. Tanpa ada yang menguasai dan dikuasai, memerintah dan diperintah, pada dasarnya relasi kerja antara laki-laki dan perempuan seyogyanya menggambarkan mitra kerja yang sejajar. Dekonstruksi terhadap tatanan ideologis masyarakat membangkitkan kesadaran ideologis terhadap kedudukan laki-laki dan perempuan. Perlu adanya penekanan bahwa perempuan dan laki-laki adalah sama dan selayaknya menjadi mitra dalam kesejajaran yang disebut sebagai dwitunggal.

Aspek ideologi perjuangan tercermin dari upaya keluarga Brayut untuk tetap bertahan di tengah kemiskinan yang dialami. Pola pengasuhan yang dilakukan Men Brayut dan Pan Brayut mampu membesarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang baik dan memiliki etos kerja yang positif. Nilai perjuangan juga tercermin dari upaya melepaskan diri dari kuatnya pengaruh budaya patriarkhi yang cenderung memberi batasan antara peran laki-laki dan perempuan secara konstruksi sosial.

Pemaknaan masyarakat terhadap mitos Men Brayut dalam konteks kekinian meliputi makna religius, makna kesetaraan gender, makna etos kerja dan makna kesejahteraan pemaknaan yang muncul menjadi penunjuk bahwa mitos Men Brayut merupakan cerminan bagi generasi selanjutnya untuk memahami keberadaan tradisi lisan sebagai kontrol sosial dalam masyarakat. Hal itu dimaksudkan agar tradisi lisan khususnya mitos Men Brayut sebagai salah satu warisan budaya agar tidak punah tergerus oleh kuatnya arus modernisasi.

Baca Juga  Kaji Kewenangan DPR dan DPD secara Konstitusional, Ahmad Rosidi Raih Gelar Doktor

Temuan empirik dalam penelitian menunjukkan bahwa mitos sebagai bentuk artikulasi pendukung dari kebudayaan dalam beragam cara untuk tujuan tertentu, direproduksi lewat wacana dan ideologi. Patriarkhi sebagai karakteristik masyarakat Bali, tidak serta merta terepresentasi negatif dalam mitos Men Brayut di Singapadu Kaler. Perempuan yang cenderung menempati posisi inferior sebagai penanggung jawab ranah domestik dan laki-laki dalam posisi superior, tidak demikian tercermin dalam mitos Men Brayut di Singapadu Kaler sehingga tercapai aspek kesetaraan.

Temuan empirik berikutnya menunjukkan bahwa mitos tidaklah hanya bersifat tradisional dan menghambat modernitas, tetapi justru memiliki hal-hal lain yang relevan dengan modernitas dan posmodernitas diantaranya mencakup etos kerja dan kesetaraan.

Temuan teoretisnya yakni dalam riset ini relevan dan mengukuhkan pandangan Foucault bahwa pengetahuan dan kekuasaan itu menyebar. Dalam konteks Dekonstruksi Mitos Men Brayut di Desa Singapadu Kaler, kuasa secara berkesinambungan melahirkan pengetahuan dan dalam perkembangannya pengetahuan juga terus menerus menghadirkan efek-efek kuasa.

Prof. Dr. A.A. Anom Kumbara, M.S., selaku promotor menyampaikan makna disertasi pada sesi akhir pelaksanaan ujian promosi doktor. Dalam pandangan Prof. Anom Kumbara, disertasi yang telah diselesaikan oleh Dr. A.A. Istri Putera Widiastiti memberikan pandangan baru pada paradigma posmodern dalam melihat mitos.

“Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mitos-mitos sejak awal telah menunjukkan posmodernitas. Posmodern di sini bukan merupakan kelanjutan dari modern, tapi merupakan dekonstruksi dari berbagai pemikiran yang selama ini sering dilewatkan dalam pandangan modernitas,“ ungkap Prof. Anom Kumbara.

Secara praktis, pada era posmodern ini, orang-orang tidak lagi membeli produk semata. Orang-orang lebih melihat bagaimana produk dikonstruksi dan dikemas dengan menarik. Peluang penelitian terhadap mitos-mitos dari sudut pandang posmodern tentu masih sangat besar. Hal ini perlu dikembangkan untuk memberikan nilai baru pada sumber-sumber kekayaan budaya lokal. Sumber: www.unud.ac.id (gp/gs/bi)

Baca Juga  Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unud Raih Juara I Lomba Debat English Competition IX

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Pingsan di Gunung Agung

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pendaki yang pingsan di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.

Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.

“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.

Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.

Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.

Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  KKL, Prodi Sastra Bali Unud Sambut Rombongan FKIP Universitas Lampung

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Proyek Strategis Pengendali Banjir di Kuta

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pengendali banjir di Kecamatan Kuta
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).

Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.

“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.

Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Asing Mahasiswa, FIB Unud Jalin Kerja Sama dengan ‘’Extensive Reading Foundation’’

Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.

“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Badung
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.

Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.

Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.

Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.

Baca Juga  Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unud Raih Juara I Lomba Debat English Competition IX

“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.

“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca