Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Interaktif Perempuan Bali Bicara

Penting Menata Pola Hidup Sehat Agar Terwujud Generasi yang Sehat, Kuat dan Cerdas

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster jadi narasumber dalam Dialog Interaktif 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru dengan tema "Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali", Jumat (24/3). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kesehatan merupakan faktor utama dalam meraih dan mewujudkan cita-cita, oleh sebab itu penting bagi kita untuk memulai menata pola hidup sehat agar terwujud generasi yang sehat, kuat dan cerdas. Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster dalam dialog interaktif Perempuan Bali Bicara, di Studio Bali TV, Jumat (24/3).

Ditambahkannya, Tim Penggerak Provinsi Bali sebagai perpanjangan tangan TP PKK Pusat akan terus konsen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kader-kader PKK yang jaringan/ terusannya hingga ke tingkat desa dan banjar. Sebagai organisasi perempuan yang berdampingan dengan tugas Kepala Daerah memiliki tugas dan kewajiban dalam kesuksesan program dan visi pemerintah daerah, salah satunya di bidang kesehatan. Untuk itu, Ny. Putri Koster mengatakan bahwa untuk menyukseskan visi pembangunan daerah Bali, Tim Penggerak PKK melalui program sosialisasinya menggandeng pihak-pihak terkait untuk menjabarkan sepuluh program pokok PKK yang memiliki regulasi dan kaitan dengan visi dan program pemerintah, yang khususnya di Bali sudah tertuang ke dalam pencapaian 44 tonggak peradaban Bali era baru.

Khusus di bidang kesehatan, pihaknya sedang aktif menggencarkan penggunaan bahan-bahan obat tradisional (taru premana) yang bisa ditanam di pekarangan rumah sebagai bahan obat tradisional kita. “Namun untuk pengolahan obat-obatan tradisional tersebut tentu kita memerlukan para ahli agar fungsinya tidak salah, dan mari kita percayakan Usadha Barak untuk menepis sejumlah penyakit dalam tubuh, karena sudah terbukti mampu menghalau dan mengurangi dampak kesehatan dari virus Covid-19,” ungkapnya. Pengobatan tradisional Bali juga membutuhkan kekuatan bathin yang harus semakin diasah agar produk yang bagus untuk kesehatan tubuh dapat diwujudkan.

Baca Juga  Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

Tenaga terdidik mampu memberikan layanan dan mengimplementasikan ilmunya kepada kehidupan nyata yakni layanan terpadu. Sasaran PKK mengembangkan kesejahteraan adalah salah satunya membangun dan menghidupkan perekonomian melalui koperasi. Sehingga tenaga tradisional mampu berkarya nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. Di samping itu, Gubernur Bali juga terus mengupayakan payung hukum agar para tenaga ahli obat tradisional dapat berkarya secara nyata, dan arah kehidupannya juga jelas melalui koridor dan landasan payung hukum yang juga jelas.

ny. putri koster
Ketua TP Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. (Foto: ist)

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster juga menjelaskan bahwa diantara HATINYA (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) PKK juga dapat diselipkan sedikit tempat untuk menanam taru premana, sehingga saat terdesak tanaman tersebut dapat digunakan sementara. Misalnya daun kayu manis yang dapat digunakan untuk loloh, daun dapdap yang bisa digunakan untuk meredakan sakit perut pada bayi, jahe sebagai penghangat badan dan sejumlah tanaman obat lainnya.

Koordinator Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, I Made Damriyasa mengatakan bahwa mempromosikan kesehatan tradisional Bali penting disampaikan dalam mencapai visi Bali Era Baru melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali di tengah masyarakat Bali hingga keluar negeri. Pada prinsipnya ada tiga unsur utama yang harus dijaga keharmonisan, yakni alam, manusia dan kebudayaan.

Diantaranya tujuh belas (17) untuk adat, seni dan budaya sementara sisanya berkaitan dengan kehidupan manusianya. Salah satunya adalah kesehatan tradisional Bali yang ditunjang oleh peradaban Bali, yakni pembatasan timbulan sampah plastik, pengelolaan sampah berbasis sumber dan penggunaan kendaraan listrik. Karena pembangunan yang ramah lingkungan menjadi hal penting dalam mewujudkan secara nyata penanda Bali era baru.

