Monday, 20 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Kencing Manis, Ancaman di Tengah Masyarakat Modern

BALIILU Tayang

:

Ni Made Nova Andari Kluniari bahas kencing manis
NARASUMBER: dr. Ni Made Nova Andari Kluniari, dokter spesialis penyakit dalam saat jadi narasumber Podcast B-Kom pada Selasa (7/5/2024). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Berbicara tentang kesehatan di tengah masyarakat modern, tentu banyak penyakit yang diakibatkan oleh pola hidup yang kurang memperhatikan kesehatan akibat kesibukan sehari-hari. Salah satunya adalah penyakit diabetes melitus, atau lebih dikenal dengan kencing manis.

Ni Made Nova Andari Kluniari, dokter spesialis penyakit dalam yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng sebagai dokter klinis dari bidang penyakit dalam, menjelaskan dengan rinci tentang diabetes melitus atau kencing manis dan kiat untuk mencegahnya, dalam Podcast B-Kom pada Selasa (7/5/2024).

Menurut Nova, penyakit diabetes mellitus atau yang lebih dikenal di masyarakat sebagai penyakit kencing manis ini merupakan suatu penyakit dengan tanda kelebihan zat atau kadar gula darah di dalam tubuh. Secara epidemiologi atau secara pemerataannya di dunia ini, pengidap diabetes atau kencing manis ini sangat tinggi.

“Jadi, kenapa kita penting sekali untuk mengetahui tentang diabetes ini? Karena sekarang kan makanan kita itu banyak yang mengandung gula, ya, jadi asupan gulanya tinggi sekali,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini banyak teknologi yang kita gunakan dalam bekerja, yang membuat manusia menjadi jarang bergerak dan mengharuskan manusia duduk dalam jangka waktu lama. Oleh karena itulah angka diabetes ini terus meningkat sepanjang tahun.

“Sedentary lifestyle seperti tadi yang saya bilang, kurangnya aktivitas fisik, juga membuat kita bisa terkena diabetes, selain genetik, ya,” jelasnya.

Terkait gejalanya, dr. Nova menjelaskan terdapat mengenal 4P, yaitu, polidipsi (haus berlebihan), poliuri (buang air kecil berlebihan), polifagia (lapar berlebihan), dan penurunan berat badan. Ia mengatakan apabila gejala tersebut muncul, maka sebetulnya diabetes sudah lama mengidap di tubuh akibat pola hidup yang salah.

Baca Juga  Buktikan Peran Diabetes Mellitus pada Pasien Gagal Jantung, Oliva Saraswati Raih Gelar Doktor di FK Unud

Nova menjelaskan, mencegah diabetes dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, rutin berolahraga membantu menjaga keseimbangan glukosa dalam darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Kedua, menjaga berat badan tetap ideal sangat penting karena obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes. Ketiga, menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan rendah gula dan karbohidrat kompleks dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Keempat, melakukan pengecekan gula darah secara berkala penting untuk mendeteksi potensi diabetes sedini mungkin. Kelima, mengelola stres dapat membantu mengurangi risiko diabetes karena stres dapat mempengaruhi kadar gula darah. Terakhir, menghentikan kebiasaan merokok juga penting karena merokok dapat meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi kesehatan lainnya.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, seseorang dapat mengurangi risiko terkena diabetes dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Pemkot Denpasar Kembali Gelar Safari Kesehatan

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Secara Menyeluruh di Kota Denpasar

Published

on

By

safari kesehatan denpasar
SAFARI KESEHATAN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa ikut cek kesehatan saat meninjau Safari Kesehatan yang digelar pada, Rabu (8/5) di Kantor Desa Dauh Puri Kaja. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar Safari Kesehatan yang menyasar wilayah desa/kelurahan. Melalui Dinas Kesehatan, Safari Kesehatan yang digelar pada, Rabu (8/5) di Kantor Desa Dauh Puri Kaja ditinjau Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA. Ayu Agung Candrawati serta Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta.

Safari Kesehatan sebagai langkah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh yang bersinergi dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia, JCC Bali, serta pihak terkait lainnya.

Wakil Walikota, Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut, tidak sekadar meninjau Safari Kesehatan, juga ikut mengecek tensi dan gula darah serta menyerahkan kacamata gratis kepada warga yang sudah selesai menerima pelayanan pemeriksaan mata.

“Kami mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan program Safari Kesehatan untuk mendukung terwujudnya kesehatan masyarakat Kota Denpasar yang berkelanjutan,” ujar Wakil Walikota, Arya Wibawa di sela-sela kegiatan Safari Kesehatan.

Lebih lanjut Wakil Walikota, Arya Wibawa menjelaskan, Pemkot Denpasar terus berupaya mengoptimalkan serta meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga pelaksanaan Safari Kesehatan ini penting dilaksanakan guna menyasar masyarakat hingga lapisan terbawah, serta memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Program Safari Kesehatan selain menjadi sarana bagi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, juga menjadi wadah edukasi untuk menjaga pola hidup sehat bagi masyarakat, di mana safari kesehatan kali ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-236 Kota Denpasar.

Menurut Arya Wibawa, dalam Safari Kesehatan ini berbagai pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat. Mulai dari pengobatan penyakit menular hingga tidak menular sampai operasi mata katarak. Selain pelayanan kesehatan, masyarakat juga mendapat penyuluhan tentang kesehatan. Dengan demikian masyarakat secara tidak langsung bisa mendapatkan edukasi dalam menjaga kesehatannya.

Baca Juga  Astra Half Marathon 2023 “Xtramile”, Ajak Lebih dari 4.000 Pelari Dukung Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan

”Saya harapkan seluruh masyarakat memanfaatkan Safari Kesehatan ini sebagai upaya edukasi tentang pola hidup sehat. Untuk itu Pemkot Denpasar terus memprogramkan kegiatan ini secara rutin guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Arya Wibawa.

Sementara Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA. Ayu Agung Candrawati menambahkan, Safari Kesehatan kali ini turut menghadirkan pemeriksaan mata secara umum, pemeriksanan kesehatan dan pemberian obat secara gratis, pemberian kacamata minus dan plus sesuai standar tanpa dipungut biaya, serta pelayanan fisioterapi.

Selain itu, lanjut Ayu Candrawati, tujuan kegiatan ini adalah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jenis pelayanan kesehatan yang dilayani antara lain pemeriksaan kesehatan umum, screening Penyakit Tidak Menular serta pengobatan dari UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara.

Kegiatan ini bekerjasama dengan RSUD Wangaya Kota Denpasar yang memberikan pelayanan fisioterapi, Yayasan Peduli Kemanusiaan Bali yang memberikan pelayanan fisioterapi dan pemeriksaan THT, JFF (John Fawcett Foundation Indonesia) yang memberikan pemeriksaan kesehatan mata, pemberian kaca mata baca (+ atau -) dan obat tetes mata sesuai hasil pemeriksaan, serta partisipasi dari RSU Bhakti Rahayu Denpasar yang memberikan pemeriksaan kesehatan umum.

“Safari kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai upaya promotif, preventif, dan kuratif demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Harapan kami, dengan adanya berbagai pelayanan pada Safari Kesehatan ini, masyarakat diharapkan bisa menjaga kesehatannya dan menjaga pola hidup dan pola makan,” ujarnya.

Salah Satu Warga Made Warta (66 tahun), mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar karena telah melaksanakan Safari Kesehatan ini. Juga ucapan terima kasih kepada Bapak Walikota yang sudah peduli dengan kesehatan masyarakat terutama lansia seperti saya.

Baca Juga  Tingkatkan Pengetahuan Diabetes, Unud Bekerja Sama dengan Yamaguchi University Gelar Kuliah Tamu

“Dengan Safari Kesehatan ini masyarakat bisa mengecek kesehatannya tanpa menunggu lama serta tidak perlu pergi ke rumah sakit. Saya harapkan kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” harapnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Ayuning Gayatri, Kombinasi Terapi dan Spa dengan Konsep Franchise

Published

on

By

obat
Management PT Aura Life Nusantara berfoto bersama saat soft opening Ayuning Gayatri Therapy di Jalan Latu No. 88 Abian Semal Badung. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Di tengah tumbuh suburnya berbagai macam jenis usaha di bidang kesehatan di Bali, kini hadir di tengah-tengah kita PT Aura Life Nusantara. Berbeda dari usaha lainnya, perusahaan ini bergerak mengembangkan konsep franchise atau waralaba dengan jenis usaha penggabungan seni treatment spa dan treatment fisioterapi dengan dilengkapi produk herbal untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit.

‘‘Kami menekankan pada kombinasi antara seni spa dan fisioterapi dengan standar pelayanan agar para klien merasa nyaman. Terlebih lagi berhubungan dengan kesehatan, maka kenyamanan adalah yang utama baik dari mulai masuk hingga keluar merasa lebih rileks dan refresh,‘‘ ujar Founder PT Aura Life Nusantara Bhadreswara Agustinus, saat soft opening Ayuning Gayatri Therapy, Your Relax & Refreshment Solution, Senin, 29 April 2024 di Jalan Latu Nomor 88 Abian Semal, Badung.

Bhadreswara Agustinus mengatakan PT Aura Life Nusantara mengusung visi menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui peningkatan kesehatan dan penghasilan keluarga. Dengan misi memberikan kesehatan yang terjangkau untuk segenap lapisan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru dengan pembukaan panti-panti sehat, bekerja sama dengan para pengusaha lokal serta mengikutsertakan masyarakat menyosialisasikan pemanfaatan, pemasaran produk-produk herbal dalam memulihkan dan meningkatkan kesehatan.

’’PT Aura Life Nusantara membuka ruang bagi wirausahawan yang tertarik menggeluti bisnis terapi dan spa. Bisnis yang ditawarkan dengan konsep franchise. Kami menawarkan konsep franchise kepada siapa pun pemilik modal,‘‘ ujarnya.

Sebelum masuk ke sesi terapi terlebih dahulu ditreatmen untuk relaksasi dan mendeteksi penyakit. (Foto: gs)

Untuk konsep franchise ini, perusahaan menyediakan tiga paket yakni paket silver, gold dan platinum. Seperti outlet Ayuning Gayatri yang mengambil paket gold. Adapun kewajiban dan keuntungan yang diperoleh yakni jika mengambil paket silver pembeli harus menyiapkan bangunan seluas 100 M2 dan luas parkir 100 M2 dengan membayar 200 juta. Paket gold dengan luas bangunan 150 M2 dan luas parkir 150 M2 dengan membayar 350 juta, sedangkan paket platinum dengan membayar 650 juta. Bangunan dalam keadaan kosong bercat putih.

Baca Juga  Astra Half Marathon 2023 “Xtramile”, Ajak Lebih dari 4.000 Pelari Dukung Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan

Setelah melakukan MoU, maka pihak management PT Aura Life Nusantara akan mengerjakan setup ulang bangunan dari nol sampai terisi alat-alat terapis termasuk menata sumber daya manusianya. Baik para terapi, administrator, supervisi hingga promosi secara offline dan online. ‘’Yang mengerjakan full dari management PT Aura Life Nusantara dan pemilik franchise hanya menerima laporan tiap bulan dari hasil usaha ini,’’ ujarnya.

Proses pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah tinggi kolesterol, gula darah dan asam urat. (Foto: gs)

Bhadreswara Agustinus menyontohkan untuk pengambilan paket gold, minimal 3 bulan setelah grand opening setelah dipotong operasional, promosi dll, tiap bulan akan mendapatkan keuntungan bersih sekitar 58 juta rupiah. Sedangkan untuk paket silver keuntungan bersih kurang lebih 40 juta rupiah, dan paket platinum keuntungan bersihnya bisa mencapai Rp 78 juta per bulan.

Sejak dilaunching dua bulan lalu, saat ini sudah ada dua wirausahawan yang inden yakni di Jimbaran Club dan di Pertokoan Puri Gading dekat GWK yang sudah sepakat segera menandatangani MoU.

