Connect with us

KESEHATAN

Kelurahan Panjer Gelar Pemantauan Prokes, Hari Ini Sasar Pasar Nyanggelan

BALIILU Tayang

:

de
SOSIALISASI: Personel Polsek Densel ikut sosialisasikan protokol kesehatan di Pasar Nyanggelan Panjer.

Denpasar, baliilu.com – Terhitung sejak Sabtu 18 Juli hingga 18 Agustus 2020 Kelurahan Panjer Denpasar Selatan menggelar pemantauan protokol kesehatan (prokes). Pemantauan prokes selama sebulan ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar.

Lurah Panjer Made Suryanata mengatakan untuk kegiatan Selasa (21/7) ini, personil yang tergabung dari unsur Polsek Densel, Dishub Kota Denpasar dibantu satgas desa dan kelurahan menggelar pemantauan protokol kesehatan menyasar Pasar Nyanggelan.

‘’Benar, kami melakukan kegiatan pemantauan ini akan berlangsung selama sebulan, terhitung mulai 18 Juli hingga 18 Agustus 2020,’’ ujar Lurah Panjer Made Suryanata saat dikonfirmasi, Selasa (21/7-2020)

Suryanata lanjut mengatakan, kegiatan pemantauan ini dilaksanakan berupa sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat, seperti wajib memakai masker saat berkegiatan di pasar, maupun untuk masyarakat yang beraktivitas di jalan raya. Sementara toko dan warung diimbau wajib menyediakan sarana cuci tangan dan menerapkan protokol kesehatan lainnya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Harapan kami tentu masyarakat mulai hidup di era kebiasaan baru untuk membiasakan diri keluar rumah memakai masker dengan benar, jaga jarak dan hindari kerumunan, biasakan cuci tangan dengan hand sanitizer dan jaga imun tubuh dengan cara makan makanan yang bergizi. Hal ini guna menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar dan juga membiasakan diri memasuki kebiasaan new normal tetapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan, ” ujar Made Suryanata. (*/eka)

Baca Juga  Update Covid-19 (12/7) di Bali, Angka Sembuh makin Tinggi, Hari Ini Tembus 57 Orang

KESEHATAN

Berikan Kenyamanan Pelanggan, Wawali Jaya Negara Launching Separator Gojek

Published

on

By

de
LAUNCHING SEPARATOR GOJEK: Wakil Walikota IGN Jaya Negara saat melaunching Separator Gojek yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis separator kepada Mitra Gojek Bali yang didampingi para pengurus Gojek pada Kamis (6/8) di Kantor Gojek Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Di tengah pandemi Covid-19, Gojek terus beradaptasi dan berprinsip menjalankan pedoman cara hidup untuk berkegiatan sehari-hari selama pandemi. Jaga kesehatan, jaga kebersihan dan jaga keamanan (J3), sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara di tengah pandemi ini.

Kini, driver Gojek di Denpasar dilengkapi separator khusus sebagai sebuah inovasi dalam memberikan kenyamanan kepada para pelanggan. Oleh karena itu, Gojek melaksanakan launching separator yang dihadiri Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan, Kamis (6/8) di Kantor Gojek Denpasar.

District Head Gojek Bali Mia Siswaningrum menjelaskan memasuki tatanan kehidupan baru, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat dalam menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu jaga kesehatan, jaga kebersihan, dan jaga keamanan. “Gojek sangat menekankan kebersihan, kesehatan dan keamanan bagi mitra gojek, pelanggan dan masyarakat luas serta mendukung pemerintah dalam pelayanan transportasi yang sehat,” kata Mia.

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu inisiatif utama dalam menjaga kesehatan adalah mewajibkan melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan pengecekan suhu tubuh dan memberikan semprotan disinfektan bagi mitra driver di 30 titik Posko Aman J3 di Bali. “Kami berkomitmen ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada mitra Gojek utamanya saat mereka menggunakan fasilitas Gojek,” jelasnya.

Sementara, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Gojek dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru ini. “Kami mengapresiasi langkah Gojek sebagai penyedia jasa di industri yang tanggap akan situasi pandemi dan membuktikan secara nyata bagaimana perusahaan mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan dalam layanannya bagi masyarakat luas. Hal ini tentunya sejalan dengan upaya kami untuk membangkitkan perekonomian daerah, termasuk di dalamnya industri pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat,”  kata Jaya Negara.

Baca Juga  Tak hanya Fokus pada Penanganan Covid-19, OPD Diminta Beri Perhatian pada Program Prioritas

Dalam kesempatan tersebut Wawali Jaya Negara juga berkesempatan melaunching Separator Gojek yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis separator kepada Mitra Gojek Bali yang didampingi para pengurus Gojek. (*/eka)

Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kapolsek Bagikan Masker, Piodalan di Pura Pengastulan Bedulu Konsisten Laksanakan Protokol Kesehatan

Published

on

By

de
BAGIKAN MASKER: Aipda Ni Wayan Sudiati selaku Babinkam Desa Bedulu, bagikan masker kepada anggota pacalang.

Gianyar, baliilu.com – Memasuki tatanan kehidupan era baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, masyarakat Desa Adat Bedulu tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan. Hal ini tampak saat pelaksanaan piodalan di Pura Pengastulan Bedulu, Selasa (4/8-2020).

Upacara yang dilakukan secara sederhana, tanpa rangkaian peed yang melibatkan peed sakral asal Desa Adat Tenganan Pagringsingan Karangasem seperti tahun-tahun sebelumnya, diwarnai dengan pengawasan ketat anggota pacalang desa adat setempat.

Made Wardita, selaku Ketua Pacalang Desa Adat Bedulu, mengungkapkan pihaknya menyambut warga yang akan masuk pura dengan mengecek suhu tubuh dengan thermogun.

Setelah diketahui suhu normal, umat yang akan melakukan persembahyangan diwajibkan untuk mencuci tangan dengan mamakai sabun di wastafel yang sudah disiapkan.

Warga juga diwajibkan untuk menyemprotkan tangannya sendiri dengan hand sanitizer. Di samping dilakukan pembatasan jumlah warga ke jeroan untuk melakukan persembahyangan. “Kami tetap mengatur jarak pemedek  guna menangkal sebaran virus Corona di samping kami berkomitmen untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti anjuran pemerintah,” jelas Made Wardita.

Mendukung penerapan protokol kesehatan tersebut, Kapolsek Blahbatuh AKP Yoga Widyatmoko, SIK. memberikan bantuan puluhan masker kepada anggota pacalang untuk dibagikan kepada warga jika ditemukan ada warga yang tidak memakai masker. Bantuan masker diserahkan langsung Aipda Ni Wayan Sudiati selaku Babinkam Desa Bedulu, kepada anggota pacalang. Selanjutnya pacalang memberikan masker itu kepada warga yang ditemukan tidak memakai masker.

 “Kami bagikan satu masker kepada warga yang diketahui tidak memakai masker, saat akan masuk pura. Kami juga memberikan pengarahan pentingnya memakai masker, walaupun pemerintah sudah menerapkan new normal sejak 9 Juli 2020 lalu. “Untuk memutuskan sebaran virus Corona yang belum ditemukan obatnya itu, maka  penerapan protokol kesehatan sangat penting diberlakukan secara konsisten,” ucap Wardita. (dar)

Baca Juga  Update Covid-19 (12/7) di Bali, Angka Sembuh makin Tinggi, Hari Ini Tembus 57 Orang

Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunker ke Bali, Rombongan Kementerian PPN/Bappenas Terima Paparan Khasiat Arak Bali Manjur Obati Covid-19

Published

on

By

de
DISAMBUT: Rombongan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI yang dipimpin Sekretaris Kementerian PPN Himawan Hariyoga disambut tokoh adat Bali Penglingsir Agung Putra Sukahet.

Denpasar, baliilu.com – Rombongan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI yang dipimpin Sekretaris Kementerian PPN Himawan Hariyoga dalam rangka kunjungan kerja, melaksanakan  kegiatan pertemuan bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat Bali di Balai Adat Pendungan, Br. Pitik, Pedungan, Denpasar, Senin (3/8-2020).

Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian PPN Himawan Hariyoga menyatakan tujuan kegiatan kunker rombongannya kali ini bukan untuk memberikan arahan kepada pemerintah daerah baik provinsi maupun kab/kota serta masyarakat Bali, namun lebih kepada upaya penyerapan aspirasi dari masyarakat yang diwakili oleh parah tokoh masyarakat dan adat di Bali guna menjadi bahan perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan ke depan.

“Prinsip kami dalam perencanaan pembangunan adalah sesering mungkin turun ke instansi, melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Jadi kami tidak hanya mendengar masukan-masukan dari pemerintah daerah, kami ingin mendengar langsung dari masyarakat, mendengar berbagai saran-saran dari bapak ibu sekalian,” ujarnya.

“Saran- saran yang kami harapkan yakni langsung dari para pelaku di lapangan, seperti halnya saat ini di tengah pandemi Covid – 19 yang tak lepas dari peran desa adat di Bali. Ini sangat penting, karena kami ingin perencanaan yang kami buat bisa dilaksanakan di lapangan dan ketika sudah dilaksanakan Bappenas ingin perencanaan tersebut bermanfaat bagi masyarakat,” imbuh Himawan.

Sementara itu Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet yang hadir selaku tokoh desa dan adat di Bali pada kesempatan itu menyampaikan sejarah peranan desa adat yang tidak terpisahkan dengan pemerintahan sejak jaman kerajaan hingga saat ini. Terlebih saat ini, di era kepemimpinan Wayan Koster bersama Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati selaku Gubernur Bali – Wakil Gubernur Bali, peranan desa adat kembali mendapat tempat terdepan guna mendukung program pemerintah dalam upaya menjaga dan memelihara adat, budaya, agama dan adat istiadat kearifan lokal Bali.

Baca Juga  BPJamsostek Fokus Berikan Perlindungan kepada Peserta Pekerja bukan Penerima Upah

“Saat ini Pemprov Bali sangat memperhatikan adat dan budaya Bali, desa adat diperankan, para pacalang diperankan. Terlebih di tengah terpaan musibah akibat penyebaran virus corona, semua terlibat berintegrasi dengan instansi pemerintahan, masyarakat terlibat dengan tertib mengikuti imbauan, hal itulah yang menghasilkan keberhasilan Bali mampu menahan penyebaran Covid-19. Terlibat membangun Bali, berarti ikut membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta,” tegasnya.

Di sisi lain, seorang tokoh masyarakat yang ikut serta dalam acara itu Prof. Made Agus Gelgel Wirasuta, yang saat ini tengah viral karena temuannya berupa ramuan arak Bali mampu meringankan dan membantu pengobatan infeksi akibat Covid-19. Ia pun memaparkan cara kerja ramuan temuannya yang sudah dimanfaatkan dalam proses pengobatan pasien Covid -19 dan bahkan sudah terbukti mampu mempercepat proses penyembuhan yang biasanya jika menggunakan peningkatan antibodi pasien membutuhkan waktu sekitar 2 minggu, namun dengan ramuan arak waktu yang dibutuhkan untuk sembuh hanya 3 hari.

“Dalam lontar usadha Bali sudah banyak dimuat ramuan lokal Bali, contohnya ramuan yang kami kembangkan. Dalam penanganan pasien Covid – 19 ada 2 ramuan yang kami kembangkan, yang pertama yakni ramuan dari daun kelor dan daun ubi merah yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Ramuannya kami inovasi menjadi teh agar tidak menimbulkan kesan tidak enak saat diminum, saat ini sudah memiliki ijin edar setelah didaftarkan hak paten oleh Universitas Udayana,” cerita Prof. Gelgel seraya menjelaskan ramuan berikutnya yang berbahan dasar arak, yang penemuannya diawali dengan kejadian meningkatnya penyebaran Covid -19 di Desa Serokadan, Bangli, yang lewat salah seorang panglingsir setempat yang juga penekun pengobatan tradisional mendapat pawisik untuk memanfaatkan arak sebagai media pengobatan setelah melakukan meditasi. Info tersebut disampaikan kepada Prof. Gelgel untuk dilakukan riset secara kimia.

Baca Juga  Trisno Nugroho: QRIS, Solusi Pembayaran yang Relatif Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Transparan

“Ramuan yang berikutnya yakni berasal dari arak lokal Bali, sebenarnya metode ini sudah tidak asing, di lontar Bali juga sudah dimuat, bahkan pengobatan internasional juga memanfaatkan terapi uap arak untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan. Namun hal ini memiliki efek samping, jika kandungan alkohol terkonsentrasi maka akan menimbulkan bahaya terbakar, ini sangat berbahaya, di Amerika banyak dilaporkan kasus terbakar akibat menghirup uap alkohol. Hal inilah yang kembali kami riset dan modifikasi bersama bahan lainnya agar bisa menjadi obat terutama untuk pengobatan virus Corona,” tegasnya.

Bukan hanya karena inisiatif sendiri, pengembangan ramuan ini menurutnya juga karena dukungan yang besar dari Gubernur Bali Wayan Koster yang mengharapkan adanya pengembangan obat yang berasal dari kearifan lokal mengingat banyak bukti bahwa pengobatan lokal Bali sangat berkhasiat. Belum adanya penemuan anti virus yang benar-benar mampu mencegah, dan ancaman penyebaran yang semakin banyak, ditambah dampak ekonomi yang semakin parah apabila waktu penanggulangan covid- 19 semakin lama, juga menjadi kajian Gubernur Koster dalam mendukung upaya penemuan ini. Dan hasilnya sangat bagus, karena sudah berhasil membantu penyembuhan pasien penderita virus Corona.

“Dari penerapannya kami contohkan dari 19 pasien yang positif, setelah mendapat terapi dalam 3 hari yang negatif 15 orang dan 4 orang tetap negatif, artinya memberikan tingkat kesembuhan sekitar 78%. Sejak itulah Gubernur Bali langsung memerintahkan untuk langsung mengerjakan, dan sejak itu pula tingkat kesembuhan terus meningkat. Dari data statistik laju penyembuhan dengan menggunakan ramuan ini dalam 3 hari sebanyak 70% dibanding fase normal yang dalam 2 minggu hanya 50%, ini sangat berguna, berapa banyak biaya yang dapat ditekan untuk penghematan,” jelasnya secara rinci.

Baca Juga  Update Covid-19 (12/7) di Bali, Angka Sembuh makin Tinggi, Hari Ini Tembus 57 Orang

Namun di balik keberhasilan itu, ada beberapa kendala yang masih dihadapi saat ini terkait ijin yang belum terbit sedangkan data yang disampaikan sudah lengkap. Sembari menunggu keluarnya ijin, Prof. Gelgel melalui rombongan Bappenas berharap bisa memediasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk mengutamakan temuannya sehingga uji klinisnya cepat terbit, sehingga jika memang layak untuk produksi massal bisa segera didistribusikan untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19 di Indonesia bahkan dunia.

Dalam kegiatan bertajuk yakni Peran Kearifan Lokal dan Masyarakat Adat dalam Penanganan Covid-19, Peran Pacalang dalam Menegakkan Protokol Kesehatan dan Pengembangan Obat Tradisional Berbahan Arak Bali untuk Terapi Covid-19, turut serta dihadiri oleh pejabat di lingkungan Pemprov Bali di antaranya Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra selaku narasumber, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Wayan Kun Adnyana selaku moderator, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi. (*/gs)

Lanjutkan Membaca