Kita sudah kaya dengan referensi taru Pramana dalam lontar, yang kaya akan sumber daya alam. Yang dikembangkan berbasis dengan potensi yang dimiliki oleh Bali. Satu dan lainnya terintegrasi (pertanian dan taman hijau tidak pernah berdiri sendiri). Menggali kembali referensi yang Bali miliki dan kembangkan dengan prioritas keahlian yang dimiliki oleh sumber daya manusianya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Dorong Kader Posyandu di Pekutatan Lebih Gercep Layani Masyarakat

Pihaknya mengatakan bahwa “Bali selalu selangkah lebih maju dengan adanya asosiasi usadha tradisional dengan wujud membuka pusat pendidikan tradisional, sehingga pasar yang besar ini jangan sampai menjadi pasar orang lain,”

Peran dari Pemerintah Provinsi, Gubernur sebagai media yang menyiapkan fasilitas dan regulasi, untuk membuka jalur ke pusat sebagai jembatan antara Pemerintah Provinsi dengan Pusat, sehingga akademisi dan masyarakat pemilik modallah yang diharapkan dapat bergerak untuk kepentingan masyarakat luas. Dimana ketika fasilitas dan regulasi sudah disediakan oleh pemerintah, maka masyarakat tinggal melaksanakan regulasi dan fasilitasi yang sudah disiapkan tersebut. Karena Gubernur bukan bersifat sebagai eksekutor namun harus ada akademisi sebagai pendukung kebijakan yang dikeluarkannya.

Sementara Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja, I Made Agus Gelgel Wirasuta menjelaskan bahwa dibuatnya visi dan misi Bali dalam mewujudkan Bali era baru sebagai regulasi atau pondasi harus diperkuat dalam mewujudkan implementasi reformasi menuju pembangunan yang sejahtera berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Profesor yang juga dikenal sebagai penemu Usadha Barak ini menegaskan keseimbangan alam manusia dan budaya berkonsepkan Tri Hita Karana merupakan keseimbangan mewujudkan kesehatan yang berkolaborasi antara pengobatan tradisional dengan pengobatan konvensional. “Namun jangan sampai ketika kita berhasil mengembangkan usadha weelnes yang dikenal sebagai medical komplementer medicine, dan saat itu akan dikuasai oleh orang-orang yang bukan berasal dari warga kita, oleh sebab itu penting kita siapkan sumber daya manusia melalui penyediaan sumber pendidikan yang mengasah kemampuannya, yang nanti akan mampu memenuhi kebutuhan lapangan kerja yang tersedia,” tegasnya.

Untuk membangun industri pengobatan tradisional harus mendapat dukungan dari semua pihak mulai dari SDM dan juga permodalan, sehingga 30 persen didukung oleh bahan produksi lokal dan disesuaikan dengan standarisasi obat-obatan tingkat nasional.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Pastikan Kualitas dan Harga Wajar Produk IKM Bali Bangkit

“Jangan sampai kita memproduksi obat tradisional namun melupakan standar kesehatan yang berlaku, agar mampu diterima di pasaran global. Selain itu membangun industri dan menggandeng SDM yang mumpuni merupakan salah satu syarat mutlak dalam menghasilkan produk yang berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Polri Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kolaborasi dengan Basarnas dan Unsur Gabungan

Published

on

By

Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat konferensi pers, Selasa (8/9) di Jakarta. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri bersama Basarnas dan unsur terkait memaksimalkan upaya pencarian sejumlah jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri berkomitmen mendukung penuh proses pencarian dengan mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki, sekaligus memperkuat kolaborasi bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait di lapangan.

“Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus memaksimalkan pencarian terhadap rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan. Kolaborasi dan sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam upaya pencarian ini, dengan tetap memperhatikan kondisi serta keselamatan personel di lapangan,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Upaya pencarian dilakukan setelah speedboat yang membawa awak media bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir dengan rombongan diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polri melalui Ditpolair Polda Banten berkolaborasi dengan Basarnas dan unsur gabungan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir keberadaan speedboat. Tim juga mengerahkan kapal Basarnas, RIB 02 Banten, serta berbagai peralatan pencarian dan pertolongan.

Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Banten AKBP Lis Handayana menjelaskan, pencarian melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, Ditpolair Polda Banten, Mabes Polri, serta pihak terkait lainnya.