Para terapis saat melakukan treatmen kepada klien. (Foto: gs)

Direktur PT Aura Life Nusantara Carlo Hartawan menambahkan, selain menggunakan alat-alat terapi dengan didukung para master terapis, di Ayuning Gayatri yang menjadi franschise pertama dari PT Aura Life Nusantara ini juga dilengkapi dengan produk-produk herbal unggulan yang sudah berizin BPOM dan standar halal serta sudah dirasakan oleh masyarakat karena perusahaan selektif memilih produk herbal. Di antaranya ada Bless Tea yang berfungsi mencegah segala jenis penyakit antara lain sinusitis, kencing batu, kolesterol, penyempitan pembuluh darah, darah tinggi, jantung, stroke, maag, diabetes, obesitas, lever, hati, asam urat, rematik, sariawan bau mulut, gigi berlubang, nyeri haid, sembelit, stress, vertigo dll.

Baca Juga  Tingkatkan Pengetahuan Diabetes, Unud Bekerja Sama dengan Yamaguchi University Gelar Kuliah Tamu

Di Ayuning Gayatri ada menu lengkap, dimana mereka ditreatmen dengan sentuhan terapi ke fisiknya ditunjang menggunakan alat terapi modern dan dilengkapi dengan mengkonsumsi produk herbal yang sesuai dengan keluhannya. ‘’Dari luar dapat terapi sedangkan dari dalam dibantu produk herbal,‘‘ ujarnya.

Di Ayuning Gayatri selain didukung para terapis yang bersertifikat, juga bergabung para master terapis di antaranya Xinze Teguh yang terkenal dengan terapi tulang belakang untuk membantu mengatasi masalah saraf kejepit, tulang belakang bengkok agar kembali ke posisi semua dll.

Juga ada master hipnoterapi dan healing Made Suwenten yang banyak menangani masalah kesehatan akibat tekanan hingga menimbulkan stres, frustasi, patah hati, depresi, kecemasan yang berlebihan, termasuk juga hal-hal yang sifatnya pemberdayaan diri misalnya agar lebih percaya diri, lebih mudah mencapai sesuatu hal, lebih mempercepat tercapainya tujuan. Juga mengatasi masalah aditif seperti kecanduan narkotika, rokok, alkohol, judi/game. Termasuk menangani infertility, waktu melahirkan agar punya rasa bahagia atau hypnobirthing, dll. Dimana setiap kasus penyakit ditangani dengan beragam sesi.

‘’Hampir semua hal yang berkaitan dengan kehidupan yang bersentuhan dengan mental bisa dibantu dengan metode hipnoterapi,‘‘ ucap Suwenten, seraya menambahkan metode hipnoterapi sebagai pelengkap penanganan medis untuk mempercepat proses pemulihan kesehatan.

Selain itu ada Ibu Aser seorang master yang mampu menerawang hati seseorang melalui metode kartu. Lebih banyak membantu yang mengalami keluhan medis dan nonmedis. Secara medis Ibu Aser berpengalaman sebagai manager spa sekaligus mendalami dan memperoleh ilmu membaca pikiran melalui kartu.

Carlo Hartawan lebih lanjut mengungkapkan untuk soft opening selama dua hari di Ayuning Gayatri memberikan spesial treatment dengan harga discon hingga 50 persen dari tanggal 1-2 Mei 2024. Adapun daftar menu di Ayuning Gayatri yakni Healt & Beauty Treatment Full Body Massage + Body Scrub, Full Body Massage + Body Lulur, Full Body Scrub, Full Body Lulur, Facial dengan Alat, Totok Miss V + Ratus.

Baca Juga  Buktikan Peran Diabetes Mellitus pada Pasien Gagal Jantung, Oliva Saraswati Raih Gelar Doktor di FK Unud

Sedangkan ada juga back massage biasa, Back Massage Plus Alat, Foot Massage Plus Alat, Balinese Massage, Paket Lengkap A (Balinese Massage + Alat Therapist + Obat Herbal), Hot Stone Massage, Lomi-Lomi Massage, Bekam, Foot Reflexiology, serta Terapi Tulang Belakang (Body Massage Plus Terapi Keretek). (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Menjawab Kebutuhan Masyarakat, UNHI Denpasar Siap Cetak Lulusan Kompeten Bidang Pengobatan Tradisional

Published

on

By

Pengobatan Tradisional Bali
Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Rektor Universitas Hindu Indonesia. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Bali, pulau yang dikenal akan keindahan alamnya, kini semakin menonjolkan warisan budaya leluhur melalui implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali yang bertujuan untuk memajukan dan menduniakan Pengobatan Tradisional, atau yang dikenal dengan sebutan Usada Bali. Regulasi ini menandai langkah besar dalam melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal dalam bidang kesehatan tradisional serta implementasinya untuk memajukan kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, praktik Pengobatan Tradisional Bali masih seringkali dianggap sebagai alternatif yang kurang diperhatikan dan kurang menjanjikan dalam sistem kesehatan modern. Hal ini dikarenakan pengobatan tradisional cenderung bersifat “Kurang Pasti” dalam hal tatalaksana pengobatan, sumber obat yang digunakan, dan pelaksana pengobatan yang belum tersertifikasi sehingga keamanannya diragukan oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan modern. Secara turun-temurun, pengobatan Usada seringkali dilakukan secara informal, dengan mengandalkan keahlian Balian. Meskipun dihargai oleh masyarakat Bali, praktik-praktik ini sebagian besar dilakukan di luar sistem layanan kesehatan formal, dan seringkali terabaikan serta tidak diatur dengan baik oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan minimnya perlindungan hukum bagi para praktisi pengobat tradisional, serta kurangnya pengakuan resmi terhadap keahlian dan pengetahuan yang dimiliki oleh mereka.

Berlandaskan kondisi ini, sejak kepemimpinan Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. (Gubernur Bali Periode 2018–2023) mematahkan stigma pengobatan tradisional di masyarakat dengan memberikan ruang khusus untuk menduniakan pengobatan tradisional Bali dengan membentuk dan menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019. Regulasi tersebut berupaya untuk menduniakan praktik pengobatan tradisional Bali. Dengan mengatur standar kualifikasi dan prosedur praktik, regulasi ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum bagi praktisi pengobat tradisional, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional. Dengan diterapkannya regulasi tersebut, pengobatan tradisional diakui sebagai bentuk layanan kesehatan yang sah, Usada telah mendapatkan rasa hormat dan perhatian baru baik secara lokal maupun internasional sehingga membuka panorama dan citra pengobatan tradisional Bali yang lebih baik.

Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa “Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali perlu dikembangkan dengan memanfaatkan nilai-nilai adat, tradisi, seni, budaya, serta kearifan lokal Krama Bali” hal ini bertujuan untuk memantapkan warisan pengobatan leluhur Bali yang telah berhasil mengantarkan masyarakat Bali menjadi manusia yang sehat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial yang harmonis antara diri (bhuana alit) dan lingkungannya (bhuana agung). Dengan adanya regulasi ini, pengakuan resmi terhadap praktik pengobatan tradisional telah meningkat secara signifikan. Hal ini menciptakan kesempatan baru bagi praktisi kesehatan tradisional untuk terlibat secara aktif dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan warisan leluhur (tetamian leluhur) nusantara ini.

Baca Juga  Tingkatkan Pengetahuan Diabetes, Unud Bekerja Sama dengan Yamaguchi University Gelar Kuliah Tamu

Pengobatan tradisional telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali selama berabad-abad. Kini, dengan semakin berkembangnya kebutuhan akan solusi kesehatan yang holistik dan berkelanjutan, permintaan terhadap tenaga pengobatan tradisional juga semakin meningkat. Kebangkitan minat terhadap pengobatan tradisional dipicu oleh meningkatnya pengakuan akan kemanjuran dan pendekatan holistik terhadap kesehatan yang diperoleh melalui Pengobatan Tradisional di berbagai bidang, mulai dari penyakit fisik hingga kesehatan mental dan kesejahteraan spiritual. Hingga kini, pengobatan tradisional bukan hanya sebagai alternatif, tetapi juga sebagai pilihan utama bagi banyak individu yang mencari penyembuhan yang holistik. Fasilitas layanan kesehatan, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan klinik swasta, semakin mengintegrasikan modalitas pengobatan tradisional ke dalam layanan mereka untuk memenuhi beragam kebutuhan pasien/klien. Selain itu, banyak industri pariwisata yang menyediakan pengalaman penyembuhan khas Bali yang mendorong dan menjadi landasan perekonomian Bali.

Meskipun minat terhadap pengobatan tradisional semakin meningkat, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam ketersediaan praktisi yang berkualifikasi, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani. Banyak fasilitas kesehatan yang kekurangan personel terlatih untuk menawarkan perawatan Usada, sehingga masyarakat tidak memiliki akses terhadap layanan yang sangat berharga ini. Dikutip dari Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2023, hanya terdapat 166 tenaga kesehatan terlatih pengobatan tradisional yang tersebar di fasilitas pelayanan kesehatan baik rumah sakit, puskesmas, klinik pratama dan lainnya berasal dari dokter umum, tenaga farmasi, bidan, perawat dan lainnya. Merujuk pada data ini di Bali saja terdapat 75 rumah sakit umum dan rumah sakit khusus, 120 puskesmas, dan 208 klinik pratama namun tidak semuanya memiliki tenaga kesehatan tradisional. Menanggapi tingginya kebutuhan masyarakat tentang pentingnya praktik pengobatan tradisional yang aman, terpercaya dan tervalidasi secara akademik. Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar membuka penerimaan mahasiswa baru jenjang Sarjana Terapan (D4) Pengobatan Tradisional Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025.

Keputusan ini merupakan langkah berani UNHI Denpasar dalam mendukung visi Bali sebagai pusat kesehatan tradisional yang berkualitas dan profesional di masa depan. Program Studi pengobatan Tradisional UNHI bertujuan untuk melatih generasi baru tenaga kesehatan tradisional (Naskes Trad) yang mampu mengintegrasikan kearifan lokal Bali dengan ilmu kedokteran modern yang dibekali berbagai pengetahuan, keterampilan dan integrasi keilmuan untuk siap menjadi tenaga kesehatan tradisional yang profesional.

“Dengan adanya program studi D4 pengobatan Tradisional Indonesia di UNHI, kami berharap dapat melahirkan tenaga ahli pengobatan tradisional yang kompeten dan siap bersaing serta mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan tetap menjaga warisan pengobatan tradisional Bali,” ujar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Rektor Universitas Hindu Indonesia.

Baca Juga  Astra Half Marathon 2023 “Xtramile”, Ajak Lebih dari 4.000 Pelari Dukung Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan

Lulusan D4 pengobatan Tradisional Indonesia UNHI dicetak “Siap Kerja” dengan menerapkan kurikulum yang berpacu pada keterampilan profesional. Lulusan D4 pengobatan Tradisional Indonesia UNHI setelah lulus akan langsung dapat bekerja sebagai tenaga kesehatan tradisional (Naskes trad) dan memperoleh Surat Tanda Register Tenaga Kesehatan Tradisional (STRTKT) yang diberikan sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, lulusan UNHI Denpasar memiliki legitimasi yang diperlukan untuk menyelenggarakan layanan kesehatan tradisional secara mandiri. Universitas Hindu Indonesia melalui Program Studi D4 Pengobatan Tradisional Indonesia siap mencetak lulusan sebagai berikut.

Tenaga Kesehatan Tradisional, yang memiliki ketrampilan, managemen layanan dan edukator bidang Usada Bali. Tenaga Kesehatan Tradisional mampu memberikan pelayanan pengobatan tradisional Indonesia dengan keunggulan kearifan lokal Bali (Usada Bali). Cummunity Leader bidang wisata kebugaran dan herbal terapi berbasis kearifan Usada Bali. Lulusan yang mampu menjadi community leader pada bidang wisata kebugaran Bali (Balinese wellness) di dunia industri pariwisata berbasis kearipan Usada Bali. Manajemen Pelayanan Usada yaitu Manajemen Pelayanan Usada mampu membuat perencanaan dan langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan dan pengembangan pelayanan Pengobatan Tradisional Indonesia. Edukator yaitu Lulusan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengobatan tradisional Indonesia, khususnya pengobatan Usada Bali.

Kebutuhan akan lulusan D4 Pengobatan Tradisional Indonesia juga semakin terasa di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, klinik, wellness center, dan spa, hotel, dan lainnya. Pasalnya, masyarakat semakin menyadari pentingnya pendekatan holistik dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh, serta mencari alternatif pengobatan yang lebih alami dan berkelanjutan.

Prof. Apt. Dr.Rer.nat. Drs. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. seorang profesor dan Tim Kelompok Ahli masa Gubernur Bali periode 2018- 2023, Wayan Koster menyambut baik adanya lulusan dari Program Studi D4 Pengobatan Tradisional Indonesia. Menurutnya, integrasi antara pengobatan konvensional dan tradisional dapat memberikan manfaat yang besar bagi pasien/klien.

“Kami melihat bahwa pengobatan tradisional (Usada Bali) memiliki potensi besar untuk menjadi bagian integral dari sistem kesehatan yang komprehensif. Kehadiran D4 Pengobatan Tradisional Indonesia di UNHI Denpasar menjadi bukti bahwa Sistem pengobatan Tradisional di Bali telah dipercaya secara sekala dan niskala sebagai wawasan dan pengetahuan yang berharga secara turun- temurun untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Prof. Apt. Dr.Rer.nat. Drs. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Interaktif Perempuan Bali Bicara

Tenaga pengobatan tradisional UNHI Denpasar sangat dibutuhkan diberbagai sektor seperti a) Lembaga Riset (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, Laboratorium milik swasta); b) Lembaga Pemerintah (Tenaga pembantu medis, bekerja di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) atau Kemenpora,  melaksanakan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor dalam mendukung kegiatan program pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad), memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan Yankestrad di Kab/Kota, merumuskan dan menyusun rencana anggaran kegiatan pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad), melaksanakan pelatihan dan workshop program pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad), melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan); dan c) Lembaga Pariwisata (Terapis di pelayanan kesehatan, Marketing produk kesehatan tradisional, serta Hipnoterapis).

Namun, meskipun potensi ini begitu besar, masih ada banyak tempat pelayanan kesehatan yang belum memiliki tenaga kesehatan tradisional yang memadai karena belum ada perguruan tinggi akademik yang meluluskan tenaga pengobatan tradisional yang tersertifikasi. Sehingga, UNHI Denpasar menjadi satu- satunya perguruan tinggi akademik di Bali yang akan mencetak lulusan D4 Pengobatan Tradisonal Indonesia.

Keberadaan D4 pengobatan Tradisional UNHI mendukung regulasi Gubernur Bali dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan krama Bali, sebagai bagian dari kearifan lokal jana kertih (upaya untuk menjaga kualitas individu. Mengakui hal ini, UNHI Denpasar telah mengumumkan pemberian 10 beasiswa bebas SPP bagi pendaftar pertama di program ini tanpa adanya syarat apapun. Langkah ini diharapkan dapat mendorong minat dan partisipasi yang lebih besar dari calon mahasiswa yang berbakat dan berpotensi untuk mengajegkan kebudayaan pengobatan tradisional bali.

Pendaftaran penerimaan mahasiswa baru sedang dibuka pada gelombang 2 dari bulan Maret – Mei 2024 melalui https://smrti.unhi.ac.id/login, Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Hindu Indonesia dapat diakses melalui https://site.unhi.ac.id/id/registration-information

Dengan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 telah membuka pintu bagi pengembangan pengobatan tradisional Indonesia (Usada Bali) secara luas.

“Ini bukan hanya tentang melestarikan warisan budaya, tetapi juga tentang menciptakan peluang baru dalam bidang kesehatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dengan dukungan penuh dari lembaga akademik dan berbagai pemangku kepentingan, masa depan Pengobatan Tradisional Bali terlihat semakin cerah dan menjadi pahlawan kesehatan tradisional yang melayani masyarakat dengan penuh dedikasi dan keahlian”.

Penulis: I Made Dwi Mertha Adnyana, S.Si., M.Ked.Trop., CMIE., FRSPH.

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca