Connect with us

KESEHATAN

Ny. Putri Koster: Ibu Hamil Wajib Ikuti Protokol Kesehatan dan Protokol Kehamilan

BALIILU Tayang

:

de
TUNDA KEHAMILAN: Ny. Putri Suastini Koster saat sebagai narasumber radio talk show bertema 'Peran Serta PKK dalam Menunda Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19'.

Denpasar, baliilu.com  – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Bali Agus Putro Proklamasi terus menggaungkan bahaya hamil di masa pandemi Covid-19 dalam bentuk imbauan.

Selain protokol kesehatan, seorang ibu hamil yang imun tubuhnya menurun juga wajib mengikuti protokol kehamilan. Hal ini disampaikan saat didaulat sebagai narasumber radio talk show dengan tema “Peran Serta PKK dalam Menunda Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19”, di Radio Cassanova, Selasa (21/7-2020).

Lebih lanjut Ny. Putri Koster menyatakan PKK bergerak di tengah masyarakat luas dalam rangka membina kader untuk melindungi keluarga sebagai garda terdepan. Saat masa pandemi ibu rumah tangga memiliki peran ganda dalam melindungi keluarga khususnya suami dan anak-anaknya. ‘’Apalagi di saat masa pandemi Covid-19 seorang ibu akan memiliki tanggung jawabnya yang meningkat,’’ ungkap seniman multitalenta ini.

Ny. Putri Koster mengatakan datangnya wabah Covid-19 yang menyebabkan banyak pihak harus bekerja dan beraktivitas lebih banyak dari rumah mengakibatkan semakin seringnya pasangan suami-istri untuk berkumpul menghabiskan waktu bersama, sehingga jumlah kehamilan tidak terhindari. Dari TP PKK terus berupaya mensosialisasikan bahaya ibu hamil di masa pandemi ini.

“Setiap orang boleh saja hamil karena itu adalah haknya sebagai manusia dan warga negara, tetapi sebaiknya jangan dululah hamil di masa pandemi, semua ini untuk kebaikan dan keselamatan pasangan usia subur. Kami selaku organisasi yang bersinergi dengan pemerintah meneruskan imbauan dari Kepala BKKBN Pusat sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan dan keselamatan kita semua,” ujar pendamping orang nomor satu di Bali ini.

Namun jika sudah terjadi kehamilan, tentunya protokol kesehatan dan protokol kehamilan harus diikuti. “Hak warga untuk hamil dan hak mengimbau oleh pemerintah harus tetap sejalan beriringan karena memiliki makna dalam melindungi warga di daerahnya,” kata Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali.

Baca Juga  Satpol PP Denpasar Tertibkan PKL yang Berjualan di Atas Trotoar

Selain meneruskan sosialisasi untuk menunda kehamilan bagi pasangan usia subur, Tim Penggerak PKK melalui kader-kadernya yang berada sampai ke pelosok desa juga menyarankan agar kegiatan selama di rumah diisi dengan kegiatan positif seperti bercocok tanam atau dengan hidroponik mengaktifkan HATINYA PKK di halaman rumah agar ketersediaan pangan keluarga tetap terjamin.

Melalui imbauan agar menunda kehamilan, namun bukan berarti membatasi atau menghambat kehamilan, tetapi peran, kewajiban serta wewenang pemerintah untuk melindungi warganya adalah hal mutlak yang harus dilakukan apalagi saat ini wabah Covid-19 belum berakhir dan resiko dari kehamilan akan memberi dampak bagi ibu yang sedang mengandung. Dengan resiko yang tanggung sendiri kehamilan saat pendemi juga mengharuskan seseorang yang sedang mengandung untuk lebih ekstra memberikan perhatian terhadap jabang bayi di perutnya. “Kami melakukan tugas sebaik-baiknya adalah untuk masyarakat, suksesnya kita bersama ada yang mengimbau ada yang menaati,” tegasnya.

Calon kakek-nenek juga disarankan untuk menunda keinginan untuk momong cucu di masa pandemi agar pasangan usia subur tidak merasa tertekan untuk memenuhi keinginan orangtuanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Bali Agus Putro Proklamasi menegaskan jangan ada kehamilan yang tidak terduga di usia muda saat pandemi Covid-19 ini. BKKBN dalam tugasnya melakukan gerakan wajib BKKBN di lapangan dalam program BanggaKencana (pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana), khusus krama Bali, diajak untuk memantau pasangan usia subur, konsolidasi penyediaan alat kontrasepsi. Karena sesuai alur kebijakan yang menjadi visi misi Presiden RI, BanggaKencana langsung di lapangan (petugas lapangan) melalui Dinas Kependudukan Keluarga Berencana.

Kepala BKKBN Pusat Asto Wardoyo, mengimbau agar perempuan menunda kehamilan, tidak ada perempuan yang hamil di luar dugaan saat masa pendemi dan jangan ada kehamilan terencana. Imbauan ini dikeluarkan berkaitan bahaya ibu hamil akibat imun ibu hamil yang akan menurun, protokol kesehatan yang akan sangat mempengaruhi protokol ibu hamil yang disebabkan kunjungan K1-K4 harus sesuai dengan protokol kehamilan, karena paramedis juga fokus kepada pasien Covid-19. Sehingga untuk kunjungan pemeriksaan ibu hamil harus melalui perjanjian bertemu dulu dengan dokter kandungan agar tidak terlalu lama menunggu di areal tunggu, sedangkan setelah pemeriksaan ibu hamil juga harus segera pulang.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Kelurahan Penatih Fokus Sidak Penduduk Nonpermanen

Apabila kehamilan sudah telanjur terjadi, maka protokol kehamilan yang harus dijalani juga harus lebih ketat dengan berbagai upaya, salah satunya saat melakukan kunjungan K1 (kontrol) sampai dengan K4 (kontrol) harus dengan janji dokter, standarisasi makanan bergizi yang harus dikonsumsi lengkap serta  mengikuti persalinan yang berbeda dengan prosedur yang sudah ditentukan (klasifikasi III). Sedangkan persalinan caesar harus dilakukan di rumah sakit.

Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009  yang mengatur penyediaan alat kontrasepsi hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama (I), sehingga jika ada fasilitas kesehatan yang tidak menyiapkan alat kontrasepsi apalagi di saat pandemi maka akan dikenai sanksi. Ketersediaan delapan (8) jenis alat kontrasepsi ini disiapkan untuk jangka waktu satu tahun, sehingga tidak perlu diragukan.

Dari data yang tercatat di Perwakilan BKKBN Bali penggunaan alat kontrasepsi oleh masyarakat Bali menduduki nomor ke-14 dari 34 provinsi se-Indonesia. Tercatat mulai dari saat wabah pandemi dan sosialisasi penundaan kehamilan dilakukan hingga tanggal 29 Juni lalu, penggunaan alat kontrasepsi mengalami peningkatan dari target 4.416 menjadi 4.864. Sedangkan tingkat kehamilan dari periode April-Mei mengalami penurunan dari 2,29% menjadi 2,01% dan jumlah ibu hamil dari 18 ribu mengalami penurunan sebanyak 400 menjadi 17.600 orang. (*/gs)

KESEHATAN

Sasar Ruang Publik Lapangan Lumintang, Perbekel Dauh Puri Kaja Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Published

on

By

de
SOSIALISASI: Satgas Desa Dauh Puri Kaja melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada warga pengunjung Taman Lumintang.

Denpasar, baliilu.com – Terkait masa tatanan kehidupan era baru yang telah berlangsung saat ini, Desa Dauh Puri Kaja Denpasar yang melibatkan babinsa, bhabinkamtibmas, linmas hingga pacalang mensosialisasikan untuk selalu tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung lapangan Lumintang.

Sosialisasi dilakukan Sabtu malam (9/8-2020) di beberapa kawasan desa setempat yang meliputi kawasan ruang publik seperti Lapangan Lumintang dan Taman Kota Lumintang Denpasar karena menjadi lokasi yang kerap dikunjungi masyarakat. Perbekel Desa Dauh Puri Kaja I Gusti Ketut Sucipta, ST mengatakan langkah sosialisasi mengenai disiplin protokol kesehatan ini digelar untuk kewaspadaan  bersama dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Kami rutin melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan di lingkungan desa, terlebih kawasan Lapangan Lumintang yang menjadi salah satu kawasan desa kami yang nantinya masyarakat dapat tetap waspada dalam menanggulangi penyebaran Covid-19,” ujarnya kepada awak media.

Lebih lanjut Sucipta menyampaikan lokasi lapangan Lumintang kerap dijadikan tempat berkumpul masyarakat baik berolahraga. Di samping itu kerap juga anak muda dan beberapa komunitas motor sering nongkrong di lokasi tersebut. Sehingga desa bersma tim melakukan sosialisasi dan mengingatkan  untuk selalu disiplin dalam penggunaan masker maupun jaga jarak.

“Kami juga memberikan teguran jikalau melihat pemuda pemudi yang berkumpul serta mewaspadai konsumsi minuman keras,” ujarnya. Langkah ini menurutnya di samping kewaspadaan pada Covid-19, juga kerawanan tindak kriminal terlebih kegiatan yang kemungkinan dilaksanakan hingga larut malam. Pihaknya berharap dalam pelaksanaan kegiatan rutin ini mampu meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan, serta kewaspadaan bersama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah.

Menyikapi penyebaran kasus Covid-19 di desa setempat, Perbekel  I Gusti Ketut Sucipta telah mengambil langkah antisipasi. Meski sempat terdapat satu masyarakat terdampak Covid-19 dan telah dilakukan koordinasi bersama pihak keluarga dan gugus tugas penanganan Covid-19 Desa Dauh Puri Kaja serta telah mendapatkan penanganan dari Gugus Tugas Pemkot Denpasar. “Kami berharap antisipasi dan koordinasi yang telah kami lakukan bersama Gugus Tugas dapat menurunkan angka penyebaran Covid-19 di desa kami,” ujarnya. (*/eka)

Baca Juga  Sulit Terapkan Protokol Kesehatan, Pasar Tumpah Rawan Jadi Klaster Baru

Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Wawali Jaya Negara Lepas Road Show Forum Peduli AIDS di Kota Denpasar

Published

on

By

de
LEPAS ROAD SHOW: Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara pimpin acara pelepasan road show Forum Peduli AIDS (FPA) bertempat di pintu gerbang Kantor Walikota Denpasar, Sabtu (8/8).

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara pimpin acara pelepasan road show Forum Peduli AIDS (FPA) bertempat di pintu gerbang Kantor Walikota Denpasar, Sabtu (8/8). Setelah dilepas oleh Wakil Walikota Denpasar dan dipimpin langsung oleh Ketua FPA Provinsi Bali dr. Oka Negara bersama anggota gabungan dari KPA Denpasar, KPA Provinsi Bali dan para aktivis HIV & AIDS, rombongan berangkat dari Kantor Walikota Denpasar menuju Bangli untuk bergabung dengan KPA Bangli lalu menuju ke Buleleng.

Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan keberadaan Forum Peduli AIDS di Bali sangat dibutuhkan untuk membantu upaya pencegahan dan penanggulangan HIV – AIDS di Bali. “Kami sangat mendukung adanya Forum Peduli AIDS ini, karena sangat dibutuhkan terutama untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan program pencegahan HIV-AIDS di Bali khususnya di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dikatakan, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini upaya penanggulangan HIV-AIDS menghadapi tantangan yang cukup berat. “Dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS di masa pandemi seperti saat ini kita harus mulai dengan kebiasaan baru dan dengan memanfaatkan teknologi digital salah satunya dengan memanfaatkan sosial media untuk kegiatan sosialisasi, penyuluhan dan sebagainya,”  imbuhnya.

Jaya Negara juga mengharapkan peran serta Forum Peduli AIDS sebagai wadah komunitas para organisasi dan individu peduli AIDS dalam melakukan kegiatan – kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Bali. “Saya mengharapkan agar Forum Peduli AIDS Bali dapat menjadi jembatan komunikasi antar kabupaten/kota se-Bali, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Bali khususnya Denpasar dapat berjalan secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli AIDS Bali dr. Oka Negara mengatakan acara ini adalah kali kedua dilaksanakannya road show, setelah yang pertama kali dilaksanakan dari Kabupaten Badung menuju ke Tabanan lalu Jembrana. “Kami berterima kasih karena pemerintah sangat mendukung kegiatan road show ini, dan pada road show kali ini kami mengambil rute diawali dari Kantor Walikota Denpasar menuju ke Bangli dan bergabung bersama KPA Bangli dan melanjutkan perjalanan menuju Buleleng,” kata dr. Oka. (*/eka)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Minta Sektor Pendidikan tetap Produktif dan Aman di Masa Pandemi Covid-19

Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Berikan Kenyamanan Pelanggan, Wawali Jaya Negara Launching Separator Gojek

Published

on

By

de
LAUNCHING SEPARATOR GOJEK: Wakil Walikota IGN Jaya Negara saat melaunching Separator Gojek yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis separator kepada Mitra Gojek Bali yang didampingi para pengurus Gojek pada Kamis (6/8) di Kantor Gojek Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Di tengah pandemi Covid-19, Gojek terus beradaptasi dan berprinsip menjalankan pedoman cara hidup untuk berkegiatan sehari-hari selama pandemi. Jaga kesehatan, jaga kebersihan dan jaga keamanan (J3), sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara di tengah pandemi ini.

Kini, driver Gojek di Denpasar dilengkapi separator khusus sebagai sebuah inovasi dalam memberikan kenyamanan kepada para pelanggan. Oleh karena itu, Gojek melaksanakan launching separator yang dihadiri Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan, Kamis (6/8) di Kantor Gojek Denpasar.

District Head Gojek Bali Mia Siswaningrum menjelaskan memasuki tatanan kehidupan baru, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat dalam menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu jaga kesehatan, jaga kebersihan, dan jaga keamanan. “Gojek sangat menekankan kebersihan, kesehatan dan keamanan bagi mitra gojek, pelanggan dan masyarakat luas serta mendukung pemerintah dalam pelayanan transportasi yang sehat,” kata Mia.

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu inisiatif utama dalam menjaga kesehatan adalah mewajibkan melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan pengecekan suhu tubuh dan memberikan semprotan disinfektan bagi mitra driver di 30 titik Posko Aman J3 di Bali. “Kami berkomitmen ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada mitra Gojek utamanya saat mereka menggunakan fasilitas Gojek,” jelasnya.

Sementara, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Gojek dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru ini. “Kami mengapresiasi langkah Gojek sebagai penyedia jasa di industri yang tanggap akan situasi pandemi dan membuktikan secara nyata bagaimana perusahaan mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan dalam layanannya bagi masyarakat luas. Hal ini tentunya sejalan dengan upaya kami untuk membangkitkan perekonomian daerah, termasuk di dalamnya industri pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat,”  kata Jaya Negara.

Baca Juga  Update Covid-19 (18/7) di Bali, Pasien Meninggal Bertambah 1 Orang, Total 36 Jiwa

Dalam kesempatan tersebut Wawali Jaya Negara juga berkesempatan melaunching Separator Gojek yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis separator kepada Mitra Gojek Bali yang didampingi para pengurus Gojek. (*/eka)

Lanjutkan Membaca