“Dengan kapal Basarnas bersama unsur gabungan dari Direktorat Polair Polda Banten dan Mabes melaksanakan kegiatan pencarian sampai dengan pukul 22.31 WIB. Untuk sementara waktu pencarian diberhentikan dan besok hari akan kami lanjutkan kembali,” ujar Lis.

Baca Juga  Wujudkan Pariwisata yang Berbudaya, Berkualitas dan Bermartabat, Ny. Putri Koster Harap Ada Kontrol Sosial Bagi Wisatawan

Lis menegaskan, situasi selama proses pencarian berlangsung aman dan terkendali. Tim gabungan akan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Rabu (9/9/2026).

“Untuk sementara situasi aman terkendali. Semoga korban cepat ketemu,” katanya.

Berdasarkan informasi awal Basarnas, terdapat delapan orang di dalam speedboat tersebut. Beberapa di antaranya diketahui merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, dan Daus dari Anadolu, sementara identitas lainnya masih dalam proses pendataan.

Johnny menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur terkait untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal hingga seluruh awak yang hilang kontak dapat ditemukan.

“Polri akan terus berkolaborasi dan memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian ini. Kami berharap seluruh awak media dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DPR Prihatin atas Hilangnya Lima Jurnalis di Selat Sunda, Dukung Basarnas Lakukan Pencarian

Published

on

By

DPR RI Pantau Pencarian Lima Jurnalis
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat ditemui di Abdul Muis, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR RI terus memantau upaya instansi terkait dalam mencari keberadaan sejumlah jurnalis yang hingga kini belum diketahui. DPR juga mendorong agar upaya pencarian dilakukan secara maksimal sehingga segera diperoleh kejelasan.

“Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui,” kata Dasco saat ditemui di Abdul Muis, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dasco memastikan, DPR terus memberikan perhatian terhadap proses yang dilakukan instansi terkait untuk mengetahui keberadaan para jurnalis tersebut. Pemantauan dilakukan agar berbagai upaya yang ditempuh dapat berjalan secara optimal.

Dasco menyampaikan, kejelasan mengenai keberadaan para jurnalis tersebut perlu segera diketahui. Karena itu, ia berharap seluruh langkah yang diperlukan dapat terus dilakukan hingga memberikan titik terang.

Di sisi lain, Dasco menyatakan keprihatinannya terhadap para jurnalis yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Ia berharap proses pencarian dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan informasi yang memberikan kepastian.

“Kami menyatakan prihatin terhadap teman-teman jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Dasco juga mengajak semua pihak untuk mendoakan agar upaya pencarian yang dilakukan instansi terkait dapat membuahkan hasil terbaik. Ia berharap proses tersebut dapat berjalan lancar dan segera memberikan kejelasan.

“Kita doakan semoga upaya yang terbaik juga bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” tutur Dasco.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa juga menekankan bahwa aspek keselamatan perlu menjadi perhatian utama bagi jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi dan potensi risiko di lokasi peliputan penting untuk memastikan tugas jurnalistik dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Baca Juga  Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

Ia juga mengingatkan agar jurnalis yang bertugas di wilayah bencana mempersiapkan berbagai kebutuhan keselamatan sebelum melakukan peliputan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi di wilayah bencana dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan risiko bagi siapa pun yang berada di lokasi.

“Apalagi daerah-daerah yang terkena bencananya itu menimbulkan risiko, bagi tidak hanya masyarakat, tapi juga bagi para peliput,” ujar Saan.

Karena itu, Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga mendorong Basarnas dan pihak terkait lainnya untuk terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis tersebut. Ia menegaskan upaya pencarian perlu dilakukan secara sungguh-sungguh dan maksimal guna memastikan keberadaan mereka.

“DPR akan mendorong kepada seluruh pihak, terutama pihak-pihak terkait dalam hal ini Basarnas maupun yang lain, untuk secara sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk mencari keberadaan kelima jurnalis tersebut. Karena penting, kita untuk tahu tentang kepastian keberadaan mereka itu, kan gitu,” ungkap Saan.

Saan menilai kepastian keberadaan kelima jurnalis tersebut tidak hanya penting bagi mereka yang bersangkutan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Karena itu, DPR akan terus mendorong seluruh pihak terkait agar mengoptimalkan proses pencarian hingga keberadaan mereka dapat segera diketahui.

“Kita ingin bahwa mereka segera untuk bisa ditemukan keberadaannya ada di mana, karena ini menyangkut bukan hanya yang bersangkutan, tapi juga keluarga dan juga kita semua. Jadi sekali lagi, DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka,” tuturnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Tim SAR gabungan menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan keberadaan kelima jurnalis tersebut. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Menerima Kunjungan Teater Keliling Jakarta

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Profesionalisme Prajurit, Pangdam IX/Udayana Tutup Pendidikan Tamtama

Published

on

By

IX/Udayana Tutup Pendidikan Tamtama
TUTUP PENDIDIKAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto tutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu (9/9/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Setelah melewati rangkaian pendidikan dan tempaan yang menguji mental, fisik, pengetahuan serta keterampilan keprajuritan, para Tamtama Siswa Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi menyelesaikan pendidikan. Mereka kini dihadapkan pada perjalanan baru sebagai prajurit TNI Angkatan Darat yang siap mengemban tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Hal tersebut ditandai dengan Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu (9/9/2026).

Dalam amanatnya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh Tamtama Siswa yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi awal dari perjalanan panjang dalam melaksanakan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.

“Keberhasilan ini tidak diperoleh dengan mudah. Selama mengikuti pendidikan, para siswa telah menghadapi berbagai tantangan dan tempaan, baik dalam pembentukan sikap dan mental, peningkatan kemampuan jasmani, penguasaan pengetahuan militer maupun kemampuan dasar keprajuritan,” ujar Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam menegaskan, seluruh proses pendidikan tersebut pada hakikatnya merupakan bagian penting dalam membentuk sekaligus mengubah karakter dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD yang memiliki disiplin, loyalitas, jiwa korsa, keberanian, tanggung jawab dan profesionalisme.

Menurutnya, kelulusan pendidikan bukanlah akhir dari proses pembentukan seorang prajurit, melainkan awal dari tuntutan pengabdian yang sesungguhnya. Mulai saat ini, pangkat dan seragam yang dikenakan para prajurit muda bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Buka Webinar ‘’Upakara Pitra Yadnya ring Krematorium’’

“Selalu pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan dalam setiap sikap, tindakan dan pengabdian. Pertahankan dan tingkatkan disiplin, terus asah profesionalisme serta kemampuan keprajuritan, junjung tinggi loyalitas dan kehormatan prajurit, serta jadilah prajurit yang senantiasa dekat dengan rakyat,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Lebih lanjut, Pangdam berpesan kepada para prajurit muda untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, satuan dan kehormatan keluarga. Namun, yang paling utama adalah menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

“Jadilah prajurit yang tangguh dalam menghadapi tantangan, teguh dalam memegang prinsip, profesional dalam melaksanakan tugas dan selalu hadir untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” pesan Pangdam.

Selama kurang lebih dua bulan mengikuti pendidikan, para siswa mendapatkan penilaian melalui Tri Pola Dasar Pendidikan yang meliputi berbagai aspek pembentukan keprajuritan. Berdasarkan hasil penilaian lembaga pendidikan, predikat terbaik pada Tri Pola Dasar Pendidikan, Sikap dan perilaku serta pengetahuan dan keterampilan diraih oleh Prajurit Dua Imanuel Hawu Rohi Lay sedangkan predikat terbaik pada Aspek Jasmani diraih oleh Prajurit Dua Komang Suryanata.

Momentum penutupan pendidikan semakin semarak dengan atraksi beladiri militer, keterampilan Sparko dan halang rintang yang diperagakan para prajurit muda. Atraksi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara penutupan, tetapi juga menggambarkan hasil tempaan pendidikan sekaligus kesiapan dasar para prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di satuan masing-masing.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa berakhirnya pendidikan bukan berarti berakhirnya proses pembentukan prajurit, melainkan menjadi awal dari pelaksanaan tugas dan pengabdian di satuan masing-masing.

“Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk prajurit yang disiplin, profesional dan berkarakter. Kami berharap para prajurit muda mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh, serta senantiasa menjaga kehormatan TNI AD dan hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Pastikan Kualitas dan Harga Wajar Produk IKM Bali Bangkit

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, para Dan/Kabalak satuan jajaran Kodam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Buleleng dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana, serta para orang tua prajurit yang turut menyaksikan momentum bersejarah bagi putra-putra mereka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca